Miracle Of Wish

Miracle Of Wish
[S3] 45. Naga Hitam


__ADS_3

“Aku khawatir jika kristal ini semakin lama di dalam tubuh Nadira, dia dan Rima akan meledak atau mungkin salah satunya mati,” ucap Bizar pada Kak Ron.


“Kita sudah berhasil untuk mengeluarkan energi kegelapan dengan bantuan Radja dan Bara. Namun sepertinya mengeluarkan kristal di dalamnya lebih sulit daripada yang kita pikirkan sebelumnya,” balas Kak Ron. “Tidak ada cara lain, kita tunggu saja Miss Merry datang.”


Aku tidak begitu paham dengan apa yang mereka maksud. Saat ini tubuhku masih berbaring lemah dan kedua tanganku kembali beku. Kak Ron hanya bisa menyembuhkan untuk sementara waktu. Rasa sakit di hatiku masih ada, berkat kristal kegelapan yang ada di dalam. Tidak mau keluar meskipun semua sudah berupaya. Bahkan Miss Merry membutuhkan waktu untuk mencari cara.


Lagi-lagi aku sulit untuk bernapas. Jikapun bisa, itu malah membuat aku semakin kesakitan. Tubuhku kaku dan sulit digerakkan. Saat ini tidak ada bedanya antara aku dengan patung es. Tidak bisa bergerak dan sangat dingin jika disentuh.


Rasa bosan mulai menghampiriku. Di mana-mana hanya warna putih yang menemaniku, tidak lupa layar transparan milik Biar pun berada di tempat ini. Aku menengok ke arah samping. Rima belum juga sadarkan diri meski tidak lagi ada kekuatan gelap yang tersisa di dalam tubuh gadis tersebut.


Tidak lama, seorang peri masuk bersama dengan banyaknya berkas-berkas di tangannya. Miss Merry segera pergi ke arahku dan menempelkan telapak kanan tangannya sebelum dia mengeluarkan cahaya berwarna biru untuk mengobati diriku. Sepertinya dia mulai menyadari jika aku sangat sulit untuk mengambil ataupun mengeluarkan napas.


“Bagaimana, Miss Merry? Apa Miss sudah menemukan cara untuk mengambil kristal kegelapan dari tubuh adikku?” tanya Kak Ron panik.


“Aku takut ini sangat membuat kalian semua kecewa, tetapi ... satu-satunya cara untuk mengambil kristal itu hanyalah bertanya pada Naga Hitam. Namun, keadaannya saat ini tidak memungkinkan untuk pergi bersama dengan Radja. Alasan kenapa dia masih juga sulit bernapas, berbicara ataupun menggerakkan seluruh anggota tubuhnya adalah kristal kegelapan yang mulai memberontak,” ujar Miss Merry.


“Tapi bagaimana mungkin. Kenapa kristal ini berbeda dari yang lainnya?” Kali ini Bizar ikut bertanya. Wajah laki-laki itu mengeras, seperti tidak percaya jika kekuatannya sendiri tidak dapat menganalisa cara menghentikan kekacauan ini.

__ADS_1


“Mungkin dalang di balik ini sudah merencanakannya. Kalian juga tidak tahu jika Rima memilikinya, mereka memanfaatkan keadaan ini untuk menghabisi Nadira. Walaupun bukan, mereka juga tetap menjadi pihak yang diuntungkan dalam hal ini,” jelas Miss Merry. Peri yang satu itu lalu melihat ke arahku. Dia melepaskan pegangan dan beranjak dari tempatnya.


“Lalu sekarang apa? Bagaimana cara Nadira pergi menemui Naga Hitam?” tanya Kak Ron.


“Aku sudah membuat ramuan. Ini bisa dimanfaatkan untuk menunda, tetapi ini hanya berlangsung selama tiga jam saja. Maka, mereka harus menemukan naga hitam sebelum efek samping dari obat pun habis,” jelas Miss Ann lagi.


Bersamaan dengan itu, Radja masuk bersama Bara. Mereka sudah siap dengan pakaian tempur dan sayap masing-masing. Tanpa menunggu banyak lagi pertanyaan yang muncul dari Kak Ron dan Bizar, Miss Merry pun segera memasukkan cairan dalam ramuan itu ke dalam tubuhku. Dalam sekejap aku merasa kepalaku berputar, tetapi itu tidak berlangsung lama.  Tubuh ini kembali ringan dan dapat digerakkan kembali.


Sebelum pergi Miss Merry mengingatkan Radja tentang apa-apa saja yang harus dilakukannya untuk memanggil Naga Hitam. Kami tidak tahu apakah ini akan berhasil atau tidak, tetapi dari mata Radja aku bisa yakin jika laki-laki itu bisa memanggil Naga Hitam. Walau mungkin dia akan merasa sakit hati untuk Kesekian kalinya.


Kami pergi menggunakan portal milik Bizar, sesuai dengan kordinat yang diberikan oleh Miss Merry. Kami memang tidak mengetahuinya. Namun, keluar dari portal membuat kami disambut oleh kabut tebal. Jika kami melepas pandangan sebentar saja, kami mungkin akan terpisah. Oleh karena itu, Radja mengulurkan tali dan meminta kami berdua untuk memegangnya.


“Radja, apa kamu tahu cara memanggil Naga Hitam?” tanyaku pada laki-laki di depanku.


“Tidak,” balas Radja singkat, “Naga Hitam akan menyadari jika aku mencarinya dan dia akan segera datang. Sama seperti naga-naga lainnya. Kalian tidak perlu khawatir.”


“Kamu sangat percaya diri dengan hal ini, Radja. Bagaimana jika nantinya tidak sesuai dengan pikiranmu itu?” celetuk Bara yang berada di belakang kami.

__ADS_1


Tiba-tiba tali yang dipegang pun ditarik oleh Radja. Tentu itu membuat aku dan Bara nyaris jatuh lalu mencium tanah. “Jika pikiranku salah, kabut ini tidak akan pernah ada. Ini salah satu petunjuk jika Naga Hitam akan segera datang. Dalam tiga langka aku akan berhenti, kalian tetaplah mendekat.”


Aku mengangguk. Segera saja aku berdiri di sampingnya sambil meraba-raba pundak laki-laki tersebut. Setelah yakin Radja ada di depanku, segera saja aku berhenti. Tidak tahu apa yang kami tunggu, sekali lagi hanya kabut yang bisa aku lihat.


Perlahan hawa panas pun terasa di hadapanku, entah karena apa. Namun, aku merasa ini bukan pertanda baik. Aku meraba-raba ujung lengan kedua laki-laki itu, meminta mereka berdua untuk segera pergi dari sini. Namun, Radja tidak menggubris. Sampai-sampai sebuah bayangan gelap yang begitu besar pun muncul di hadapan kami.


“Sudah aku bilang, Naga Hitam sadar jika aku mencarinya. Kini dia berdiri di hadapan kalian berdua,” jelas Radja.


Perlahan-lahan hawa panas pun datang bersamaan dengan angin yang mendorong kabut di sekitar kami. Aku menelan ludah. Ucapan Radja benar, Naga Hitam tahu jika laki-laki itu mencarinya. Aku tidak menyangka jika sosok monster legendaris ini begitu besar, ketimbang miniatur yang kadang-kadang Radja keluarkan.


“Naga Hitam, apa kamu masih mengingatku?” ucap Radja dengan lantang.


Aku tidak menyangka jika Radja bisa setenang itu dalam menghadapi Naga Hitam. Sudah berapa kali mereka bertemu? Tidak. Sedekat apa hubungan mereka? Apa pun itu, ini membuktikan jika orang yang bukan reinkarnasi dari Kazuhiro pun bisa mendapatkan kekuatan pantas. Ya, selama orang itu bekerja keras dan menolak untuk menyerah begitu saja.


Naga Hitam itu mengangguk. “Tentu saja, apa kamu ke mari ingin mempelajari teknik baru?”


“Tawaran yang bagus, tetapi aku kembali ke sini bukan untuk itu. Ini tentang sahabatku dan pasukan Azumi. Bisakah kamu menolongnya?”

__ADS_1


 


 


__ADS_2