Penantian Sang Casanova

Penantian Sang Casanova
eps. 127


__ADS_3

Meninggalkan daddy Edwin yang sedang pusing tujuh keliling karena perintah istrinya. Kita kembali ke unit kamar Yordan.


Setelah hampir setengah jam membersihkan dirinya,Ica pun keluar dari dalam kamar mandi. Dengan tertatih-tatih,Ica jalan dari depan pintu kamar mandi menuju meja rias.


"Huuuh...perih.." lirih Ica saat merasakan selangkangannya yang masih perih. Sambil menahan rasa perih,Ica mendudukkan dirinya di kursi di depan meja rias.


Tanpa Ica sadari ternyata Yordan sedang memperhatikan Ica dari depan pintu ruang tidur. Yordan masuk ke dalam ruang tidur karena ingin memberikan papper bag yang berisi baju ganti mereka berdua,namun langkahnya terhenti saat melihat Ica yang sedang mengeluh kesakitan sambil berjalan menuju meja rias.


"Masih perih?!" Tanya Yordan. Suara Yordan sukses membuat Ica kaget.


"Bikin kaget aja!" Pekik Ica.


"Ngapain kakak masuk?!" Tanya Ica.


"Emangnya kamu mau pulang pake bathrobe? Atau mau pake gaun tadi malam?!" Tanya Yordan mengejek.


"Nih pakaian kamu,ada pakaian dalamnya juga." Yordan menyerahkan papper bag itu kepada Ica. Ica pun menerima papper bag itu dari tangan Yordan.


"Masih perih?!" Tanya Yordan lagi. Kini Yordan sudah mendaratkan bokongnya di meja rias.


"Menurut kakak?!" Ica malah balik bertanya dengan judesnya.


"Yah mana aku tau lah Ca,orang aku gak pernah ngerasain yang bersegel." Jawab Yordan dengan entengnya.


"Cih." Ica mencebik mendengar kata-kata Yordan. Tak mau meneruskan pembicaraan yang tak penting,Ica pun berdiri dari duduknya untuk masuk ke dalam kamar mandi.


"Ssh...auw.." pekik Ica lagi saat mulai melangkah.


"Sakit banget yah?!" Tanya Yordan dengan wajah khawatir.


"Udah tau nanya!!"


"Sini coba aku liat." Kata Yordan sambil menggendong tubuh Ica menuju tempat tidur.

__ADS_1


"Ikh..kakak apa-apaan sih,turunin akh.!!" Ica meronta-ronta saat Yordan menggendongnya.


"Biar aku liat dulu Ca." Kata Yordan lagi sambil mendudukkan Ica di tepi tempat tidur.


"Gak ada!!! Jangan macem-macem kamu kak!!" Bentak Ica sambil merapatkan bathrobe bagian bawah.


"Gak macem-macem kok,cuma satu macem doang. Cuma mau liat aja separah apa kerusakan terowongan kamu."


"Enak aja!! Gak ada!! Awas,aku mau pake baju dulu." Ica mendorong tubuh Yordan agar menjauh darinya.


"Auw.." pekik Ica lagi karena merasakan perih saat mulai melangkah.


Yordan pun menarik paksa Ica agar duduk kembali di pinggir tempat tidur.


"Keras kepala banget sih kalo di bilangin. Sini biar aku liat dulu,kamu kayak gini kan gara-gara ulah ku juga,biar aku tanggung jawab ngobatin."


"Tapi.."


Yordan menelan slivanya susah payah saat melihat langsung bentuk terowongan yang tadi malam sudah di obrak-abrik sang sahabat. Bukannya fokus pada tujuan awal,malah kini otak Yordan yang tak berakhlak itu memberikan sinyal pada si Jeki untuk kembali mengobrak-abrik terowongan yang tadi malam membuat Jeki mabuk kepayang. Sedangkan Ica yang merasakan gelagat tak baik dari tatapan Yordan,cepat-cepat merapatkan kakinya lagi.


"Kok di tutup Ca?! Buka.!" Yordan kembali membuka kaki Ica.


"Kakak mau ngapain sih sebenarnya,aku malu kak di liatin kayak gitu.!" Rengek Ica.


"Aku lagi mikir gimana caranya biar itu kamu gak perih lagi." Kata Yordan beralasan.


"Ngapain di pikirin sih,tinggal di pakein salep aja juga udah sembuh."


"Kalau ada cara alami,ngapain pake bahan kimia sih Ca."


"Cara alami?!" Sepertinya jadi Ica penasaran dengan kata-kata Yordan. Padahal Yordan mengatakan itu hanya untuk melancarkan aksi modusnya.


Yordan menganggukkan kepala sambil menatap Ica,untuk meyakinkan Ica agar mau mencoba cara alami.

__ADS_1


"Gimana? Mau coba cara alami gak?!"


"Emang gimana?" Tanya Ica makin penasaran. Ia sudah terhipnotis oleh kata-kata Yordan.


"Gini caranya." Yordan pun mulai menunjukkan cara alami versi otak mesumnya.


"Ssshhh aah.." desah Ica saat merasakan lidah Yordan bermain di pintu terowongan.


"Akh...kak!! Udah kak,jangan gini.!!" Kata Ica sambil berusaha menarik wajah Yordan dari area terowongan.


Tapi Yordan seolah menulikan telinganya,ia malah terus memainkan lidahnya di pintu terowongan. Permainan Yordan sang profesional,sungguh mampu membuat Ica terbuai. Tanpa rasa malu ia malah terus mendesah menikmati servisan dari Yordan,harga diri yang selama ini Ica junjung tinggi entah kemana sudah larinya.


Dengan lidah yang masih memberikan servis,mata Yordan melirik ke atas untuk melihat ekspresi Ica. Wajah Ica yang sudah sangat sayu membuat hati Yordan bersorak penuh kemenangan. Karena dirasa Ica sudah masuk perangkapnya,perlahan lidah Yordan meninggalkan terowongan berganti dengan jari nakalnya untuk memberi servis. Sedangkan tangan Yordan yang lainnya mulai membaringkan Ica perlahan. Kini bibir Yordan mulai bermain di leher Ica untuk membawa Ica semakin dalam merasakan kenikmatan. Perlahan mulut itu turun ke bawah dan mulai membuka tali bathrobe. Dengan satu tarikan dengan mulutnya,tali bathrobe itu pun terbuka,cepat-cepat Yordan membuka bathrobe yang Ica kenakan sebelum Ica sadar akan aksinya.


Kini duo squishy yang tadi tertutup bathrobe itu sudah terpampang jelas di hadapannya,seolah memanggil dan menantang Yordan untuk segera bermain dengan mereka. Tak ingin membuat duo squishy menunggu terlalu lama,mulut Yordan pun langsung mengajak bermain duo squishy secara bergantian. Tak perlu ditanyakan bagaimana reaksi Ica,yang pasti saat ini Ica makin terbuai dengan permainan Yordan. Sepertinya otak waras Ica masih enggan kembali pada tempatnya. Permainan pun semakin mengganas,Jeki pun sudah berdenyut dan meronta-ronta ingin segera di keluarkan dari jeruji kain agar bisa bermain cilukba dengan soulmatenya. Namun baru saja Yordan membuka sleting celanaya,otak waras Ica yang tadi sempat menghilang,kini kembali ke tempatnya. Ica langsung mendorong tubuh Yordan dari atas tubuhnya dan menutup kembali tubuhnya dengan bathrobe.


"Stop kak!! Jangan di terusin!" Kata Ica sambil mendudukkan dirinya.


"Kok stop si Ca. Nanggung ini."


"Kita belum nikah kak,dosa!!"


"Cih..dosa!!" Kata Yordan berdecih.


"Emangnya yang kita lakuin tadi malam itu apa?! Ibadah?! Lagian seminggu lagi kita kan merit,jadi gak pa-pa lah bulan madunya di cicil dari sekarang."


"Mau kita merit seminggu lagi atau besok,tetap aja kita gak boleh ngelakuin itu lagi kak. Kakak harus sabar dong sampe kita nikah."


Yordan benar-benar tidak terima dengan kata-kata Ica yang menghentikan secara sepihak acara enak-enak mereka. Bisa ngambek si Jeki kalau sampe batal main jungkat-jungkit sama soulmatenya.


"Kamu jangan egois gitu dong Ca,tadi malam aku udah nolongin kamu ngeredain hasrat kamu,masa sekarang kamu gak mau nolongin aku. Kalau aku sampe kena stroke dan mati gara-gara hasrat yang tertahan, kasihan calon dedeknya kan,gak bisa ketemu bapaknya pas lahir nanti." Si Otak cerdas nan mesum langsung mentransfer kalimat-kalimat rayuan ke mulut laknat Yordan untuk meyakinkan Ica untuk menolong Jeki yang dalam keadaan darurat.


ยคยคยค Setelah othor pikir-pikir dan timbang-timbang,untuk cerita Igo dan Tia othor putuskan akan othor satukan di sini. Tapi....setelah kisah CaYo selesai yah,jadi kisah TiGo gak akan othor selap-selip,kasihan kalau di selap-selip nanti TiGo nya ngamuk lagi ke othor. Kalau ada yang nanya,kenapa gak bikin kamar baru buat TiGo?!! itu karena si Igo yang suka banget ngekor sama Yordan. Yordan jadi casanova,Igo ngikut,Yordan pensiun,Igo ngikut,Yordan ngebet sama perawan,Igo juga ngebet nyari perawan. Atas dasar itu lah,othor memutuskan untuk menyatukan kisah mereka dalam satu kamar. Inget yah,cuma kisahnya doang yang satu kamar,kalau untuk ah uh ah uh nya yah di kamar mereka masing-masing ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚. Sekian dan Terimakasih. Salam Sehat. Patuhi selalu aturan pemerintah untuk tidak kumpul-kumpul dulu,termasuk kumpul kebo.๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚ ยคยคยค

__ADS_1


__ADS_2