Penantian Sang Casanova

Penantian Sang Casanova
eps. 166


__ADS_3

Setengah jam kemudian,Ica dan Yordan telah selesai bersiap-siap,mereka pun keluar dari dalam kamar mereka dan turun kelantai bawah menuju ruang makan.


"Kamu duduk disini,biar aku yang ngelayanin kamu."


Ica mengangguk.


"Tadaa..ini pasta dengan toping udang persembahan dari suami siaga untuk istri solehot ku tercinta." Yordan menyodorkan sepiring pasta ke hadapan Ica.


"Beneran ini kakak yang bikin? Kok aku gak yakin yah." Kata Ica curiga.


"Gak percayaan banget sih kamu. Kalau gak percaya tanya aja si Dini sama si Yani di dapur."


Ica memicingkan matanya,sangking tidak percaya dengan sang suami,Ica pun berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menuju dapur.


"Astaga...ini dapur kenapa mbak,kok berantakan gini?! Mbak Yani sama mbak Dini abis perang?" Tanya Ica yang kaget karena melihat dapur yang amburadul.


"Ini mah udah lumayan non daripada tadi. Den Yordan masak pasta aja udah kayak bikin cathering orang nikahan tujuh hari tujuh malam,semua peralatan keluar." Jawab mbak Dini.


"Lebay loe Din!!" Sahut Yordan dari belakang Ica.


"Maklum lah Ca,kan baru pemula. Hasil yang aku sajikan ke kamu aja itu hasil yang ke tiga." Yordan membela dirinya di hadapan Ica.

__ADS_1


"Boong,bukan yang ke tiga tapi yang ke tujuh. Itupun kita ujung-ujungnya kita bantuin!" Mbak Dini langsung membongkar kebohongan Yordan.


Yordan langsung memberi pelototan tajam pada mbak Dini karena tidak bisa di ajak bekerja sama.


"Sialan nih si Dini,gimana gue mau dapet bintang lima dari bini gue kalau kayak gini!!" Gerutu Yordan dalam hati.


"Udah-udah. Mau hasil yang ke tiga kek,mau yang ke tujuh kek,yang penting kan usahanya." Ica mencoba menengahi perdebatan unfaedah Yordan dan sang art.


"Makasih yah kak udah mau capek-capek bikin aku pasta."


"Sama-sama sayang,demi kamu dan si dedek Jeju,aku akan mempelajari banyak hal biar anak-anak kita bangga punya papa kayak aku." Jawab Yordan sambil mencubit gemas hidung Ica.


"Uuuh..so sweet."


Sedangkan mbak Dini dan mbak Yani yang melihat penampakan kemesraan Yordan dan Ica langsung memperagakan orang muntah karena eneq mendengar rayuan si buaya amazone.


"Gue yakin Yan,itu pasti non Ica udah kena guna-guna den Yordan,gampang banget kena bujuk rayu nya den Yordan."


"Emangnya bule tau main guna-guna?"


"Lah mana kita tau,kan den Yordan temen-temennya orang pribumi."

__ADS_1


"Udah lah biarin aja,harusnya kita bahagia lihat rumah tangga anak majikan kita adem ayem."


Mbak Yani dan mbak Dini berhenti menggibahi anak majikan mereka dan kembali melanjutkan membersihkan dapur.


Setelah Ica dan Yordan mengisi perut mereka,Yordan pun pamit pada Ica ke ruang kerja. Karena pak Ari sudah datang membawa pekerjaan dari kantor ke rumah.


Sebenarnya Yordan ingin wfh kalau orangtuanya sudah pulang,tapi karena tragedi kesalahpahaman kemaren,Yordan memutuskan untuk mempercepat wfh nya agar bisa jadi suami siaga untuk Ica.


Sedangkan Ica masuk ke ruang keluarga untuk menonton drakor,ia juga meminta mbak Dini dan mbak Yani untuk menemaninya nonton.


Semenjak usia kandungan Ica masuk tujuh bulan,Yordan dan mommy Sarah melarang Ica untuk pergi ke butik yang belum ada setahun buka. Bukan tanpa alasan mommy Sarah dan Yordan melarang Ica,itu semua karena menurut hasil pemeriksaan air ketuban Ica sedikit. Penyebab air ketuban Ica yang sedikit karena Ica kurang mengkonsumsi air putih. Dan Ica juga tidak memungkiri kalau ia sedang serius mendesign,ia jarang sekali minum air putih. Apalagi Ica bisa sanggup duduk berjam-jam bahkan sampai lupa makan kalau ia sedang serius bekerja.


Karena itu lah mommy Sarah dan Yordan meminta Ica istirahat total dirumah sedangkan urusan butik untuk sementara waktu di pegang oleh mama Nivi yang juga memiliki keahlian mendesign,sedangkan untuk keuangan,mommy Sarah mengirimkan akuntan terbaik di SFF Group untuk mengurus butik Ica sampai Ica anak yang Ica lahirkan selesai asi eksklusif.


Baru saja satu jam menonton,mata Ica sudah mengantuk. Ica pun melihat jam yang ada di dinding ruangan itu.


"Masih jam sebelas. Masa jam segini mau tidur sih?" Lirih Ica.


Tiba-tiba saja Ica memiliki ide agar dirinya tidak mengantuk lagi.


Ia pun keluar dari ruang keluarga dan berjalan menuju kamarnya dengan Yordan.

__ADS_1


Sesampainya di dalam kamar,Ica langsung berjalan menuju ruang ganti dan mengganti baju nya dengan dress yang ia design sendiri,ia juga memoleskan make-up polos ke wajahnya dan memakai liptint di bibirnya. Kemudian Ica mengambil hp nya dan membuka aplikasi yang sedang di gandrungi anak-anak sampai lansia. Ia pun mempelajari gerakan yang sedang trending di aplikasi tersebut. Setelah hapal dengan ritme jedag-jedugnya,Ica menaruh hp nya di ring led,ia pun mulai berjedag-jedug ria mengikuti irama. Setelah selesai,Ica melihat hasilnya,karena dirasa gerakannya kurang smooth,Ica mengulang kembali gerakannya. Hanya untuk satu konten,entah sudah berapa kali Ica mengulangnya. Tapi itu tidak membuat Ica putus asa untuk mengulang kembali gerakan sampai ia mendapatkan hasil yang ia inginkan,yah...hitung-hitung olahraga lah.


Sedangkan di lantai bawah,Yordan yang baru saja meeting virtual keluar dari ruang kerjanya menuju ruang keluarga untuk mengecek keadaan Ica sekaligus memberikan sentuhan cinta untuk sang buah hati yang masih ada dalam kandungan istrinya. Yordan ingin mengikuti saran Irna yang mengatakan sebisa mungkin dan sesering mungkin seorang ayah mengelus perut istrinya untuk memberikan sentuhan cinta dan mengajak ngobrol,karena sebenarnya bayi dalam kandungan juga sudah bisa mendengar dan merasakan.


__ADS_2