
Setelah melewati berbagai drama sepanjang perjalanan menuju apartemen,akhirnya pasangan absurd ini tiba juga di apartemen Ica. Sebenarnya,Yordan ingin mengajak Ica ke apartemennya yang ada di sebelah. Tapi Yordan takut nanti Ica tau kalau ia menaruh kamera pengintai di seisi ruangan di apartemen Ica.
Dan disini lah mereka sekarang,di ruang televisi. Duduk bersebelahan di sofa panjang yang ada disana sambil menonton drama korea kesukaan Ica. Sedangkan Yordan,ia asyik bermanja-manja dengan Ica sambil merebahkan kepalanya di paha Ica,tangan Yordan terus menggenggam ke dua tangan Ica dan tak henti-hentinya mencium tangan kekasihnya itu. Seandainya Yordan punya kekuatan untuk menghentikan waktu,pasti Yordan sudah menghentikan waktu agar bisa lebih lama dengan Ica.
"Ca.."
"Hemh.."
"Cincinnya jangan pernah di lepas yah!!"
"Kenapa?!"
"Gak pa-pa. Kalau sampe aku tau kamu lepas,aku lepas juga nanti pakaian mu semua!!" Cih..ancaman apa itu Yordan. Ancamannya gak jauh-jauh soal hal-hal cabul.
Ica memutar bola matanya malas.
Bukan tanpa sebab Yordan meminta Ica untuk tidak melepas cincin yang baru saja ia berikan pada Ica. Karena cincin itu sudah di pasang alat pelacak oleh Yordan.
"Ca.."
"Apa sih kak? Ca ce co ca ce co mulu daritadi.!!" Protes Ica karena Yordan selalu memanggil dirinya,dan itu sangat mengganggu Ica yang sedang asyik menikmati drama korea.
"Mimik cucu..." kata Yordan meniru suara anak kecil yang minta susu. Karena sedari pabrik susu milik Ica seperti sedang menggoda-goda Yordan yang sedang rebahan di bawahnya.
"Ya udah bikin aja sendiri.!!"
"Bukan yang itu,tapi yang..." mata Yordan melirik ke arah pabrik susu milik Ica.
Ica mengikuti arah mata Yordan,dan..
PLETAK...Ica menjitak kening Yordan.
"Aaauuuw sakit Ca.." ringis Yordan sambil mengusap keningnya.
__ADS_1
"Siapa suruh otak kakak mesum mulu!! Udah kayak kakek Sugiono aja!!"
"Kok kamu tau nama kakek buyut aku Sugiono?!" Goda Yordan. Padahal ia juga tidak tau siapa itu kakek Sugiono.
"Tau lah,tuh otak kakak cabul mulu!!"
Yordan terbahak-bahak mendengar jawaban Ica.
"Bukan cabul Ca. Namanya juga lelaki tangguh,yah begini. Apalagi umur aku yang udah cukup untuk melakukan hal-hal seperti itu. Jadi wajar lah kalau aku ngomong kayak gitu.!"
"Iya wajar,kalau kakak ngomongnya sama yang seumuran kakak!! Kalau ngomong sama aku,jangan bahas yang begituan deh,aku geli!!!"
"Yah udah aku gak akan bahas gituan lagi. Tapi nanti langsung praktek aja,ya kan?!" Goda Yordan lagi.
"Iiikh kakak!!" Ica memukul-mukul dada Yordan pelan.
Mata Yordan gagal fokus ke arah lain saat Ica memukul-mukul dadanya. Karena saat Ica memukul-mukul dadanya,terjadi gempa lokal di pabrik susu Ica. Dan itu sukses membuat si Jeki kesurupan. Buru-buru Yordan menangkap tangan Ica,mata mereka beradu pandang sejenak. Ingin sekali Yordan menarik tubuh Ica dan memeluk erat tubuh Ica,dan mengajak Ica menjelajah dunia ranjang,tapi otak Yordan masih cukup waras untuk tidak melakukan itu. Sayangnya,otak Yordan dan sang sahabat selalu bertentangan. Entah siapa di antara keduanya yang Yordan pilih.
Yordan pun langsung mengalihkan pandangan matanya dari mata Ica,ia melepaskan tangan Ica kemudian mengangkat kepalanya dari paha Ica dan bangun dari sofa. Sepertinya kali ini si otak yang menang lagi,karena Yordan memilih langsung ke kamar mandi.
"Toilet. Kebelet!!!" Teriak Yordan sambil terus melangkahkan kakinya ke toilet yang ada di dekat dapur.
Braak..Yordan membuka pintu kamar mandi itu dengan kasar.
Bruuk..Ia pun menutupnya dengan cara membanting pintu itu dan menguncinya.
Cepat-cepat ia melepaskan sang sahabat dari dalam jeruji kain. Sang sahabat yang sudah tegak berdiri langsung memberi hormat pada Yordan.
"Akh gue tempeleng juga loe Jek!!!! Lemah amat sih iman loe!!! Baru liat gempa lokal aja udah kesurupan!!!" Yordan mengomeli sang sahabat sambil menuangkan sabun yang sudah terisi penuh kembali. Sambil membayangkan gempa lokal tadi,acara main sabun pun di mulai.
Lima belas menit kemudian,Yordan pun keluar dari dalam kamar mandi.
"Agooooyamang..!!" Pekik Yordan kaget,saat melihat Rini sudah ada di depan kamar mandi dengan tatapan tajam pada Yordan.
__ADS_1
"Nga...nga..pain loe di...sini?!" Tanya Yordan terbata-bata.
"Ngintipin gue loe!!!" Lanjutnya lagi.
"Cih...saya curiga sama mas Yordan,kok lama banget di dalam. Apa jangan-jangan..." mata Rini menatap Yordan penuh selidik.
"Orang gue kebelet,yah lama lah!!" Jawab Yordan mantap,agar Rini tidak makin curiga padanya. Namun sayangnya,sepertinya Rini tau apa yang lakukan Yordan di dalam.
"Kebelet ngapain mas? Kebelet mainin sabun??!" Pertanyaan Rini menjatuhkan harga diri Yordan,sepertinya Rini sudah tau siapa tersangka yang menghabiskan sabun yang ada di dalam kamar mandi itu.
"Kok dia bisa tau,apa jangan-jangan dia pasang kamera tersembunyi di dalam kamar mandi ini??!" Yordan bertanya-tanya dalam hati.
"Apaan sih loe,nuduh aja!!" Bantah Yordan,ia pun mulai melangkahkan kakinya pergi dari depan kamar mandi.
"Non Ica..ini mas bule..." teriak Rini,sepertinya Rini ingin memberi laporan kepada Ica tentang siapa tersangka yang menghabiskan sabun.
Cepat-cepat Yordan membungkam mulut Rini dengan tangannya.
"Diem loe!!! Iya...iya gue yang mainin sabun!! Tapi diem-diem aja loe,ini rahasia kita!!!"
Rini menganggukkan kepala. Melihat Rini menganggukkan kepalanya,Yordan pun melepaskan tangannya dari mulut Rini.
"Jaga rahasia itu berat mas Yordan,butuh banyak tenaga,kalau mau menghasilkan banyak tenaga,harus banyak makan,kalau mau makan harus punya duit. Nah...." kata-kata Rini terpotong karena Yordan langsung menempelkan beberapa lembar uang ke mulut Rini.
"Udah diem loe!! Tuh beli makan yang banyak,biar banyak juga tenaga loe buat jaga rahasia sama meras gue!!!" Kesal Yordan.
Rini pun memegang uang itu sambil cengengesan.
"Makasih mas bule,atas pengertiannya. Semoga langgeng yah sama non Ica,biar bisa main sabun terus disini." Ejek Rini sambil berlari ke arah kamarnya.
Melihat Rini yang sudah ngibrit,Yordan mencebik sambil memberikan tinjuan ke udara.
"Enak aja loe doain gue mainin sabun mulu!!!" Kesal Yordan.
__ADS_1
Ia pun melangkahkan kakinya menuju ruang televisi tempat Ica berada.
Sebenarnya waktu ngapel sudah habis,karena Rini yang sudah pulang ke apartemen. Tapi karena hari ini adalah hari terakhir kebersamaan Yordan dengan Ica,jadi Yordan menambahkan waktu dua jam untuk lebih lama dengan Ica. Lalu bagaimana dengan Rini?! Akh,mungkin saja sekarang Rini sudah masuk ke alam mimpi setelah Yordan berikan beberapa lembar uang dolar,yang kalau di rupiahkan bisa mencapai sepuluh juta rupiah. Dan yang pasti sebelum Rini pergi ke alam mimpi,ia sudah mengisi sabun yang di pakai Yordan sampai penuh kembali.