Penantian Sang Casanova

Penantian Sang Casanova
eps. 108


__ADS_3

"Terus kenapa kalau dia denger,toh sebelum-sebelumnya dia juga pernah dengar kamu menjerit." Kata daddy Edwin,sambil tangannya menggapai sesuatu yang menggoda imannya.


"Ed.." desah mommy Sarah saat merasakan jari sang suami dengan lincahnya memilin ujung squishy milik mommy Sarah.


Sejak mommy Sarah menghubungi Sam,mata daddy Edwin gagal fokus pada duo squishy itu. Karena sepertinya mommy Sarah tidak sadar kalau kini dirinya masih dalam keadaan polos.


"Urusan kita belum selesai Sar,ayo kita ritual lagi." Ajak daddy Edwin.


Dalam keadaan mabuk kepayang dengan permainan jari sang suami,mommy Sarah mengangguk menyetujui ajakan sang suami untuk beritual yang sebenarnya tidak pernah bisa ditolak oleh mommy Sarah.


Dan pasangan tak sadar usia itu pun kembali melakukan ritual memasuki terowongan Sarahblanca.


Keesokan paginya,sudah pasti Yordan yang terlebih dahulu muncul di ruang makan. Karena pasangan tak sadar usia itu benar-benar melakukan ritual sampai subuh.


"Din,mommy sama daddy belum bangun?!" Tanya Yordan pada sang art.


"Belum deh kayaknya den." Jawab Dini sambil menaruh beberapa menu untuk sarapan di meja makan.


Yordan menghela nafasnya. Ia pun bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menuju kamar orangtuanya yang biasa di sebut markas oleh orang-orang yang bekerja dirumah utama.


Dor dor dor dor dor. Yordan menggedor pintu markas orangtuanya dengan sangat kencang.


"Mom...Dad...!!! Ayo bangun,kita sarapan bareng.!" Teriak Yordan sambil terus menggedor pintu markas.


Tapi dua orang yang berada di dalam kamar tak kunjung bangun,malahan mereka berdua semakin mengeratkan pelukan dalam keadaan yang masih polos.


Yordan menghela nafasnya,ia merasa percuma membangunkan mommy dan daddy nya yang habis kerja rodi. Tak ingin membuang-buang waktunya hanya untuk menunggu kedua orangtuanya yang tidak punya toleransi padanya,Yordan pun kembali ke meja makan dan memulai sarapannya sendiri.

__ADS_1


"Cih..kalau tau begini,tadi malem gue balik ke apartemen!!!! Dasar orang tua gak berakhlak,bisa-bisanya udah tua bangka masih suka kerja rodi.!!! Mending ada hasilnya,ini cuma bikin encok doang.!! Kalau udah encok,gue juga yang di repotin.!!" Yordan terus ngedumel sepanjang ia menyantap sarapannya.


Setelah makanan di piringnya habis,cepat-cepat Yordan keluar dari dalam rumah dan masuk ke dalam mobilnya. Sebelum ia menyalakan mesin mobilnya,ia merogoh sakunya dan mengambil hp nya untuk melakukan panggilan ke nomor manajer club malam.


"Halo,gimana dengan perempuan itu?!" Tanya Yordan to the point.


"Sepertinya dia belum keluar dari private room pak."


"Apa kamu sudah menghapus cctv club tadi malam?!"


"Sudah pak,semua sudah beres."


"Oke,pastikan semua aman. Dan satu lagi,jangan biarkan perempuan jalang itu menginjakkan kakinya lagi di club."


"Baik pak."


Sebenarnya club malam itu bukan milik Yordan,tapi karena sang pemilik club terlilit hutang yang sangat banyak dan hampir membuat club yang sangat terkenal di kota itu bangkrut,jadi Yordan,Igo dan Irlan memberikan pinjaman untuk sang pemilik club untuk melunasi hutang-hutangnya dengan club malam itu sebagai jaminannya dan mengambil alih kepemilikan club sampai uang pemasukan club malam itu cukup mengembalikan uang Yordan,Igo dan Irlan yang pemilik club pinjam. Menurut perhitungan Yordan,mungkin dalam waktu tiga atau empat tahun,mereka akan menguasai kepemilikan club untuk sementara waktu.


⭐⭐⭐⭐⭐


Jam sudah menunjukkan pukul sepuluh,Fika baru terbangun dengan tubuh yang masih polos di dalam ruang private room.


"Eugh....ekhmmh.." Fika melenguh dan mulai mengerjapkan matanya.


Ia melihat ke sekeliling ruangan yang ia yakini ini bukan kamarnya ataupun kamar hotel. Matanya membulat sempurna ketika menyadari kalau dirinya berada di dalam ruang private room Yordan cs di club malam. Ia ingat apa yang terjadi tadi malam.


"Brengsek si Yordan,bisa-bisanya gue di kasih ke laki-laki yang gue gak kenal.!!" Kesal Fika,ia sok-sok menyalahkan Yordan,padahal selama ini juga ia melakukan ons dengan para pria yang tidak ia kenal.

__ADS_1


"Untung laki-lakinya ganteng dan kekar,wangi lagi.!!! Coba si Yordan ngasih gue ke laki-laki yang kurus kerempeng dan bau ketek,gue bakal buat perhitungan sama tuh bule sialan!!" Omel Fika lagi.


"Eh tunggu,kemaren laki-laki itu siapa namanya???" Fika bertanya-tanya pada dirinya sendiri. Ia pun mencoba mengingat siapa nama laki-laki yang bergaul dengannya tadi malam. Karena seingat Fika tadi malam,laki-laki itu meminta dirinya untuk menyebut namanya di setiap desahan Fika.


"Akh...iya Ryan.." kata Fika ketika mengingat nama Ryan.


Fika senyum-senyum sendiri saat mengingat pergumulan panasnya dengan Ryan tadi malam. Hasrat Fika yang sudah sangat lama tidak tersalurkan dengan laki-laki,benar-benar tersalurkan dan terpuaskan bersama Ryan.


Bukan tanpa sebab Fika tidak bisa menyalurkan hasratnya dengan laki-laki. Itu semua karena tidak ada laki-laki yang lebih muda darinya dan yang pasti memiliki stamina kuat mau bercinta dengannya.


Mungkin benar apa yang dikatakan Igo kalau laki-laki yang lebih muda darinya tidak mau dengan perempuan yang lebih tua dari mereka,kalau pun ada brondong yang mau dengan Fika,brondong itu yang harus mendapat bayaran bukan Fika. Sedangkan harapan Fika bisa melakukan ons plus mendapat bayaran. Dan kalau Fika ingin mendapat bayaran,berarti ia harus ons dengan para pengusaha yang umurnya lebih tua darinya. Menurut Fika stamina laki-laki diatas tiga puluh lima kurang memuaskan dan tidak mampu membuat dirinya menjerit histeris.


"Ryan benar-benar perkasa." Gumam Fika sambil senyam-senyum sendiri.


Fika pun mencoba berdiri untuk memungut pakaiannya yang berserak di lantai,tapi sayangnya pakaian Fika sudah tidak layak pakai,karena Ryan dengan tidak sabarannya merobek baju Fika begitupun dengan pakaian dalam Fika yang juga dirobek Ryan.


Kemudian mata Fika beralih pada papper bag yang ada di atas meja,ternyata Ryan masih punya hati untuk menggantikan baju Fika yang ia robek. Fika pun mulai memakai pakaian yang dibelikan Ryan.


Flashback On


Ryan membuka private room Yordan cs. Hasratnya langsung meninggi melihat tubuh sintal Fika,bokong dan dada yang montok. Apalagi Fika sudah menggeliat-menggeliat di atas sofa sambil melakukan gerakan yang sangat erotis.


Berbeda dengan teman-teman Ryan saat melihat Fika yang sudah seperti cacing kesurupan. Teman-teman Ryan justru tidak berminat sama sekali melihat Fika yang melakukan gerakan erotis itu.


"Loe yakin ini santapan yang di kasih Yordan buat kita?!" Tanya salah seorang teman Ryan.


Ryan mengangguk sambil matanya tak lepas melihat Fika.

__ADS_1


__ADS_2