
Ya, si penduplikat itu berdiri di ambang pintu yang sudah hancur. Dari ujung sana aku bisa melihat sebuah sayap berwarna hitam. Tidak mungkin, itu Radja! Aku sangat berharap jika apa yang kulihat itu salah, tetapi laki-laki itu menggeret sayap dan orangnya masuk. Seketika jantungku berdetak dengan sangat kencang dan terasa kebas bersamaan.
Radja terluka di mana-mana. Lukanya begitu parah dan harus segera dirawat. Aku pun berdiri di hadapan Ratih. Tidak akan aku biarkan laki-laki ini mencuci otak Ratih lagi. Tidak selama aku masih berdiri dan mencegah hal itu. Jantungku berdebar, tetapi bukan berarti aku harus diam saja seperti ini.
“Apa yang sudah kamu lakukan pada sahabatku?” tanyaku geram. Sepertinya ledakan itu berasal dari perlawanannya pada Radja. Ya, jika aku mencocokkan keadaan tangan dan wajah laki-laki menyebalkan itu sangat gosong.
Anehnya, kenapa lawan Tiara dan Afly bisa lepas begitu saja? Ada yang aneh di sini. Aku tidak pernah meragukan kekuatan keduanya. Terlebih Tiara yang kemarin hampir membunuhku. Aku yakin ada sesuatu yang salah, tetapi apa? Laki-laki itu semakin mendekat, tidak lupa dirinya menggeret tubuh Radja agar lebih dekat. Tanganku mengepal kuat. Tidak suka rasanya ketika sahabat sendiri diperlakukan seperti sampah oleh musuh.
Aku segera menggunakan akar-akar tanaman yang tumbuh untuk menahan si Penduplikat satu itu. Dia benar-benar sudah melampaui batas dan bahkan memancing emosiku. Segera aku menyalakan fitur dan mencari tahu keadaan teman-teman. Di sana ditunjukkan jika keadaan Tiara dan Afly cukup parah. Namun, kondisi Radja sangat baik-baik saja. Apa—tunggu? Aku yakin benar jika laki-laki menyebalkan itu tidak sadarkan diri.
Mungkinkah ini salah satu rencana dari Radja? Aku tidak tahu. Sekarang tujuanku adalah menyelamatkan Ratih. Gadis di belakangku benar-benar dalam bahaya. Baik secara mental ataupun fisik. Jadi aku pun menoleh ke belakang. “Ratih, carilah tempat untuk berlindung.”
Gadis itu mengangguk dan segera pergi menghindari kontak mata dengan si Penduplikat. Aku mencoba untuk lebih tenang dan tidak terganggu oleh gadis tersebut. Terlebih Radja pasti sangat kesakitan dengan sayapnya yang digeret-geret bagai hewan. Ini tidak manusiawi, bahkan jika ada orang yang pantas disebut jahat, itu adalah orang di hadapanku.
Segera aku pun menarik kembali panah. Di saat seperti ini serangan langsung bisa tertuju pada teman-temanku. Jadi sekarang aku hanya ingin membebaskan Radja. Membebaskan laki-laki yang menarik sayap laki-laki tersebut. Perlahan aku pun membidikkan anak panah yang terbuat dari sebilah bambu lalu kuarahkan pada tangan si Penduplikat yang memegang sayap Radja. Panah itu memelesat bagai embusan angin dan tepat sasaran.
__ADS_1
“Kamu benar-benar menyebalkan, Nona,” ujar laki-laki itu yang lalu mengaduh sakit karena tangannya terluka. Aku segera berlari lalu melakukan tendangan memutar yang membuat laki-laki itu terpental jauh ke luar ruangan. Untung saja aku masih ada tenaga untuk melakukannya. Setelahnya aku terburu-buru menyelamatkan Radja.
Sambil mengaktifkan fitur pada jam, aku pun memberi kabar, “Tiara dan Afly tumbang.”
“Mereka akan baik-baik saja, Dira. Radja juga akan sadar sebentar lagi. Tadi aku membuat mereka bertiga tersengat listrik dan mengaktifkan kekuatan programku agar tubuh mereka tidak terkena serangan dari dia. Oke, sekarang aku meminta kamu dan Ratih kabur dari sana. Lenyapkan bukunya,” ujar Bizar ketika dia sudah terhubung denganku. Sedetik kemudian ilmuwan itu berpindah. Pasti banyak yang membutuhkan informasi darinya.
Sambil menembakkan panah lain aku pun berusaha menghindar dari tiap serangan laki-laki yang menduplikat. Dia tidak hanya menduplikat kami berempat. Bahkan orang-orang yang tidak berada di sini pun mampu dia duplikasi. Sial. Aku tidak tahu bagaimana cara untuk mengalahkan laki-laki tersebut.
“Nadira, Felix memiliki kelemahan. Dia hanya bisa menduplikasi satu orang selama dua puluh menit, jika dibagi dia hanya bisa menduplikasinya sepuluh menit,” ucap Ratih.
“Gadis Sial, Ann sudah memberimu begitu banyak peluang tetapi beginikah caramu membalas perjuangan yang sudah Ann lakukan? Baiklah aku akan membunuhmu lebih dahulu!” ucap si Penduplikat yang lalu mengarahkan pukulan super—milik Candra—pada Ratih. Buru-buru aku menghampiri gadis tersebut dan menggunakan air sebagai perisai.
Di sisi lain, aku juga mengkhawatirkan Radja. Laki-laki itu baru saja menghentikan Felix. Tanpa ampun dia melemparkan si penduplikat ke arah tembok. Tidak dia pedulikan risiko jika nantinya rasa sakit itu akan terkirim pada teman kami. Tidak lama notifikasi pun kembali masuk pada jamku. Benar saja Afly dan Tiara sudah sadar dan melalui peta, kedua orang tersebut sedang mengarah pada kami. Aku benar-benar bersyukur karena mereka baik-baik saja.
“Katakan bagaimana cara kami mengalahkan Felix? Aku rasa dia tidak seperti monster lain. Apa dia harus terbunuh juga?” tanya Radja agak ketus. Dia memandang tajam pada laki-laki tersebut.
__ADS_1
Ratih segera menjawabnya, “Felix tidak bisa dibunuh bahkan olehku sendiri. Ann yang menciptakannya melalui jurnal dan penelitiannya. Satu-satunya orang yang bisa menghentikan Felix adalah orang yang membuat ramuan itu. Jadi ... dia harus membuat ramuan kebalikannya. Menghancurkan Felix adalah cara terbaik.”
Aku melihat ke arah Felix. Jadi di adalah manusia buatan? Aku mulai membayangkan mayat yang diberikan ramuan aneh sehingga membuat laki-laki ini terasa hidup kembali. Namun, bedanya sekarang di mengabdi pada sesuatu—Miss Ann. Aku yakin jika orang yang membuat ramuan sudah pasti bukanlah peri itu. Hanya saja siapa yang bisa membuat ramuan selain Kak Ron? Otakku mencoba berpikir, sama halnya dengan Radja.
Baik aku ataupun Radja membelalak. “Bizar. Tidak mungkin jika Bizar yang membuatnya.”
“Apa-apaan kalian membawa namaku? Aku memang ilmuwan hebat, tetapi untuk membuat ramuan semacam itu aku tidak mungkin bisa. Pasalnya aku tidak ingin menentang hukum alam!” ucap Bizar yang tiba-tiba muncul dari fitur jam. Aku yakin laki-laki satu ini kesal karena kami menyangkut-pautkan masalah ini dengan dirinya.
“Mungkin bukan kamu, tapi bayanganmu. Alias duplikasimu! Bizar, kamu bisa membuat ramuan penangkalnya. Jika tidak, kami yang akan repot karena kami belum menghancurkan jurnalnya. Sementara lawan di hadapan kami terlalu kuat,” jelas Radja pada ilmuwan satu itu.
“Kamu mungkin benar. Baiklah, tetapi aku akan minta bantuan Kak Ron. Tolong kalian tahan dia. Untuk tugas lainnya aku akan serahkan pada Io. Dia yang akan membantu kalian mencari informasi,” balas Bizar.
Felix kembali berdiri, sepertinya dia sudah sadarkan diri lagi. Namun, aku tidak lagi takut. Terlebih partnerku ada di sini. Dia siap untuk melawan musuh yang ada di hadapannya. Jadi aku pun menggunakan kekuatan tanaman untuk menghentikannya sementara Radja segera mengeluarkan cakar naga dan siap membela diri.
Akan terlalu lama jika kami harus menunggunya normal. Namun, sepertinya keberuntungan tengah memihak pada kami. Felix berubah bentuk menjadi dirinya sendiri. Dia pasti kelelahan. Segera Radja pun menggunakan kekuatannya untuk membela diri. Sayangnya Felix tiba-tiba menghilang. Tepatnya laki-laki itu berdiri di belakang Ratih. Dengan tangannya yang memegang belati dan terarah pada leher gadis tersebut.
__ADS_1