
Aku mengerjapkan mata beberapa kali. Apa yang baru saja peri itu katakan padaku? Elemen kegelapan hanya dimiliki oleh Radja dan Bizar. Tidak ada pengguna lain. Namun, penglihatan seorang peri itu tajam. Apa yang dikatakannya memang benar?
Aku memiliki kekuatan elemental kegelapan? Rasanya tidak mungkin.
“Nadira tidak memiliki elemental kegelapan, hanya aku dan Bara saja yang memilikinya,” celetuk Radja, “apa yang sebenanrnya ingin Miss Sharron katakan? Kenapa harus berbelit-belit dengan elemental kegelapan sih?”
“Di dalam tubuh Nadira aku bisa melihat bibit berwarna gelap. Saat aku melihatmu pertama kali, aku sudah mempertanyakan semua ini. Nadira reinkarnasi siapa? Tapi, sekarang aku bisa melihat bibit kekuatan yang terus tumbuh ke seluruh tubuhnya,” jelas Miss Sharron.
“Bibit kekuatan itu diberrriiikan oleh Hana, dulu aku menjadi wadah sementaranya. Dia memberikan aku bibit kekuatan, karena dia takut jika semua kekuatannya diturunkan malah membuat aku meledak,” jelasku, “tapi jika diingat-ingat ... Hana hanya memberikanku bibit kekuatan tanaman. Sementara kekuatan air muncul saat aku terus bermimpi tentang perempuan yang mirip dengan Hana.”
Aku menunggu reaksi dari Miss Sharron. Peri itu mengembuskan napasnya, dia kembali melihat ke arahku dengan sangat teliti. Aku tidak paham ke mana arah pembicaraan ini ke mana. Apakah ini karena aku memiliki kekuatan irang yang cukup penting, tetapi aku tidak bisa menggunakannya? Ataukah Miss Sharron tidak terima jika akulah yang mendapat kekuatan, karena aku ini reinkarnasi Hana? Namun, kembali ke pertanyaan awal ... apa hubungannya aku dan elemen kegelapan?
Miss Merry dan Miss Ann bahkan semua sudah mengklarifikasi, bahwa seorang Nadira Putri Haniah adalah seorang manusia biasa. Tidak memiliki kekuatan apa pun. Apalagi kekuatan elemental kegelapan yang jarang dimiliki, kecuali jika kekuatan itu disebar seperti yang Azumi lakukan pada pasukannya. Namun itu tidak murni, pasti bentuknya kristal sama dengan para monster yang sudah kami lawan.
“Apa Miss Merry dan Miss Ann tidak bercerita siapa Hana sebenarnya? Kekuatan apa yang dimilikinya?” ucap Miss Sharron dan aku pun segera menggelengkan kepala. “Sudah aku duga, Radja juga bukan reinkarnasi dari Kazuhiro. Pasti ingatan dia juga tidak akan sempurna.”
“Aku tidak peduli dengan masa lalu, Miss Sharron. Walaupun aku reinkarnasinya, aku tidak peduli. Itu hanyalah masa lalu dan bisa diubah. Semua sudah berubah dan mereka juga tidak akan terikat dengan masa lalu para leluhurnya,” ucap Radja kesal.
__ADS_1
“Tenanglah ... bagianmu setelah Nadira, Radja. Jadi bisakah kalian duduk manis tanpa menyela ucapanku? Oh aku lupa kalau daritadi kalian sudah duduk di lantai. Baiklah aku akan mulai menceritakan sesuatu yang kedua peri itu rahasiakan. Semua mungkin terlambat menyadari jika bibit kekuatan yang Hana berikan bukan kekuatan tanaman saja.
“Hana memiliki tiga kekuatan utama, beda dengan orang lain, bahkan seorang titisan dari para naga saja hanya memiliki dua kekuatan utama. Tanah, air dan sihir terlarang. Tanpa kamu ketahui dari dulu ... Hana menggunakan kekuatan terlarang padamu. Ya, memindahkan hampir semua kekuatannya. Aku dengar kamu sempat diincar oleh Azumi. Ini karena sihir terlarang yang dapat melebihi keenam elemental ini,” jela Miss Sharron.
Aku mulai merasa bingung. Bukankah Miss Sharron bilang yang memiliki sihir kegelapan itu adiknya Hana? Kenapa tiba-tiba jadi Hana?
“Rasanya dulu aku pernah bilang jika adiknya Hana yang memiliki sihir kegelapan ya? Pasti itu membuat kamu pusing, Dira. Aku pun tidak tahu lengkapnya, tetapi dia mendapatkan kekuatan air dan sihir kegelapan berkat kakak dan adiknya. Tidak lama adiknya menghilang tanpa kabar dan Hana sendiri tidak tahu ke mana dia pergi.
“Kekuatan airmu aktif karena kamu sudah bertemu dengan kakaknya Hana, Mizuki. Dari reaksimu sekarang, kamu sudah tahu tentangnya ya? Dia memang perempuan gila yang mengorbankan Hana untuk menerima berbagai penderitaan. Termasuk kehilangan cinta dan kepercayaan. Namun, entah apa yang membuat Hana berpikir untuk menyimpan bibit kekuatan padamu. Kamu juga bukan manusia biasa saja ... ini seperti takdir. Kekuatan Hana bersatu padu denganmu.” Penjelasan Miss Sharron semakin membuatku pusing.
Aku tidak begitu paham dengan sejarahnya Hana, selama ini aku hanya tahu dari jurnal saja. Jika bisa, aku ingin bertanya langsung dengannya. Namun, dia tidak ada, tidak ada lagi dalam pikiranku.
“Dira kamu percaya begitu saja?! Ayolah, dia bisa saja berbohong, kita tidak begitu mengenalnya,” ucap Radja tidak terima.
“Atur emosimu, Dira. Jika sifat buruk seperti dendam sudah menguasaimu, sihir ini akan aktif dan memaksamu untuk terikat dengannya. Kamu akan menjadi sorotan bagi para penjahat seperti Azumi. Aku berdoa agar kamu tidak bernasib buruk seperti Hana. Walau kamu bukan reinkarnasinya, ini tidak menutup kemungkinan kamu akan serupa dengannya,” nasehat Miss Sharron padaku.
Aku mengangguk. Menerima ucapannya begitu saja. Setelah kembali dari pelatihan, aku akan membaca semua tentang sihir terlarang untuk berjaga-jaga. Memangnya apa yang membuat sihir ini melampaui keenam elemen? Aku rasa semua bisa berubah jika keenam elemental itu bersatu. Memikirkan ini, membuat aku ingin bicara langsung dengan Hana.
__ADS_1
Miss Sharron lalu melirik pada Radja. Dia memang bilang jika giliran laki-laki itu setelahku. Memang di antara semua orang, hanya kami yang bukan berasal dari leluhur. Namun, Radja juga memiliki darah Kazuhiro di dalamnya, tetapi tetap saja yang lebih berhak adalah anak pertama Sementara selama ini Radja memiliki seorang kakak. Ya, kakak yang tidak ingin meneruskan perjalanan leluhur. Maka wajar saja jika Radja mengatakan jika dirinya tidak peduli dengan masa lalu.
“Radja, aku hanya ingin memberikan kamu satu pesan. Percayalah pada hatimu sendiri. Pantaskah kekuatan itu ada padamu? Kamu tidak perlu menjawabnya padaku, tetapi dengarkan suara hatimu,” ucap Miss Sharron.
“Apa? Aku kira Miss akan kembali berdongeng!” balas Radja kesal.
Miss Sharron lalu tertawa terpingkal-pingkal setelah melihat laki-laki itu cemberut. Aku pun ikut menahan senyum, tidak biasanya Radja akan dikerjai oleh orang. Biasanya dia yang suka mengerjaiku. Akhirnya ada juga orang yang bisa membalaskan keusilan Radja padaku.
“Haha, ya hanya itu. Kamu beda dengan ayah dan kakakmu. Pandangan mereka tidak terbuka, tetapi kamu pun perlu mendengarkan kata hati. Jika kamu memang yakin, semua kekuatan leluhurmu akan sempurna dan ingatannya akan jadi milikmu, bukan kakakmu.
“Satu lagi pesanku, jangan membuat keputusan yang salah, Radja. Kalian tahu, setelah aku mati ... aku jadi lebih banyak tahu sifat dari kedua peri yang bersama kalian dan takdir apa yang akan menimpa mereka. Jangan terlalu bergantung dengan mereka oke? Ini demi kebaikan dan masa depan kalian,” ucap Miss Sharron lagi.
Aku menatap pada Radja, laki-laki itu tidak berkata apa pun. Dia bahkan tengah menunduk dan sepertinya sedang melakukan apa yang Miss Sharron katakan. Bertanya pada hati, layakkah dia mendapatkan kekuatan?
Sementara aku bergeming, memikirkan semua ucapan Miss Sharron. Termasuk jangan bergantung pada Miss Merry dan Miss Ann.
__ADS_1