
Sesampainya Yordan di luar ruangan sang mommy,pak Ari mendekati Yordan dan mutar-mutar tubuh Yordan.
"Pak Ari apa-apaan sih.!!" Yordan menghentakkan tangan pak Ari dari tubuhnya.
"Cuma mau mastiin aja pak Yordan,kalau tubuh pak Yordan masih utuh dan belum ada yang termutilasi." Jawab pak Ari sok-sok khawatir.
Yordan memutar bola matanya malas,tak ingin berdebat dengan asisten mommy nya,Yordan pun kembali melangkahkan kakinya menuju ruangannya.
Ceklek. Yordan membuka pintu ruangannya.
"Kok perasaan gue gak enak yah begitu gue masuk ruangan ini." Lirih Yordan sambil matanya melihat ke sekeliling ruangan.
Yordan melangkahkan kakinya menuju meja kerjanya.
"Oh...mai..gat..!!!" Pekik Yordan saat melihat meja kerjanya yang sudah di penuhi bertumpuk-tumpuk berkas yang harus ia periksa dan tanda tangani.
"Aaaarrrrgggghhh....!!!! Bule bar-bar gak berperasaan..!!" Teriak Yordan sambil menjambak rambutnya.
⭐⭐⭐⭐⭐
Seperti kesepakatan Yordan dengan sang mommy,kalau Yordan baru bisa mengunjungi Ica tiga bulan sekali. Dan waktu itu pun tiba. Kini Yordan sudah berada di dalam kamar hotel yang letaknya tepat di depan apartemen Ica.
Yordan tidak mengabari Ica akan kedatangannya kali ini. Malahan Yordan berbohong pada Ica kalau mungkin bulan depan Yordan baru bisa mengunjunginya. Yordan mendatangi Ica di apartemennya,namun Rini mengatakan kalau Ica sedang kuliah. Yordan langsung pergi dari apartemen Ica dan menyusul ke kampus Ica.
Berhubung Yordan sedang di New York,kedatangan Yordan tidak mampu membuat heboh mahasiswi-mahasiswi di kampus itu,coba sekarang Yordan ada di negaranya pasti kedatangan Yordan sudah membuat gaduh seisi kampus. Yordan menunggu Ica di bangku taman yang ada di kampus itu.
__ADS_1
Setengah jam Yordan menunggu Ica di bangku taman itu. Yordan memicingkan matanya ketika melihat sosok wanita yang mirip dengan Ica sedang berjalan berdua sambil tertawa dengan seorang pria bule juga yang jauh lebih muda darinya.
Otak Yordan kembali teringat akan kata-kata sang mommy yang mengatakan kalau Ica mungkin saja akan tergoda oleh laki-laki yang lebih muda dari dirinya di New York. Tak ingin pikiran buruk menguasainya,Yordan memilih untuk memastikan apa yang di lihat matanya dari kejauhan itu.
Yordan berdiri dari tempat duduknya dan mengikuti sosok yang mirip Ica itu. Ternyata sosok wanita dan pria bule itu masuk ke dalam kelas kosong. Yordan menguping dari balik pintu,dan terdengar lah suara laki-laki dan perempuan yang sedang tertawa,dan dari suara yang Yordan dengar,Yordan semakin yakin kalau wanita itu adalah Ica. Yordan mengepalkan tangannya,rahangnya sudah mengeras,pikiran buruk benar-benar sudah menguasai jalan pikirannya,hatinya sudah terbakar api cemburu.
Tanpa mengetuk pintu terlebih dulu Yordan langsung membuka pintu itu dengan kasar,dan ternyata si wanita itu memang benar Ica.
"Ica!!! Kak Yordan!!!" Teriak Ica dan Yordan bersamaan. Setelah Yordan membuka pintu,Ica langsung menoleh ke arah pintu dan melihat sosok yang sudah sangat ia rindukan.
Yordan mendekat ke arah Ica dan laki-laki itu. Tangannya sudah siap untuk memberikan bogem mentah pada laki-laki itu. Ica yang melihat api cemburu yang terpancar dari sorot mata Yordan dan hendak memukul Bryan,langsung menahan Yordan agar menghentikan aksinya itu.
"Kak Yordan apa-apaan sih!! Muncul-muncul mau pukul anaknya orang!!" Bentak Ica.
"Aku mau kasih dia pelajaran karena udah berani deket-deket sama calon istri aku.!!" Jawab Yordan dengan nafas yang memburu.
(Anggap aja mereka lagi ngomong pake bahasa inggris yah,jadi jangan ada lagi yang bilang,'emangnya bule ngerti bahasa Ica dan Yordan?'. Awas aja kalau nanti ada yang komen begitu,othor jejelin bakso beranak nanti loh.😆😆😆)
Mata Yordan langsung menatap tajam pada laki-laki itu.
"Anda gak denger tadi,kalau saya bilang Ica adalah calon istri saya!!" Geram Yordan pada laki-laki itu.
"Oh..jadi ini laki-laki yang kamu bilang itu Ca?!" Tanya Bryan pada Ica.
Ica mengangguk.
__ADS_1
Sebelumnya Ica memang sudah menceritakan tentang Yordan pada Bryan. Ica menceritakan ingin sekali membuatkan kemeja untuk Yordan pada Bryan,dan Ica sempat meminta saran Bryan.
Ica dan Bryan adalah teman sekelas,dan saat ini mereka sedang di pasangkan menjadi satu tim untuk tugas kampus. Tugas mereka adalah membuat pakaian hasil design mereka sendiri. Bagi mahasiswa diminta untuk membuat dress pasangan tim mereka dan untuk mahasiswi diminta untuk membuat pakaian casual pasangan tim mereka.
Dan saat ini diruang kelas yang kosong itu, Ica dan Bryan sedang membicarakan konsep pakaian yang akan mereka rancang. Namun kehadiran Yordan yang tiba-tiba di ruangan itu,berhasil membuyarkan konsep yang sedang Bryan presentasekan pada Ica.
"Kamu cerita apa sama dia?!" Tanya Yordan dengan tatapan yang mengintimidasi.
"Aku bilang..."
"Ica bilang,kalau kamu adalah laki-laki yang sangat menyebalkan dan sangat suka memaksa." Jawab Bryan memotong kata-kata Ica.
Mata Yordan membelalak dan menatap tajam pada Ica.
"Tapi dia juga bilang,kalau hanya kamu yang membuat jantungnya selalu berdebar setiap di dekat mu." Lanjut Bryan menambah bumbu-bumbu kebohongan,agar Yordan tidak kembali mengamuk pada dirinya.
Senyum sumringah penuh ke geeran terbit dari bibir Yordan,sedangkan Ica sudah tidak tau harus berkata apa-apa lagi. Karena Bryan sudah sangat mengada-ngada. Ica hanya bisa mengelus dada,karena ia sudah terbiasa dengan kelakuan Bryan yang sangat suka menjahili orang lain.
PERMISI...PERMISI...PERMISI
Othor mau promosiin karya baru othor nih,judulnya AKHIR PENDERITAAN CLARISA.
Kalau udah ada yang baca MENGEJAR CINTA MANTAN ISTRI,pasti tau sosok Alex dan Clara. Dan di novel baru othor itu,menceritakan tentang kisah mereka. Tapi othor saranin sebelum baca,siapin tissue dulu yah,karena novel othor yang baru itu jauh dari kata LUCU.
Bagi yang menyukai karya-karya othor,boleh lah yah singgah disana. Dan kalau kalian ikhlas,boleh juga kasih Like,Hadiah dan Vote nya. Kalian juga boleh kok kasih komen,tapi inget yah komennya jangan ada yang berbau SARA,apalagi sampai menghina. 🙏🙏🙏🙏
__ADS_1
Yang begini yah...