
Setelah mendengar suara pintu kamarnya tertutup,Ica langsung membuka matanya. Sebenarnya Ica sudah terbangun saat mendengar suara ketukan pintu,namun karena tubuhnya sangat lelah dan matanya juga sangat mengantuk,ia malas menjawab dan membuka pintu,karena ia pikir itu pasti mama Nivi. Namun saat,pintu di buka dan aroma parfume Yordan yang tercium,cepat-cepat Ica menutup matanya lagi dan pura-pura tertidur. Ica pun mendengar semua yang Yordan katakan padanya.
"Aku juga kangen banget sama kak Yordan. Maaf kalau aku egois." Hanya rangkaian kata itu yang mampu terucap dari bibir Ica. Tak terasa air matanya juga mengalir membasahi pipinya. Terlalu berat rindu ia yang membebaninya,membuat ia tak bisa lagi menahan air matanya.
Sebenarnya saat satu tahun setelah kata 'break' yang telah mereka sepakati bersama terucap,Yordan meminta Ica untuk kembali lagi padanya,namun Ica belum mau menjalin hubungan serius itu dengan Yordan. Yah..bisa di bilang trauma,tapi bukan trauma karena Yordan yang hampir membuka segelnya. Namun ia trauma jika harus ribut seperti itu lagi dengan Yordan.
Ica sadar betul,profesinya sebagai fashion designer pasti akan membuatnya banyak bertemu orang. Dan kemungkinan besar,akan sesekali bertemu di club malam. Kalau itu terjadi,dan Yordan masih belum bisa mengikis rasa curiga dan rasa cemburunya pada Ica,maka keributan akan terus terjadi dan terjadi di sepanjang hubungan mereka,dan buat Ica hubungan yang begitu sangat lah tidak sehat. Karena hubungan yang sehat itu adalah pasangan yang saling percaya dan berkomunikasi baik. Buat apa cinta kalau tidak saling percaya dan komunikasi yang tidak baik?!.
Ica juga pernah meminta Yordan untuk mencari perempuan lain,namun Yordan saja yang tidak mau. Maka kelihatannya seperti Ica lah yang jahat karena menggantung hubungan mereka terlalu lama.
Lagi asyik-asyiknya termenung,tiba-tiba saja hp Ica berbunyi. Ada notifikasi pesan dari nomor Tia. Ica pun membukanya. Ternyata besok,Tia meminta ketemuan di kafe milik mantan suami sahabatnya Nia. Ica sudah memberitahu Tia tentang kepulangannya,namun ia belum memberitahu Nia,karena Tia melarangnya,rencananya kepulangan Ica ingin di jadikan surprise untuk Nia. Setelah membalas pesan Tia,Ica pun bangkit dari ranjangnya menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya sebelum ia bergabung dengan para orangtuanya.
⭐⭐⭐⭐⭐
Keesokan harinya, sesuai janjinya dengan Tia yang mengajak ketemuan jam tujuh malam di kafe milik Irlan,kini Ica dengan di antar supir keluarganya datang ke kafe milik mantan suami sahabatnya itu. Ica semakin penasaran,apa yang akan di bicarakan Tia. Karena kalau hanya sekedar berkumpul,pasti Tia akan mengajak Nia dan tidak mungkin melarang Ica untuk memberitahu Nia tentang kepulangannya.
Mobil yang di kendarai supir keluarga Ica pun tiba di kafe milik Irlan. Ternyata disana sudah menunggu Irlan,Yordan dan Igo sedangkan Tia yang mengajak bertemu belum nongol. Karena sebenarnya pertemuan ini adalah permintaan Irlan. Karena Irlan ingin meminta bantuan pada sahabat nya dan sahabat Nia untuk membantu Irlan menyiapkan acara lamaran untuk Nia.
Ica pun masuk ke dalam kafe,namun karena Tia belum datang,Ica memilih untuk duduk di meja terpisah dengan Irlan,Yordan dan Igo.
"Duduk sini Ca." Panggil Igo.
Namun dengan senyuman dan gelengan kepala,Ica menolak halus ajakan Igo.
"Aku sini aja kak."
__ADS_1
"Nungguin Tia kan? Kita juga nungguin Tia kok,udah gabung aja sini sama kita." Ajak Igo lagi. Sedangkan Yordan hanya terdiam memperhatikan interaksi Ica dan Igo.
"Ia kak makasih. Nanti aja kalau Tia udah dateng baru aku gabung." Tolak Ica lagi.
Mendengar Ica yang menolak lagi,Yordan pun membuka suaranya pada Igo.
"Udah Go biarin aja,gak usah di paksa." Kata Yordan dengan suara pelan.
"Loe berdua masih marahan?" Tanya Igo. Walaupun Yordan pernah cerita tentang hubungannya dengan Ica yang sedang break,tapi Igo tak menyangka kalau Yordan mampu bertahan dalam hubungan yang gak jelas akan di bawa kemana. Apalagi selama tiga setengah tahun belakangan ini,Yordan sudah sama sekali tidak pernah menginjakkan kakinya ke club,hari-hari Yordan hanya di isi dengan kerja,kerja dan kerja. Kalaupun ingin melepas penat,Yordan hanya mengajak Igo dan Irlan berkumpul di kafe milik Irlan.
"Bukan marahan,cuma lagi break untuk saling introspeksi diri." Jawab Yordan sambil menyeruput es capucinonya.
"Break sampe tiga tahun lebih,itu mah sama aja putus oon!! Loe kanapa gak nyari yang baru aja sih? Kalau gue jadi loe,gue udah nyari yang baru. Daripada buang-buang waktu untuk sesuatu yang gak pasti."
Igo menganga mendengar kata-kata Yordan.
"Kali ini gue setuju sama loe Dan,gue harap hati Ica secepatnya luluh. Biar loe bisa menuai hasil dari penantian loe selama ini." Kini Irlan membuka suara memberi dukungan pada Yordan.
Igo geleng-geleng kepala karena Irlan ikut mendukung Yordan.
"Jadi loe dukung dia di gantung sama Ica?" Tanya Igo sambil menunjuk Yordan.
"Kalau loe ambil sisi negative nya,loe akan ngerasa di gantung. Tapi kalau loe ambil sisi positif nya,loe akan ngerasa kayak lagi menunjukkan seberapa besar cinta loe buat cewek yang loe tunggu." Jawab Irlan.
"Tuh denger!! Loe gak pernah jatuh cinta sih makanya loe gak paham arti dari sebuah perjuangan!! Tobat loe,udah tua,masih aja suka main kuda-kudaan sama kuda liar.!!" Ejek Yordan.
__ADS_1
"Enak aja loe!! Gue udah pensiun yah dari dunia begituan. Kan senior gue udah pensiun,yah gue juga ikutan pensiun lah!!" Jawab Igo tak terima.
Sedang asyik-asyiknya membahas sesuatu yang unfaedah,tiba-tiba saja suara Tia dari depan pintu yang memanggil Ica mengalihkan perhatian ketiga laki-laki yang unfaedah itu.
Kalau Yordan dan Irlan biasa saja melihat kedatangan Tia,namun berbeda dengan Igo yang matanya tiba-tiba saja mengeluarkan beribu-ribu tanda hati untuk Tia. Jantung Igo juga berdetak lebih kencang saat melihat Tia.
"Ti..sini." panggil Irlan saat melihat Tia sedang berjalan menghampiri Ica di mejanya.
"Ayo Ca kita gabung sama kak Irlan." Ajak Tia.
Ica pun berdiri dari tempat duduknya dan berjalan ke arah Tia,mereka berdua pun jalan beriringan menuju meja Irlan dkk.
Merasa tidak enak dengan pengunjung lain,Irlan pun mengajak Yordan,Igo,Ica dan Tia untuk naik ke ruangannya.
Kini mereka sudah berada di dalam ruangan Irlan. Irlan duduk di single sofa sedangkan Yodan dan Igo duduk di sofa panjang di sebelah kanan Irlan dan Ica dan Tia duduk sofa panjang sebelah kiri Irlan.
"Mata loe biasa aja dong liat si Tia,kupret!!!" Bisik Yordan pada Igo yang menyadari tatapan Igo untuk Tia.
"Ekhm..." Irlan berdehem untuk memulai pembicaraannya.
"Jadi gini...." Irlan pun mulai menceritakan keinginannya pada Ica dan Tia tentang keinginannya melamar Nia dipulau K.
Irlan pun memberitahu pada Ica dan Tia tentang konsep lamarannya,dan Irlan juga meminta tolong pada Ica untuk mendesign gaun pengantin untuk Nia. Namun Ica menolak tawaran Irlan,karena ia masih sangat baru dalam bidang design pengalamannya mendesign gaun pengantin pun belum ada,apalagi ini untuk pernikahan sahabatnya,ia takut hasilnya tidak akan memuaskan. Jadi Ica mengusulkan untuk berpura-pura menanyakan pada Nia konsep gaun pengantin impiannya,dan Ica akan menggambarkan secara garis besarnya saja. Barulah designer ternama yang akan mewujudkan gambar yang Ica buat. Irlan pun setuju dengan usul Ica.
Setelah kurang lebih dua jam meeting untuk acara lamaran sekaligus acara pernikahan Irlan dan Nia,akhirnya mereka pun pulang.
__ADS_1