Miracle Of Wish

Miracle Of Wish
[S3] 13. Petunjuk


__ADS_3

“Bizar, kamu yakin mau pindah?” tanya Miss Ann di ruang pertemuan.


Padahal aku sudah melarangnya, tetapi entah bagaimana percakapan ini terdengar sampai Miss Ann. Di ruang pertemuan ini semua berkumpul. Mereka menuntut penjelasan dari Bizar. Seperti yang aku katakan, mereka pasti tidak akan rela jika Bizar pindah sekarang.


Aku melirik pada Bizar. Mencari-cari jawaban yang sudah kami bahas sebelumnya. Besar harapanku mendengar dia berkata tidak. Namun, Bizar tidak kunjung mengucapkan apa pun. Gemas rasanya tangan dan mulut ini. Aku ingin menahan dia untuk bertindak nekat. Memang dia paling diandalkan, tetapi bukan berarti kami harus terus bergantung pada Bizar.


“Aku ingin pindah ke Jakarta untuk mencari tahu lebih banyak soal kekacauan ini. Semua petunjuk yang aku dapatkan berpusat di sana. Ini adalah kesempatan yang cukup besar agar kita mengetahui kelemahan mereka,” jelas Bizar, tetapi bagiku tidak cukup. Lalu dia melanjutkan ucapannya, “tapi Dira bilang, ada cara lain untuk mengatasinya.”


Sesak di dadaku berngsur-angsur menghilang. Lantas aku pun menoleh pada Radja yang terlihat kelelahan, begitupun dengan Bara. Sepertinya mereka begitu antusias untuk mencari petunjuk lainnya. Syukurlah jika mereka menemukan sesuatu, jika pun tidak, aku tetap bersyukur karena keduanya baik-baik saja. Tidak ada yang tahu, jadi aku harus menjaga rahasia ini dengan baik.


Sementara itu Bizar meminta waktu kepada semuanya untuk mendengarkan beberapa informasi penting. Aku tidak tahu apa. Namun, aku dan Radja membelalak saat dia mulai melakukan presentasi. Bagaimana tidak? Laki-laki itu menceritakan tentang kejadian lalu di hadapan semuanya. Di mana ketiga orang yang melawan kami itu punya kekuatan mirip-mirip.


“Sampai saat ini kita tidak tahu sampai tahap mana sisa-sisa pasukan Azumi ini bertahan. Namun, aku sudah memikirkan sebuah rencana. Kita harus keluar dari zona nyaman. Seperti aku sendiri. Kalian tahu bukan ... aku ini lebih banyak program dan berdiri di belakang kalian, jadi mulai sekarang aku harus mengembangkan bakatku,” ucap Bizar.


“Jadi maksud kamu kita harus menguasai kelemahan kita juga?” balas Irish menyimpulkan. Bizar mengangguk sebagai balasannya.


Aku memang sempat memikirkan hal itu juga, tetapi aku tidak tahu apa kelemahanku. Selama ini aku menggunakan kekuatan air dan tanaman. Saling melengkapi, tetapi keduanya sama-sama lemah. Apa sebaiknya aku fokus pada satu hal saja?


Radja mulai menjelaskan beberapa rencana latihan dan harus dilakukan kapan saja. Jadwal baru pun sudah dia pikirkan, mungkin sejak lama. Waktu kami bersantai menjadi lebih sedikit, tetapi waktu untuk belajar tidak Bizar biarkan itu teganggu. Aku salut dengannya. Namun, aku sangat yakin jika yang membuat jadwal ini pun tidak akan mengikuti jadwalnya sendiri.

__ADS_1


Bizar itu terlalu pintar, mungkin tidak akan ikut belajar. Dia justru mengorbankan waktunya untuk memonitoring semua kegiatan melalui komputernya atau justru berlatih gila-gilaan. Tidak dia biarkan satu waktu pun terbuang dengan percuma. Meski begitu, Bizar tetap menekuni hobinya seperti membuat robot atau pekerjaan yang membanggakan negara seperti menciptakan alat-alat berguna.


“Kalian tahu, aku tidak bisa bergabung untuk membantu latihan kalian semua. Miss Merry perlu penananku lebih lanjut. Bagaimana dengan Sharron? Meski dia arwah, dia cukup hebat untuk melatih kalian,” usul Miss Ann. Kami agak terkejut karena peri bernama Sharron itu tiba-tiba muncul dari balik tembok tepat setelah Miss Ann menyebutnya.


“Aku mengajarkan bocah seperti mereka? Bolehlah, asal mereka sendiri yang meminta,” ucap Miss Sharron pada kami semua. Aku tarik kata-kata jika peri itu baik. Dia bahkan lebih menyebalkan daripada Miss Merry yang menyuruh kami untuk tidak bolos ujian. Terkecuali Nadia, dia terlihat biasa-biasa saja.


Aku menarik napas demi membuang semua rasa kesal itu. Setelahnya kembali melihat ke arah Miss Sharron yang sedang menyilangkan tangan di depan dada. Tidak ada satu pin yang mau meinta. Kami memilih untuk berdiskusi satu sama lain pada jadwal ini. Lagi pula Miss Sharron tidak begitu kami kenali. Untuk apa kami belajar bersama?


“Aku rasa mereka menolakku, Ann. Sebaiknya kita kembali mengobati Merry. Ngomong-ngomong,” ucap Miss Sharron pada kami. Semua tidak mau mendengarkan, tetapi aku menoleh dan memasang telinga baik-baik. Entah kenapa aku merasa apa yang diucapkannya akan sangat penting. “Kelompok kalian itu lemah karena terlalu mengandalkan si Ron Pean dan Merry dalam medis. Sebaiknya ada orang lagi yang mempelajarinya.”


Benar ucapan Miss Sharron. Selama ini kami tidak memiliki tim medis lain seperti Kak Ron. Sepertinya di antara kami semua, harus ada yang meperlajari hal itu. Bukankah itu cukup penting dalam sebuah penyerangan? Terlebih Miss Merry belum kunjung sembuh dan kekuatan Kak Ron belum sepenuhnya pulih.


Aku tidak tahu apakah kekuatan air yang aku miliki ini bisa membantu juga atau tidak. Meskipun bisa mengobati, bukankah itu membuatku semakin lemah? Memiliki kemampuan elemental air dan tanah---tepatnya tumbuhan ini saja tidak bisa aku kendalikan dengan benar. Apa aku harus menambahkan sihir penyembuh juga?


Tidak lama aku mendengar suara pintu yang ditutup. Segera aku pun menoleh. Ternyata Miss Ann dan Miss Sharron benar-benar meninggalkan kami. Tidak apa, mereka akan mengecek keadaan Miss Merry. Aku berharap peri itu cepat sembuh dan bisa mengatakan apa yang membuat kami harus berkumpul waktu itu. Bagi Bizar, ini sangat aneh.


Kali ini aku memihak pada Bizar. Bisa saja ada pengkhianat di antara kami semua. Tidak mudah untuk percaya satu sama lain. Terlebih kali ini aku memang tahu. Ada pengendali di balik monster-monster aneh ini. Hanya saja kami tidak tahu siapakah dia.


“Nadira, apa yang mau kamu kembangkan?” tanya Radja tiba-tiba.

__ADS_1


Aku melirik ke arahnnya. “Entahlah, Ja. Aku tidak tahu mau mengembangkan air atau tanaman. Kedua kekuatan ini masih sering aku gunakan dengan seimbang.”


“Menurut aku, kamu kembangin aja kekuatan air, Dira. Itu sangat berguna. Lagi pula, kamu sering banget gunain ropes. Musuh pasti jadi tahu pola dan seranganmu,” saran dari Irish.


Benar juga! Selama ini aku menggunakan pola berulang. Meski tidak menduplikat, musuh mungkin akan cepat sadar. Sepertinya aku memang harus mengembangkan bakat di kemampuan air ini.


“Itu bagus! Lalu Bizar, mulai kapan jadwal latihan ini berlaku?” tanyaku lagi.


Bizar menopang dagunya. “Sejujurnya mulai sekarang. Kita  harus mengembangkan kekuatan mulai dari detik ini. Kalian semua harus setuju. Tapi, aku tidak akan ikut berlatih dulu.”


“Ya kamu tidak perlu berlatih dulu, Bizar. Aku dan Bara sudah menemukan salah satu cara untuk menghentikannya. Tapi kami perlu bantuan kamu dan Nadira,” celetuk Radja.


“Eh aku?” Sejujurnya aku benar-benar bersyukur karena cara mengatasi monster itu sudah ditemukan. Namun, tatapan semua orang jadi bertanya-tanya dan sangat ingun tahu. Aku menelan ludah. Setelah ini mereka pasti akan banyak bertanya padaku.


Namun, tidak bisa dipungkiri. Aku juga penasaran dengan cara untuk menghentikan monster-monster di dalam manusia biasa, kira-kira bagaimana caranya? Kenapa aku dibutuhkan oleh Radja dan Bara, semua akan terungkap jika aku ikut bersama mereka bertiga.


 


 

__ADS_1


__ADS_2