Miracle Of Wish

Miracle Of Wish
[S3] 100. The Ending


__ADS_3

“TIDAK MUNGKIN!”


Mataku membelalak. Kenapa Kak Ron tiba-tiba berteriak kencang? Segera aku pun menghampirinya dan menanyakan apa yang terjadi. Namun Kak Ron langsung tumbang begitu saja.


“Kakak, ada apa?” tanyaku yang lalu membantunya berdiri. Tubuh Kak Ron sangat berat dan dia tidak ada keinginan untuk berdiri. Aku tidak tahu apa yang sudah mengganggu laki-laki dewasa satu ini. Akhirnya aku membiarkan dia jatuh terduduk dengan pandangannya yang kosong. Tidak ada nyawa di salam sana.


Saat melihat ke sekeliling, ada hal yang membuatku heran. Tempat ini kosong. Tidak ada penghuni, tetapi masih bisa aku rasakan kehangatannya. Perlahan aku menyisir bangsal tersebut. Hangat, sepertinya orang yang tertidur baru saja meninggalkan tempat. Aku mencoba mengingat siapa saja yang Brad di ruang medis. Lalu aku berhenti di satu nama, Miss Merry. Aku yakin sebelum pergi peri tersebut terluka sangat parah.


“Merry pasti pergi mencari Ann. Sialan! Dia masih terluka parah,” ucap Kak Ron, “aku akan pergi mencarinya. Nadira ... tolong beri tahu Bizar soal ini.”


————————-


Setelah menceritakan pada Bizar, kami semua segera diarahkan ke lokasi lain yang juga menjadi titik pelacakan ilmuwan satu itu. Di perjalanan kami bertemu dengan kelompok dua dan tiga. Mereka sudah mencari hampir ke seluruh titik pencarian Bizar. Hanya tersisa tiga titik. Aku memang ingin menemukan Miss Merry dan Miss Ann secepatnya, tetapi entah kenapa aku tidak bisa mengizinkan mereka pergi secara terpisah.


“Kenapa, Dira? Semakin banyak kelompok, semakin cepat kita menemukan keberadaan mereka. Kamu bilang Miss Merry masih terluka cukup parah. Tiap kelompok akan mengabari satu sama lain,” jelas Candra. Andai aku tahu alasannya, aku juga tidak akan menyangkal seperti ini.


Aku menarik napas lalu menghempaskannya cukup keras. “Aku merasa Miss Merry dalam bahaya dan posisi yang kita tuju sekarang adalah tempat yang tepat. Sebelumnya aku takut sekali jika ada yang mati di antara kita. Jujur, Miss Ann yang kita kenal sudah berubah total, kalian mungkin tidak akan mengenalinya.”


Radja menyimak ucapanku, dia lalu menggenggam tanganku dengan erat. Sepertinya laki-laki ini masih kepikiran dengan ucapan Crystal di dalam jurnal. Dia juga membantuku untuk meyakinkan teman-teman. Kepalaku penuh dengan kekhawatiran tentang Miss Merry. Aku sungguh tidak bisa berpikir jernih sekarang. Debaran jantungku yang semakin cepat seakan merespons hal itu. Bahkan untuk menghirup napas pun sulit. Radja semakin menguatkan, dia lalu memegang tanganku semakin erat.


“Jangan takut, kita pergi sekarang,” bisik Radja di telingaku.


Aku mengangguk dan segera beranjak dari tempat. Bizar segera membuka portal. Ilmuwan satu itu ikut pergi bersama kami, dirinya pikir jika kami tidak bisa menemukan Miss Ann dan Miss Merry di tempat yang salah, dia bisa memberikan akses pindah dengan cepat.

__ADS_1


Kami pergi ke salah satu taman. Tempat itu sudah berantakan. Aku tidak tahu kenapa Bizar menandai tempat ini sebagai persembunyian Miss Ann. Namun, dalam sekejap sebuah ledakan terjadi di sana. Baik aku atau yang lain mulai cemas. Kami segera berlari, masuk ke dalam taman itu. Di sana aku bisa melihat Kak Ron tengah memeluk Miss Merry. Sebagian lengannya terbakar dan aku semakin sakit melihatnya.


“Wah, aku tidak menyangka kalian datang secepat ini. Ah ... tidak, kalian seharusnya datang dengan cepat karena Bizar ada di pihak kalian. Kenapa kalian justru selalu lambat bergerak dibandingkan duplikasi kalian sendiri?”  sindir Miss Ann yang terbang di atas sana.


Miss Ann sudah berevolusi, mirip seperti Azumi—atau mungkin selama ini yang menjadi Azumi adalah dirinya—Tidak. Aku segera menghapus pemikiran itu dari kepalaku sendiri, lalu kembali melihat peri dengan sayap kupu-kupunya yang berwarna hitam dengan corak putih dan kuning. Meski dia tersenyum, aku justru makin merasakan kebenciannya.


Beberapa di antara kami mau bergerak, tetapi sebuah pelindung muncul. Bizar membenarkan letak kacamatanya lalu menjeling ke arah teman-teman yang lain. “Jangan terpancing. Semakin kalian menunjukkan kebencian, semakin kuat energi yang Miss Ann serap. Lagi pula dia hanya ingin membuat kalian panas saja.”


“Tapi Bizar! Dia bahkan mengejekmu secara tidak langsung! Kamu lebih buruk dibandingkan duplikasinya, tolong buka perisainya sekarang juga atau aku bakar tempat ini!” ujar Nadia dengan semangatnya yang menggebu-gebu.


“Aku tidak masalah. Itu memang benar, aku lebih lemah dibandingkan duplikasiku. Namun, itu menunjukkan bahwa aku manusia. Aku tidak akan membuka perisai ini jika kamu masih menaruh kebencian, Nadia. Kita ke mari untuk menyelamatkan Miss Merry dan membuat Miss Ann menyadari kesalahannya,” balas Bizar lagi.


“Benar yang Bizar katakan. Tolong kalian jangan menaruh kebencian, kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi jika Miss Ann semakin kuat menerima kekuatan itu. Lagi pula, kita harus berharap dan percaya pada teman sendiri,” timpal Radja yang lalu melihat ke arahku.


Mataku membelalak dan ada sesuatu yang menikam di hatiku. Untungnya secara refleks aku bisa menahan tubuh ketiga orang tersebut. Aku pun memindahkan ketiganya ke samping danau dengan menggunakan air. Setelahnya aku gunakan air itu untuk menyerang Miss Ann. Peri itu menyeringai, seolah ini memang yang dia harapkan. Aku kembali melihat ke mana arah peri itu akan menyerang.


Kali ini pada Kak Ron. Aku segera berlari ke hadapan Kak Ron yang sedang mengobati Miss Merry. Segera aku gunakan air untuk menahan serangan kegelapannya. Namun airku terkikis oleh kekuatannya. Teman-teman turut membantuku. Dalam sekejap dia menghilang.


“Ann hentikan!”


“Terlambat, Ron. Selamat Tinggal.” Suara itu membuatku menoleh.


Miss Ann tidak mungkin menargetkan Kak Ron, pasalnya kakakku tidak bisa mati. Dia terjebak di dalam lingkaran reinkarnasi tanpa ujung. Jadi aku meyakini jika Miss Ann mengarahkan kekuatannya pada Miss Merry.

__ADS_1


“MISS MERRY!” teriakku bersamaan dengan ujung kegelapan yang menyerupai paku pun menusuk jantung peri tersebut.


Aku tidak kuat lagi untuk berdiri sampai Radja berusaha untuk menopangku. Rasanya ini seperti masa lalu di mana aku harus kehilangan orang yang berharga, lagi. Tanpa sadar aku menjatuhkan pedang dan menatap nanar apa yang ada di hadapanku. Bahkan Kak Ron sudah menahannya, tetapi paku kegelapan itu juga menembusnya. Aku bisa melihat air mata mulai turun dari laki-laki dewasa tersebut.


“Berhenti ... menangis. Tidak perlu mengobatiku lagi karena luka ini tidak bisa disembuhkan olehmu, Ron. Ini mungkin sudah waktunya aku pergi. Ron ... terima kasih untuk segalanya. Terima kasih,” ucap Miss Merry sangat pelan.


“Tidak Merry, jika aku harus kembali ke masa lalu, aku akan melakukannya. Bahkan jika itu harus mengorbankan diriku sendiri,” ucap Kak Ron sambil menangis.


“Jangan mengubah takdir, Ron. Kamu akan menyesalinya. Jika ... jika aku ... bisa hidup lebih lama, artinya harapan masih ada. Jadi. Terima kasih untuk segalanya.”


Aku tidak tahu apa yang kulihat ini benar atau tidak. Bunga-bunga perlahan layu dan rumput menjadi kering dengan cepat. Hatiku hancur. Kepalaku dipenuhi dengan kesedihan. Aku mencoba mengatur napas. Tidak akan ada yang bisa membantuku karena mereka pun dirundung kesedihan.


“Miss Ann! Sebenarnya apa yang kamu lakukan?!” ujar Radja setengah berteriak.


“Aku membunuh orang yang selalu mengganggu rencanaku dan kau, Nadira, kamu orang selanjutnya. Aku akan menemuimu ketika semua kekuatan Hana berkumpul,” ucap Miss Ann yang lalu tertawa dengan kencang.


Aku bergeming. Tidak peduli akan kematian sendiri. Kesedihan ini membuatku semakin berharap Miss Merry baik-baik saja. Setidaknya dia memiliki waktu lebih untuk hidup. Ini bukan kehendaknya. Perlahan aku pun mendekat. Menempelkan kedua tangan pada tubuh Miss Merry. Seperti yang Crystal ajarkan, aku mencoba untuk menarik kekuatan yang sebelumnya Miss Ann gunakan.


Sebuah kristal berwarna gelap pun muncul naik ke atas permukaan dan hancur berkeping-keping. Di saat bersaman pandanganku buram. Semakin lama menghitam, lalu aku tidak tahu apa yang sedang terjadi selanjutnya.


 


 

__ADS_1


__ADS_2