
Sedangkan Igo yang baru membaca pesan dari Yordan,menganga tidak percaya dengan apa yang akan di rencanakan Yordan. Pasalnya Ryan cs,adalah preman yang sering keluar masuk penjara. Antara mau tidak mau menuruti perintah Yordan,tapi Igo tetap melakukan apa yang diminta sang sahabat.
"Sekarang cuma kita berdua disini. Apa loe mau kita bercinta di sini?" Dengan tidak tau malunya,Fika bergelayut manja di lengan Yordan.
"Apa loe udah gak tahan banget,makanya sampe gak bisa sabar?!" Yordan membalas dengan nada yang di buat selembut mungkin agar Fika tidak curiga dengan rencananya.
"Jelas dong,kita kan udah lama banget gak olahraga bareng di ranjang. Apalagi sekarang loe perkasa banget katanya,bikin gue penasaran." Bisik Fika di telinga Yordan sambil tangannya bermain-main di paha Yordan untuk memancing hasrat Yordan.
Tapi sayang,si Jeki,sang pemilik hasrat sepertinya tidak mau merespon rangsangan yang Fika berikan. Ia masih anteng bobok ganteng di balik dua lapisan kain milik Yordan.
Tok tok tok. Tiba-tiba saja pintu ruangan itu terketuk.
Cepat-cepat Yordan memindahkan tangan Fika dari atas pahanya yang hampir menyenggol sang sahabat kecilnya itu.
"Masuk." Perintah Yordan pada orang yang mengetuk pintu itu,yang ia yakini itu adalah waiters yang membawa pesanannya.
Ceklek. Pintu terbuka. Dan benar saja dugaan Yordan.
Waiters itu masuk sambil membawa nampan yang berisi minuman untuk Fika dan Yordan.
"Taro aja disini." Perintah Yordan pada sang waiters. Waiters itu pun menaruh minuman itu di atas meja sambil memberikan kode pada Yordan mana minuman yang sudah di beri obat perangsang.
Yordan yang melihat kode itu pun,memberi kedipan mata pada sang waiters tanda kalau ia paham akan kode yang waiters itu berikan. Kemudian waiters itu pun keluar dari ruangan Yordan.
"Perasaan aku gak mesen minuman deh." Kata Fika.
"Itu lah kehebatan ruangan ini,mereka udah paham,kalau aku,Igo atau Irlan ada diruangan ini hanya berdua dengan wanita,mereka langsung menyediakan minuman untuk kita memulai pemanasan." Bisik Yordan di telinga Fika,kini gantian Yordan lah yang mencoba merangsang Fika agar Fika percaya dengan alasannya.
Dan sesuai dugaan Yordan,Fika pun percaya dengan yang Yordan katakan. Fika pun mengambil minuman yang ada di meja,diikuti Yordan yang juga mengambil minuman itu. Mereka berdua pun bersulang untuk memulai pemanasan. Pemanasan dalam versi masing-masing.
Senyum penuh kelicikan pun terbit dari bibir Yordan ketika melihat Fika sudah menenggak setengah minuman itu. Sekarang tinggal menunggu obat itu bereaksi. Tak butuh waktu lama,Fika pun mulai menunjukkan tanda-tanda dari reaksi obat tersebut.
"Dan..." Desah Fika yang sudah di kuasai hasrat karena pengaruh obat perangsang itu.
"Yes.." jawab Yordan santai.
__ADS_1
"Pliiis kita mulai pemanasannya,oke!! Aku udah bener-bener gak tahan." Desah Fika lagi sambil menggeliat-geliatkan dadanya di lengan Yordan.
"Sabar,gue ambil pengaman dulu." Yordan mendorong tubuh Fika kemudian berdiri dari tempat duduknya.
"Emangnya loe gak punya stok di dompet loe?!" Tanya Fika yang sudah semakin gelisah.
Yordan menggeleng.
"Gue lupa. Makanya tadi gue nyuruh Igo beliin gue pengaman dulu. Loe tunggu yah,biar gue ambil ke bawah dulu."
"Suruh ajalah Igo yang nganter kesini.!"
"Gue gak mau Igo ngeliat loe dalam keadaan kayak gini,nanti kalau dia sampe minta nebeng gimana?! Loe tunggu aja disini,gue sebentar doang kok. Oke!" Yordan pun keluar dari ruangan itu.
Sesampainya Yordan di luar,ia langsung mencari keberadaan Igo di lantai bawah. Ternyata Igo dan Ryan cs sudah menunggu Yordan keluar dari dalam ruangan itu.
"Lama banget sih loe bro.!!" Tanya Ryan yang sepertinya sudah tidak sabaran melahap santapan gratis dari Yordan.
"Biasa lah bro,kan mangsanya harus gue goreng dulu,jadi loe dan temen-temen loe ini tinggal nikmatin aja perjamuan dari gue."
"Jadi udah bisa belum gue nikmatin perjamuan loe sekarang?!" Tanya Ryan.
"Tapi ini aman kan?" Tanya Ryan lagi.
"Aman gimana nih maksudnya?" Tanya Yordan balik karena merasa ambigu dengan pertanyaan Ryan.
"Tuh cewek gak penyakitan kan?!"
"Namanya juga wc umum bro,banyak bakterinya lah. Makanya pake APD loe!!"
"Oke..oke...oke. Tengs bro." Kata Ryan sambil menepuk pundak Yordan.
"Oke sama-sama. Selamat menikmati jamuan dari gue. Loe sama temen-temen loe gak usah buru-buru nikmati perjamuannya,karena semua udah handle."
"Oke. Kalau gitu kita ke atas dulu." Ryan dan teman-temannya yang berjumlah empat orang langsung pergi dari hadapan Yordan dan Igo menuju ruangan private room dimana santapan yang Yordan sediakan sudah makin memanas.
__ADS_1
Setelah Ryan cs pergi,Igo geleng-geleng kepala sambil menatap wajah Yordan.
"Parah loe Dan!!! Loe buat si tante di gilir rame-rame.!"
"Cih...perempuan gatal kaya gitu mah,malah kesenengan kali di gilir. Lagian Ryan cs mukanya juga gak jelek-jelek amat lah,dan gue yakin durasi mereka akan memuaskan si tante yang udah kesurupan kuda lumping.!!"
"Terserah loe lah!!!" Kata Igo sudah malas berdebat karena masih syok dengan aksi Yordan.
"Udah yuk balik,gue ada sidak lagi besok. Kalau sampe gue telat ke kantor,bisa terancam izin gue ngunjungin calon bini." Yordan mengajak Igo pulang, setelah melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya.
Igo pun mengangguk setuju,karena besoknya ia juga harus menghadiri rapat. Yordan dan Igo pun keluar dari dalam club dan pulang ke apartemen mereka masing-masing.
Lalu bagaimana dengan Fika? Akh..mungkin saja sekarang Fika sedang menjerit histeris penuh kenikmatan merasakan pelayanan Ryan cs.
⭐⭐⭐⭐⭐
Sedangkan di rumah utama,mommy Sarah tidak bisa tidur karena informasi yang diberikan cctv berjalannya. Ia bolak-balik membuka ipad nya untuk mengecek cctv yang ada di apartemen Yordan,takut-takut si bule kampret berulah lagi.
"Kamu kenapa sih mom,kok belum tidur?!" Tanya daddy Edwin yang terbangun karena ikut merasakan kegelisahan istrinya.
"Gimana bisa tidur dad,orang anak kamu berulah lagi.!!" Jawab mommy Sarah dengan nada frustasi.
"Anak kita mom." Ralat daddy Edwin.
"Memangnya dia bikin ulah apalagi?!" Tanya daddy Edwin.
"Dia pergi ke club lagi dad."
"Astaga..daddy pikir apaan!! Biar ajalah mom,dia kan udah besar,dia juga butuh hiburan,udah lama juga kan dia gak pernah ke club."
Mommy Sarah langsung memukul dada sang suami karena menyetujui Yordan yang pergi ke club.
"Daddy gimana sih kok malah dukung anaknya ke club,kalau sampe Yordan terjerumus sama godaan jalang disana gimana?? Udah tau iman si Jeki lemah.!!"
"Jeki?? Jeki pedangnya si Yordan maksud mommy?!" Tanya daddy Edwin yang lupa-lupa ingat dengan nama Jeki.
__ADS_1
Mommy Sarah pun mengangguk.
"Bukannya batre pedangnya dicabut? Mana mungkin lah dia bisa main pedang-pedangan mom,udah lah gak usah terlalu di pikirin,daddy yakin Yordan gak akan berbuat macam-macam disana!!" Sepertinya mommy Sarah belum menceritakan pada suaminya tentang laporan Rini pada dirinya.