Penantian Sang Casanova

Penantian Sang Casanova
eps. 47


__ADS_3

"Gue ikut nonton aja!!" Kata Yordan tak tahu malu. Dengan terpaksa Yordan melangkahkan kakinya menuju loket untuk membeli tiket,namun sialnya tiket untuk film yang sama dengan Ica dan bang Satria di jam itu sudah habis.


"Kenapa? Kehabisan tiket?" Tanya bang Satria menepuk pundak Yordan.


"Gue punya tiket satu lagi nih,kalau loe mau loe bisa beli dari gue. Tapi harganya sejuta. Mau??" Tanya bang Satria. Dia menawarkan tiket yang seharusnya untuk Tia tadi pada Yordan.


Yordan membelalakan matanya karena bang Satria menawarkan selembar tiket nonton sama dengan harga selembar tiket mudik.


Tapi mau tidak mau Yordan menyetujui permintaan bang Satria.


"Gue gak punya uang cash. Gue transfer aja."


Bang Satria pun memberikan nomor rekeningnya pada Yordan. Yordan pun mengirimkan uang dengan jumlah yang diminta bang Satria.


Tring.. bunyi notifikasi di hp bang Satria. Menandakan uang yang Yordan transfer sudah masuk ke rekeningnya. Bang Satria pun memberikan tiket itu pada Yordan.


"Mampus loe!! Emang enak gue kerjain!! Lumayan gantiin uang makan siang tadi.." ejek bang Satria dalam hati.


Bang Satria dan Yordan melangkahkan kakinya menuju Ica. Dengan cepatnya tangan Yordan menggandeng tangan Ica. Otomatis Ica langsung menepis tangan Yordan.


"apaan sih jangan pegang-pegang!!!" Kata Ica ketus.


Bang Satria sudah tidak dapat menahan tawanya,ia tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi Yordan yang mati kutu karena mendapat penolakan dari Ica.


"Ayo beb kita masuk!!" Kata Ica pada bang Satria tapi arah matanya menatap tajam pada Yordan.


Ica mendekati bang Satria dan menggandeng tangan bang Satria. Kemudian jalan memasuki ruang theater yang akan menampilkan film yang mereka tonton.


Ica dan bang Satria berjalan mendahului Yordan. Dengan tersenyum licik,bang Satria melambaikan tangan ke Yordan.


"Bye.." diiringi tawa licik dari mulut bang Satria.


Yordan mencebik kesal mendapati dirinya yang seorang casanova kalah telak dengan Bang Satria yang belum tau asal usulnya dari planet mana.


Dengan terus menatap tidak suka pada pasangan yang berjalan mesra didepannya,Yordan terpaksa melangkahkan kakinya menuju ruang theater yang sama dengan Ica dan bang Satria.


Mereka duduk di kursi di deretan yang sama. Dengan posisi Ica ditengah-tengah bang Satria dan Yordan. Dengan bermodal satu popcorn ukuran jumbo dan dua minuman soda yang Ica beli sebelum masuk,Ica dan bang Satria menikmati film yang bergenre romantis itu.


Mata Yordan tidak melihat ke arah layar besar yang ada di hadapannya,melainkan ke arah Ica dan bang Satria,yang sepertinya sedang membuat film romantis mereka sendiri.

__ADS_1


Adegan suap-suapan popcorn,adegan saling toel menoel pipi,adegan Ica bersandar di bahu bang Satria,adegan bang Satria membelai rambut Ica dan masih banyak lagi adegan-adegan romantis Ica dan bang Satria yang sukses membuat Yordan panas dingin menahan emosi,ingin meninju bang Satria.


Durasi film yang hampir dua jam itu sanggup membuat Yordan tertidur pulas sangking bosannya. Sampai-sampai film selesai dan lampu bioskop menyala pun Yordan tak tahu.


"Dih dia tidur!! Bangunin Ca.." kata bang Satria pada Ica.


Ica menggeleng.


"Biar aja bang,kita tinggalin aja dia disini. Nanti kalau dia bangun malah nyusahin." Jawab Ica pada Bang Sat.


Bang Satria pun menuruti kata-kata Ica dan meninggalkan Yordan yang masih tertidur pulas.


⭐⭐⭐⭐⭐


Yordan pun terbangun dari tidur pulasnya,itupun karena petugas kebersihan yang membangunkannya.


Matanya celingak-celinguk melihat sekeliling yang sudah kosong,menandakan kalau film sudah selesai.


"Filmnya dari tadi selesai mas?" Tanya Yordan pada petugas kebersihan yang membangunkannya tadi.


"Udah sepuluh menitan lah pak." Jawab si petugas kebersihan itu.


Ia bangkit dari tempat duduknya dan keluar dari ruang theater itu. Tak henti-hentinya hatinya mengumpat atas kebodohannya yang rela mengikuti Ica sampai ke bioskop di tambah lagi harus membayar tiket nonton dengan harga sejuta.


Yordan mengelilingi setiap lantai untuk mencari keberadaan Ica dan bang Satria tapi keberadaan pasangan yang meninggalkan Yordan itu tak kunjung di temukan,Yordan juga tak bisa menghubungi Ica,karena Ica mematikan hp nya. Merasa putus asa,Yordan pun memilih untuk keluar dari gedung mall tersebut dan pulang ke apartemennya.


Sedangkan Ica dan bang Satria kini sedang asik mengelilingi mall dengan istilah cuci mata versi Ica,Nia dan Tia. Bang Satria yang sudah paham dengan istilah itu tidak lagi kaget atau menggerutu karena ia sudah biasa menemani tiga gadis itu untuk cuci mata.


Setelah dirasa kaki cukup pegal,Ica dan bang Satria memasuki kedai Ice Cream yang ada di dalam mall tersebut. Mereka pun memesan Ice Cream dan duduk di sudut kedai Ice Cream.


"Cowok tadi siapa kamu?" Tanya bang Satria yang sudah tidak tahan lagi menahan rasa penasarannya.


"Kak Yordan?" Tanya Ica balik.


Bang Satria mengangguk.


"Iya lah siapa lagi."


"Kan udah Ica bilang,itu anaknya mommy Sarah. Ica kerja sama mommy Sarah,disuruh jadi asprinya kak Yordan."

__ADS_1


"Cuma itu? Tapi dari yang abang lihat kayaknya hubungan kalian lebih dari itu." Bang Satria memicingkan matanya menyelidiki Ica.


Ica menghela nafasnya. Memang dia paling tidak bisa berbohong.


"Ica suka sama dia,malah udah cinta. Dia yang udah buat Ica mantap mengambil keputusan untuk keluar dari rumah papa. Tapi..." kata-kata Ica terjeda karena pelayan yang membawa Ice cream pesanan mereka datang.


Pelayan pun menaruh ice cream itu di atas meja mereka.


"Terimakasih." Ucap Ica pada pelayan itu.


"Tapi kenapa?" Tanya bang Satria yang penasaran pada kelanjutan cerita Ica.


Ica memasukkan satu sendok ice cream kedalam mulutnya sebelum menjawab rasa penasaran bang Satria.


"Tapi disaat Ica nyatakan perasaan Ica ke dia,dia malah mematahkan hati Ica."


"Emang dia bikin apa ke kamu??!" Tanya bang Satria makin penasaran.


"Dia ngasih tantangan ke aku,dia suruh aku dateng ke hotel.."


"Hoteeeelll???!!!" Tanya bang Satria memotong kata-kata Ica.


Ica mengangguk.


"Apa dia minta kamu untuk..." Bang Satria tidak melanjutkan kata-katanya karena Ica langsung menyanggahnya.


"Gak bang. Dia gak minta aku buat buka segel." Sanggah Ica cepat.


Bang Satria pun mengelus dadanya lega. Seandainya Yordan melakukan itu pada Ica,sudah pasti sekarang bang Satria mencari dan menghajar Yordan.


"Terus dia ngapain nyuruh kamu ke hotel?" Tanya bang Satria masih penasaran.


"Awalnya dia ceritain ke aku tentang kebiasaannya yang suka gonta-ganti partner ranjang biar aku nyerah untuk suka sama dia,tapi aku gak percaya dengan kata-katanya. Terus dia minta aku untuk lihat adegan live dia sama partner ranjangnya yang memang sudah ada di dalam kamar itu. Kalau aku bisa bertahan,dia akan nerima aku jadi pacarnya dan merubah semua kebiasaannya itu." Ica menjeda kata-katanya. Ia menarik nafasnya dalam-dalam kemudian membuangnya kasar sebelum melanjutkan ceritanya pada bang Satria.


"Awalnya aku kuat saat ngeliat dia sekedar berciuman dengan perempuan itu,tapi saat dia mulai bermain di dada si perempuan,aku gak sanggup lagi bang. Apalagi mendengar suara desahan si perempuan,membuat harga diri ku sebagai wanita terinjak-injak. Aku nyerah,mulai saat itu aku memutuskan untuk berhenti mencintai kak Yordan. Aku pikir gampang melupakan orang yang sudah menjadi cinta pertama kita,ternyata susah bang,susah banget." Ica tak bisa lagi menahan air matanya yang sudah ia tahan semenjak ia menceritakan kronologi malam itu.


Bang Satria berdiri dari duduknya dan duduk disamping Ica.


¤¤¤ Buat yang belum sempat baca bab 39-40 yang dihapus karena belum lulus review sampe saat ini juga,noh si Ica udah ceritain intinya. Buat yang udah sempet baca othor cuma mau bilang SELAMAT ANDA BERUNTUNG..¤¤¤

__ADS_1


Tetap dukung PSC dengan kasih LIKE,KOMEN,VOTE dan HADIAH.🙏🙏🙏


__ADS_2