Pelatihku

Pelatihku
Episode 18


__ADS_3

Dijam pelajaran, Risda meminta izin ke toilet kepada Guru yang mengajar saat ini, Risda langsung bergegas untuk menuju ke toilet karena dirinya yang sudah tidak sanggup untuk menahan hajatnya. Setelah selesai, Risda langsung keluar dari kamar mandi, ditengah perjalanan dirinya melihat Afrenzo yang baru keluar dari kelasnya.


"Renzo," Panggil Risda sambil melambaikan tangannya.


Afrenzo hanya mantap kearah Risda sesaat, melihat panggilannya yang diabaikan oleh Afrenzo membuat Risda langsung menurunkan tangannya, kecewa. Risda pun menundukkan kepalanya dan berlalu pergi dari tempat tersebut.


Entah apa yang terjadi dengan Afrenzo saat ini, kenapa dirinya sangat dingin bagi Risda. Tiba tiba, Risda menabrak seseorang yang ada didepannya.


"KALO JALAN PAKE MATA!" Bentak seseorang itu.


"Maaf, gue ngak sengaja," Jawab Risda.


"Mau ngajak ribut lo ha!!" Risda pun dipojokkan ketembok oleh lelaki yang ia tabrak saat ini.


Plakkk...


Tanpa basa basi, Risda langsung menampar lelaki tersebut dengan sangat kerasnya. Risda yang mulai pandai beladiri itu pun dengan mudah untuk memukul lelaki itu, merasakan pipinya yang kebas membuat pemuda tersebut semakin geram kepada Risda.


"Berani sekali lo nampar gue!"


"Gue kagak takut sama lo,"


Lelaki itu pun mengangkat tangannya kepada Risda, Risda yang belum belajar menangkis itu pun hanya bisa menutup wajahnya. Ketika lelaki itu hendak balik memukul Risda tiba tiba tangannya dicekal oleh seseorang.


"Mau mati lo?" Tanya orang itu dengan dingin, yang tidak lain adalah Afrenzo.


"Gue ngak ada urusan dengan lo, mending lo minggir. Jangan mentang mentang lo adalah pelatih disekolah ini, lalu gue takut gitu sama lo?"


"Gue ngak peduli, sekali lagi lo mukul dia, lo bakalan mati!"


Afrenzo memegangi kerah baju pemuda itu dengan kerasnya, bahkan mendorongnya hingga menabrak tembok yang ada dibelakang Risda. Risda yang menyaksikan itu hanya membulatkan matanya lebar lebar dengan apa yang dilakukan oleh Afrenzo.


"Renzo," Panggil Risda pelan seraya menyentuh tangan Afrenzo.


"Lelaki itu melindungi, bukan menyakiti!" Ucap Afrenzo dengan tegasnya kepada pemuda yang ada didepannya tanpa memedulikan ucapan Risda.


Pemuda tersebut pun mendengus kesal karena Afrenzo yang memegangi kerah bajunya dengan keras. Afrenzo langsung menarik tubuh lelaki itu dan mendorongnya jauh dari keduanya, dengan perasaan marah pemuda tersebut langsung pergi.


Kini hanya tinggal mereka berdua yang ada ditempat itu, Risda menatap kearah wajah Afrenzo yang dingin itu dengan lekatnya. Merasakan bahwa dirinya ditatap oleh Risda, hal itu membuat Afrenzo langsung bergegas pergi dari tempat itu tanpa mengatakan apapun kepada Risda.


"Renzo, gue punya salah apa sama lo?" Tanya Risda dan langsung membuat Afrenzo menghentikan langkahnya.


"Jangan telat latihan"


Hanya kata kata itu yang diucapkan oleh Afrenzo sebelum dirinya berlalu pergi meninggalkan Risda seorang diri ditempat itu. Risda menatap kepergian dari Afrenzo dengan perasaan yang sulit untuk dijelaskan dengan kata kata.


*****

__ADS_1


Risda memasuki lingkungan kelasnya dengan menundukkan kepalanya, ia merasa bosan jika tanpa masalah. Risda melihat seorang Guru tengah menerangkan pelajaran kepada teman temannya yang ada dikelas tersebut.


"Permisi, Pak. Saya izin duduk" Ucap Risda.


"Dari mana saja?" Tanya Pak Hadid, yang sedang menerangkan pelajaran bahasa.


"Dari kamar mandi, Pak. Kalo Bapak ngak percaya tanya aja sama Afrenzo, siswa kelas sebelah."


Mendengar itu membuat Guru bahasa itu langsung melotot kearah Risda. Sementara, seluruh siswa yang ada dikelas tersebut langsung menatap penuh tanda tanya kearah Risda, mendapatkan tatapan dari semuanya membuat Risda menjadi salah tingkah.


"Lo ngapain dikamar mandi sama Renzo?"


"Woi... Mau mandi berdua apa gimana?"


"Gila, Risda memang berbeda dari yang lainnya, lo paling keren deh, Da."


"Lo habis main apaan sama dia?"


"Afrenzo si cowok kulkas itu? Woi, lo serius?"


"Hayoloh, wah ngapain dikamar mandi berdua,"


Kelas tersebut nampak sangat ricuh karena suara para siswa yang ada ditempat itu yang saling bersahutan. Risda sangat bingung kenapa mereka semua membully nya seperti itu, mendengar keributan tersebut membuat Risda langsung menundukkan kepalanya.


"Cewek murahan," Ucap Novita, teman sekelasnya.


"Memang murah kan? Belom dinikahi aja sudah seperti itu,"


"BANGSAAATTTT LO!" Umpatan tegas terlontarkan dari mulut Risda.


"SUDAH!! Kembali fokus kepada pelajaran," Sentak Guru tersebut kepada semuanya.


"Lihat saja nanti," Ucap Risda pelan.


Risda langsung bergegas menuju ke bangkunya dengan kesalnya karena dikatakan murahan oleh teman sekelasnya itu. Guru kembali menerangkan materi kepada seluruhnya, Risda sama sekali tidak mendengarkannya karena dirinya saat ini sedang diselimuti oleh kemarahan.


*****


"Maksud lo apaan ngomong kayak gitu?" Tanya Risda kepada Novita.


Keduanya kini sedang berhadapan didalam kelas. Setelah Guru bahasa itu keluar dari kelas tersebut, Risda langsung bangkit dari duduknya untuk mendatangi Novita.


"Memang murahan kan? Lo itu, ngak pantas berada dekat dengan Afrenzo, dasar cewek gateeel,"


Plakkkk....


Tamparan keras tersebut dilontarkan oleh Risda kepada Novita, Novita langsung memegangi pipinya yang kebas dengan erat akibat dari pukulan Risda. Tak beberapa lama Novita pun menarik jilbab Risda, hal itu diikuti oleh Risda yang ikut serta menarik jilbab Novita.

__ADS_1


"Bangsaaattt lo,"


"Setaannn!!"


"Gue ngak terima!"


Keduanya pun langsung menciptakan keributan diruang kelas itu, melihat keduanya yang bertengkar membuat teman teman mereka langsung berusaha untuk memisahkan keduanya. Bukan hanya tarikan yang dilakukan oleh Risda, Risda pun beberapa kali memukul tubuh Novita agar Novita melepaskan tarikannya dari jilbabnya.


"Udah anjiirrrrr!!" Umpat Mira yang ikut terlibat karena ingin memisahkan keduanya.


"Woi, kalian bisa diam ngak!" Teriak Rania yang menjabat sebagai ketua kelas.


"Setaaaannnnnn! Kaki gue keinjek" Umpat Mira.


Ditempat itu rasanya sangat heboh, hal itu menyita banyak perhatian dari seluruh siswa yang lewat didepan pintu kelas mereka. Hal itu membuat para Guru langsung bergegas menuju kekelas mereka, untuk menghentikan mereka.


Keduanya sama sekali tidak berhenti meskipun sudah diperingatkan oleh para Guru, pakaian keduanya pun berantakan karena aksinya. Tak beberapa lama kemudian, sebuah tangan menarik tubuh Risda untuk menjauh dari Novita.


Risda berusaha untuk melepaskan tangan tersebut dari pergelangan tangannya, orang yang memegangi tangannya itu sama sekali tidak mau melepaskan tangan Risda.


"Berhenti!" Ucapan dingin dari orang itu.


Mendengar ucapan tersebut langsung membuat Risda berhenti, merasakan itu langsung membuat pemuda itu menarik tubuh Risda untuk menjauh dari Novita. Tangan tersebut adalah tangan milik Afrenzo yang selaku ketua OSIS disekolahan itu.


"BANGSAATTTT LO!" Teriak Risda kepada Novita.


"Awas saja nanti lo!" Teriak Novita.


"SUDAH!!" Bentak Afrenzo dan langsung membuat semuanya terdiam. "Kalian berdua, ikut gue keruang BK sekarang!"


Risda hanya bisa pasrah jika berhadapan dengan Afrenzo. Afrenzo lalu menarik tangan Risda dan Novita bersamaan untuk membawa keduanya menuju keruangan BK sebagai imbalan karena telah membuat keributan ditempat itu.


"Renzo bukan salah gue," Cicit Risda pelan ketika tangannya ditarik oleh Afrenzo.


"Lo duluan yang mulai," Ucap Novita yang tidak terima.


"Lo duluan yang ngatain gue!"


"Kan emang lo cewek murahan!"


Mendengar itu membuat tangan Risda yang tidak dipegangi oleh Afrenzo segera mencakar wajah Novita, sementara Novita pun langsung membalasnya dan membuat Afrenzo kewalahan karena kedua wanita itu yang sama sekali tidak mau mengalah.


Afrenzo langsung membentangkan tangannya untuk memisahkan keduanya, bahkan disaat seperti ini pun keduanya masih bertengkar. Afrenzo menatap tajam kearah Novita hingga membuat gadis itu menundukkan kepalanya.


"Sekali lagi berantem, gue akan beri hukuman yang berat untuk kalian!" Ucapnya dengan nada dingin.


Keduanya langsung menundukkan kepalanya dan patuh kepada Afrenzo. Mereka langsung bergegas menuju keruangan BK untuk diadili disana, ini adalah peringatan pertama untuk keduanya.

__ADS_1


__ADS_2