Penantian Sang Casanova

Penantian Sang Casanova
BonChap 3


__ADS_3

Yordan pun melanjutkan langkah kakinya keluar dari markas satu. Sedangkan mommy Sarah tidak henti-hentinya ngedumel dalam hati karena harus gagal melakukan ritual pengengkolan yang mengencokkan pinggang.


"Yes...kalau gini kan berasa balapan di jalan tol,BEBAS HAMBATAN." Yordan bersorak penuh kemenangan sambil menapaki anak tangga.


Sengaja ia mengantar baby Millie ke markas satu agar sang sahabat bisa bebas balapan tanpa ada hambatan karena baby Millie yang terbangun.


Ceklek. Yordan membuka pintu markas dua dengan penuh semangat.


"Kakak darimana?" Tanya Ica


"Habis nganter Millie ke kamar daddy."


"Millie nangis? Kok kakak anter ke kamar daddy sih? Harusnya kakak bawa kesini dong. Kasihan daddy udah capek di kantor,sampe dirumah harus ngurus Millie lagi,kakak gimana sih!!" Protes Ica.


"Daddy nya juga mau. Daddy yang nyuruh aku bawa Millie ke kamarnya,katanya biar Millie bobok di kamar daddy."


"Terus mommy gimana?"


Yordan menggedikkan bahunya. Ia tidak memperdulikan bagaimana nasib sang mommy. Mau tidur di ranjang yang sama dengan Millie,atau tidur di sofa itu bukan urusannya yang penting sahabatnya bisa balapan tanpa ada hambatan.


"Udah gak usah mikirin mommy,biar mommy sama Millie gak pernah akur,tapi mommy gak akan mungkin nyakitin Millie. Millie kan cucu kesayangannya,makanya mommy selalu ngalah." Yordan mendekati Ica dan memeluk sang istri dari belakang.


"Di dalam sini si dedek lagi apa yah Ca?" Tanya Yordan sambil mengelus perut Ica.


Modus On.


"Lagi salto,khayang,poco-poco!!! Yah lagi berendam di air ketuban lah kak,mau ngapain lagi dia!!!" Jawab Ica kesal.


"Masa sih? Tapi kayaknya dia mau di kunjungin papa nya deh." Bisik Yordan di telinga Ica dengan nada yang menggoda.


Ica yang paham akan maksud kata-kata Yordan langsung memukul lengan sang suami yang melingkar di perutnya.


"Gak ada!!! Aku capek.!!" Tolak Ica.


"Kamu tega Ca menjauhkan aku dari anak aku?"


"Menjauhkan apa sih!!! Kalau menjauhkan itu berarti aku gak boleh mempertemukan kakak sama anak kakak."


"Memang kamu gak bolehin aku ketemu anak aku kan?"


"Gak ketemu gimana? Orang tiap hari kakak ketemu sama Millie juga.!"


"Tapi yang ada dalam perut kamu itu juga kan anak aku Ca. Aku mau jenguk anak aku yang ada di perut kamu,tapi kamu larang-larang."


"Cih..." Ica berdecih sambil memutar bola matanya malas.


"Boleh yah,aku mau lihat muka anak aku,nanti lahir mirip daddy atau aku,itung-itung persiapan mental lah Ca.


"Biar lahir mirip daddy yang penting kan besarnya mirip papa nya."

__ADS_1


Yordan menggelengkan kepalanya.


"Tatap aja aku harus mempersiapkan mental,rasanya sakit Ca ketika aku capek-capek ngengkol buat nanam benih,eh..begitu keluar mirip aki nya yang gak punya andil apa-apa."


"Cih...lebay.!!! Aku aja yang mengandung sembilan bulan,melahirkan dengan mempertaruhkan nyawa aja gak gitu-gitu amat."


"Itu kan kamu,kalau aku gak bisa begitu. Ayo lah Ca,aku boleh jenguk dedek yah,pliiis." Mohon Yordan.


Ica menghela nafasnya,kalau Yordan sudah merengek seperti anak kecil begini mana bisa ia menolak keinginan suaminya.


"Tapi satu kali putaran aja yah." Kata Ica mengajukan syarat.


Yordan menganggukkan kepalanya.


Ica langsung memanyunkan bibirnya tanda kalau pemanasan sebelum balapan sudah boleh di mulai. Tak mau menyia-nyiakan kesempatan,Yordan langsung menyambar bibir Ica dan mengunyah bibir istrinya itu sangat rakus. Lama kelamaan bukan bibir lagi yang saling mengunyah,tapi lidah pun ikut saling membelit. Tangan keduanya pun sudah sibuk saling meraba ke tempat-tempat yang menyimpan surga dunia.


"Sshh....ah.." desah Ica saat tangan Yordan meraba pintu terowongannya.


Mendengar ******* sang istri dan merasakan terowongan yang sudah basah,Yordan langsung mengangkat tubuh Ica menuju tempat tidur.


Perlahan Yordan membaringkan Ica di atas ranjang. Dan dengan gerakan cepat,Yordan membuka pakaian yang menempel di tubuh nya. Setelah dirinya polos,Yordan langsung menindih tubuh Ica dan kembali mengunyah bibir sang istri.


Dor Dor Dor Dor Dor. Bunyi pintu markas dua yang di gedor sangat keras.


Siapa lagi kalau bukan mommy Sarah pelakunya. Mommy Sarah terusir dari markas dua karena baby Millie yang tidak mau tidur seranjang dengan mommy Sarah. Dari pada mommy Sarah tidur di sofa atau di kamar tamu,jadi mommy Sarah memutuskan untuk tidur di markas dua


"Pasti Millie nangis lagi tuh kak." Kata Ica khawatir.


Yordan menggeleng. Karena ia yakin baby Millie pasti sudah bermimpi indah dalam pelukan akinya dan Yordan yakin kalau yang menggedor pintu markas dengan tak berperasaan itu pasti si bule bar-bar. Yordan bisa memastikan itu hanya dari cara menggedor pintu. Kalau orang normal,pasti hanya mengetuk tapi kalau paranormal pasti langsung menggedor tanpa perasaan seperti yang bule bar-bar lakukan.


"Yordan...Ica....buka!!!!" Teriak mommy Sarah.


"Tuh kan bener si bule bar-bar." Gerutu Yordan dalam hati.


"Buka pintu nya kak,manatau penting!!" Pinta Ica.


"Udah lah gak usah,paling juga mau ganggu kesenangan kita. Udah yuk lanjut lagi,anggap aja itu sound pengiring Jeki balapan." Kata Yordan sambil mendaratkan bibirnya di leher Ica.


"Ish...kak!!! Durhaka banget sih sama mommy. Buka dulu itu pintunya." Pinta Ica lagi sambil mendorong wajah Yordan yang baru mulai memberi jejak kepemilikan di leher Ica.


"Aaaakkkh...awas aja kalau gak penting!!!" Geram Yordan sambil beranjak dari atas ranjang dan kembali memakai boxernya.


Yordan pun berjalan menuju pintu yang dari tadi tak berhenti di gedor mommy Sarah.


Ceklek. Yordan membuka pintu.


"Kenapa sih mom? Kok kayak orang kesurupan gitu gedornya,ganggu banget!!"


Mommy Sarah tak menjawab,mommy Sarah malah memperhatikan penampilan Yordan mulai dari ujung kaki sampai ujung rambut.

__ADS_1


BUGH. Mommy Sarah langsung menendang tulang kering Yordan saat menyadari apa yang membuat sang anak lama membuka pintu markasnya.


"Auw...sakit mom!!" Ringis Yordan sambil mengelus kakinya.


"Bagus kamu yah!!! Anak kamu ungsiin di kamar mommy,sedangkan kamu sama Ica malah mau balapan!!!"


"Siapa juga yang ngungsiin Millie di kamar mommy,orang daddy kok yang mau Millie bobok disana.!!" Jawab Yordan yang tak mau disalahkan.


"Sama aja!!! Minggir kamu,mommy mau tidur disini.!!!" Kata mommy Sarah sambil mendorong tubuh Yordan agar dirinya bisa masuk ke dalam markas anaknya.


Mata Yordan membulat saat mommy Sarah mengatakan ingin tidur di markasnya. Cepat-cepat Yordan menarik tangan sang mommy.


"Gak bisa!!! Yordan baru pemanasan,mommy kalau mau ngungsi di kamar tamu aja atau gak di kamar Millie,tidur di box nya Millie.!"


PLETAK. Mommy Sarah langsung menjitak kepala Yordan.


"Yang bikin mommy mengungsi kan anak kamu,yah harusnya kamu yang bayar dosa anak kamu sama mommy!!! Minggir kamu!!"


"Kenapa sih kok ribut-ribut?" Tanya Ica yang baru keluar dari ruang tidur karena mendengar keributan antara mertuanya dan suaminya.


"Mommy tidur disini yah Ca,habisnya Millie gak mau seranjang sama mommy. Kalau mommy tidur di sofa,besok paginya pasti rontok semua tulang-tulang mommy. Tapi kalau tidur di kamar tamu,mommy gak biasa tidur sendiri. Boleh yah sayang?" Tanya mommy Sarah dengan nada lemah lembut.


"Cih...giliran ngomong sama Ica aja lembut banget!!! Giliran sama anaknya sendiri udah kayak gladiator!!" Umpat Yordan dalam hati.


"Maaf yah mom,gara-gara Millie,mommy jadi susah. Ya udah mommy tidur disini aja sama Ica biar kak Yordan tidur di kamar tamu."


Mata Yordan membulat karena Ica mengizinkan mommy nya untuk tidur di markas mereka.


"Astaga Ca,kok loe biarin musuh masuk ke markas kita sih!!!" Gerutu Yordan lagu dalam hati.


"Kak,kamu tidur di kamar tamu yah malam ini." Kata Ica pada sang suami yang sedang menahan kekesalan.


"Aku tidur di kamar Millie aja!!! Biar di kelonin sama sus Vina dan sus Meri." Jawab Yordan ngambek.


"Oh...ya udah sana. Tapi besok pagi jangan cari-cari aku sama Millie yah!!!" Ancam Ica.


Yordan menganga mendengar ancaman Ica.


"Jangan dong sayang,kan aku cuma becanda. Ya udah aku tidur di kamar tamu." Jawab Yordan pasrah.


Sedangkan mommy Sarah menggelembungkan pipinya menahan tawa melihat usaha anaknya yang ingin membuat dirinya tidak bisa mengungsi di markas dua gagal.


"Ya udah yuk mom,kita tidur." Ajak Ica sambil menggandeng tangan mommy Sarah dan berjalan menuju ruang tidur meninggalkan Yordan yang sedang mematung merenungi nasib dirinya dan nasib sahabatnya.


Melihat istri dan mommy nya sudah berlalu,Yordan pun menghela nafasnya sambil berjalan keluar dari markas dua.


"Kok gini amat nasib kita yah Jek. Terpaksa deh berurusan sama sabun lagi loe Jek." Kata Yordan pada sang sahabat.


Dan tengah malam hari itu baik di markas satu dan markas dua tidak ada ranjang yang bergoyang,yang ada hanya sabun di kamar tamu dan markas satu yang habis.

__ADS_1


__ADS_2