Miracle Of Wish

Miracle Of Wish
[S3] 29. Rahasia Dari Miss Sharron (1)


__ADS_3

Aku menggulungkan kertas menjadi bulat-bulat lalu membuangnya ke tong sampah. Di antara yang lain, hanya aku yang sering membuang-buang kertas. Tim debat sedang berlatih mengutarakan argumen mereka. Sementara tim cerdas cermat justru terlihat seperti rival satu sama lain. Bahkan itu tidak bisa dikatakan sebagai kerjasama tim jika Candra, Irish dan Demina justru berloba-lomba. Aku khawatir jika di lomba nanti, bukan sekolah kami yang akan bertanding, tetapi lomba akan didominasi oleh mereka.


Kami sampai pukul delapan malam dan Miss Merry langsung mengetahui apa yang terjadi. Tentu saja Bizar pasti menjelaskan keadaan sebelumnya. Namun, Miss Merry tetap meminta penjelasan lebih tentang hal tersebut. Tentu saja kami pun menceritakan melalui sudut pandang kami. Namun, Miss Merry tidak berkata apa-apa lagi selain menyuruh kami istirahat dan belajar pada pukul sembilan malam.


Kembali aku menuliskan cerita yang sudah tergambar jelas dalam pikiran. Tiap kata demi kata, tetapi saat membuat paragraf baru, aku kembali menggulungnya. Jika lomba seminggu lagi, aku tidak begitu yakin dengan cerita yang sudah tertulis di atas kertas. Seandainya saja ada ramuan instan untuk meningkatkan rasa percaya diriku ini. Sayangnya itu tidak ada. Aku pun menenggelamkan wajah di antara kedua lengan.


“Sudah cukup latihannya. Dengan begini aku tidak begitu khawatir jika besok kepala sekolah datang ke pelatihan ini. Kalian sudah berusaha dan besok siang, kepala sekolah akan menilai kalian langsung.” Mendengar ucapan Miss Merry aku segera mendongak dengan mata membelalak. Besok?! Aku bahkan belum membuat stu pun cerita utuh. Ya ampun, bagaimana jika besok aku malah mengecewakan di depan kepala sekolah?


“Aku tidak menyangka akan ada seleksi secara personal, Miss. Tim debat belum begitu kuat dalam berargumen, terlebih Afly tidak ikut ke mari,” jelas Radja.


“Tenang saja, Radja. Aku sudah mengabari pada kepala sekolah jika Afly berhalangan hadir. Kondisi keluarganya memang tidak bagus, jadi kita harus memahami dirinya,” ucap Miss Merry yang lalu duduk di sofa, tepat di hadapanku.


“Miss, dari tadi aku tidak melihat Miss Ann. Apa dia tidak ikut menjadi guru pembimbing?” tanya Irish.


“Ann tidak aku izinkan ikut. Sebagai gantinya Miss Sharron akan menemani kalian. Aku tahu kalian terkejut karena berita sebelumnya dia sudah dipulangkan. Namun, sepertinya sebelum aku terserang oleh monster, keberadaan Sharron sangat dibutuhkan,” jelas Miss Merry.

__ADS_1


Perlahan-lahan dari belakang peri tersebut muncul seorang peri lain yang lebih transparan. Aku meneguk ludah. Ternyata Miss Sharron memang belum dikembalikan ke alamnya. Peri itu lalu melihat ke arah kami semua secara bergantian. Entah untuk apa, tetapi  tatapannya tidak nyamanr


Semua temanku mulai bertanya-tanya asal-usul Miss Sharron. Jika memang sangat dibutuhkan, untuk apa? Peri itu memang terlihat lebih pintar dan kuat dibandingkan Miss Ann. Namun, aku rasa bukan itu saja tujuan Miss Merry melakukan pemanggilan arwah Miss Sharron. Andai ingatan peri itu bisa kembali dengan cepat, mungkin semuanya akan lebih mudah.


“Hai, aku tidak menyangka jika di sini hanya ada enam orang. Tiga laki-laki dan tiga perempuan,” ucap Miss Sharron seraya bekacak pinggang pada kami.


Miss Merry menepuk kepalanya sendiri. Mungkin dia tidak percaya dengan apa yang dia lihat sendiri melalui Miss Sharron---dan itulah yang terkadang membuat kami pusing. “Biar aku perkenalkan dengan benar. Namanya Sharron, dulu dia adalah pusat dari peri medis. Meski kalian tidak memiliki keahliahan dalam menyembuhkan, Miss Sharron tetap bisa mengajarkan kalian.


“Sharron ini hampir setara dengan Bizar dan begitu banyak pengalaman. Aku sudah membagikan seluruh ilmuku pada Sharron sejak remaja. Aku yakin, aku membutuhkan dia maka dari itu arwah Sharron tidak bisa kembali dengan mudah. Jadi selama kalian izin untuk latihan lomba, kalian juga akan mempelajari ilmu sihir medis,” jelas Miss Merry pada kami.


Aku agak bersukur karena Miss Sharron belum juga menghilang. Pertanyaan soal sihir gelap mungkin bisa lebih terjawab jika aku bertanya dengannya. Aku cukup segan menanyakan tetang sihir terlarang ini pada Miss Merry, tetapi lambat laun aku pun tetap akan mengatakannya pada yang lain. Tidak hanya Radja, Bizar dan Bara saja.


Satu persatu mulai beranjak dari tempatnya. Demina dan Irish pasti sudah tidur di atas kasur empuk atau mungkin kembali menggelar turnamen dengan soal-soal matematika. Bara juga sudah pergi ke dalam kamarnya. Sementara Radja pergi ke dapur. Tidak lama laki-laki itu kembali dan duduk di sampingku sambil menyimpan mangkuk berisi keripik singkong. Entah kenapa dia tidak tidur, tetapi dari ujung mata, aku melihat dia tengah membaca kembali artikel-artikel yang masih satu topik dengan perlombaan.


Miss Merry juga pergi, dia harus menemui Miss Ann. Sementara Miss Sharron duduk di atas sofa, walau aku masih takut jika dia menatapku dengan penasaran. Seperti di perpustakaan. Ini waktu yang tepat untuk menanyakan perihal sihir terlarang. Aku rasa Radja juga akan tertarik dengan pembahasan ini. Aku yakin karena ini menyangkut tentang pasukan Azumi.

__ADS_1


“Radja, bisakah kamu pergi? Ada yang harus aku bicarakan empat mata dengan Nadira,” ucap Miss Sharron sebelum aku bertanya. Lagi-lagi tatapan sayu dan senyuman penuh misteri.


Laki-laki yang diajak bicara pun menatap Miss Sharron. Dia lalu meletakkan artikel-artikel itu di atas meja. “Katakan aja, Miss. Di sini aku pengawalnya Nadira. Macam-macam, aku bisa melaporkannya pada Miss Merry.”


“Ayolah, aku hanya ingin bicara empat mata. Aku takut jika kamu mendengarkan ini ... sikap kamu pada Dira akan berubah,” ucap Miss Sharron lagi.


“Tidak apa, Miss. Radja adalah orang yang aku percaya jadi ada baiknya jika dia juga ikut mendengar perbincangan ini,” balasku.


Miss Sharron mendengus. Dia lalu menyilangkan tangan di depan dada sambil merebahkan tubuhnya ke penopang sofa. Aku bergeming dengan apa yang sedang dia lakukan saat ini. Namun, aku mencoba untuk bersabar agar aku mengetahui apa yang sebenarnya ingin Miss Sharron katakan kepadaku.


“Nadira, sebelumnya aku ingin bertanya padamu. Apa kamu punya kekuatan elemen kegelapan di dalam dirimu?” ucap Miss Sharron terus terang.


Aku mengerjapkan mata beberapa kali. Apa yang baru saja peri itu katakan padaku? Elemen kegelapan hanya dimiliki oleh Radja dan Bizar. Tidak ada pengguna lain. Namun, penglihatan seorang peri itu tajam. Apa yang dikatakannya memang benar?


Aku memiliki kekuatan elemental kegelapan?

__ADS_1


 


 


__ADS_2