
Yordan kembali duduk di kursi kebesarannya. Mulutnya memang tak lagi menanyakan perihal keterlambatan Ica,tapi mulut Yordan cukup berisik dengan membicarakan hal-hal unfaedah. Dan itu sukses membuat darah militer Ica mendidih.
Braaaaakkk..
Ica menggebrak meja karena tidak tahan mendengar Yordan yang mengoceh terus. Sepertinya jiwa Ica dan Yordan sudah tertukar. Yordan jadi lebih cerewet dan Ica jadi lebih kalem. Namun yang membedakan,saat mulut Ica seperti petasan cabe,Yordan selalu sabar mengahadapi ocehan Ica,namun begitu keadaan terbalik,Ica malah menjadi darah tinggian mendengar ocehan Yordan yang seperti kaleng rombeng.
"Kakak bisa diem gak sih!!! Brisiiik tau!! Gak liat apa orang lagi sibuk!!" Bentak Ica pada Yordan.
Yordan menganga melihat Ica yang level ke bar-barannya hampir sama dengan mommy nya.
Lalu ia menggelengkan kepalanya untuk kembali ke alam sadar.
"Tadi si petasan cabe ngomong apa?? Sibuk?? Sibuk ngapain dia emangnya,perasaan dari tadi dia cuma mainin hp nya doang.!!" Gerutu Yordan dalam hati.
"Emang kamu sibuk ngapain?" Tanya Yordan penasaran.
"Ya main game online lah!!!" Jawab Ica ketus.
"Udah kakak kerja aja,jangan berisik!!!" Lanjut Ica,tangan dan matanya kembali fokus ke hp.
Yordan menghela nafasnya. Begini susahnya bekerja dengan orang kepercayaan mommynya. Mau marahin Ica,sama aja ngajak gelut mommy nya. Di diemin malah Yordan yang udah kayak asisten Ica.
Pasrah ajalah udah. Yordan pun mulai serius membuka berkas-berkas yang menumpuk. Kini otaknya sudah mulai fokus,karena Ica sudah ada dihadapannya sekarang.
Saat matanya membuka berkas pertama yang harus di periksa. Mata Yordan seakan mau juling.
"Sebenarnya bokap sama nyokap gue ngapain sih di kantor. Asal gue ke kantor sana kerjaan numpuk,gue ke kantor sini sama aja. Ini sih namanya kerja rodi!!" Gerutu Yordan dalam hati.
"Ca...bikinin kopi dong!!" Pinta Yordan sambil matanya tetap fokus pada kerjaan.
"Bikin sendiri,aku lagi sibuk." Jawab Ica. Mata dan tangan Ica tetap fokus pada hpnya.
"Kamu kan sibuk main game Ca. Ayo lah Ca bikinin kopi dulu." Mohon Yordan.
Ica menghela nafasnya kasar,kemudian menaruh hp nya di atas meja. Ia pun berdiri dari tempat duduknya. Baru saja ia melangkah beberapa langkah,tiba-tiba alarm jam makan siang berbunyi. Ica memutar langkahnya ke arah meja kerjanya untuk mengambil hp dan tas kerjanya.
__ADS_1
"Mau kemana kamu?" Tanya Yordan yang melihat Ica mengambil hp dan tas nya dari meja kerja.
"Kakak gak denger tuh bunyi alarm. Ini tuh udah waktunya jam makan siang!!" Jawab Ica ketus.
Tak ada lagi Ica yang selalu bersikap manis pada Yordan.
"Iya denger,tapi kamu mau kemana bawa-bawa tas segala? Emang kamu mau makan di luar?" Tanya Yordan penasaran.
"Iya. Sekalian mau langsung pulang. Karena aku ada janji kencan."
Yordan membelalakkan matanya saat Ica mengatakan janji kencan.
"Kencan? Baru semalem gue bikin dia patah hati,kenapa cepet banget move on nya???!! Apa dia punya kekasih cadangan???!!" Yordan bertanya-tanya dalam hati.
"Gak bisa!!! Jam kerja loe belum habis.!!" Kata Yordan dengan nada kesal.
Sudah kebiasaan Yordan,jika mood nya sedang baik terhadap Ica,ia akan berbicara dengan aku-kamu,tapi kalau sedang kesal dia akan berbicara dengan loe-gue.
Bukannya takut,Ica malah balik menyerang Yordan dengan tatapan tajam membunuh.
"Aku udah izin sama mommy Sarah. Dan mommy Sarah ngizinin!!"
Tak ingin banyak bicara lagi dengan Yordan,Ica pun keluar dari ruangan Yordan,meninggalkan Yordan yang masih berdiri mematung di ruangannya. Sedangkan Yordan dengan langkah lemas,ia melangkah menuju sofa. Ia menjatuhkan tubuhnya di atas sofa dengan kasar.
Tak ada lagi gairah begitu Ica keluar dari ruangannya,ditambah dengan kata-kata Ica yang mengatakan ada janji kencan. Dunia Yordan seakan runtuh mendengar kata-kata itu.
Entah apa yang terjadi pada tubuh Yordan,sehingga Yordan mengikuti Ica yang keluar dari ruangannya secara diam-diam. Rasa penasaran yang sangat tinggi membuat Yordan ingin mengikuti Ica dan mengetahui laki-laki macam apa yang sedang kencan bersama Ica.
⭐⭐⭐⭐⭐
Ica keluar dari kantor daddy Edwin,dia menaiki taksi online yang sudah ia pesan sebelumnya menuju sebuah mall terbesar yang ada di kota itu.
Ia mempunyai janji dengan Tia dan abang Tia yang baru datang dari Belanda untuk hangout bareng.
Namun saat ditengah perjalanan Tia menelpon harus segera balik ke kampus,tapi abang Tia yang bernama Satria itu tetap menunggu Ica di depan bioskop.
__ADS_1
Mobil yang Ica tumpangi sudah sampai di depan lobi mall. Dengan anggunnya Ica turun dari dalam mobil. Ia melangkahkan kakinya menuju lift yang akan mengantarkan ke lantai tempat bioskop berada.
"Bang Saaatt!!!!" Teriak Ica memanggil Satria saat dirinya sudah sampai di depan bioskop dan melihat keberadaan Satria.
Satria pun menengok ke arah suara cempreng yang ia kenal. Bahkan bukan hanya Satria yang menoleh ke sumber suara,bahkan orang-orang yang ada disana pun ikut menoleh ke arah Ica karena suara Ica yang menggema seolah menyebutkan kata 'bangsat'.
Tanpa rasa malu sedikit pun,Ica melangkahkan kakinya setengah berlari menuju Bang Sat. Satria yang menyadari bahwa suara cempreng itu milik Ica pun ikut menghampiri Ica.
"Bang Sat...Ica kangen!!" Kata Ica sambil menghamburkan dirinya di pelukan Bang Sat.
Bang Sat membalas pelukan Ica,tanpa memperdulikan semua mata pengunjung yang melihat aksi mereka yang sudah seperti adegan film India.
Bagi Bang Sat,Ica dan Nia sudah seperti adik kandung. Bagaimana Bang Sat menyayangi Tia begitu juga Bang Sat menyayangi Ica dan Nia.
Ica melepaskan pelukannya dari Bang Sat.
"Bang Sat kok baru pulang sih,Ica kan kangen banget sama Bang Sat. Coba Nia ada disini,pasti Bang Sat udah di sumpahin kutilan sama si Nia." Kata Ica dengan wajah gemas. Bang Sat baru merintis usahanya di Belanda dua tahun terakhir. Dan selama dua tahun itu Bang Sat tidak pernah pulang kenegara ini.
"Sibuk Ca..ngumpulin mahar buat calon kakak ipar kamu." Jawab Bang Sat sambil mencubit pipi Ica gemas.
Ica mengerucutkan bibirnya.
Bang Sat tertawa gemas melihat tingkah Ica.
"Mau nonton dulu apa makan dulu?" Tanya Bang Sat sambil mengacak-acak rambut Ica.
"Emangnya filmnya jam berapa..?"
"Satu jam lagi sih."
"Ya udah,kita makan dulu aja. Tapi makan di restoran mahal yah,Bang Sat yang traktir."
"Iya bawal..."
"Ish...bawel Bang. Kalau bawal itu mah kambing.."
__ADS_1
"Hahahahaha...Ikan Ca bukan kambing..Makin lama makin garing aja yah kamu." Bang Sat kembali mencubit pipi Ica gemas.
Tanpa mereka sadari gerak-gerik mereka yang terlihat mesra itu membuat sekujur tubuh Yordan yang mengikuti Ica sejak dari kantor itu seperti cacing yang disiram air garam. Menggeliat-menggeliat kepanasan,kesakitan,kepedihan. Yordan mengeraskan rahangnya melihat kemesraan Ica dengan laki-laki yang ia pikir itu adalah teman kencan Ica.