
"Cih..kemaren kamu yang udah sia-sia in Ica dengan cara abnormal kamu itu,sekarang Ica udah move on dan melupakan kamu,kamu malah minta di nikahin sama dia. Kamu udah gak waras?! Otak kamu udah bergeser??! Dari pada kamu minta di nikahin sama Ica,mending kamu ikut therapy sama Irlan sana ke psikiater.!!! Kalau perlu nginep sana di RSJ,biar mommy booking kamar VVIP buat kamu.!!" Cibir mommy Sarah.
"Mommy..!! Kok mommy malah nyumpahin Yordan gila sih.!!"
"Emangnya yang nginep di RSJ itu cuma orang gila.!! Orang-orang yang punya otak abnormal kayak kamu juga harus di rawat disana!! Udah dengan sadar nyakitin,sekarang dengan sadar juga minta di nikahin,apalagi coba namanya kalau bukan abnormal.!!!
"Udah mommy gak mau denger kamu ngerengek tentang Ica. Kamu yang ngusir Ica dari hidup kamu,jadi kamu juga harus rela kalau Ica bersama orang lain. Kalau kamu terus ngerengek minta di nikahin sama Ica,mommy bener-bener kirim kamu ke RSJ.!!" Setelah mengatakan itu,mommy Sarah keluar dari kamar Yordan.
Setelah mommy nya keluar,Yordan menghela nafasnya.
Benar apa yang di katakan mommynya, seharusnya dia merelakan keputusan Ica,karena dia sendiri lah yang mengusir Ica dari hidupnya.
"Apa gue cuma terobsesi aja sama Ica,makanya gue ngotot banget Ica ada disisi gue.?!" Yordan bertanya-tanya pada dirinya sendiri. Ia masih belum paham apa yang sebenarnya ia rasakan pada Ica. Obsesi atau Cinta.
Yordan melangkahkan kakinya menuju kamar mandi,sebelum si mommy bar-bar kembali berteriak,sebaiknya ia harus cepat bersiap-siap dan turun ke bawah.
⭐⭐⭐⭐⭐
Yordan kini sudah bertengger di kursi kebesarannya di kantor sang mommy. Entah sudah berapa kali ia menghela nafasnya,selain karena pekerjaan yang menumpuk,ia juga merasa bosan dengan suasana ruangan yang tak kalah horor dari kuburan.
Dilema sedang melanda hatinya,antara ingin menelpon atau hanya mengirim sms pada Ica untuk meminta maaf.
Ia mengetuk-ngetuk meja kerjanya tanda sedang berpikir. Akhirnya ia memutuskan untuk mengirim pesan.
Yordan : Ca,aku minta maaf soal kejadian malam itu. Lagian salah kamu juga ngomong kayak gitu,buat emosi aku terpancing.
Pesan pun terkirim.
Dasar Yordan,awalnya saja kata-kata minta maaf,tapi ujung-ujungnya tetap tak mau di salahkan.
Lima menit Yordan menunggu balasan. Tapi sayangnya jangankan berbalas,di baca pun tidak. Sampai lima belas menit menunggu,pesan itu pun tak kunjung di balas juga. Membuat Yordan kesal dan melakukan panggilan ke nomor Ica.
"Shiiit..!!" Umpat Yordan saat tau nomornya di blokir Ica.
"Dia bener-bener menghempaskan gue dari hidupnya." Lirih Yordan.
__ADS_1
"Tega loe Ca,udah buat gue gelisah galau merana..!" Lirihnya lagi.
Padahal tersangka utama yang membuat Yordan gegana sedang asik menikmati bakso lobster dengan mommy Sarah dan mama Nivi di ruko yang baru di sewa mama Nivi.
Setelah lelah membeli dan menyusun barang-barang untuk keperluan toko kue mama Nivi,Ica memesankan bakso lobster melalui aplikasi.
"Udah siap buat berangkat besok kan?" Tanya mommy Sarah,sambil menyantap bakso yang di pesan Ica.
"Udah mom."
"Kamu Niv,udah kamu siapin barang-barang mu?" Tanya mommy Sarah kini pada mama Nivi.
"Aku gak ikut ajalah Sar,aku mau urus ini dulu." Mama Nivi sebenarnya ingin ikut,tapi ia tidak enak karena mommy Sarah sudah sangat baik padanya dan Ica.
"Soal toko kue mah urusan gampang,nanti aku suruh orang-orang ku bereskan sisanya. Yang penting sekarang kita cuci otak sama cuci mata dulu. Waktunya kita kaum ibu-ibu 'mommy time'." Bujuk mommy Sarah.
"Kalau 'mommy time',berati Ica gak ikut dong?!" Tanya Ica kecewa,karena dia juga ingin ikut jalan-jalan sekaligus berkenalan dengan kota New York.
"Ya iyalah,kamu begitu sampe sana langsung masuk kuliah,karena sebenarnya perkuliahan udah di mulai dua minggu yang lalu. Jadi kamu gak bisa ikut jalan-jalan."
Wajah Ica langsung melemas mendengar kata-kata mommy Sarah.
"Hush..." mama Nivi tak ingin mommy Sarah mengatakan itu,karena status mama Nivi masih menjadi istri papa Fano.
Mommy Sarah malah cekikikan melihat ekspresi mama Nivi yang tak suka mereka membicarakan itu.
Alarm pulang kerja pun berbunyi. Yordan cepat-cepat membereskan meja kerjanya. Ia tak sabar untuk menemui Ica di apartemennya dan meminta maaf secara langsung.
Ceklek. Yordan membuka pintu ruang kerjanya.
"Astaga.." Yordan kaget ada dua bodyguard bertubuh besar di depan pintu ruangannya.
"Kalian siapa,ngapain di depan ruangan saya?!" Tanya Yordan.
"Selamat sore den Yordan,kami bodyguard yang bertugas mengawal den Yordan. Dan kami mendapat perintah langsung dari madam mommy." Ray,salah satu bodyguard Yordan menjelaskan.
__ADS_1
Yordan menghela nafasnya,ternyata mommy nya masih sempat-sempatnya berpikir mengutus bodyguard untuk menjaganya sebelum sang mommy pergi pulang kampung.
"Untuk apa mommy nyuruh kalian mengawal gue? Memangnya mommy takut gue diculik? Atau mommy takut ada yang berbuat jahat sama gue?" Tanya Yordan lagi,ia sangat tidak senang dengan kehadiran dua bodyguard utusan sang mommy.
Satu bodyguard saja sudah bikin malu,apalagi dua. Mau dikemanakan wibawanya di depan para karyawannya,apalagi di depan sahabat laknatnya Irlan da Igo.
"Madam mommy bukan takut anda di culik den,justru madam mommy takut anda yang menculik seorang wanita dan membawanya ke...ekheem.." Kata Sam,bodyguard yang satu lagi. Ia tidak meneruskan kata-katanya karena takut membuat Yordan tersinggung.
"Cih...iya..iya..gue tau.!! Tapi kenapa harus dua?!" Yordan geleng-geleng kepala tak habis pikir dengan jalan pikiran sang mommy.
Ray dan Sam hanya menggedikkan bahu.
"Jadi,den Yordan mau langsung pulang atau kemana dulu?" Tanya Sam.
"Emang si madam ngizinin gue kelayapan dulu" Yordan malah balik bertanya.
Sam menggeleng.
"Kalau gitu ngapain loe nanya gue mau kemana lontong.!!!!" Kesal Yordan sambil mengarahkan tangannya ke udara.
"Manatau den Yordan mau singgah makan malam di restoran dulu." Jawab Sam membela diri.
Yordan menghela nafasnya.
"Kita ke apartemen gue dulu kalau gitu.!"
"Maaf den,kata madam den Yordan gak boleh ke apartemen dulu."
Yordan mengernyitkan keningnya,ia tau pasti mommy nya melarangnya ke apartemen karena takut dirinya akan menjumpai Ica. Otak brilian Yordan berpikir keras bagaimana caranya agar dirinya bisa tetap ke apartemen.
"Gue mau ambil berkas yang ketinggalan di apartemen gue,udah diminta daddy gue. Kalau kalian gak ngizinin gue kesana,loe berdua tanggung jawab yah sama daddy gue.!!" Jurus ancam-mengancam mommy Sarah menular ke Yordan.
Ray dan Sam saling pandang sesaat.
"Baik lah den,kita ke apartemen dulu. Tapi sebentar saja yah den. Nanti kalau madam mommy tau bisa bahaya."
__ADS_1
Yordan mengangguk paham.
Dan mereka pun berjalan menuju lift untuk turun ke lantai bawah.