Penantian Sang Casanova

Penantian Sang Casanova
eps. 194


__ADS_3

Setelah mendapatkan nomor antrian,Ica pun duduk di depan ruangan tempat kak Irna memeriksa para ibu hamil.


"Ca.." panggil seseorang.


Ica pun menoleh.


Mata Ica membelalak saat melihat siapa yang memanggilnya.


"Tia."


"Ngapain loe disini?" Tanya Tia.


"Gue gak enak badan,gue udah periksa ke dokter penyakit dalam,tapi dokternya nyuruh gue periksa kesini."


"Loe hamil?"


Ica mengkerutkan keningnya. Ia nampak memikirkan sesuatu.


"Hamil? Emang sih gue udah tiga bulan gak dateng bulan,tapi kata kak Irna kan biasa,efek pemakaian suntik kb. Eh..tunggu,tapi gue kan udah gak suntik lagi semenjak kak Yordan mau make APD." Gumam Ica dalam hati. Semenjak Yordan terpaksa memakaikan Jeki APD saat kepulangan Yordan dari Jerman tiga bulan lalu,mulai saat itu Yordan pun mau memakaikan Jeki setiap sahabatnya itu ingin balapan,karena Yordan merasa sensasinya tak berubah sama sekali saat mau pakai APD atau tidak pakai APD. Dari pada sang istri harus suntik tiga bulan sekali,jadi Yordan memutuskan biarlah Jeki saja yang engap karena memakai APD.


Ica hanya menjawab pertanyaan Tia dengan menggedikkan bahunya.


"Nah loe sendiri ngapain disini?" Nampaknya Ica lupa kalau Tia adalah calon dokter yang sedang koas di rumah sakit yang tiga puluh persen sahamnya adalah milik papi Tia.


Baru saja Tia ingin menjawab pertanyaan Ica,tiba-tiba saja nama Tia di panggil. Tia pun langsung berjalan menuju pintu ruang kerja kak Irna. Sedangkan Ica ikut mengekori Tia dari belakang dan ikut masuk ke dalam ruang kerja kak Irna karena penasaran kenapa nama Tia juga di panggil.


"Ngapain loe ikut masuk?" Tanya Tia saat melihat Ica ada di belakangnya.


"Gue penasaran aja,kenapa nama loe di panggil."


"Kalau nama gue di panggil,berarti gue mau di periksa lah oon!!" Jawab Tia sambil menoyor kepala Ica.


"Loh ada Ica juga?" Tanya kak Irna saat melihat Ica dan Tia sudah masuk ke dalam ruangannya,karena saat Tia dan Ica masuk,kak Irna sedang berada di dalam toilet yang ada di ruangan itu.


Ica tersenyum sumringah melihat kak Irna.


"Kamu periksa juga atau cuma mau nemenin Tia?"


"Dua-duanya lah kak. Nemenin juga,meriksa juga."


"Kamu hamil lagi?"


Ica menggedikkan bahunya.


"Gak tau,badan aku tuh gak enak banget. Tadi aku udah periksa ke bagian penyakit dalam,tapi kata dokternya aku disuruh meriksa kesini dulu."


"Haid kamu gimana?"


"Udah tiga bulan gak haid. Tapi kata kak Irna,itu kan biasa."


"Oh. Eh..tapi kamu juga udah lama kan gak dateng suntik? Kayaknya terakhir kali kamu bilang mau suntik seminggu sebelum Yordan balik dari Jerman,tapi sampai sekarang kamu gak dateng-dateng buat suntik."


"Kak Yordan udah mau pake APD kok kak." Jawab Ica sambil menyengir.


Untung saja kak Irna dan Tia tau arti APD yang Ica maksud,karena Igo suami Tia juga mengatakan hal-hal ajaib seperti itu jika mereka sedang melakukan ritual pelemasan tubuh.


"Ya udah,sini kakak periksa." Kata kak Irna menyuruh Ica sambil menepuk ranjang yang ada disebelahnya.


"Kok Ica duluan kak. Kan nama Tia yang di panggil." Protes Tia.


"Junior ngalah lah sama senior!!" Malah Ica yang menjawab sambil menepuk pundak Tia. Ica pun berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menuju ranjang.

__ADS_1


Setelah Ica berbaring di ranjang,perawat yang membantu kak Irna langsung membuka pakaian Ica sampai sebatas dada sehingga memperlihatkan perut Ica. Kemudian kak Irna menuangkan gel diatas perut Ica. Setelah mengoleskan gel,kak Irna meletakkan alat di atas perut Ica dan menggerak-gerakkan alat itu.


"Wah...bener-bener yah si Yordan,anak belum dua tahun udah nanam benih lagi dia."


"Maksud kak Irna?"


"Kamu hamil Ca. Udah jalan tiga bulan." Jawab kak Irna.


Sedangkan Tia menepuk tangannya untuk memberikan selamat sekaligus mengejek sang sahabat. Pasalnya Tia tau,kalau Ica belum mau memberikan adik untuk Millie sebelum Millie berusia enam atau tujuh tahun. Dengan alasan selain Millie masih membutuhkan kasih sayang,Ica juga sedang menikmati mengurus butiknya. Kalau dia hamil lagi,itu tandanya ia harus kembali vakum mengurus butik sampai anaknya nanti berusia satu tahun.


"Kok bisa hamil sih? Kan kak Yordan pake APD terus?" Tanya Ica yang masih tidak percaya dengan hasil pemeriksaan kak Irna.


"Kamu kayak gak tau suami kamu aja sih Ca. Sedangkan dulu dia sampe rela ngeluarin uang dua miliar hanya untuk nukar pil kb dengan vitamin penyubur kandungan. Apalagi cuma pengaman Ca,itu mah perkara mudah untuk Yordan."


"Makanya jangan mau sama bule. Udah tau bule itu orangnya hornian. Apalagi kak Yordan sukanya grasak-grusuk,biar di lapis sampe tiga lapisan pun,pasti bakal robek juga tuh APD nya." Timpal Tia dari belakang.


"Terus gimana dong ini?"


"Gimana apanya? Yah diterima lah Ca,di syukurin,itu namanya rejeki. Ingat di luar sana banyak perempuan yang berjuang untuk dua garis merah. Lagian kamu kan hamil sama suami kamu,jadi apa yang harus kamu takutin. Kamu juga punya mertua yang perhatiannya luar biasa ke kamu,kalau soal biaya membesarkan anak,harta suami dan mertua kamu kan gak bakal habis sampe tujuh turunan."


"Tapi nanti aku gak boleh megang butik lagi kak."


"Gak mungkin lah Ca,mommy,daddy sama Yordan pikirannya gak kolot. Semua bisa di bicarain kok itu."


"Ya udah sekarang gantian sama Tia."


Perawat pun membersihkan gel yang ada di perut Ica. Setelah perut Ica di bersihkan,Ica pun turun dari atas ranjang berganti dengan Tia.


"Ini pegang hasil usg anak kamu." Kak Irna memberikan hasil usg Ica sebelum Ica duduk di kursi di depan meja kerja Irna.


Kak Irna pun mulai memeriksa Tia,dan ternyata Tia juga sedang mengandung anak Igo dan usia kandungan Tia sudah masuk enam minggu.


Tidak sama seperti ekspresi Ica yang kaget,takut dan kesal. Tia malah sangat bahagia saat mengetahui dirinya tengah hamil buah cintanya dengan Igo.


"Ca."


"Hemh."


"Loe jangan kasih tau kak Yordan dulu yah."


"Enak aja!! Dia harus tau lah,ini kan ulahnya dia."


"Maksud gue,loe jangan kasih tau sampe Nia melahirkan. Nanti habis Nia melahirkan,baru kita sama-sama kasih tau sama suami-suami kita,gimana?"


Ica menghela nafasnya sambil memutar bola matanya malas. Mood Ica benar-benar terhempas entah kemana saat ini.


"Terserah loe lah Ti." Jawab Ica malas.


Tia pun tersenyum mendengar jawaban Ica. Mereka pun melanjutkan langkah kaki mereka menuju apotik untuk menebus vitamin yang sudah kak Irna resepkan untuk mereka. Setelah vitamin ditangan mereka,Ica dan Tia pun keluar dari rumah sakit. Tia pulang ke apartemen tempat tinggalnya bersama Igo,sedangkan Ica memilih kembali ke butik untuk menenangkan pikiran.


⭐⭐⭐⭐⭐


Hari ini adalah hari paling bahagia untuk Nia,sahabat Ica dan Tia,karena hari ini putra pertama mereka telah lahir kedunia. Ica dan Tia pun janjian untuk menjenguk Nia,namun sebelum kerumah sakit,mereka singgah ke toko peralatan bayi untuk membeli kado untuk anak Nia dan Irlan.


Setelah kado di dapatkan,Ica-Yordan dan Tia-Igo pun melanjutkan perjalanan mereka ke rumah sakit.


Kini mobil yang Yordan dan Igo kendarai telah sampai di rumah sakit.


Setelah turun dari dalam mobil,dengan langkah cool dan menggandeng pasangan mereka masing-masing,mereka melangkahkan kaki mereka masuk ke dalam gedung rumah sakit dan berjalan menuju lift khusus petinggi rumah sakit untuk naik ke kamar rawat Nia. Tak ada yang berani melarang dua pasangan itu menaikki lift khusus,karena semua orang yang bekerja di rumah sakit,tau siapa dua pasangan itu.


Begitu mereka masuk ke dalam kamar rawat Nia,ternyata sudah ada orang tua Nia dan orang tua Irlan. Tak ada rasa canggung bagi Ica-Yordan dan Tia-Igo,bergabung dengan orangtua Nia dan Irlan karena mereka memang sudah mengenal sangat lama sebelum mereka di pertemukan dengan pasangan mereka masing-masing.

__ADS_1


Jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Orangtua Nia dan orangtua Irlan pun pamit untuk pulang ke rumah,sebenarnya mereka masih ingin berlama-lama dengan cucu mereka,namun mereka sadar kalau Nia membutuhkan waktu istirahat yang berkualitas.


Setelah para orangtua keluar dari kamar Nia,Tia,Ica,Yordan dan Igo pun pamit untuk pulang.


"Selamat berpuasa empat puluh hari empat puluh malam." Ejek Yordan yang sudah pernah mengalami puasa yang ia sindirkan pada Irlan.


Igo yang mendengar ejekan Yordan pada Irlan pun,ikut menimpali ejekan Yordan.


"Mau gue sponsorin pelicin gak?" Tanya Igo sambil tertawa geli.


"Njiir loe berdua.!!" Irlan mendorong kedua sahabatnya itu keluar dari kamar rawat Nia.


Sesampainya di luar,Igo dan Yordan tertawa puas.


"Kalian kenapa?" Tanya Tia heran.


"Kenapa lagi kalau bukan ngetawain penderitaan Irlan yang harus puasa empat puluh hari." Jawab Igo dengan santainya.


Tia dan Ica menggeleng.


"Kalian berdua juga bentar lagi puasa empat puluh hari." Kata Ica,seperti memberi kode untuk para suami mereka. Yah.. Tia dan Igo setelah enam bulan Ica dan Yordan menikah.


Igo dan Yordan mengernyitkan keningnya berpikir keras mencerna kata-kata Ica. Dan mata para pejantan tangguh itu pun membelalak setelah tau apa maksud dari kata-kata Ica.


"Ma...mak..sud..nya kalian ha...mil?" Tanya Yordan terbata-bata.


Ica dan Tia kompak menganggukkan kepala.


"Aaaakkkhh..." teriak Igo dan Yordan sambil memeluk istri mereka masing-masing.


Jika Igo berteriak karena bahagia,lain hal dengan Yordan yang berteriak karena kaget.


"Kamu beneran hamil honey?" Tanya Igo pada Tia.


"Iya..baru enam minggu."


"Kok kamu gak bilang?"


"Aku juga baru tau dua hari yang lalu."


"Kalau kamu Ca udah berapa bulan disini?" Kini Yordan yang bertanya pada Ica sambil mengelus perut sang istri.


"Udah mau jalan tiga bulan." Ica menjawab dengan wajah yang cemberut karena kehamilan kali ini kebobolan gara-gara sifat Yordan yang sangat tidak sabaran.


Yordan mengernyitkan keningnya,mengingat-ingat apa yang terjadi tiga bulan yang lalu sampai membuat sang istri kebobolan. Mata Yordan membulat saat mengingat tentang APD yang tak layak pakai yang mbak Dini bawa,namun Yordan tetap memakaikan APD itu pada sang sahabat.


"Astaga...pantes aja selama tiga bulan aku gak pernah puasa bulanan Ca. Ternyata ada benih aku udah tumbuh di dalem." Kata Yordan dengan tak tau malunya.


Pasalnya anak mereka saja belum genap dua tahun,tapi Ica sudah hamil anak kedua lagi.


Dua pasangan yang sedang berbahagia itu pun pulang kerumah mereka masing-masing setelah drama kehamilan istri mereka masing-masing.


Dan ini lah akhir dari Penantian Sang Casanova.


TAMAT


¤¤¤ AKhirnya PSC tamat juga. Bagi yang nungguin kisah TiGo alias Tia-Igo,siap-siap yah hari Senin,tapi gak di kamar PSC. Sebenarnya othor mau satuin di kamar PSC,tapi berhubung si Mimin Editor minta othor bikin kamar baru untuk TiGo,jadi mau gak mau othor buatin kamar baru buat TiGo. Sambil nunggu kisah Tia-Igo yang berjudul Pelabuhan Hati Sang Casanova up hari senin,dengan penuh kerendahan hati othor mengundang para readers yang suka karya othor untuk singgah ke kamarnya Alex-Risa di Akhir Penderitaan Clarisa. Terimakasih 🙏🙏🙏 ¤¤¤


Ini covernya untuk kisah Tia-Igo yang akan up hari senin,jangan lupa tinggalin jejak kalian untuk menyemangati othor biar bisa up tiap hari dan bisa merangkai kata-kata yang bisa menghibur kalian. 🙏🙏🙏


__ADS_1


Kalau ini cover untuk kisah Alex dan Clara. Mohon singgah yah,bagi yang suka aja dan sekalian tinggalkan jejak kalian. 🙏🙏🙏



__ADS_2