
Ica mengernyitkan keningnya saat Yordan mengatakan dirinya dijodohkan dengan bang Satria. Ingin sekali Ica meluruskan kesalahpahaman itu,tapi mulut Ica seakan kelu setelah mendengar kata-kata Yordan selanjutnya.
Feeling Ica mengatakan apa yang di katakan Yordan benar-benar tulus,tapi entah kenapa otaknya mengatakan untuk tidak langsung mempercayai kata-kata Yordan.
"Aku gak bisa jawab sekarang."
"Aku bisa nunggu kok Ca."
Ica membalikkan tubuhnya dan menghadap Yordan.
"Bener kakak bisa nunggu aku?"
Yordan mengangguk yakin.
"Kalau gitu tunggu aku sampai aku jadi jandanya bang Satria." Entah kenapa kata-kata itu malah keluar dari mulut Ica. Setelah mengatakan kata-kata itu Ica buru-buru keluar dari ruangan Yordan. Ica kaget kenapa bisa dengan lantangnya kata-kata itu keluar dari mulutnya,padahal tadi niatnya ia ingin mengatakan agar Yordan menunggunya sampai dirinya selesai kuliah.
Yordan membelalakan matanya kaget dengan kata-kata Ica,dia mencoba mencerna kata-kata Ica. Setelah sadar,ia melihat Ica sudah keluar dari ruangannya. Yordan pun mencoba mengejar Ica,namun sayang bodyguard suruhan sang mommy langsung menghadangnya. Mencoba berontak pun percuma,karena yang akan ia hadapi nantinya adalah sang mommy. Yordan pun mengalah,ia menghela nafasnya dan kembali masuk ke dalam ruangannya.
Ia melangkahkan kakinya berjalan ke meja kerjanya,dan duduk di kursi kebesarannya. Lagi dan lagi ia mencoba mencerna kata-kata terakhir Ica.
"Apa gue harus nunggu jandanya Ica.???!" Pikir Yordan.
Yordan menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Gak..gak..!! Kenapa gue harus nunggu jandanya Ica kalau gue bisa dapetin dia sebelum si Satria Baja Hitam milikin Ica." Kata Yordan penuh semangat empat lima untuk mendapatkan Ica.
Sedangkan Ica,setelah keluar dari kantor mommy Sarah,cepat-cepat ia memanggil taksi yang sedang mangkal di dekat perusahaan mommy Sarah. Buru-buru ia masuk ke dalam taksi,takut-takut kalau Yordan mengejarnya dan menangkapnya untuk meminta penjelasan dari kata-katanya tersebut.
Tak bisa Ica pungkiri mendengar permohonan Yordan yang meminta Ica untuk memberinya kesempatan,jantung Ica berdegub kencang. Seperti ada ribuan kupu-kupu yang menggelitik hatinya. Tapi kenapa kata-kata laknat tadi yang malah keluar dari mulut Ica.
"Akh bego-bego-bego.!! Kok bisa-bisanya gue ngomong begitu ke kak Yordan. Kalau kak Yordan nanggepin serius,terus dia milih mundur gimana?!!" Ica memukul-mukul kepalanya pelan,mungkin karena mendapat pelukan dari Yordan dan mendapat permohonan dari Yordan membuat ia gugup dan menjadi salah bicara.
Pak supir yang memperhatikan Ica yang sedari tadi memukul-mukul kepalanya sendiri,dan mendengar racauan-racauan yang keluar dari mulut Ica,tak bisa menahan lagi rasa gatal di mulutnya untuk mengomentari racauan Ica.
"Itu berarti dia gak bener-bener serius neng. Kalau laki-laki itu serius sama si eneng,apapun halang melintang di hadapannya pasti akan ia lalui,kalau belum apa-apa udah mundur mah,berarti dia gak serius. Gak usah di harepin neng laki-laki kayak gitu."
Ica pun mencerna kata-kata pak supir. Ia pun mengangguk-angguk membenarkan perkataan pak supir.
"Bener juga yang di bilang bapak ini,kalau memang kak Yordan serius menginginkan gue,pasti kak Yordan akan berusaha mendapatkan gue." Kata Ica dalam hati.
"Oke kita lihat aja,sampai mana kak Yordan sanggup menanti gue." Kata Ica lagi dalam hati.
Terlalu lama di bawah pengasuhan mommy Sarah,otak polos Ica menjadi terkontaminasi dengan otak licik mommy Sarah.
⭐⭐⭐⭐⭐
Taksi yang dinaiki Ica pun tiba di depan pintu lobi gedung apartemen.
Setelah membayar ongkos taksi,Ica pun turun dari dalam taksi dengan membawa kotak yang berisi barang-barang yang tertinggal di kantor mommy Sarah. Ica masuk ke dalam lift yang akan membawanya ke lantai unit apartemennya berada.
Ting. Pintu lift terbuka. Ica melangkahkan kakinya menuju unit apartemennya.
Bip bip bip. Ica memencet kode pass unit apartemennya.
Ceklek. Ica membuka pintu.
Praaaang. Kotak yang berisi barang-barang yang Ica pegang jatuh ke lantai.
Mata Ica membelalak melihat sosok yang sedang duduk di ruang tamu unit apartemennya.
"Papa..."
"Ica.." papa Fano berdiri dan mendekati Ica.
Melihat papa Fano mendekat,tubuh Ica bergetar hebat. Seperti ada ketakutan yang luar biasa dari dalam diri Ica. Apalagi bayangan sewaktu papa Fano tidak sengaja menampar dirinya kini berputar di otaknya.
__ADS_1
Semakin papa Fano mendekat,semakin Ica memundurkan langkahnya. Mama Nivi yang melihat gelagat aneh pada diri Ica,menarik tangan papa Fano agar papa Fano tidak meneruskan langkahnya.
"Kamu tunggu disini,biar aku dulu yang bicara sama Ica." Bisik mama Nivi pada suaminya.
Papa Fano pun mengangguk.
Mama Nivi pun melangkah mendekati Ica.
"Ca..ikut mama,ada yang mama mau bicarain" mama Nivi menarik tangan Ica dan membawanya ke dalam kamar.
Ceklek. Mama Nivi membuka pintu kamar Ica.
Mama Nivi menggiring Ica duduk di sofa yang ada di kamar itu.
"Mah..papa kesini bukan mau menggagalkan keberangkatan Ica kan mah..??!" Terlihat jelas raut wajah kecemasan dari Ica.
Mama Nivi menggeleng.
"Ca..dengerin mama. Papa kesini karena papa mau minta maaf sama kamu. Papa udah sadar akan keegoisannya selama ini sama kamu. Kamu mau kan maafin papa?"
"Mama serius? Kenapa papa tiba-tiba berubah secepat itu?"
"Hanya yang Maha Kuasa yang mampu membolak-balikkan hati manusia Ca. Mungkin ini jalan yang di berikan Sang Maha Kuasa agar kamu bisa mulus mencapai cita-cita kamu. Bisa saja kan,kalau hubungan kamu dan papa belum membaik,kuliah mu disana nanti ada saja yang menghambat??! Tapi karena sekarang papa sudah merestui kamu memilih jalan mu,mama rasa jalan mu untuk meraih cita-citamu akan mulus."
"Apa papa benar-benar tulus mah? Bukan karena ada niat terselubung?"
"Mama yakin tidak sayang. Sekalipun papa tidak tulus dan memiliki niat terselubung,kita cukup doakan saja agar niat terselubung papa tidak sampai terjadi. Sekarang,kamu mau temuin papa kan?"
"Tapi Ica masih takut sama papa mah..Ica takut..."
Mama Nivi membelai rambut anak sulungnya.
"Gak usah takut sayang,ada mama yang akan selalu menjadi tameng mu. Kalau papa berani merendahkan bahkan sampai bermain tangan dengan mu,mama yang akan membalas perbuatan papa mu dengan tangan mama sendiri,mama akan mempertaruhkan nyawa mama untuk mu. Jadi sekarang kita temuin papa yah."
Ica pun mengangguk.
"Ica..." panggil papa Fano saat melihat anak dan istrinya itu kembali ke ruang tamu.
Papa Fano mendekati putri sulungnya itu dan memeluknya.
"Maafin papa Ca,maafin papa yang udah merendahkan dan tidak pernah menghargai usaha mu. Maafin papa yang terlalu berambisi menjadikan mu seperti apa yang papa mau. Kamu mau maafin papa kan?" Air mata papa Fano pun ikut mengalir saat mengatakan permohonan maaf pada putri sulungnya itu.
Masih dalam pelukan sang papa,Ica mengangguk. Ica dapat merasakan ketulusan dari setiap perkataan papanya.
"Ica juga minta maaf sama papa karena Ica gak bisa jadi seperti yang papa mau." Tangis Ica pun tak kalah pecah.
"Kamu gak perlu minta maaf sama papa karena dalam hal ini papa lah yang bersalah. Kamu dan Nita lahir kedunia ini bukan karena keinginan kalian,namun karena keinginan papa dan mama. Harusnya papa banyak-banyak terimakasih sama kamu dan Nita yang mau menjadi putri kami,bukan malah memaksa kalian untuk memenuhi keinginan papa." Papa Fano melepaskan pelukannya.
"Kejar lah cita-cita mu sayang,papa akan selalu mendukung mu." Mendengar sang papa memanggilnya dengan kata 'sayang' ditambah lagi kata-kata dukungan yang keluar dari mulut sang papa,Ica langsung memeluk erat papanya.
Melihat suami dan anak sulungnya berdamai,hati mama Nivi merasa lega. Tak ada kata-kata yang bisa mengungkapkan kebahagiaannya. Hal yang sangat ia rindukan,dimana suaminya bisa memeluk dan mencurahkan kasih sayangnya pada anak sulungnya lagi. Mama Nivi mendekati papa Fano dan Ica yang sedang berpelukan,mama Nivi ikut memeluk Ica.
THE END
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Tapi Boong...Hehehe..
Kalau othor namatin cuma sampe disini,bisa-bisa babang Yordan dan pengikutnya ngamuk-ngamuk terus nyamperin othor sambil bawa pedang goblin. Terus pada demo deh di depan rumah othor sambil teriak-teriak "HIDUPKAN SI JEKI UNTUK KAMI...KEMBALIKAN SI JEKI PADA KAMI.."
__ADS_1
Makanya kalau othor gak mau namatin cerita sebelum othor kembalikan Jeki pada kalian,tinggalkan jejak kalian di semua karya othor. Karya othor baru tiga kok,MENGEJAR CINTA MANTAN ISTRI,PENANTIAN SANG CASANOVA dan yang masih anget-angetnya AKHIR PENDERITAAN CLARISA. 🙏🙏🙏🙏