
Mama Nivi dan Papa Fano pun mengangguk setuju dengan ide mommy Sarah,apalagi ini menyangkut anaknya. Tidak ada orangtua yang mau anaknya hanya di jadikan sebagai objek obsesi. Dengan cara begini mama Nivi dan papa Fano bisa menilai seberapa seriusnya Yordan terhadap Ica.
"Lalu kalau ternyata Ica sudah menutup pintu rapat-rapat untuk Yordan gimana?"
"Batu saja kalau terus di tetesi air akan berlubang,apalagi hati seorang perempuan. Kalau Yordan terus berusaha menunjukkan cintanya pada Ica,pasti lama kelamaan hati Ica akan runtuh juga."
"Iya kamu benar." Kata mama Nivi menyetujui kata-kata mommy Sarah.
"Tapi ingat,kita cukup tidak memberikan informasi pada Yordan tentang kebenaran yang sesungguhnya. Biar si bule kampret itu mencari tau sendiri. Dan kalau si bule kampret itu sudah tau,aku harap kita sebagai orangtua jangan lagi mencampuri urusan mereka."
"Gak bisa gitu dong. Aku sebagai seorang ayah harus mengetes langsung sampai mana keseriusan Yordan pada Ica."
"Boleh. Silahkan saja,itu hak kamu. Aku yakin anak ku layak bersanding dengan Ica." Kata mommy Sarah membanggakan Yordan. Padahal jauh di dalam lubuk hatinya ia sadar kalau anaknya sangat lah tidak pantas untuk bersanding dengan Ica,gadis polos nan baik hati yang masih suci.
Tapi bukankah semua orang mempunyai masa lalu? Kalaupun papa Fano harus tau masa lalu Yordan saat Yordan dan Ica sudah bersama,mommy Sarah ikhlas kalau Yordan harus kena blacklist dari katagori calon mantu idaman papa Fano. Tapi mommy Sarah yakin,sekalipun papa Fano memblacklist Yordan untuk menjadi menantu idaman,pasti Yordan akan mencari cara untuk mengambil hati papa Fano agar merestui dirinya dengan Ica.
Flashback Off.
Satu jam Yordan mengendarai mobilnya untuk sampai di kediaman orangtua Ica.
Dan disini lah Yordan sekarang,di ruang tamu rumah orangtua Ica.
Papa Fano tak percaya,kalau apa yang di katakan mommy Sarah tentang kedatangan Yordan untuk mencari Ica ke rumahnya,benar-benar kejadian.
Dengan wajah garang dan gaya angkuhnya,papa Fano duduk di sofa yang berhadapan dengan Yordan.
Ada kecanggungan di antara mereka. Papa Fano canggung karena ia sudah tau identitas Yordan,dan ia merasa malu karena pernah menghina Yordan sebagai parasit. Sedangkan Yordan canggung,karena Yordan pernah beradu mulut dengan laki-laki yang kini ia cap sebagai calon papa mertuanya sewaktu dirinya membela Ica.
"Ada perlu apa kamu datang kemari?" Tanya papa Fano dengan nada yang tegas.
Yordan menarik nafasnya dalam-dalam sebelum menuturkan tujuannya menginjakkan kaki nya lagi ke rumah papa Fano.
__ADS_1
"Saya ingin melamar Ica om." Jawab Yordan dengan lantangnya.
"Bego!!! Kok malah pengen ngelamar sih.!!! Harusnya kan loe bilang pengen ketemu Ica.!!! Dasar mulut laknat.!! Kata Yordan dalam hati merutukki kebodohan si mulut yang asal ceplos.
Kata-kata Yordan cukup membuat papa Fano kaget. Karena kata-kata Yordan tidak sesuai dengan briefing yang pernah di katakan mommy Sarah yang hanya mengatakan kalau Yordan datang menemuinya hanya untuk menanyakan keberadaan Ica. Tapi kenapa sekarang Yordan datang malah ingin melamar Ica.
"Cih..enak saja kamu datang melamar anak saya,memangnya kamu siapa?! Ica saya mau nikahkan dengan anak kolega saya. Dan Ica juga sudah setuju."
"Maksud om,Ica mau om nikahkan dengan si Satria Baja Hitam itu?! Gak bisa om saya gak terima. Ica kan belum tau bagaimana si Satria Baja Hitam itu sebenarnya,nanti kalau sudah menikah gak taunya si Satria Baja Hitam itu selingkuhin Ica. Kayak temen saya si Irlan om,dia di jodohin sama keluarganya tapi temen saya belum bisa move on dari mantannya. Temen saya itu malah selingkuhin istri nya. Kan kasihan om kalau Ica sampai ngalamin hal itu." Yordan membandingkan dengan kasus Irlan.
Papa Fano pun tau siapa perempuan yang Yordan maksud,karena si perempuan itu adalah sahabat sang putri. Nia.
"Terus kalau saya nikahkan anak saya sama kamu,emangnya kamu lebih baik dari Satria?"
"Yah...mungkin saya gak sebaik laki-laki yang om harapkan,tapi paling gak kalau om nikahkan Ica dengan saya,gak seperti beli kucing dalam karung. Karena Ica dan saya sudah saling mengenal." Jawab Yordan dengan penuh percaya diri sekali.
"Percaya diri sekali anak muda ini. Baru kenal beberapa bulan,tapi gaya ngomongnya kayak udah kenal bertahun-tahun saja." Batin papa Fano.
Yordan menelan slivanya susah payah. Karena ia tak punya alasan lagi untuk menghentikan perjodohan Ica dan si Satria Baja Hitam.
Yordan memejamkan matanya untuk memberi perintah pada otaknya agar menemukan ide brilian. Yordan tersenyum licik saat sudah menemukan alasan yang tepat. Dari sifat papa Fano yang ambisius dalam berkarier,pasti papa Fano akan berubah pikiran kalau sampai papa Fano tau siapa Yordan sebenarnya.
Tapi sayang sebelum Yordan memberitahu,papa Fano sudah tau terlebih dahulu. Dan sayangnya Yordan tidak tau.
"Saya ini pewaris tunggal perusahaan kedua orangtua saya,jadi otomatis hidup Ica aman bersama saya. Dan pastinya,perusahaan om juga akan semakin berkembang kalau banyak investor tau kalau om mempunyai menantu seperti saya."
Papa Fano mengangkat sudut bibirnya. Seperti yang sudah ia duga,pasti Yordan akan membahas masalah harta dan keuntungan perusahaan. Namun yang papa Fano salut dari Yordan,dia tidak mengatakan secara spesifik siapa dirinya sebenarnya. Seandainya saja papa Fano tidak tau identitas Yordan dan tidak sedang bersekongkol dengan mommy Sarah,sudah pasti papa Fano akan tergiur dengan persentase yang Yordan sampaikan.
"Kalau kamu membahas harta,saya juga masih bisa memberikan harta yang melimpah untuk Ica. Kamu pikir saya ini gila kerja dan ambisius itu karena apa kalau bukan untuk memberikan kehidupan layak untuk anak-anak saya."
Yordan menghela nafasnya mencoba menahan emosinya.
__ADS_1
"Jadi om mau saya membuktikan dengan cara apa kalau saya memang pantas untuk Ica.?"
Papa Fano berpikir sesaat untuk menemukan ide untuk menguji keseriusan Yordan pada Ica.
"Rencananya saya akan menikahkan Ica sebulan lagi. Saya mau dalam dua bulan itu,kamu bisa meyakinkan Ica untuk memilih mu dan membatalkan pernikahannya dengan Satria. Gimana? Bisa?" Tanya papa Fano.
"Hah...satu bulan??" kata Yordan dalam hati,jujur ia tidak percaya diri kalau hanya di beri waktu hanya sebulan. Karena ia sangat sadar diri akan kesalahan-kesalahannya pada Ica yang sangat susah untuk di maafkan. Tapi demi mendapatkan Ica,ia harus menerima tantangan papa Fano.
"Baik om,saya terima tantangannya." Jawab Yordan lantang.
"Ya sudah,sekarang kamu pulang sana. Pikirkan cara yang sportif untuk mendapatkan hati anak saya."
Yordan pun berdiri dari sofa,namun saat dirinya ingin melangkah,ia baru ingat kalau tujuannya kesini untuk mencari tau keberadaan Ica,tapi karena si mulut yang tidak bisa diajak kerjasama,Yordan malah melamar Ica. Yordan kembali duduk di sofa.
"Ngomong-ngomong om,saya bisa ketemu sama Ica sebentar?"
"Ica gak ada disini." Kata papa Fano memalingkan wajahnya untuk menahan tawa,karena Yordan baru menanyakan keberadaan Ica sekarang.
"Lah...terus dimana om Ica nya?"
"Cih...ya cari lah!!! Usaha dong,kalau saya yang kasih tau,dimana usaha kamu.!!"
"Manatau aja om sembunyiin Ica."
"Memangnya kenapa kalau saya sembunyiin Ica? Sekalipun saya sembunyiin,kalau memang kamu serius ingin mendapatkan Ica,yah seharusnya kamu usaha dong mencarinya.!!" Kata papa Fano dengan nada sedikit meninggi.
"Ribet amat sih nih calon papa mertua." Gerutu Yordan dalam hatinya.
"Udah sana kamu pulang,makin lama kamu disini makin bikin penyakit komplikasi aja."
Dengan langkah gontai,Yordan berjalan keluar dari dalam rumah papa Fano. Ia melangkahkan kakinya menuju mobilnya.
__ADS_1