
Perlahan-lahan aku coba menajamkan telinga, memang tidak bisa seperti Tiara. Namun, gadis itu sudah mengajarkanku dasar-dasarnya dan sekarang waktunya praktek. Aku segera menyingkirkan semua pikiran dan menutup mata. Fokus hanya pada suara. Selemah apa pun frekuensinya. Aku yakin mereka akan datang.
Dugaanku tepat, suara langkah kaki menuruni tangga dapat aku dengarkan. Segera aku membuka mata dan mengintip pelan-pelan melalui rak. Seharusnya aku meminta bantuan Sakura saja untuk hal seperti ini. Namun yang bisa aku lakukan sekarang adalah melakukan semuanya dengan hati-hati. Aku mengepalkan tangan sekencangnya. Saat aku mulai menyadari suara itu semakin mendekat.
Aku segera keluar dari persembunyian dan memunculkan anak pan dengan cepat.
“Kamu tertangkap!!!” teriakku lantang seraya menodongkan anak panah pada orang yang dekat denganku.
Suara nyaring tiba-tiba terdengar dari nampan yang jatuh begitu pula dengan pecahan gelah di lantai. Aku menyipitkan mata, tetapi tidak bergerak selangkah pun. Jaga-jaga jika orang itu bergerak dan aku harus menghentikan dia.
Akan tetapi, aku segera menurunkan panah tersebut dan mengembuskan napas. Aku mendekati dia dan sudah siap untuk menghentikannya. Aku sangat berharap untuk mendapatkan petunjuk dari semua kebuntuan ini. Hanya saja ... dugaanku hari ini salah dan justru membangunkan Bizar yang masih nyenyak tidur di sana. Aku menelan ludah, tidak bermaksud membuat laki-laki itu terbangun.
“Nadira, aku kaget sekali. Sebenarnya apa yang sedang kamu lakukan? Bukankah seharusnya kamu pergi berlatih bersama Merry?” ucap orang tersebut.
Aku menggosok pelang belakang punggungku yang sama sekali tidak gatal. Pandanganku mengarah ke bawah. Tidak enak rasanya, aku baru saja mengancam Miss Ann dalam hal ini. Bagaimana jika anak panahku melesat dan mengenainya. Dia akan mati, aku tahu.
“Aku sedang beristirahat, Miss. Tadi itu aku hanya sedang mengecek saja. Jika Bizar lengah seperti ini, apakah musuh akan datang dan mengambil kesepampatan?” tanyaku pelan.
“Tenanglah Dira, cepat atau lambat kalian akan di pertemukan dengan jawaban. Aku kemari ingin membawa makanan untuk Bizar, Semenjak kalian pergi, dia lebih banyak mengurung diri di dalam laboratorium saja,” jelas Miss Ann yang lalu mengembuskan napas.
Peri tersebut menggerakkan jari telunjuk tangan kanannya untuk menaikkan pecahan-pecahan dan semua hal yang berantakan itu melayang. Apa yang aku lakukan, kenapa aku terlalu ingin mengetahui tentang pasukan Azumi. Andai aku bersabar mungkin bukan ini yang didapat.
__ADS_1
— — —
Sekembalinya aku dari laboratorium Bizar, aku segera merebahkan badan di atas kasur. Aku tidak jadi berbicara dengan ilmuwan itu, dia masih membutuhkan istirahat. Jadi aku menyarankan dia untuk mematikan komputer apa pun yang terjadi. Namun, sebelumnya dia mengirimkan pesan kepada semua orang agar tidak khawatir dengan apa yang terjadi. Bizar terlalu lelah.
Bara dan Radja juga aku perintahkan untuk berlatih saja, tidak ke laboratorium. Pertama percuma saja kedua mungkin pasukan Azumi punya cara mereka sendiri. Aku tidak habis pikir dengan semua hal yang mereka lakukan selama ini. Namun, karena jumlah yang banyak dan tingkat kecerdasan masing-masing monster pun berbeda-beda.
Menurut Demina, Pak Tio dan sopirnya sudah pulang diantar oleh Radja dan Bara. Kepala sekolah berjanji akan merahasiakan identitas kami semua. Beliau tidak akan berbohong dan pasti takut terjadi sesuatu pada sekolah jika dia menjadikan berita viral tentang kami di internet. Mungkin Afly akan senang karena dia secara otomatis akan mendapatkan pengikut baru di jejaring sosial medianya.
Aku lalu mengambil ponsel. Akhirnya setelah sekian lama, aku pun bisa memanfaatkan benda ini dengan benar. Tidak ada mengirim pesan atau pun mencari tahu sesuatu lewat jam tangan lagi. Sekarang aku ingin meresakan menjadi manusia normal yang sangat ingin bersenang-senang.
Dalam mata pencarian di internet, aku mencoba mencari tahu tentang lomba yang aku ikuti. Kapan lomba dilaksanakan dan apa pula yang harus kami siapkan minggu depan. Mata pencarian dari atas hingga bawah diisi oleh artikel, tetapi bukan tentang pendaftaran.
Mataku membelalak. Beberapa artikel menyebutkan jika lomba diundur karena adanya kecelakaan di gedung yang seharusnya kami pakai untuk lomba. Apa kami batal lomba? Sebagian kecil hatiku memberontak, meskipun sebagian besar memilih menepat di romance yang tinggi.
Radja keluar dari ruang tamu dan dia segera menghampiriku. “Serius? Para monster ini bertingkah seenaknya terus!”
“Apa mereka sedang memindahkan markas? Maka dari itu mereka membuat peralihan dari sini?” tanyaku berbagi pendapat dengan Radja.
“Jika benar begitu, kita harus mencari mereka sekarang. Ayo kita pergi saja,” ucap Bara muncul dari belakang Radja. Tidak lama tim cerdas cermat pun ikut keluar.
Aku menggelengkan kepala. “Kita tidak bisa. Bizar sangat kelelahan dan dia butuh beristirahat.”
__ADS_1
Embusan napas berat bisa aku dengarkan dari mereka. Apa tidak ada cara lain selain menggunakan kekuatan Bizar? Ada, milik Bara. Namun, membawa banyak orang akan menguras terlalu banyak tenaga laki-laki tersebut. Jika dipikir-pikir lagi, kami tidak seharusnya mengkhawatirkan lomba terlebih dahulu. Monster-monster tadi siang masih berkeliaran!
Siapa pun yang mengendalikan monster ini, dia adalah orang paling menyebalkan. Rencananya membuat kami terpisah satu sama lain. Dia juga memanfaatkan keadaan kami yang sedang mengikuti lomba. Tunggu ... apa mungkin karena dia mengetahui kami mengikuti lomba, dia akan memunculkan dirinya di sana juga?
“Teman-teman, selama ini kita mencoba mencari tahu apa yang akan dilakukan dalang dari semua ini. Mencegahnya sekuat tenaga. Sebaiknya kita hentikan untuk sementara waktu, kita ikuti permainannya sampai dia menunjukkan dirinya pada kita,” ucapku pada mereka.
“Serius? Bagaimana jika banyak korban berjatuhan? Kita juga sudah mulai dikenali oleh publik. Kalau kayak gini, gimana tanggapan publik sama kita? Mereka enggak bakal percaya lagi, Dira,” ucap Irish memperingatkan.
“Bukan berarti kita menghilang. Kita tetap melindungi orang-orang itu. Hanya saja, sekarang kita mengikuti kemauan dari mereka. Jika mereka ingin meretas komputer Bizar, retas saja. Namun sebelum ini semua dilakukan, kita melakukan antisipasi terlebih dahulu.
“Kita tahu cara menghentikan monster untuk sementara waktu. Kali ini kita jangan bagi tim sesuai dengan divisi. Setelah Bizar bangun kita minta dia menyusun tim sebanyak dua orang untuk berpatroli dan menyerang monster,” usulku pada mereka semua.
Kami mulai berbagi pendapat tentang ini semua di ruang makan. Dari sana pun muncul Miss Merry. Peri itu baru saja selesai membuatkan makanan untuk kami. Radja mengambil inisiatif untuk menjelaskan semuanya pada peri tersebut. Untuk melakukan konfirmasi tentang lomba dia segera menghubungi panitia pusat. Sesuai berita, mereka memang mengundurkan acara.
“Kalau memang begini keadaannya. Kalian tidak bisa berdiam diri di sini terus. Latihan bisa dilanjutkan nanti, sekarang kita ikuti rencana semuanya. Aku juga akan membantu penyelidikan ini,” ucap Miss Merry.
“Tapi, Miss, sebelum itu ... apa kami harus memberantas semua monster di wilayah ini? Padahal monster lain berkeliaran di luar sana,” ucap Candra.
“TV dan Bizar tidak bisa menginformasikan segalanya. Di saat seperti ini kekuatan Demina yang paling tepat. Dia bisa meminta langit menurunkan hujan dan mencari letak mereka semua,” balas Miss Merry yang lalu membenarkan letak kacamatanya.
Kami semua segera melihat ke arah Demina. Mencari monster dan dibantu oleh kekuatannya, aku rasa itu salah satu cara terbaik untuk melakukan antisipasi.
__ADS_1