Hantu Sekolah

Hantu Sekolah
"Aku Takkan Tinggal Diam Jika Kalian Merendahkanku!"


__ADS_3

*cras


Izumi memotong kedua tangan roh jahat itu dengan sangat cepat


"aduh, maaf. tanganmu jadi aku potong" ucap Izumi dengan mata merahnya yang menyala.


"aarghh" teriak roh jahat itu kesakitan


"jadi, bagaimana kau akan menghabisiku dengan tanganmu yang sudah tidak ada itu?" tanya Izumi


"karena tanganmu itu aku potong sendiri dengan kekuatanku, dan kau sendiri juga hanyalah roh jahat tingkat rendah yang bermulut besar, jadi penyembuhan tanganmu itu pasti akan sangat lama" lanjut Izumi dengan senyum sinis


Izumi mendekati sel penjara roh itu


"aku tahu kau hanyalah makhluk bodoh tak memiliki otak setelah kau mati, tapi aku tak menyangka kau sebodoh ini" ucap Izumi


"aah~ bahkan sebelum kau mati juga hanyalah manusia yang paling rendah dan tak memiliki kelebihan apapun kecuali mulut kotor yang suka asal bicara itu"


"jika kau ingin menghabisiku, coba kau keluar dulu dari tempat ini daripada menggonggong seperti anjing kelaparan, dan hadapi aku dengan semua kekuatanmu."


"oh, benar juga~ kau bahkan tidak bisa menghindari kekuatanku dan berakhir menjadi tidak memiliki tangan. tidak mungkin kau bisa keluar dari sini, apalagi menghabisiku~" Izumi tertawa kecil saat mengatakannya


nada bicara dan tatapan Izumi yang tadinya penuh dengan ejekan dan sindiran seketika berubah menjadi sangat dingin dan menyeramkan.


"kau tadi bilang aku apa? anjing para roh baik? bukankah itu adalah kau, si anjing roh jahat malang tak berdaya yang akhirnya dikurung dan berusaha menggigit majikannya tanpa tahu diri?"


"kau berani menghinaku secara terang-terangan seperti ini tanpa melihat keadaanmu sekarang yang bisa saja aku lenyapkan kau kapanpun aku mau" Izumi menatap tajam roh jahat itu


roh jahat itu gemetar dengan ucapan dan aura kekuatannya Izumi yang menyeramkan, lalu tersungkur.


"kalian semua juga sudah lihat, kan?" Izumi melirik ke para roh jahat yang ada disekitar sel penjara roh jahat tadi.


"sejak dulu sudah kukatakan berkali-kali. jangan berani melawanku dalam bentuk apapun!" teriak Izumi


"jangan berpikir aku akan memaafkan kalian semua jika kalian melakukan kesalahan padaku hanya karena sebagian diriku adalah roh baik" ucap Izumi dengan tegas


"dan kau!" Izumi melirik ke arah roh jahat yang tangannya dipotong.


"jika sekali lagi kau buat ulah, selanjutnya lehermu yang aku potong" ancam Izumi.


"aku takkan tinggal diam jika kalian merendahkanku!" ucap Izumi dengan sorot mata menyeramkan dan suara dingin.

__ADS_1


Izumi berjalan semakin kedalam di lorong penjara itu lalu memasuki ruangan lain yang ada di ujung lorong penjara. ruangan itu adalah ruang penyiksaan. disana ada banyak alat-alat penyiksa roh dan segel. Izumi melihat sekeliling sel penjara disana.


"mereka keluar, ya" pikir Izumi saat melihat sel penjara disana kosong.


"yah, aku tidak heran sih mereka bisa keluar. aku sendiri saja kerepotan memasukkan mereka ke sini" gumam Izumi.


"sekarang mereka pasti sedang bersembunyi, jadi tidak mungkin aku bisa memasukkan mereka ke penjara dalam waktu dekat" gumam Izumi dan berjalan keluar.


*


di pagi hari, aku bangun dari tidurku


"uuugh... entah kenapa hari ini tubuhku rasanya segar sekali" ucapku sambil merenggangkan badan


"kepalaku juga tidak pusing lagi" pikirku


"tapi kok rasanya ada yang aneh di sekitar perut dan dadaku, ya?" gumamku


"hm?" aku melihat ke arah jendela di dekat meja belajarku. gorden di sana sudah terbuka.


"Yui yang buka?" pikirku bertanya


*


setelah aku dan Yui sudah siap, kami berangkat ke sekolah. saat sedang berjalan, kami membicarakan banyak hal seperti biasanya, lalu berpisah saat memasuki ruang ulangan masing-masing.


lalu di ulangan hari ini, aku merasa nilaiku besar karena hampir semua soalnya bisa aku kerjakan. entah kenapa rasanya kepalaku bisa mengingat semua yang kupelajari.


"baiklah! ulangan hari ini bisa aku anggap sukses. Yurin, semangat untuk 3 hari kedepan! kau pasti bisa membuat Izumi tidak kecewa karena sudah mengajariku! papa dan mama juga tidak akan menyesal karena sudah menyekolahkanku di sini" ucapku menyemangati diri.


aku berjalan ke bawah pohon besar di belakang gedung sekolah.


"kupikir Izumi mungkin ada di sekitar sini, ternyata tidak ada, ya" gumamku


"ya sudah. aku juga tidak bisa terus merepotkannya" gumamku lalu duduk di bawah pohon itu


"semalam sebelum tertidur di meja, aku sudah mencatat hal-hal yang mungkin masuk di ulangan besok. jadi sekarang aku coba memahami apa yang aku tulis lebih dulu" gumamku


aku membuka tasku dan mengeluarkan beberapa lembar kertas. saat kertas itu baru saja terkeluar, angin berhembus dengan kencang dan menerbangkan kertas itu.


"ah! kertasnya!" teriakku

__ADS_1


aku mengejar kertas itu sebelum dia rusak terkena lumpur atau genangan air. lalu, salah satu kertas itu mendarat di depan gudang.


"ah, untung terbangnya tidak terlalu jauh" ucapku lega


lalu saat aku melihat ke arah gudang, pintunya terbuka dan ada Kagusa yang tidak sadarkan diri dengan posisi duduk dan dikelilingi oleh meja dan kursi rusak.


aku pun masuk dan mengamati tubuh Kagusa.


"tidak ada luka apapun di tubuhnya. ada apa, ya?" pikirku


"yang terpenting, coba aku bangunkan dia dulu" pikirku


"hey Kagusa. bangun!" ucapku


Kagusa tidak merespon


"heeey, ayo bangun!" ucapku lalu memegang kedua pipi Kagusa


"umm... ughh..." gumam Kagusa dan perlahan membuka mata


"lho, Yurin?" ucap Kagusa kaget dengan suara kecil


"ah, kau akhirnya sadar!" ucapku senang, dan tanpa sadar masih memegang pipi Kagusa


"kalian sedang apa disini?" tanya Izumi yang entah sejak kapan jongkok diatas meja yang ada di belakang Kagusa.


Kagusa dan aku menoleh melihat ke Izumi.


"Izumi" gumam Kagusa


"Izumi! aku kaget kau tiba-tiba datang seperti hantu!" teriakku


"aku memang hantu" ucap Izumi


Izumi turun dari meja dan berdiri disampingku.


"jadi, apa yang kalian lakukan? apa di wajah 'makhluk itu' ada sesuatu sampai kau memegangnya?" tanya Izumi


aku langsung cepat-cepat melepas tanganku dari pipi Kagusa dan berdiri menghadap Izumi


"eh? gawat! pemimpin... cemburu karena nona Yurin memegang pipiku?" pikir Kagusa

__ADS_1


__ADS_2