
"meski aku tak bisa mengurungmu ke pengurungan, tapi setidaknya aku bisa melakukan ini" ucap Izumi
"anggap saja itu karena kau terlalu banyak berbuat salah padaku. kau mengatakan hal-hal aneh padaku, memanggilku dengan sebutan 'pemimpin' yang sebelumnya sudah kularang, bahkan mengungkit-ungkit soal Yurin dan kehidupanku" ucap Izumi lalu berjalan pergi
"ah, Izumi! bagaimana keadaanmu?" tanya para roh baik yang sedang berjaga
"Izumi, kau tak perlu melakukan apapun malam ini. biar kami yang berjaga. nanti siang juga kau tak perlu berjaga" ucap roh baik lainnya
"mereka semua berisik sekali!" pikir Izumi
"aku tidak peduli" ucap Izumi lalu menghilang dari para roh baik yang mengelilinginya.
Izumi teleportasi dan setelah sampai, Izumi berada di kamar Yurin
"kenapa aku kesini?" pikir Izumi
"ya sudahlah, karena aku sudah kesini, aku akan disini lebih lama sedikit. aku tak ingin mendengar ocehan mereka lagi karena 'makhluk itu' terus mengoceh di depan telingaku tadi hingga membuatku muak" pikir Izumi
Izumi duduk di kursi belajar Yurin, membuka gorden dan memandang langit dari jendela.
"memang sepi seperti inilah yang cocok denganku" gumam Izumi
Izumi melirik ke arah Yurin yang tertidur. ketika melihatnya, Izumi teringat apa yang ia dan Kagusa bicarakan
"heh! mana mungkin aku menyukai manusia, kan?" pikir Izumi
"aku hanya memanfaatkannya. tidak lebih dari itu" pikir Izumi
Izumi terus memandang pemandangan di luar dengan tangan menopang dagu.
"mmmm..." gumam Yurin saat tidur
Izumi melihat ke arah Yurin
"mimpi buruk?" gumam Izumi
Yurin terus bolak-balik ke kanan dan ke kiri ketika tidur
Izumi berjalan mendekati Yurin
"ada apa?" pikir Izumi dan memegang dahi Yurin
"panas. dia demam" ucap Izumi
Yurin terus bergerak-gerak ketika tidur
"apa boleh buat, aku akan mengobatimu" ucap Izumi
Izumi terus memegang dahi Yurin
"uggh..." gumam Yurin
__ADS_1
"tahan sedikit. setelah ini kau takkan merasa sakit lagi" ucap Izumi
setelah itu, Yurin sudah mulai tenang dan tidak bergerak-gerak lagi
"padahal baru aku tinggal sebentar, tapi sudah ada saja yang terjadi" gumam Izumi
"memang dia tidak bisa aku tinggalkan sendirian" gumam Izumi
Izumi melepas tangannya dari dahi Yurin, lalu memegang tangannya
"tangannya masih gemetar dan berkeringat" pikir Izumi
"bisa berbahaya jika dia ulangan dalam kondisi ini. baiklah, aku akan membagi kekuatanku padamu" pikir Izumi
Izumi membuka mulut Yurin dan mulutnya, lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Yurin. dari mulut Izumi keluar seperti asap bercahaya dan masuk ke mulut Yurin.
"uggh.. uhuk... uhuk..." Yurin terbatuk
"dia masih belum terbiasa dengan kekuatan roh, ya" pikir Izumi
"tak masalah. sebentar lagi tubuhnya pasti terbiasa" pikir Izumi
Izumi lanjut menyalurkan kekuatannya ke tubuhku
lalu, ada roh tidak diundang tiba-tiba datang
"pemimpin, itu tadi sangat sakit. lain kali beri tahu dulu kalau anda ingin memukul say--" gerutu Kagusa dan tiba-tiba mematung saat melihat Izumi
"pemimpin, meski anda menyukai nona Yurin, tapi anda tidak boleh seperti itu. itu namanya anda mengambil kesempatan saat nona Yurin tertidur" ucap Kagusa
Izumi menoleh ke arah Kagusa dengan tatapan tajam.
"maaf, maaf. aku akan kembali" ucap Kagusa. saat dia ingin teleportasi, Izumi memegang kerah baju Kagusa sehingga dia tak bisa berteleportasi
"coba ulangi apa katamu tadi" ucap Izumi yang marah
"em... anda... mencium..." ucap Kagusa terbata-bata. dan sebelum Kagusa menyelesaikan kalimatnya, Izumi langsung menendang Kagusa dengan keras
"pemimpin... itu sakit sekali~" ucap Kagusa yang tersungkur
"mulutmu terus mengatakan hal yang aneh. apa perlu mulutmu aku jahit agar tidak membuat telingaku rusak?" ucap Izumi dengan kaki menahan perut Kagusa
"tapi tadi anda benar-benar..." gumam Kagusa
"dia itu demam. karena itu aku membagi kekuatanku padanya. apa kau mengerti sekarang?" ucap Izumi marah
"mana saya tahu... jika dilihat dari belakang, anda terlihat seperti sedang menciumnya..." ucap Kagusa sambil memainkan jari tangannya
"sepertinya kau harus dihukum lagi" ucap Izumi dengan wajah yang menyeramkan
"pemimpin... maafkan saya..." ucap Kagusa dengan wajah pucat
__ADS_1
Izumi memegang kerah baju Kagusa di bagian belakang dan berteleoprtasi ke sekolah. Izumi menyeret Kagusa dan melemparnya ke dinding di belakang gedung sekolah
"apa ada sesuatu yang ingin kau katakan padaku?" tanya Izumi dengan mata tajam
"pemimpin, maafkan saya karena sudah salah paham" ucap Kagusa gugup
"baiklah, aku akan sedikit meringankan hukumanmu" ucap Izumi
"tidurlah sampai minggu depan. kalau bisa tidak bangun lagi juga tak masalah" ucap Izumi dan memukul leher Kagusa. kali ini Izumi mengeluarkan kekuatannya saat memukulnya.
"kau takkan bangun sebelum 1 minggu. sebenarnya kau bisa bangun lebih cepat jika terkena kekuatanku, tapi aku takkan pernah melakukannya" ucap Izumi
setelah kagusa tidak sadarkan diri, Izumi menyeret kagusa dan meletakkannya di gudang dekat pohon besar tempat Izumi istirahat tadi, lalu Izumi pergi melihat para roh jahat.
*
di penjara bawah tanah, Izumi berjalan mengawasi para roh jahat
"lepaskan aku! lepaskan aku!!" teriak para roh jahat
"lihat saja kau! ketika aku keluar dari sini, aku kana membunuhmu!" teriak seorang roh jahat
"aku sudah mati. bagaimana kau akan membunuhku yang sudah mati?" tanya Izumi
"berisik! akan kupastikan kau akan tersiksa di penjara siksaan suatu saat nanti!" teriaknya
"aku akan meladenimu jika kau sudah keluar. itupun kalau kau bisa" ucap Izumi
"kau!! dasar pengkhianat! padahal kau sendiri roh jahat, tapi mengurung kami semua disini!" teriak roh jahat itu
"jika kau mengurung kami disini karena kami roh jahat, seharusnya kau juga ikut dikurung bersama kami" teriak roh jahat itu
"setidaknya kesadaranku yang baik masih menguasaiku" ucap Izumi dengan santai
"baik? apanya yang baik? kau hanyalah roh yang cacat. kau tak bisa dibandingkan dengan roh jahat atau roh baik apapun! bahkan kau tak bisa disebut roh jahat ataupun roh baik, tapi bisa-bisanya makhluk cacat sepertimu jadi pemimpin kami?!" teriak roh jahat itu
"aku tidak cacat. aku memiliki dua kekuatan berbeda yang tidak dimiliki roh lain. tentu saja aku tidak bisa dibandingkan dengan kalian. aku jauh lebih hebat dari kalian" ucap Izumi
"kau bahkan tidak membunuh manusia manapun lagi. kau tak pantas menjadi pemimpin roh jahat!" teriak roh jahat itu
"ini semua salahnya pemimpin roh baik terdahulu. bisa-bisanya dia menyuruh makhluk cacat ini menjadi pemimpin?!" teriak roh jahat
"jika kau yang dulu aku mengakui kau hebat. tapi sekarang kau tidak lebih hanyalah anjingnya para roh baik yang lemah itu" teriak roh jahat itu
"lihat saja! suatu saat nanti aku akan menghabisimu dengan tanganku sendiri!" teriak roh jahat
*cras
Izumi memotong kedua tangan roh jahat itu dengan sangat cepat
"aduh, maaf. tanganmu jadi aku potong" ucap Izumi dengan mata merahnya yang menyala.
__ADS_1