Penantian Sang Casanova

Penantian Sang Casanova
eps. 121


__ADS_3

Ica yang sudah tidak sadar akibat di kuasai obat perangsang dosis tinggi itu,tanpa sadar melepas gaun yang ia pakai dan hanya menyisakan pakaian dalamnya saja. Kemudian ia kembali naik ke atas ranjang dan menggeliat-geliatkan tubuhnya.


Setelah mengisi air di dalam bath up,tanpa menunggu penuh,Yordan keluar dari dalam kamar mandi untuk memeriksa keadaan Ica.


Mata Yordan membelalak,ia pun bersusah payah menelan slivanya karena penampakan yang ia lihat di hadapannya. Tubuh Ica yang putih mulus dan dada serta bokong Ica yang sangat montok yang hanya terbungkus pakaian dalam saja,membuat naluri kelaki-lakiannya meronta-ronta. Begitupun dengan sang sahabat yang sudah ngences-ngences dari balik jeruji kain.


Tapi Yordan berusaha sekuat mungkin untuk tidak melakukan hal-hal yang belum saat nya Jeki rasakan. Akh..seandainya Jeki bisa bicara pasti sekarang Jeki sudah ngamuk-ngamuk pada Yordan karena tidak langsung mempertemukan Jeki dengan soulmatenya yang sudah lama sangat ia nanti-nantikan. Dengan langkah ragu,Yordan mendekati Ica yang masih meliuk-liukkan tubuhnya di atas ranjang.


"Ca,kamu berendam di bath up dulu yah,biar hawa panasnya turun." Kata Yordan sambil mengusap wajah Ica.


"Kak..tolong,ini tuh gak enak banget rasanya." Racau Ica.


"Aku tau Ca,makanya kamu berendam dulu yah." Ajak Yordan. Yordan pun menggendong tubuh Ica ala bridal style ke dalam kamar mandi.


Setelah sampai di dalam kamar mandi,Yordan langsung menaruh Ica di dalam bath up yang sudah terisi air dingin.


Setelah sepuluh menit berendam air dingin di dalam bath up,Ica terlihat lebih tenang,ia tidak meracau lagi. Melihat Ica yang sudah lebih baik,Yordan bernafas lega.


"Huft..akhirnya gue bisa juga ngelewatin cobaan ini." Kata Yordan sambil mengusap wajahnya kasar.


Yordan pun mengangkat tubuh Ica dari dalam bath up dan melilitkan handuk pada tubuh Ica. Yordan kembali menggendong Ica menuju ruang tidur dan langsung membaringkan tubuh Ica di atas ranjang.

__ADS_1


Karena pakaian dalam Ica yang sudah basah,Yordan tidak tega membiarkan Ica tidur dengan pakaian dalam basah yang menempel ditubuhnya. Tapi ia juga ragu untuk membuka pakaian dalam basah itu dari tubuh Ica.


Yordan mondar-mandir di samping tempat tidur untuk menimbang-nimbang apakah ia harus membuka pakaian dalam Ica atau membiarkan Ica tidur dalam keadaan seperti itu.


"Apa gue panggil karyawan cs cewek aja kali yah,buat ngelepas itu." Gumam Yordan.


"Akh gak boleh!!! Enak aja orang lain liat-liat aset masa depan gue!! Biar cewek sekalipun jangan harap bisa ngeliat keindahan tubuh Ica!!" Kata Yordan lagi.


Yordan menatap Ica,ia pun menghela nafasnya untuk meyakinkan keputusan yang akan ia ambil. Akhirnya ia memutuskan untuk membuka sendiri pakaian dalam basah yang menempel ditubuh Ica itu.


Yordan mendekati Ica dan naik ke atas ranjang. Ia mulai membuka lilitan handuk yang ia pakaikan untuk Ica. Yordan menelan slivanya susah payah melihat gunung kembar milik Ica,ia mencoba mengatur pernafasannya agar hasratnya tidak meninggi. Tangan terampil Yordan pun mulai membuka pengait pembungkus gunung kembar itu yang letaknya ada di depan.


Cletak...pengait itu pun terbuka. Dan terpampang jelas lah dua gunung kembar dengan puncak yang masih berwarna pink itu. Yordan bisa pastikan kalau dua gunung itu belum pernah di jelajahi oleh makhluk yang berjenis kelamin laki-laki.


Susah payah Yordan menenangkan dirinya,tapi sahabat laknatnya malah makin berdenyut minta segera di pertemukan dengan soulmatenya.


"Jek,jangan macem-macem loe yah,kalau gue bilang belum saatnya,yah belum saatnya,oke!!!" Geram Yordan.


Kini mata Yordan beralih pada segitiga berenda pembungkus sang soulmate Jeki.


Sama seperti saat ia ingin membuka pembungkus squishy,Yordan menghela nafasnya terlebih dahulu sebelum membuka segitiga berenda itu. Dengan perlahan Yordan menurunkan segitiga berenda itu ke bawah. Mata Yordan membulat sempurna melihat penampakan lembah yang kelak akan menjadi tempat bermain jungkat-jungkit si Jeki. Kalau Jeki tidak usah di tanya lagi,yang pasti Jeki semakin tegak berdiri dan berdenyut. Seandainya Jeki punya gigi,pasti daritadi Jeki sudah menggigit-gigit jeruji kain yang membelenggunya agar bisa menerobos untuk bertemu soulmate nya.

__ADS_1


Tak ingin lama-lama memandang lembah milik Ica,Yordan pun cepat-cepat mengeluarkan segitiga berenda itu dari kaki Ica. Setelah Yordan berhasil melewati dua rintangan,akhirnya Yordan bisa bernafas lega. Ia pun menarik selimut untuk menutupi tubuh Ica sambil berdoa dalam hati agar tak ada lagi rintangan yang harus ia lewati. Karena kalau sampai ia harus melewati rintangan,ia tidak yakin kalau pertahanannya untuk tidak membobol gawang masih teguh dan kuat.


Baru saja Yordan selesai menyelimuti tubuh Ica dan selesai berdoa dalam hati,ternyata rintangan masih berlanjut. Karena setelah Yordan menyelimuti tubuh Ica,Ica malah kembali membuka selimutnya dan meliuk-liukkan tubuhnya yang sudah dalam keadaan polos yang terlihat sangat menantang di mata Yordan.


"Tahan Dan..tahan..!!" Gumam Yordan sambil menutup matanya untuk menurunkan hasratnya.


"Kak..." Racau Ica.


Yordan pun membuka matanya dan menatap Ica. Melihat Ica yang kembali seperti cacing kesurupan,Yordan yakin efek obat perangsang itu masih ada.


"Brengsek si Igo,perangsang jenis apa yang dia pake,kok masih bereaksi aja!!!" Umpat Yordan.


Yordan mendekati Ica dan duduk di pinggir ranjang.


"Ca. Masih ngerasa gak enak?!" Tanya Yordan sambil berusaha menutup tubuh Ica dengan selimut.


"Gak enak banget kak. Kayak ada sesuatu yang harus aku lepasin. Tolong kak,rasanya sesak banget." Racau Ica lagi.


Yordan mengusap wajahnya kasar,ia paham apa maksud dari kata-kata Ica. Tapi Yordan masih berusaha sekuat tenaga untuk tidak melakukan hal itu. Yordan pun memutuskan untuk merendam Ica lagi dengan air dingin di dalam bath up.


Baru saja tangan Yordan berusaha untuk menggendong Ica,tiba-tiba saja Ica mengalungkan tangannya di leher Yordan dan menarik tubuh Yordan hingga jatuh ke atas tubuh Ica. Tanpa basa-basi Ica langsung mencium bibir Yordan dengan rakus.

__ADS_1


Aksi Ica ini sukses membuat Yordan kelimpungan,bukan karena tidak sanggup mengimbangi permainan bibir Ica. Malah menurut Yordan permainan bibir Ica masih jauh dari kata profesional,namun yang membuat Yordan kelimpungan karena sekarang Jeki juga sedang menendang-nendang di balik jeruji kain. Dengan tingkat kewarasan yang masih lima puluh persen,Yordan membalas permainan bibir Ica. Yordan yang sudah profesional itu pun berhasil memegang kendali permainan. Tanpa ia sadari kalau aksinya yang mengendalikan permainan malah membuat tingkat kewarasannya menurun,kini tingkat kewarasannya sudah di ambang kehancuran dan bisa di pastikan pertahanan Yordan akan segera runtuh.


__ADS_2