Miracle Of Wish

Miracle Of Wish
[S3] 06. Jebakan Jembatan Jawaban (2)


__ADS_3

“Jadi kalian adalah anak didik Merry dan Ann? Bocah semua,” ujarnya.


Ucapannya yang tidak memikirkan perasaan sekitar membuat aku dongkol. Ingin rasanya mengikat peri itu dengan akar-akar tanaman, tetapi aku mengurungkan niat. Lagi pula, tidak ada untungnya jika aku melawan peri tersebut.


“Kami tidak pernah melihat peri lain di sini,” jawab Radja.


“Tentu saja, aku sudah pergi lama dari Twins. Tapi tidak aku sangka ... kira bertemu lagi ya, pemilik kekuatan Ameterasu, Nadia,” ucap peri tersebut yang lalu melihat pada Nadia dengan seringainya.


Sontak mataku melihat pada Nadia. Dia sedang mengepalkan tangan dan menutup mata kuat-kuat. Apa yang terjadi? Aku mencoba untuk mencari tahu, tetapi menerka bukanlah jawaban pasti. Satu fakta di antara mereka adalah, pertemuan di masa lalu.


Perlahan Nadia membuka mata dengan air yang menggenang. Takut? Trauma? Haru? Aku tidak tahu air mata apa itu. Ingin aku mendekatinya, tetapi Bizar menggeleng kuat-kuat padaku. Biarkan mereka, Dira. Semua pertanyaan kita akan terjawab nantinya, begitulah pesan yang Bizar kirim melalui telepatinya.


“Miss Sharron,” panggil Nadia, “bagaimana bisa kamu masih hidup? Bukankah dulu warga desa sudah membunuhmu?”


“Aku memang sudah mati. Tapi aku kembali hidup dengan bantuan seseorang, Nadia. Tidak aku sangka kamu bergabung ke dalam kelompok Ann dan Merry. Hebat juga kamu bisa mengatasi emosimu,” balas Miss Sharron.


Tiba-tiba peri itu melesat ke arahku. Kemunculan tiba-tiba itu membuat aku kehilangan keseimmabangan tubuh dan berakhir jatuh di tanah. Aku menelan ludah dengan senyumannya yang mematikan.


“Apa yang kamu inginkan?” ucapku spontan. Aku bahkan tidak mengerti kenapa mulutku bergerak dengann sendirinya.


“Kamu ini reinkarnasi siapa?”

__ADS_1


Aku bergeming. Pertanyaan yang sudah lama tidak aku dengar dari orang-orang. Kenapa semua sangat suka mempertanyakan tentang reinkarnasi sih? Aku memang tidak seperti yang lain. Nadira Putri Haniah hanyalah orang pilihan seorang Hana secara acak. Tidak bisa dikatakan reinkarnasi siapa pun.


Kelahiran kembali seorang Hana adalah hal terpenting. Pada masanya dia adalah seorang Ratu Langit yang bijaksana dan dapat mengatasi masalah. Namun, dia terbunuh dan semua membutuhkan kekuatannya untuk mengalahkan kejahatan di masa ini. Sayang sekali, tiap reinkarnasi Hana menolak untuk dihinggapi kekuatannya. Sampai suatu hari aku tidak sengaja menjatuhkan jam yang merupakan segel jiwa Hana.


Jika bisa dibilang, anak gadis berpenyakit aneh di tiap tanggal delapan, bisa menampung kekuatan super yang begitu hebat. Membuat Azumi terancam sampai-sampai menghabisi semua orang di sekitarku. Ya, ini bukan kekuatan murni milikku.


“Sharron, Merry  memanggilmu ke mari bukan untuk membuat keributan,” ujar seseorang yang entah di mana. Aku lalu mendongak dan melihat Miss Sharron ditarik oleh peri lainnya. Miss Ann berdiri di belakang Sharron.


“Miss Ann, siapa dia?!” ucap kami serentak.


“Maaf karena aku datang terlambat. Miss Merry diserang oleh monster dan penjelasan lainnya nanti saja. Bizar, pergi dan lacaklah di mana keberadaanya. Dia tidak sempat memberikan alamatnya padaku,” ucap Miss Ann.


Aku membelalak, segera aku menengok pada Bizar. Rupanya sejak Miss Ann sedang berkata dia mulai sibuk dengan layar transparannya. Apa pun yang terjadi, aku harap Miss Merry baik-baik saja. Tidak lama Bizar membuka portal, dan kami tahu ... misi akan dimulai.


Kami semua turun tangan, termasuk Bizar yang biasanya diam di balik layar. Aku tidak tahu seberapa banyak monster yang menyerang Miss Merry, tetapi ini benar-benar gawat. Kadang kala aku melihat pada Bizar. Laki-laki itu pasti kesal karena tidak menyadarinya sejak awal. Parahnya kami terjebak di salah satu hutan tanpa peta satu pun.


“Kita harus berpencar. Bagi kelompok menjadi tiga tim dan cari Miss Merry,” ucap Bizar memimpin.


“Bizar kenapa kamu sepanik ini, tidak seperti biasanya,” tanya Irish bingung.


“Radar Miss Merry tiba-tiba melemah dan saat sampai di sini, aku tidak bisa menemukan radar apa pun. Entah kenapa aku merasa ini sangat buruk,” jelas Bizar.

__ADS_1


“Kita bertindak tanpa rencana juga sudah buruk. Mungkin ini perangkap, tapi setidaknya kita bisa tahu dalang dari semua ini,” timpal Radja yang lalu menepuk bahu Bizar. “Jangan menyalahkan dirimu sendiri.”


Sesuai yang Bizar bilang, kami membagi menjadi beberapa tim. Karena aku hanya bisa membantu, Radja dan Bizar satu kelompok denganku. Dengan Radja sebagai penyerang utama, aku tidak akan khawatir jika monster tiba-tiba menyerang kelompok ini. Kami tidak bisa berkomunikasi satu sama lain, Bizar menekan jika itu semua terjadi karena ada yang menghalangi sistem komunikasi dengan sengaja. Lagi-lagi Bizar bekerja ekstra sambil mencari cara menembus penghalang tersebut.


Radja terbang keatas, entah apa yang akan ditemukannya. Aku berharap dia bisa menemukan keberadaan Miss Merry. Berbagai macam asumsi mulai muncul di kepalaku. Bagaimana bisa peri tersebut digiring ke sini. Aku tahu Miss Merry bukan peri yang mudah terprovokasi oleh musuh, terlihat jelas dari tegasnya peri tersebut pada kami.


Sekembalinya Radja ke bawah, aku melihat wajah kesal laki-laki itu tidak berganti. Justru semakin seram dan menyebalkan. “Tempat ini benar-benar hanya hutan. Aku enggak lihat apa pun selain pohon. Enggak ada asap atau bekas pertarungan.”


“Ja, kamu bisa terbang lebih tinggi lagi? Jika ada yang menahanmu, lemparkan serangan apa saja ke bawah,” ujar Bizar sambil membenarkan letak kacamatanya.


Radja menyetujui apa yang Bizar suruh. Dia segera terbang dengan cepat ke langit. Aku bisa melihat laki-laki itu terbang tanpa hambatan apa pun. Namun, tiba-tiba saja laki-laki tersebut nyaris jatuh.


Aku refleks mengulurkan tangan dan mengarahkan agar dahan-dahan membentuk sebuah mangkuk untuk menahah tubuh Radja yang jatuh dari atas. Bizar tidak bisa membantu lebih cepat karena sesuatu benar-benar menahan kekuatannya. Sampai Radja behasil diselamatkan, aku pun mengarahkan dahan yang menahan tubuh laki-laki tersebut agar lebih dekat dengan kami.


“Pada tahap ini, aku merasa musuh mencoba menghentikanku, Nadira,” ucap Bizar pelan.


Laki-laki mengepalkan tangannya dengan erat. Dia melihat keadaan Radja yang terlihat baik-baik saja tetapi matanya tertutup. Aku menyentuh pergelangan tangannya. Radja pingsan. Pasti ada sesuatu yang terjadi di atas sana.


“Jika kita tidak menemukan cara membobol penghalang ini, kita tidak bisa kembali. Ini masalah yang gawat. Biarkan teman-teman mencari Miss Merry, kita bertiga harus menyelesaikan ini,” jelas Bizar.


Aku menengadah ke langit. Mencoba mencari penghalang yang Bizar katakan, tetapi tidak ada apa pun di sana. “Tentu, kita akan menyelesaikannya bertiga. Sebaiknya kamu kabari teman-teman dengan telepatimu, Bizar. Ini masih dalam wilayah kamu, kan?”

__ADS_1


Bizar mengangguk dia segera menuntup mata dan berkonsentrasi demi menyampaikan informasi. Setidaknya yang lain tidak akan khawatir jika kami datang terlambat.


__ADS_2