
Mendengar kata-kata mama Nivi,sontak mommy Sarah terduduk. Biji matanya pun hampir keluar karena melotot,jantungnya pun sudah berdugup kencang.
"Apa kamu bilang Niv?! Yordan tadi malam yang antar Ica pulang,tapi sampe sekarang Ica belum pulang ke rumah?!" Teriak mommy Sarah.
"Iya Sar,makanya aku telpon kamu,manatau kamu tau dimana mereka berada."
Mommy Sarah menghela nafasnya,sepertinya ia kecolongan dalam mengawasi Yordan. Mungkin karena mommy Sarah merasa Yordan sudah bisa di percaya,makanya ia tidak menyuruh orang untuk mengawasi Yordan lagi.
"Kamu tenang aja Niv,kalau memang Ica lagi sama Yordan,pasti Ica baik-baik saja. Nanti aku suruh orang untuk cari tau keberadaan mereka,kalau sudah ketemu nanti aku kabarin kamu lagi. Positive thinking aja oke." Kata mommy Sarah mencoba menenangkan calon besannya. Padahal sekarang jantung mommy Sarah juga cenat-cenut. Seandainya Yordan masih di awasi bodyguard,mommy Sarah tak se khawatir.
"Baiklah Sar. Aku tunggu kabar dari mu."
Panggilan pun berakhir.
Setelah panggilan dengan mama Nivi berakhir,mommy Sarah pun melakukan panggilan ke nomor anak buahnya untuk mencari keberadaan Yordan.
Sambil menunggu kabar dari anak buahnya, mommy Sarah memungut pakaian dalamnya yang berserakan di lantai,ia pun mengambil bathrobe untuk menutupi tubuhnya.
"Kamu kenapa Sar?!" Tanya daddy Edwin yang penasaran dengan apa yang terjadi,ia terbangun karena mendengar teriakan istrinya. Daddy Edwin tau,kalau istrinya kebakaran jenggot seperti ini pasti anak semata wayangnya sedang berbuat ulah.
"Anak kamu bawa kabur Ica,katanya tadi malam anak kamu antar Ica pulang. Tapi gak tau deh dianter pulang kemana!!" Jawab mommy Sarah kesal.
Tak lama nada dering di hp mommy Sarah berbunyi. Cepat-cepat mommy Sarah mengambil hp nya yang ia letakkan di atas ranjang.
"Halo,gimana? Kamu tau Yordan kemana?!" Tanya mommy Sarah to the point.
"Menurut informasi yang saya dapatkan,den Yordan tidak keluar dari hotel tadi malam madam." Jawab anak buah mommy Sarah.
"Gak keluar hotel,apa jangan-jangan dia bawa Ica ke unit kamarnya?!" Gumam mommy Sarah dalam hati.
"Oke,terimakasih. Oh iya,suruh orang rumah antarkan baju saya dan suami saya kesini,saya tunggu paling lama satu jam lagi." Perintah mommy Sarah,karena memang mereka tidak membawa baju ganti saat memutuskan memakai salah satu kamar untuk melakukan ritual mengencokkan pinggang dan menggemetarkan dengkul itu.
"Siap laksanakan madam." Jawab anak buah mommy Sarah lantang.
Mommy Sarah pun mengakhiri panggilannya. Ia langsung bergegas keluar dari unit kamarnya untuk naik ke unit kamar Yordan di lantai atas.
"Mau kemana kamu Sar?" Tanya daddy Edwin saat melihat sang istri hendak berjalan ke arah pintu.
"Mau sidak!! Daddy tunggu disini aja,gak usah ikut-ikut mommy." Jawab mommy Sarah.
Mommy Sarah pun kembali melanjutkan langkah kakinya ke arah pintu.
__ADS_1
Igo yang baru tiba di hotel itu pun melihat penampakan mommy Sarah yang terburu-buru masuk ke dalam lift dari kejauha. Bisa Igo pastikan,mommy Sarah pasti sedang mencari Yordan.
Tadi malam setelah mengantar Tia pulang,Igo tidak balik ke hotel,melainkan ia pulang ke apartemennya. Namun pagi-pagi sekali Igo terbangun karena teringat akan Yordan,jadi Igo memutuskan untuk datang sepagi mungkin ke hotel untuk mengecek kondisi Yordan. Tapi sayangnya,aksi sok peduli temannya itu keduluan oleh mommy Sarah.
"Sinyal bahaya nih!!" Lirih Igo.
Igo pun mengeluarkan hp nya untuk menghubungi Yordan,namun Yordan tak kunjung menjawab panggilannya.
"Mampus nih sih Yordan bakalan jadi oncom dia dibuat emaknya sendiri.!" Gumam Igo.
Tak ingin khawatir sendirian,setelah hampir setengah jam setelah mommy Sarah naik ke lantai atas, Igo pun ikut naik ke lantai paling atas dengan tujuan meminta bantuan Irlan untuk membantu Yordan.
Flashback Off
Setelah menunggu hampir sepuluh menit datanglah orang suruhan mommy Sarah dengan manajer hotel itu.
"Lama benget sih kalian!! Kalau ini masih jaman penjajahan,udah kena tembak kalian satu-satu!!" Kesal mommy Sarah.
"Maaf madam,ini kartu serepnya." Manajer hotel pun memberikan kartu serep untuk membuka pintu kamar Yordan.
"Ngapain kalian masih disini?! Bubar bubar!!" Usir mommy Sarah karena melihat orang suruhan dan manajer hotel tak kunjung pergi.
"Baik madam,kami permisi. Kalau ada masalah,hubungi saja kami."
Orang suruhan mommy Sarah dan manajer itu pun pergi dari hadapan mommy Sarah. Setelah kedua orang itu pergi,mommy Sarah pun membuka pintu kamar Yordan menggunakan kartu serep yang ada di tangannya.
Begitu pintu berhasil terbuka,mommy Sarah pun langsung masuk ke dalam unit kamar Yordan.
Matanya langsung berkeliling mencari untuk mencari keberadaan targetnya. Tiba lah mommy Sarah di depan pintu ruang tidur.
Ceklek. Mommy Sarah membuka pintu ruangan itu dengan sangat perlahan.
Mata mommy Sarah membelalak sempurna saat melihat penampakan dua anak manusia berbeda genre itu yang sedang berpelukan di bawah selimut.
"YORDAAAAAN!!!! ICAAAAAA!!" Teriak mommy Sarah sejadi-jadinya.
Sontak Yordan dan Ica terbangun mendengar teriakan mommy Sarah yang menggelegar.
Mata Ica dan Yordan pun saling bertemu. Ica pun membulatkan matanya saat nyawanya terkumpul semua.
"Kak Yordan!!" Kata Ica kaget dengan suara agak meninggi.
__ADS_1
"YORDAN!!! ICA!!! Apa yang udah kalian lakuin?!" Teriak mommy Sarah lagi.
Ica dan Yordan pun langsung menoleh ke arah mommy Sarah yang masih berdiri di depan pintu.
Ica dan Yordan sontak langsung terduduk. Dan saat Ica terduduk,selimut yang menutupi dadanya yang masih dalam keadaan polos pun melorot dan menampakkan kulit leher sampai dada Ica yang sudah berubah menjadi macan tutul.
Ica yang baru menyadari kalau dirinya dalam keadaan polos,buru-buru menarik selimut itu sampai menutupi dadanya kembali. Sambil otaknya terus berpikir dan mengingat apa sebenarnya yang sudah terjadi.
Sedangkan mommy Sarah yang melihat dengan jelas dada polos Ica ditambah tutul-tutul di kulit leher sampai dada Ica,langsung memutar tubuhnya menghadap pintu, mommy Sarah makin yakin kalau Yordan sudah mengunboxing Ica.
"Cepat pakai baju kalian!! Mommy tunggu di ruang tamu!!" Kata mommy Sarah dengan nada tegas. Dadanya sudah kembang kempis menahan emosi.
BRAAAK. Mommy Sarah menutup pintu ruang tidur itu dengan sangat kencang.
Begitu pintu tertutup. Ica langsung memukul dan menjambak-jambak rambut Yordan,ia berteriak histeris meminta penjelasan dari Yordan.
"Kakak jahat!!! Apa yang udah kakak lakuin sama aku!!! Kenapa kita bisa kayak gini!!! Jelasin kak,kenapa kakak ngelakuin ini sama aku!!!" Teriak Ica.
Yordan hanya diam saja menerima pukulan dan jambakan Ica. Namun ia tak bisa lagi diam saat Ica terus saja berteriak histeris.
Yordan menangkap tangan Ica yang sedang memukuli Yordan. Yordan langsung membaringkan tubuh Ica dan mengunci pergerakan tangan dan kaki Ica. Agar tidak memberontak.
"Dengerin aku Ca!!!" Bentak Yordan karena Ica tak mau berhenti berteriak.
"Coba kamu inget-inget apa yang udah terjadi sama kamu tadi malam sebelum aku dateng?!" Kata Yordan lagi.
Ica pun mencoba mengingat kejadian tadi malam.
"Apa kamu ingat,kalau tadi malam kamu yang minta tolong sama aku untuk menghilangkan efek obat perangsang itu?!" Tanya Yordan lagi.
"Obat perangsang?! Jadi tadi malam aku kayak begitu karena obat perangsang?!" Tanya Ica balik.
Yordan mengangguk.
"Tapi siapa yang udah ngasih aku obat perangsang?!"
"Mana aku tau. Untung aja aku temuin kamu duluan di depan toilet. Kalau aja orang yang kasih obat perangsang itu nemuin kamu duluan,mungkin pagi ini bukan aku yang kamu lihat,melainkan orang itu.!!"
Mendengar kata-kata Yordan,Ica kembali menangis histeris. Baru saja Yordan ingin menenangkan Ica,tiba-tiba suara menggelegar mommy Sarah membuat ia mengurungkan niatnya.
"Yordan...Ica..!!! Cepet keluar!!!" Teriak mommy Sarah dari ruang tamu karena Ica dan Yordan tak kunjung keluar kamar.
__ADS_1
"Kita temuin mommy dulu. Baru nanti kita terusin pembicaraan kita." Yordan pun turun dari atas tempat tidur. Dengan tidak tau malunya Yordan yang masih dalam keadaan polos berjalan mengambil boxer dan celana panjang yang teronggok di atas lantai dan memakainya. Setelah itu ia mengambil bathrobe untuk Ica kenakan.