Penantian Sang Casanova

Penantian Sang Casanova
eps. 72


__ADS_3

Yordan memutar langkahnya untuk keluar dari dapur.


"Eh den Yordan..." panggil Nurul.


Yordan memutar tubuhnya menghadap Nurul.


"Apa?!" Jawab Yordan malas.


"Mau di siapin makan malam gak? Atau den Yordan mau makan di luar?" Tanya Nurul.


Yordan sejenak berpikir.


"Gue makan di luar aja deh." Jawab Yordan.


"Gue harus nikmatin masa-masa kebebasan gue sebelum si bule bar-bar balik dari kampungnya." Kata Yordan dalam hatinya.


Nurul pun mengangguk.


Yordan kembali memutar tubuhnya dan berjalan menaiki anak tangga menuju kamarnya.


Sesampainya di dalam kamar,Yordan langsung membuka semua pakaiannya dan masuk ke dalam kamar mandi. Ia mengguyur tubuhnya dengan air hangat yang keluar dari shower.


"Mumpung si bule bar-bar gak ada,gue akan bawa loe therapy Jek." Kata Yordan sambil melihat ke arah bawah.


Lima belas menit Yordan melakukan ritual mandinya,ia pun keluar dari dalam kamar mandi. Ia melangkahkan kakinya menuju ruang ganti,membuka lemari dan memilih outfit yang akan ia kenakan untuk membawa Jeki ke tempat therapy.


Setelah ia mengenakan pakaian,ia mengambil hp,dompet serta kunci mobilnya secara acak kemudian ia keluar dari dalam kamarnya. Dia berjalan menuruni anak tangga.


"Den Yordan mau kemana?" Tanya Dini yang sepertinya baru saja pulang berbelanja kebutuhan dapur.


"Mau cari makan." Jawab Yordan.


"Kan bisa makan di rumah den,nanti kalau madam tau..." Yordan langsung memotong kata-kata Dini.


"Yah jangan di kasih tau lah. Lagian gue bosen di rumah mulu. Udah lama gue gak refreshingin otak gue. Awas loe,jangan kasih tau madam loe kalau dia balik nanti."


Dini mengangguk-anggukan kepala.


Mungkin Yordan lupa kalau mommy Sarah adalah cenayang. Tanpa Dini,Nurul atau siapapun memberitahu,pasti mommy Sarah akan tahu.


Yordan pun meneruskan langkah kakinya menuju garasi,dan memencet kunci mobilnya agar mengetahui mobil mana yang ia ambil kuncinya secara acak tadi.


Setelah mobil berbunyi,Yordan pun berjalan menghampiri mobil sport berwarna putih. Membuka pintu mobil dan masuk ke dalam. Ia menyalakan mesin mobil,dan mengendarai mobilnya menuju apartemen Igo.


⭐⭐⭐⭐⭐


Ting Tong Ting Tong. Yordan membunyikan bel di unit apartemen sahabat somplaknya itu.

__ADS_1


Ceklek. Igo membuka pintu.


"Minggir loe..!!" Yordan menerobos masuk ke apartemen Igo.


"Dih..udah dia yang bertamu,malah dia yang songong.!!" Cibir Igo.


"Loe rubah lagi kode pintunya?!" Tanya Yordan kesal karena sebelum ia memencet bel,ia memencet kode pintu yang memang ia ketahui.


"Iya lah. Kalau gue gak ganti bahaya. Nanti gue lagi ah uh ah uh,terus loe tiba-tiba masuk, kan jadi nanggung gue nya."


"Cih..." Yordan berdecih sambil kakinya melangkah menuju dapur Igo.


Yordan membuka kulkas untuk mencari makanan yang bisa ia makan.


"Ngapain sih lo??!!" Tanya Igo heran melihat Yordan yang langsung mengacak-acak kulkasnya.


"Gue mau cari makanan. Laper gue.!!


Igo menoyor kepala Yordan.


"Loe kira apartemen gue apaan kunyuk.!! Kalo laper kenapa loe gak singgah beli makanan dulu tadi di jalan!! Dah lama gak dapet asupan gizi sih loe,jadi ngadet otak loe kan!!" Umpat Igo.


"Tadi waktu di jalan gue belum laper,gara-gara loe ganti kode pintu bikin gue emosi,jadi laper deh gue. Loe kira mencet-mencet tombol sambil emosi gak ngabisin tenaga.!!" Jawab Yordan tak mau kalah.


"Akh terserah loe aja lah. Tuh ada mie instan,loe masak aja sendiri. Kalau gak loe pesan online aja.!!" Igo memutar tubuhnya untuk kembali berjalan menuju kamarnya.


Langkah Igo tertahan karena Yordan menarik tangan Igo.


"Masakin dong.!" Mohon Yordan dengan wajah memelas.


Igo langsung menepis tangan Yordan.


"Minggir loe akh.!!! Nyusahin aja.!!" Igo kembali berjalan.


"Ayo dong Go...Pliiiis. Loe juga belum makan kan??!" Bujuk Yordan sekali lagi.


Igo pun menghela nafasnya.


"Tunggu bentar kalau gitu,gue pake baju sama ngeringin rambut dulu."


"Sini gue bantu ngeringin rambut loe,biar cepet.!!" Yordan mengikuti langkah Igo dari belakang.


"Sana loe!! Awas loe berani masuk ke kamar gue!!! Gue bogem loe!!!" Ancam Igo pada Yordan sambil mendorong tubuh Yordan.


Yordan terkekeh geli melihat tingkah Igo yang seperti anak perawan. Padahal dirinya tadi hanya ingin menggoda Igo.


Yordan pun menunggu Igo di meja makan.

__ADS_1


Setengah jam Yordan menunggu. Akhirnya Igo keluar juga dari dalam kamarnya.


"Lama banget sih loe,kayak anak perawan aja!! Tau gitu gue pesen online tadi.!!!" Kesal Yordan.


"Lah loe yang bego nungguin gue!!,udah gue bilang pesan online aja!!" Igo membalas perkataan Yordan.


"Jangan bilang loe gak punya duit gara-gara madam mommy blokir semua kartu loe!! Makanya loe numpang makan disini!!" Igo menatap curiga.


"Enak aja loe!! Asal loe tau,duit pribadi gue masih cukup buat beli mobil sport keluaran terbaru tiga biji.!!"


"Terus ngapain loe kesini?" Tanya Igo sambil membuka kulkas untuk memulai memasak.


Diantara Irlan,Yordan dan Igo. Igo lah yang paling jago masak. Kalau Irlan dan Yordan,akh jangan ditanya,injak dapur di rumahnya saja palingan tidak pernah.


"Mau ngajak loe nge club lah. Ngapain lagi."


Igo menghentikan sejenak kegiatannya yang memilah milih bahan makanan.


"Emang loe gak takut kena kebiri sama madam mommy??!"


"Si bule bar-bar lagi pulang kampung. Makanya gue bisa bebas untuk sementara waktu."


"Kok gue gak yakin yah madam mommy ngebebasin loe gitu aja. Jangan-jangan madam mommy diem-diem ngutus mata-mata. Atau diem-diem naro bom di dalam tubuh loe. Jadi begitu loe nyelup,madam mommy langsung pencet tombol dan....DUUUUUAAAAAR...!!! Meledak bareng deh loe sama partner loe.!!" Igo tertawa terbahak-bahak setelah mengatakan imajinasinya.


"Diem lu akh..!!" Yordan melempar sendok yang tersedia di meja makan ke arah Igo.


Sebenarnya Yordan juga sedikit ragu dengan kebebasan yang diberikan mommy nya secara tiba-tiba. Tapi ia tak mau ambil pusing,yang penting sekarang dia ingin menghilangkan stres nya dulu sambil memberikan therapy untuk Jeki. Manatau dengan Jeki di bawa therapy ke club,Jeki bisa bangun dari mati surinya.


Igo tak melanjutkan lagi ledekannya pada Yordan,ia kembali meneruskan kegiatannya menyiapkan bahan-bahan untuk memasak.


Setelah mengisi perut mereka dengan makanan yang di masak Igo. Kini mereka sedang bersiap meluncur menuju club malam.


"Loe telpon Irlan gih,mana tau dia mau nyusul." Perintah Igo pada Yordan.


"Ogah akh,dia lagi banyak masalah..nanti bagian kita dia embat kayak waktu itu. Loe mau gigit jari?" Yordan mengingatkan Igo pada kejadian dimana Irlan datang ke private room dan langsung menarik wanita yang mereka sudah seleksi.


Igo kembali mengingat kejadian itu. Dia pun mengangguk setuju dengan kata-kata Yordan.


"Bener juga loe!! Si Irlan kalau lagi kena masalah,ujung-ujungnya nyusahin mulu."


"Nah itu loe tau."


Akhirnya mereka memilih untuk bersenang-senang tanpa Irlan.


Mereka pun mengendarai mobil mereka masing-masing menuju club malam.


Kini mobil mereka sudah sampai di parkiran arena club. Yordan dan Igo pun turun dari dalam mobil mereka masing-masing dan melangkahkan kaki untuk masuk ke dalam club.

__ADS_1


__ADS_2