
Entah memang jodoh atau hanya kebetulan,Yordan melihat sesosok wanita yang tubuhnya sangat mirip dengan Ica dari belakang. Yordan yang penasaran pun,langsung mendekati sesosok wanita itu.
"Ca.." Yordan menepuk pundak si wanita.
Si wanita pun berbalik dan..
"Kak Yordan?" Ica pun terkaget melihat Yordan ada di hadapannya sekarang. Bukan hanya Ica,Yordan pun sama kagetnya.
"Ini beneran Ica masa depan gue kan? Gue gak lagi berhalusinasi gara-gara jetlag kan?!" Yordan bertanya-tanya dalam hatinya.
"Kamu beneran Ica kan?!" Tanya Yordan pada Ica masih tidak percaya dengan apa yang ada di hadapannya.
"Kak Yordan kok bisa ada disini?" Tanya Ica yang masih melongo. Ia pun masih tidak percaya dengan kehadiran Yordan di hadapannya.
Cup..Satu kecupan mendarat di pipi Ica.
Yordan yang masih merasa ini adalah halusinasi,dengan tidak tau malunya mengecup pipi Ica.
Dan. PLAAAK. Ica menampar pipi Yordan karena sudah mencium pipinya sembarangan.
Dan tamparan dari Ica itu sanggup menyadarkan Yordan.
"Auuuw!!" Ringis Yordan sambil memegang pipinya yang terasa panas.
"Gak sopan!!" Bentak Ica pada Yordan.
"Aku kan cuma mastiin aja Ca,itu beneran kamu apa gak!" Kilah Yordan.
"Ya gak pake cium-cium juga dong!!" Bentak Ica lagi.
"Ya udah sori." Jawab Yordan dengan entengnya sambil menarik kursi kosong yang ada di sebelah Ica.
"Kakak kok bisa ada disini?!"
"Aku kan pengusaha,yah wajar lah kalau aku ada dimana-mana!!"
__ADS_1
Ica menarik sudut bibirnya mendengar kata-kata Yordan.
"Tapi ngapain kakak kesini? Gak mungkin banget kan kebetulan!! Apa jangan-jangan...." mata Ica menatap tajam untuk memberikan intimidasi pada Yordan.
"Apa...apa!!! Gak usah geer kamu!! Kamu pikir aku ngikutin kamu gitu ke New York?! Aku aja tinggal di hotel sebelah karena asisten aku yang booking,aku mana tau kalau kamu tinggal di apartemen itu.!" Kilah Yordan gugup. Tapi kegugupannya malah membuat ia menyudutkan dirinya sendiri. Karena Yordan sempat menunjuk gedung apartemen tempat tinggal Ica.
"Tuh kan bener,kakak ngikutin aku!!!" Bentak Ica lagi sambil memukul-mukul lengan Yordan.
Yordan menangkap tangan Ica untuk menghentikan Ica yang memukul-mukul dirinya.
"Iya,emang kenapa kalau aku ngikutin kamu? Siapa suruh kamu pergi gak bilang-bilang sama aku!!"
"Ngapain juga aku harus bilang sama kakak,emang kita punya hubungan?" Tanya Ica sepertinya sedang memancing Yordan mengungkapkan isi hatinya sekali lagi padanya.
"Punya lah. Kita kan belum mengakhiri hubungan atasan dan bawahan di antara kita." Bodoh,lagi dan lagi mulut Yordan mengatakan kata-kata yang bukan ingin ia katakan.
Mendengar kata-kata Yordan,Ica jadi semakin geram. Ia pun berdiri dari tempat duduknya dan berjalan meninggalkan Yordan. Yordan pun tak tinggal diam,walau sebenarnya cacingnya sudah mati lemas karena lapar,Yordan tetap mengejar Ica yang sudah keluar dari kafe itu.
"Ca...Ica..." panggil Yordan yang ada di belakang Ica beberapa langkah.
"Jangan ngikutin aku!!!" Teriak Ica yang sudah sangat emosi karena harapannya Yordan menyatakan isi hatinya kembali pada Ica hanyalah sia-sia belaka.
"Jauh-jauh sana!! Aku teriakkin begal nih!!!" Ancam Ica.
"Emang rencananya aku mau ngebegal!! Begal hati kamu!!" Jawab Yordan dengan entengnya. Namun kata-kata Yordan di akhir tidak dapat terdengar Ica karena Ica sudah berjalan semakin jauh dari Yordan.
Tiba-tiba saja si otak cerdas milik Yordan memberikan ide,agar Ica menghentikan langkahnya dan tak lagi ngambek padanya.
"Aku tau Ca,aku bukan suami yang baik buat kamu. Tapi aku selalu berusaha jadi suami yang baik buat kamu!! Buat anak yang ada di dalam perut kamu. Tiap pagi sebelum kamu bangun,aku udah beresin rumah,siapin sarapan,siapin baju yang mau kamu pake kuliah. Bahkan aku juga anterin makan siang buat kamu,tapi kenapa sih kamu gak pernah bisa lihat usaha aku bahagian kamu." Teriak Yordan. Sengaja ia berakting seperti itu,karena orang-orang yang berlalu-lalang di lobi cukup banyak.
Mata Ica membulat sempurna mendengar kata-kata Yordan. Sekarang mereka telah menjadi pusat perhatian orang-orang yang ada di lobi.
"Hei nona,lihat suami mu,apa kamu tidak merasa bersalah sebagai seorang istri membiarkan suami mu mengemis perhatian dari mu.!!" Kata seorang ibu-ibu yang sedang menonton drama yang di buat Yordan.
"Iya nona. Harusnya kamu bersyukur memiliki suami yang penyabar dan penyayang seperti suami mu itu."
__ADS_1
"Apa karena suamimu itu seorang pengangguran makanya kamu bisa seenaknya menindas suami mu. Harusnya kamu bisa menyemangati suami mu,bukan malah menindasnya dan menjadikannya budak mu.!"
Begitu lah kata-kata pembelaan dari orang-orang yang melihat drama itu untuk Yordan.
Hati Yordan bersorak bahagia mendengar banyak yang iba pada dirinya. Lalu bagaimana dengan Ica? Akh..jangan ditanya,Ica sudah sangat malu karena sudah di cap sebagai istri durhaka. Padahal kenyataannya dirinya lah yang sedang terdzolimi.
Tak ingin membuat masalah semakin melebar,Ica pun berjalan menghampiri Yordan dan menarik tangan Yordan untuk ikut dengannya menuju unit apartemennya.
BRAAAAK. Ica menutup pintu unit apartemennya dengan kasar. Dan menghempaskan tubuh Yordan di atas sofa.
Dengan tatapan membunuhnya,Ica berjalan selangkah demi selangkah mendekati Yordan.
"Kamu mau apa Ca,jangan gila Ca kita belum nikah!! Kalau memang kamu udah gak sabaran,kita urus surat-surat dulu,abis itu aku pasrah kalau kamu mau kita pake urat-urat." Goda Yordan. Melihat Ica yang wajahnya sudah sangat merah dan rahangnya mengeras,Yordan yakin level emosi Ica sudah di puncaknya,tapi melihat Ica yang seperti itu sama sekali tidak membuat Yordan gemetar.
"DIIIIIAAAAM!!!!" teriak Ica dengan nafas yang sudah terengah-engah karena menahan emosi sejak di lobi.
"Kakak tuh gila yah!!! Bisa-bisanya kakak ngomong begitu di depan orang banyak!!! Kakak malu-maluin tau gak!!" Bentak Ica lagi.
"Pelan-pelan Ca kalau ngomong,aku juga gak budeg kali." Jawaban Yordan malah makin membuat Ica naik darah tinggi. Ica pun mendekat ke arah Yordan untuk memberikan pukulan.
Hap. Namun sayang,tangan Ica yang masih mengudara sudah ditangkap Yordan. Yordan menarik tangan Ica dan membuat Ica terduduk di pangkuannya,dengan cepat Yordan mengunci tubuh Ica.
"Iiikkh..lepas!!! Lepas gak!!!" Ica meronta-ronta diatas pangkuan Yordan minta di lepaskan. Tanpa Ica sadari aksinya itu membuat Jeki bangun dari hibernasinya.
Yordan yang merasakan pergerakan dari sang sahabat bingung sendiri.
"Bentar Ca,gini dulu. Plis.!" Pinta Yordan,karena ia ingin memastikan apa pergerakan sang sahabat benar adanya atau hanya halusinasinya saja.
Yordan menaruh dagunya dipundak Ica,ia memejamkan matanya menikmati aroma tubuh Ica. Dan itu sukses membuat sang sahabat berdiri tegak. Mata Yordan membelalak merasakan celananya yang sesak karena ulah sang sahabat.
"Akhirnya loe bangun Jek!!!" Kata Yordan bersorak dalam hati.
"Ini harus dirayain Jek..!! Eh..tunggu,gimana cara ngerayainnya Jek?!" Tanya Yordan dalam hatinya.
Sang sahabat pun memberi kode dengan menusuk-nusuk bokong Ica yang masih terduduk di paha Yordan.
__ADS_1
"Akh...apaan tuh.?!!" Pekik Ica merasakan sesuatu menusuk bokongnya. Untuk kepala Jeki tumpul,kalau runcing pasti bokong Ica sudah jebol.
Ica pun berdiri dari pangkuan Yordan dan melihat ke arah paha Yordan. Cepat-cepat Yordan menutup pahanya dengan bantal sofa agar Jeki tidak bisa ber say 'hay' dengan Ica.