Penantian Sang Casanova

Penantian Sang Casanova
eps. 99


__ADS_3

Acara ukur-mengukur pun selesai,karena hari sudah sore,Ica dan Bryan memutuskan untuk melanjutkan mengerjakan tugas mereka bersama keesokan harinya. Ica dan Yordan pun memutuskan untuk langsung pulang ke apartemen.


Begitu sampai di depan pintu unit apartemennya,Ica di kagetkan dengan penampakan empat pria berbadan tinggi besar dan berkepala plontos. Mirip Upin-Ipin kembar empat versi dewasa. Ica yang takut dengan penampakan ke empat calon bodyguardnya,langsung bersembunyi dibalik tubuh Yordan.


"Mereka siapa?! Jangan-jangan mafia lagi. Jangan-jangan mbak Rini udah di apa-apain lagi di dalem." Mulut Ica sudah bergetar ketakutan.


Yordan menghela nafasnya,kemudian menarik tubuh Ica dari belakang tubuhnya.


"Ini bodyguard kamu,jadi selama aku gak ada disini,mereka berempat lah yang akan jagain kamu." Kemudian Yordan memperkenalkan keempat bodyguard itu pada Ica.


"Mereka juga tinggal di unit sebelah."


Mata Ica membelalak sempurna,mendengar Yordan menyediakan empat bodyguard untuknya saja,sudah sukses membuat jantungnya bungee jumping,apalagi mengetahui kalau keempat bodyguardnya tinggal di unit sebelah unit apartemennya. Sekarang jantung Ica seperti sedang main bungee jumping,tapi lepas tali pengamannya.


"Kakak apa-apaan sih?! Kok gak bilang-bilang dulu sama aku kalau mau sewain bodyguard untuk aku.?!"


"Kalau aku bilang pasti kamu gak bakalan setuju. Makanya mending langsung aku kasih bodyguardnya." Maklum prinsip laki-laki,lebih baik minta maaf dari pada minta izin.


"Bukannya gak setuju kak,tapi kalau kakak bilang,kan aku bisa pilih sendiri bodyguardnya. Aku kan maunya wajah bodyguarnya yang mukanya kayak-kayak Tao Ming Se dan teman-temannya gitu. Jadi kalau aku kekampus,jadi berasa kayak Shancai." Kata Ica sambil memanyunkan bibirnya.


Sedangkan Yordan,ia menganga mendengar kata-kata Ica. Sekalipun ia tidak kenal bahkan tidak tahu siapa itu Tao Ming Se dan teman-temannya yang Ica maksud. Tapi dari kata-kata Ica,Yordan menangkap kalau Ica ternyata tidak keberatan jika dirinya memberikan pengawalan bodyguard pada Ica.

__ADS_1


"Mau Tao Ming Se kek, mau Jerry Yan kek,sama aja. Semua bodyguard mukanya pasti sangar." Jawab Yordan.


"Beda lah kak,kalau Tao Ming Se dan teman-temannya kan ganteng-ganteng semua. Jangankan di ikutin ke kampus,di ikuti sampe dalam kamar aku juga mau kok."


Mata Yordan membulat mendengar kata-kata Ica.


PLETAK...Yordan menyentil kening Ica karena sudah berani memikirkan laki-laki lain yang tampan.


"Enak aja!!! Kalau begitu mah,mending aku aja yang jadi bodyguard kamu!! Jangankan sampe kamar,sampe di atas ranjang aku temenin kamu. Kalau perlu aku tidurin!!" Kata Yordan dengan nada yang sedikit meninggi karena kesal.


"Pokoknya mereka berempat yang akan jadi bodyguard kamu!! Titik!!! Gak boleh ganti-ganti lagi.!!" Lanjut Yordan.


"Dan kalian berempat,ingat kalau kalian hanya menjaga sampai depan pintu unit Ica,jangan berani-berani kalian masuk ke dalam!! Apalagi sampe masuk kedalam kamar calon istri saya!!! Saya gundulin hutan amazone kalian nanti!!!" Kini Yordan memberikan peringatan keras pada keempat bodyguard itu.


Yordan pun menarik tangan Ica untuk masuk kedalam unit apartemen Ica.


Setelah membuatkan teh untuk Yordan,Ica pun masuk kedalam kamar untuk membersihkan tubuhnya. Kemudian menyusul Yordan di ruang televisi. Seperti kemaren,Yordan menyogok Rini agar Rini mau membiarkan Yordan dan Ica berduaan sampai jam sepuluh malam.


Ica dan Yordan pun saling bertukar cerita tentang kegiatan mereka masing-masing selama tiga bulan terakhir. Yordan tersenyum saat melihat Ica yang sangat antusias bercerita tentang kegiatan-kegiatannya di kampus. Ini lah yang sangat Yordan rindukan,mulut Ica yang tidak berhenti mengoceh dan sangat berisik ditelinga Yordan. Ica si petasan cabe,julukan yang pernah Yordan berikan pada Ica saat mereka baru bertemu. Namun,kebisingan sang petasan cabe itu lah yang membuat Yordan merindu setiap malam.


Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam,Rini pun sudah kembali ke apartemen Ica. Yordan pun berpamitan pada Ica untuk kembali ke hotel tempatnya menginap.

__ADS_1


Sesampainya Yordan di dalam kamar hotel. Ia merasa ada sesuatu yang sangat mengganjal di hatinya. Ia pun mengirim sinyal ke otaknya untuk mencari tau apa yang sebenarnya mengganjal di hatinya.


"Shiiiit..!!!" Umpat Yordan sambil meninju udara.


"Bego!!! Ngapain juga gua masih di hotel!!! Orang gue udah sewa unit apartemen di sebelah unit apartemen Ica kok!!! Enak aja si Upin Ipin kembar empat itu yang tinggal bersebelahan sama calon bini gue!!!" Yordan pun mengambil kopernya dan check out dari dari hotel itu dan kembali ke gedung apartemen Ica.


Flashback On


Saat Yordan sudah sampai ke negaranya dan mendapat izin dari sang mommy untuk mengunjungi Ica selama tiga bulan sekali,Yordan pun menyuruh orang untuk menyewa unit apartemen disebelah unit Ica. Ternyata tak segampang yang Yordan pikirkan,terpaksa Yordan harus mengeluarkan ratusan juta agar mau penghuni unit apartemen itu mau menyewakan apartemennya pada Yordan. Rencananya,Yordan akan menempati apartemen itu kalau Yordan datang mengunjungi Ica.


Flashback Off


⭐⭐⭐⭐⭐


Hari ini adalah malam minggu,dan malam ini adalah malam terakhir Yordan di New York. Hanya seminggu waktu yang diberikan sang mommy untuk Yordan mengunjungi Ica. Miris memang,setelah menahan rindu selama tiga bulan,akan tetapi dia hanya bisa melepas rindu satu minggu saja. Waktu yang sangat kurang untuk Yordan. Untung saja si Jeki belum pernah main jungkat-jungkit di rumah yang masih terkunci rapat milik Ica. Kalau sudah pernah,habis lah Yordan harus menenangkan Jeki yang kesurupan.


Yordan membawa Ica ke kafe yang menjadi tempat favorite anak-anak muda di kota itu. Lantunan musik jazz menyambut kedatangan mereka. Yordan dan Ica memilih tempat duduk tepat di hadapan pemain band kafe itu.


Tak lama pelayan datang membawa buku menu ke meja mereka,setelah memesan,pelayan itu pun pergi. Yordan dan Ica kembali di hanyutkan oleh lantunan musik pemain band. Saat pemain musik berhenti memainkan musiknya,tiba-tiba ada seorang laki-laki yang maju ke depan dan berbincang sebentar dengan pemain band. Kemudian laki-laki itu mengambil alih microphone dan mulai menyanyikan lagu. Ternyata laki-laki itu ingin mempersembahkan lagu untuk kekasihnya. Melihat keromantisan si laki-laki pada kekasihnya,membuat Ica jadi baper.


"Oh...so sweet." Lirih Ica pelan,namun masih bisa di dengar Yordan.

__ADS_1


Melihat Ica yang malah terharu dengan aksi laki-laki itu,otak Yordan memberi sinyal pada Yordan agar Yordan tidak boleh kalah dari laki-laki itu dan melakukan hal yang sama pada Ica. Yordan pun memikirkan lagu apa yang pas untuk membuat Ica tambah klepek-klepek padanya.


__ADS_2