Penantian Sang Casanova

Penantian Sang Casanova
eps. 155


__ADS_3

Yordan menahan tubuh Ica yang hendak berdiri dan langsung menyerang bibir istrinya dengan sangat rakus. Tangan Yordan pun ikut merambah ke buah siicakama. Tak perlu menunggu lama,Ica akhirnya terlena dengan permainan Yordan. Dan sore hari itu,yang tadinya niat mereka duduk-duduk di pasir pantai sambil menunggu dan menikmati sunset,kini jadi putar haluan,malah sunset lah yang menikmati pemandangan yang mengenaskan bagi para kaum jomblo.


Dan begitu lah aktifitas pasangan pengantin baru itu selama berbulan madu,dua minggu mereka di Hawai,hanya empat kali Yordan membawa Ica jalan-jalan. Karena selebihnya,dengan semangat juang yang tinggi dan rasa tak kenal lelah,Yordan selalu menggempur Ica demi tercapainya cita-cita mendapatkan generasi Yordan. Walau Yordan terus menggempur Ica,bukan berarti Yordan mengurung sang istri di dalam kamar. Buktinya ia menggempur sang istri di berbagai tempat di pulau itu. Seperti di dalam air ketika mereka berenang di pantai,di atas yacht,bahkan saat mereka berjalan-jalan menjelajahi pulau kecil itu,Yordan menyempatkan diri menggempur istrinya. Lagi dan lagi Ica tak bisa menolak,karena menolak dan meronta pun percuma karena ujung-ujungnya akan mendesah dan mengerang juga.


⭐⭐⭐⭐


Tak terasa tiga bulan sudah berlalu sejak mereka selesai berbulan madu. Hubungan Yordan dan Ica juga semakin mesra dan harmonis. Itu semua karena mereka sudah saling memahami jalan pikiran satu sama lain. Sangking mesra dan harmonisnya,Yordan sampai menolak keinginan mommy Sarah yang menginginkan mereka tinggal di rumah utama.


Tapi tidak seminggu ini,entah kenapa Yordan ingin sekali tinggal di rumah utama dan tidur di kamarnya. Dan itu membuat Ica senang karena bisa tinggal dengan mommy Sarah. Jika kebanyakan menantu tidak ingin seatap dengan mertuanya,beda hal dengan Ica. Sejak mommy Sarah meminta mereka untuk tinggal di rumah utama,Ica selalu membujuk Yordan agar menuruti keinginan mommy nya,tapi hasilnya selalu nihil.


Bukan karena Yordan takut quality time mereka terganggu,hanya saja Yordan tidak mau lomba paduan mendesah dengan kedua orangtuanya. Padahal mommy Sarah sudah membuat kamarnya dan kamar Yordan kedap suara,tapi tetap saja Yordan tidak mau tinggal bareng dengan kedua orang tuanya.


Subuh ini,seperti subuh-subuh yang lalu. Yordan selalu membangunkan Ica agar sang sahabat bisa apel pagi. Setelah hampir empat puluh lima menit sang sahabat mengapeli sang soulmate,akhirnya pasukan cebong shift subuh pun menyerbu pabrik pembuatan generasi Yordan.


"Aaaaargh..!!" Yordan mengerang panjang saat sang sahabat menyemburkan pasukan cebongnya. Begitu sang sahabat melemas,Yordan langsung mengambrukkan tubuhnya di sebelah Ica.

__ADS_1


Cup cup cup. Yordan mengecup kening,pipi dan bibir Ica sekilas.


"Makasih sayang." Ucap Yordan. Itulah kebiasaan Yordan setiap sang sahabat selesai apel. Jeki yang ngapel,Yordan yang berterimakasih,sungguh persahabatan yang patut di acungi jempol. Setelah mengucapkan rasa terimakasihnya pada induk semang soulmatenya Jeki,Yordan menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka berdua dan mulai mengatur nafas,maklum habis mengguncang ranjang.


Namun baru saja ia mengatur nafasnya yang masih ngos-ngosan,tiba-tiba saja ia merasakan perutnya seperti sedang diguncang. Cepat-cepat Yordan turun dari tempat tidur dan berlari ke dalam kamar mandi.


Ica yang melihat Yordan berlari ke dalam kamar mandi,ikut turun dari atas tempat tidur. Ia memunguti pakaiannya yang tergeletak di lantai dan memakainya,cepat-cepat ia masuk kedalam kamar mandi untuk melihat keadaan suaminya.


"Huweeeek...huweeek.." Yordan memuntahkan cairan bening di wastafel.


"Kita kedokter aja yah kak. Udah sebulan lebih loh kakak kayak gini. Aku takut kakak kenapa-kenapa." Kata Ica khawatir.


Sudah sebulan lebih Yordan muntah-muntah,namun yang anehnya Yordan selalu muntah-muntah jika Jeki baru selesai balap liar. Jadi jika sehari tiga kali Jeki balap liar,tiga kali sehari juga Yordan muntah-muntah.


Yordan menggeleng.

__ADS_1


"Cuma masuk angin aja Ca. Mungkin gara-gara tiap malem aku tidur gak pake apa-apa,makanya kayak gini." Tolak Yordan.


"Masa cuma kakak aja yang masuk angin,kalau kakak masuk angin,harusnya aku juga dong. Kan kita sama-sama gak make apa-apa kalau tidur." Kata Ica lagi. Karena memang benar,setiap malam sebelum tidur pasti Jeki menyempatkan diri mengapel sang soulmate.


"Beda lah Ca,kamu biar gak pake apa-apa,kan ada aku yang meluk kamu,jadi anginnya masuk semua ke aku." Jawab Yordan yang kekeh merasa dirinya baik-baik saja.


"Terserah deh. Pokoknya nanti kalau sakit kakak makin parah,jangan bilang aku gak merhatiin kakak yah."


"Iya sayang. Tenang aja,aku baik-baik aja kok. Nanti abis minum teh hangat juga baikan lagi."


"Ya udah kita mandi yuk kak." Ajak Ica.


Mendengar kata 'kita',Yordan paham maksud Ica. Karena sekarang Ica sendang memberi kode pada Yordan untuk membuat istrinya mendesah lagi di dalam kamar mandi.


Ya..begitu lah cara Ica meminta hak nya pada Yordan,meski ia sudah tak malu lagi meminta duluan,tapi tetap saja ia mengatakannya dengan kode. Sudah sebulan lebih juga Ica hasrat Ica dua kali lipat dari biasanya,bahkan sesekali Ica lah yang berinisiatif memberi guncangan. Dan yang pasti aksi Ica itu membuat Yordan mabuk kepayang. Namun sayangnya,setelah selesai mabuk kepayang,datang lah mabuk darat yang membuat Yordan muntah-muntah.

__ADS_1


Setelah hampir satu jam,akhirnya mereka selesai juga melakukan ritual mandi plus-plusnya.


__ADS_2