
Ditengah tengah panasnya terik matahari siang itu, Risda dan seorang guru wanita tengah berdiri berhadapan dibawah tiang bendera merah putih Risda pun membuka jarum pentul yang menancap dijilbabnya itu untuk mengusap telinganya yang sakit akibat ditarik oleh guru itu.
"Mau apa?" Tanya guru itu ketika melihat Risda yang hendak membuka jilbabnya.
"Gerah Bu, sakit banget anda tarik tadi," Ucap Risda.
"Disini ngak boleh buka jilbab, selama diarea sekolahan, kamu ini cewek seharusnya menjaga auratnya bukan mengumbar,"
"Bu, saya ngak kebiasaan pake jilbab begini," Protes Risda dan langsung mendapatkan tatapan tajam dari guru wanita itu.
"Berdiri disini sampai pemberitahuan sholat dhuhur berjamaah, kamu Ibu hukum"
"Sekarang pukul 10 siang, 2 jam dong, Bu?"
"Ngak usah banyak protes, awas aja kalo berani kembali kekelas."
Guru tersebut langsung meninggalkan Risda seorang diri dibawah kibaran sang merah putih. Dibawah teriknya matahari disiang hari itu membuat Risda kepanasan, sehingga dengan sengaja dirinya membuka jilbabnya karena kegerahan.
Afrenzo datang dari arah berlawanan, ia sedang berjalan dengan seorang pemuda yang sama sekali tidak Risda kenali. Sesampainya ia ditempat Risda berdiri Afrenzo langsung menarik tangan Risda yang membawa jilbabnya dan memakainya kembali.
"Jilbabnya jangan dilepas," Ucap Afrenzo kepada Risda.
Risda sama sekali tidak membalas ucapan itu, ia justru terpanah dengan apa yang dilakukan oleh Afrenzo kali ini. Ketika Afrenzo menariknya pergi dari siti, tiba tiba Risda menghentikan langkahnya.
"Gue lagi dihukum," Cicit Risda pelan karena malu untuk mengatakannya.
__ADS_1
Seketika itu juga, Risda langsung mendapatkan tatapan dingin dari seorang Afrenzo. Hal itu membuat Risda langsung menundukkan kepalanya dalam, Afrenzo benar benar menakutkan bagi Risda.
"Ikut gue," Tanpa berlama lama lagi, Afrenzo langsung menarik tangan Risda.
Afrenzo menarik tangan Risda dan membawanya pergi dari tempat tersebut. Keduanya kini menemui seorang Guru yang telah menghukum Risda kali ini, sementara Risda terus menundukkan kepalanya dalam karena ia merasa malu saat ini.
"Bisa kita bicara berdua, Bu?" Tanya Afrenzo ketika mereka telah sampai.
"Baiklah. Masuk kedalam ruanganku sekarang," Ajak Guru wanita itu.
"Terima kasih, Bu."
Afrenzo langsung melepaskan pegangannya tangannya dari tangan Risda begitu saja, ia lalu menyuruh gadis itu untuk duduk didepan ruangan. Setelahnya, Afrenzo langsung masuk kedalam ruangan tersebut.
"Ada apa?" Tanya Guru wanita itu.
"Apa dia mengalami broken home?" Tanya Guru wanita tersebut penasaran.
Afrenzo menganggukkan kepalanya, "Iya Bu,"
"Untuk kali ini, Ibu maklumi. Lain kali awasi dia baik baik, jangan sampai membuat ulah disekolah ini,"
"Terima kasih, Bu"
Afrenzo pun langsung bergegas keluar dari ruangan tersebut untuk menemui Risda yang tengah duduk diluar ruangan. Risda yang melihat kedatangan Afrenzo langsung berdiri untuk menyambut lelaki tersebut.
__ADS_1
"Renzo, apa yang lo katakan kepada Guru itu? Maafin gue," Risda menunduk dalam.
"Ngak masalah, lo. Harus belajar menjadi yang lebih baik lagi,"
Senyuman tipis mengembang diwajahnya Risda, sambil menatap kewajah Afrenzo dalam. Ia benar benar tidak menyangka bahwa kulkas berjalan yang ada didepannya memiliki sikap yang baik dan lembut.
"Dibalik wajah lo yang dingin, lo memiliki hati yang baik Renzo. Gue ngak tau apa yang lo omongin tadi, tapi gue ngerasa, gue ngerepotin lo,"
"Kekantin?" Tanya Afrenzo.
"Tapi ini kan waktunya pelajaran, Renzo. Nanti gue kena hukuman lagi,"
"Ngak akan,"
"Kenapa lo tiba tiba baik ke gue? Gue kan nyusahin, Lo"
"Lo murid gue,"
Risda pun tersenyum kearah Afrenzo karena cowok kulkas tersebut mengakui bahwa dirinya adalah muridnya. Tiba tiba sebuah tangan menarik Risda untuk menjauh dari Afrenzo, tangan itu adalah tangan Satria.
"Lo, apa apaan sih Sat!" Sentak Risda kepada Satria karena dirinya terkejut.
"Maaf, Renzo. Bukan maksud gue untuk menarik tangan Risda, tapi dia harus ikut gue kekelas," Ucap Satria kepada Afrenzo.
Afrenzo hanya bisa menganggukkan kepalanya pelan mendengar ucapan dari Satria. Satria langsung menarik tangan Risda untuk pergi dari hadapan Afrenzo begitu saja. Sementara, Afrenzo langsung bergegas pergi dari sana.
__ADS_1
Risda menatap kepergian dari Afrenzo cukup lama hingga lelaki itu tak lagi terlihat olehnya, ia hanya mengikuti kemana Satria sedang menarik tangannya itu tanpa membantah sedikitpun.