Penantian Sang Casanova

Penantian Sang Casanova
eps. 191


__ADS_3

Begitu sampai di lantai dua,Yordan langsung melangkahkan kaki nya menuju kamar baby Millie. Tapi ternyata anak dan istrinya tidak ada di dalam kamar itu. Hanya ada sus Vina dan sus Meri di dalam kamar itu.


Yordan pun berjalan menuju markas dua.


Ceklek. Yordan membuka pintu markas dua dengan perlahan dan berjalan dengan mengendap-endap mendekati Ica dan baby Millie yang tidak menyadari kedatangan Yordan di kamar itu karena sedang asyik bermain.


"Pa..pa...pa..pa.." teriak baby Millie kegirangan sambil menunjuk ke arah Yordan yang mengendap-endap mendekati mereka.


Sontak Ica pun menoleh ke belakangnya.


"Kak Yordan. Kok udah pulang?" Tanya Ica kaget dengan kehadiran sang suami.


"Kok mukanya gitu? Kayaknya kamu gak seneng yah aku pulang."


"Bukannya gak seneng,seneng lah. Cuma kaget aja,kan kakak bilang dua minggu lagi pulangnya."


"Udah kangen berat sama anak cantiknya papa." Jawab Yordan sambil menggendong baby Millie.


Cup cup cup cup cup. Yordan mendaratkan ciuman bertubi-tubi ke wajah baby Millie.


"Cuma kangen Millie aja? Aku gak?"


"Kangen juga dong sayang." Jawab Yordan sambil memberikan kecupan di kening Ica.


"Bawa oleh-oleh gak untuk aku sama Millie?"


"Oleh-oleh? Mampus gue,gue gak bawa apa-apa lagi.!!!" Kata Yordan dalam hati. Sangking ingin cepat-cepat pulang,ia sampai lupa membeli buah tangan untuk anak istrinya.


Meski begitu,Yordan tidak kehilangan akal agar istrinya tidak tahu kalau ia lupa membeli oleh-oleh.


"Ada dong sayang."


"Mana?" Todong Ica.


"Tunggu disini yah,biar aku ambil dulu." Kata Yordan. Ia pun berjalan keluar dari markas dua sambil menggendong baby Millie.


Yordan pun turun ke lantai bawah,sesampainya di lantai bawah Yordan langsung berjalan menuju halaman belakang dimana daddy Edwin dan mommy Sarah sedang berduaan.


"A...ti...a..ti.." teriak baby Millie saat melihat daddy Edwin.


Daddy Edwin dan mommy Sarah langsung menoleh ke belakang.


"Ooooh cantiknya grandpa." Sambut daddy Edwin sambil merentangkan kedua tangannya.


Yordan pun memberikan baby Millie pada daddy Edwin.


Melihat itu,mommy Sarah memberi tatapan tajam pada Yordan.

__ADS_1


"Bener-bener nih anak yah gak bisa diajak kompromi!!" Gerutu mommy Sarah dalam hati.


"Dad,titip Millie bentar yah. Yordan mau rapat kekeluargaan dulu sama mama nya Millie." Kata Yordan sambil mengerlingkan matanya pada sang daddy.


Makin membulat saja mata mommy Sarah mendengar permintaan Yordan yang menitipkan Millie di saat mommy Sarah dan daddy Edwin sedang merencanakan bulan madu untuk kesekian kalinya.


"Gak bisa!! Mommy sama daddy juga lagi membicarakan hal penting. Kamu kan baru pulang,harusnya kamu ajak Millie main duluan dong,bukannya malah mama nya Millie yang kamu ajak main duluan. Katanya kamu pulang karena kangen sama Millie." Protes mommy Sarah.


"Udah lah mom,biarkan Yordan berkarya. Lagian daddy juga udah kangen sama si cantik ini." Kata daddy Edwin membela anaknya sambil mencubit gemas hidung baby Millie.


Mommy Sarah memijat pangkal hidungnya mendengar sang suami membela si bule kampret dan lebih memilih untuk bermain dengan cucu mereka di banding melanjutkan pembahasan tentang bulan madu mereka yang kesekian kalinya itu.


"Makasih dad." Ucap Yordan pada sang daddy sambil memberikan senyuman ejekan pada sang mommy.


"Millie main sama aki dan nini dulu yah. Dadah.." pamit Yordan pada baby Millie.


"Enak aja aki-nini!!! Grandpa-grandma,Yordan!!!" Protes mommy Sarah tak terima jika dirinya di panggil nini.


Tapi Yordan tak menghiraukan protesan sang mommy,ia tetap melangkahkan kakinya pergi dari halaman belakang sambil melambaikan tangan pada baby Millie.


"Da..da..da.." balas baby Millie sambil melambaikan tangannya juga.


Setelah Yordan tak terlihat lagi,mommy Sarah mencoba melakukan negosiasi dengan baby Millie agar mau bermain dengan sus Vina dan sus Meri.


"Millie cantik,Millie main sama sus Vina atau sus Meri aja mau gak?"


"Kok gak mau sih? Padahal grandma udah beliin Millie mainan baru loh di kamar Millie."


Baby Millie hanya diam tanpa ekspresi,nampaknya ia sama sekali tidak tertarik dengan mainan baru yang grandma nya belikan untuknya.


Mommy Sarah menghela nafasnya karena di acuhkan oleh baby Millie.


"Millie cantik,Millie sayang. Boleh gak grandma pinjem grandpa nya Millie? Bentar aja." Mohon mommy Sarah. Hanya pada baby Millie lah mommy Sarah rela memohon.


Mendengar sang nini ingin meminjam aki kesayangannya,cepat-cepat baby Millie memeluk daddy Edwin dengan sangat erat. Persis seperti anak kecil yang takut mainannya di ambil anak lain.


"Noooooo!!!" Teriak baby Millie.


"Udah lah mom,sama Millie aja kamu gak mau ngalah." Akhirnya daddy Edwin membuka suara menengahi perdebatan antara sang istri dengan cucu kesayangannya.


"Tapi dad,pembahasan kita belum selesai."


"Kita kan bisa bahas nanti-nanti."


Mendengar jawaban daddy Edwin,gantian sekarang mommy Sarah yang memanyunkan bibirnya.


"A...ti...a..ti.." panggil baby Millie pada daddy Edwin.

__ADS_1


"Bukan aki Millie,tapi gran-pa." Ralat mommy Sarah.


"A...ti!!" Jawab baby Millie judes.


"No..Millie. Panggil grand-pa,bukan aki." Perdebatan mommy Sarah dan baby Millie pun di mulai lagi.


"A...ti..ni...ni.." bukannya menuruti perkataan sang grandma,baby Millie malah semakin membuat sang grandma gondok dengan menunjuk dirinya dan sang suami kemudian memanggil mereka dengan sebutan yang Yordan ajarkan pada baby Millie.


"Astaga Millie,grandma ini bule,masa kamu panggil grandma nini sih?! Kamu tuh jangan mau di ajarin sama papa kamu itu Mill,ajaran papa kamu itu ajaran sesat!!"


"Ni..ni.." Millie tidak mau tau,pokoknya ia mau memanggil mommy Sarah dengan panggilan nini.


"Udah lah mom,masa gara-gara panggilan aja kamu juga harus debat sama Millie sih."


Makin kesal saja mommy Sarah karena daddy Edwin terus membela baby Millie.


"A...ti...a..ti.."


"Apa Millie cantik?"


"Enang..enang.."


Mendengar celotehan baby Millie,mommy Sarah membulatkan matanya,mommy Sarah pikir baby Millie mengatakan kata 'menang'.


"Millie ngejek grandma,gara-gara grandpa barusan marahin grandma?" Tanya mommy Sarah pada baby Millie,tapi yang ditanya malah terlihat acuh.


"Millie bilang mau berenang mom,bukan menang." Kata daddy Edwin menterjemahkan bahasa baby Millie.


"A...ti...enang..ayok."


"Millie mau berenang?"


Baby Millie pun menganggukkan kepalanya.


"Oke ayok." Daddy Edwin menyetujui ajakan baby Millie.


"Kamu mau ikut berenang gak mom?" Tanya daddy Edwin pada mommy Sarah.


"Nini no!!" Baby Millie langsung memberi larangan keras pada mommy Sarah agar tidak ikut berenang dengannya dan daddy Edwin.


"Cih." Mommy Sarah berdecih mendengar larangan baby Millie.


"Siapa juga yang mau ikut!! Blweeee." Kata mommy Sarah sambil memeletkan lidahnya ke arah baby Millie.


Daddy Edwin menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan mommy Sarah dan baby Millie bagaikan kucing dan tikus.


"Dulu berantemnya sama anaknya,sekarang berantemnya sama cucunya." Kata daddy Edwin dalam hati.

__ADS_1


Tak ingin membuat bidadari hatinya berdebat terlalu lama,daddy Edwin pun pergi dari halaman belakang menuju kolam renang rumah utama meninggalkan mommy Sarah yang harus pasrah menyerahkan suaminya pada pelakor yang tak bisa ia singkirkan.


__ADS_2