Miracle Of Wish

Miracle Of Wish
[S3] 19. Pesan Kematian


__ADS_3

Tidak adakah yang lebih buruk lagi selain kemunculan monster bersmaan dengan kami pergi berlomba? Ah ya, ada, ujian nasional.


Meski alasannya sudah Miss Merry utarakan lusa lalu, tetapi aku tetap tidak mengerti. Aku tidak memiliki dasar apa pun dalam lomba mengarang. Mungkin jika puisi, aku bisa memperlajarinya dengan cepat, buatnya pun sedikit. Namun, aku tidak yakin bisa untuk mengarang sebuah cerita pendek utuh.


Di atas meja belajarku, sudah tersedia alat tulis dan kertas folio. Tidak lupa buku kumpulan soal pra-ujian. Untungnya pekerjaan rumah sudah aku kerjakan saat berada di Twins, dengan bantuan teman-teman. Saat ini yang tersisa hanyalah belajar untuk besok, belajar untuk ujian dan juga belajar menulis cerita.


Aku memang suka membaca, tetapi tidak bisa mengarang cerita. Berulang kali aku membuka buku novel, membandingkan isi novel yang rapi dengan ceritaku. Beda jauh. Aku bahkan tidak yakin akan menang atau layak untuk mengikuti lomba tersebut. Ini membuatku gila!


Apa pula itu ejaan, kalimat efektif? Lalu bagaimana menentukan alur dan kalimat pembuka yang tepat? Aku melirik pada internet dan selalu dijawab dengan artikel serupa. Jangan membuat awalan yang seperti ini dan itu. Ayolah, aku tidak mengerti. Mengintip pada novel pun tidak begitu membantu. Aku pun kembali mengebuskan napas dan menarik laci pada samping meja belajar.


Terdapat sebuah buku bersampul cokelat. Jurnal milik Hana yang belum aku baca lagi. Selain itu, terdapat ponsel yang tidak aku nyalakan lagi setelah frustasi dengan keadaan. Aku lalu meraih benda pintar tersebut dan menyalakannya. Siapa tahu Bizar sudah lenggang dan bisa membalas pesanku melalui e-mail. Aku lelah menunggu lewat Miss Ann ataupun pesan dari jam yang tidak juga dia lirik.


Suara notifikasi banyak bermunculan setelah ponsel menyala. Rata-rata dari nomor yang tidak aku kenal. Entah siapa tetapi dia mengirimkan lebih dari sepuluh pesan padaku. Rasa penasaran ini membuat aku bertanya-tanya dan memutuskan untuk membukanya.


Dari : unknow


Halo, Nona. Masih ingat pertarungan di waktu-waktu lalu? Kamu ... ah tidak, kaian semua kalah telah dari kami.

__ADS_1


Ya, kamu pasti mengingatnya.


Kami semua tahu kalau kalian berusaha menyelidiki kaum kami. Kalian juga berusaha untuk mengambil kekuatan gelap di hati mereka.


Ada yang harus kalian tahu. Kami tidak akan berdiam diri saja, saat ini satu per satu dari kalian akan kami hancurkan. Mohon ingat-ingat pesanku. Dua hari ke depan, kamu akan mendapatkan kabar kematian.


Rasanya begitu mual saat membaca pesan. Aku memang tidak tahu siapa pengirimnya, tetapi tidak aku sangka jika laki-laki yang berhadapan dengankulah yang menjadi pengirim. Ini tidak bisa aku biarkan! Aku segera mengaktifkan mode pesan suara pada jam dan berniat menyampaikannya ini ke semuanya.


Tanpa Bizar aku tidak tahu dari mana dia mendapatkan nomorku. Apakah bisa dilacak atau tidak. Namun, ini bukan berarti aku harus mengandalkan ilmuwan itu. Justru, aku takut jika kabar kematian itu menunjuk pada Bizar. Di antara kami semua yang tidak terjangkau hanya dia. Terlebih dia tidak pernah mengirimkan kabar. Aku mulai bicara, lalu mengirimkan pesan kepada semuanya. Tidak lama, aku terhubung dengan beberapa orang.


“Aku udah dengar pesan kamu. Mungkin orang iseng aja, Dira. Kita harus tetap tenang,” ucap Irish.


“Teman-teman, ini sebuah anaman. Untuk sementara waktu kita harus tetap bersama, setidaknya untuk pergi misi jangan sampai terpisah. Aktifkan terus jam kalian agar kita bisa tahu keadaan satu sama lain. Aku harap Bizar cepat kembali,” ucapku dengan lirih.


“Semua akan baik-baik saja. Sekolah kami akan mengadakan study tour ke Jakarta, kebetulan ke tempat seminarnya Bizar. Aku akan mengabarkan info pada kalian semua,” ucap Faizal menenangkan hatiku. Lalu percakapan pun berakhir.


Aku menutup layar tersebut dan kini menengadah ke langit-langit ruangan. Kak Ron masih bekerja dan tidak ikut percakapan. Dia pasti menonaktifkan jamnya. Padahal aku berharap jika kakak bisa mengimkanku sebuah petunjuk atau cara untuk mencegah ini semua. Saat ini, aku hanya bisa meminta mereka mengaktifkan terus jam agar bisa dideteksi oleh orang-orang terdekat. Sebenarnya apa tujuan pasukan Azumi kali ini?

__ADS_1


Mereka sudah masuk ke TV dan membuat kami harus lebih pandai untuk tidak tertangkap kamera. Mereka juga sudah menjatuhkan mentalku dan Bizar karena duplikasi yang mereka lakukan. Tugas kami bukan untuk memusnahkan mereka. Mengambil dan membersihkan sisa kekuatan Azumi, itu yang menjadi misi kami saat ini.


Aku segera melihat kembali folio bergaris di atas meja. Jika benar ucapan Miss Merry, aku harus bersungguh-sungguh dalam melakukan ini. Mengikuti loma dan menjadi peserta yang layak. Akan aku cari tahu di mana para plagiat itu berada. Untuk hari ini, aku lebih baik pergi untuk patroli.


Setelah berganti pakaian dan mengunci rumah. Aku segera pergi berkeliling. Khususnya di gang-gang. Tempat monster yang dulu datang dan mengacaukan wilayah tempat aku tinggal. Mungkin saja lebih dari satu.


Mataku tertutup dan aku berusaha untuk fokus merasakan alam. Tanaman liar dan air akan memberitahuku jika ada tanda-tanda kemunculan mereka dalam radius satu kilometer. Cukup membantu, terlebih para monster yang kehilangan kendali lebih suka muncul saat malam hari. Namun, fokusku teralih dengan notifikasi pada jam. Maka aku pun melihatnya.


Dari : Bizar


Aku sudah mengirimkanmu e-mail tentang informasi lebih lanjut soal mereka. Aku tidak punya waktu cukup untuk berbalas pesan. Jangan khawatirkan aku, pikirkan dirimu sendiri.


Aku mengerjapkan mata melihat pesan yang dikirimkan oleh Bizar. Tidak dapat dipercaya jika laki-laki itu akhirnya membalas pesanku. Perasaanku menjadi lebih tenang, tetapi aku tidak tahu apakah dia mendengarkan pesan suara yang aku kirimkan atau tidak. Besok pagi, aku harus memberikan informasi yang Bizar kirim melaluiku.


Namun, ternyata jalanku cukup panjang. Dua manusia mendekat ke arahku dan aku rasa mereka tidak dalam kondisi yang baik-baik saja. Aku menarik napas dan segera menyiapkan diri untuk kemungkinan terburuk. Tidak lupa dengan botol untuk penyucian. Sebelum para wartawan dan kamera muncul, aku harus menyelesaikan ini dengan cepat dan tepat.


Meski begitu, aku tetap meminta bantuan pada orang-orang yang masih aktif. Setidaknya mendamaikan bumi secara sukarela adalah tugas kami. Tidak akan kami biarkan pasukan Azumi mengacaukannya.

__ADS_1


 


 


__ADS_2