
Sesampainya di dapur,mommy Sarah langsung membuka kulkas untuk mengecek bahan-bahan membuat bakso kualitas premium ala mommy Sarah.
"Emangnya mommy bisa bikin bakso?" Pertanyaan merendahkan sang mommy keluar dari mulut tak berdosa Yordan. Sepertinya Yordan lupa siapa mommy Sarah.
Mendengar pertanyaan dari anak laknatnya,mommy Sarah langsung memutar tubuhnya menghadap Yordan.
"Kamu sadar gak sama siapa kamu bertanya kayak gitu?" Mommy Sarah mencoba mengingatkan sang anak dengan siapa sang anak berbicara.
"Sadar lah."
"Kalau sadar kenapa kamu nanya begitu? Kamu pikir mommy bisa bangun perusahaan frozen food itu hasil sulap? Atau hasil minta permohonan dari jin botol?"
"Hehehe.." Yordan nyengir kuda saat ia baru sadar kalau mommy Sarah adalah pemilik SFF Group.
"Yordan pikir kan,mommy mendirikan SFF Group cuma modal otak bisnis,bukan modal keahlian masak."
"Cih...!! Kamu pikir,mommy bangun perusahaan itu gak dari nol. Dari nol tau gak,kayak motto nya pom bensin 'kita mulai dari nol yah.' " sindir mommy Sarah.
"Kamu enak,tinggal nerusin perusahaan mommy sama daddy yang udah besar. Jadi kamu gak ngerasain namanya jatuh bangun,di hina,di munafikin ,di manfaatin,di ghostingin sampe akhirnya perusahaan mommy sama daddy jadi sebesar ini,kamu tinggal terima aman,nyaman,gak perlu susah payah ngebangun semua itu dari nol. Udah tinggal nerusin pun,kamu masih ngeluh. Begini lah...begitu lah..bilang mommy sama daddy penyiksaan lah,kerja rodi lah. Harusnya kamu bersyukur,mommy sama daddy dulu kerja mati-matian untuk memberikan hidup yang layak buat kamu,makanya sekarang kamu gak perlu susah-susah nyari klien. Malah klien yang datengin kamu minta berinvestasi." Sambil berceramah,tangan mommy Sarah juga ikut bekerja menyiapkan bahan-bahan untuk membuat bakso.
Mendengar cerita perjuangan sekaligus ceramah singkat dari sang mommy,membuat ia sadar dan bersyukur terlahir di keluarga yang berkecukupan. Ia kembali mengingat momen-momen dimana dirinya belum bertemu dengan Ica. Dimana waktu itu,dengan segala cara mulai cara lembut,kasar,bahkan sampai cara tak perlu menyentuh tapi bisa membunuh sudah mommy nya lakukan untuk membuatnya kembali ke jalan yang benar. Seandainya ia lahir di keluarga yang memiliki ekonomi pas-pas an,mana mungkin ia bisa merasakan hal yang sekarang ia rasakan. Tapi hanya karena sakit hati dengan satu orang wanita,membuat ia lupa kalau uang yang ia pakai foya-foya,adalah hasil kerja keras kedua orangtuanya.
"Kok malah ngelamun!! Sini bantuin mommy!!" Kata mommy Sarah saat melihat Yordan yang sedang melamun.
Tak perlu berdebat lagi,Yordan pun langsung mendekati sang mommy.
Cup. Tiba-tiba saja Yordan mencium pipi mommy Sarah.
__ADS_1
"Makasih yah mom,karena udah jadi mommy yang hebat untuk Yordan. Yah...walaupun bar-bar,tapi Yordan sekarang sadar kalau apa yang mommy lakukan itu untuk kebaikan Yordan."
"Cih...kesambet setan apa kamu?! Tumben manis banget ngomongnya? Jangan kamu pikir,dengan kamu bermanis-manis begini kamu bisa keluar dari dapur!!" Balas mommy Sarah.
"Cih..tau aja lagi nih bule bar-bar!!" Umpat Yordan dalam hati.
"Ekhem.." tiba-tiba saja dari arah belakang ada suara orang berdehem.
Mommy Sarah dan Yordan yang baru saja mulai membuat adonan bakso pun sontak melihat ke arah belakang mereka.
"Loh..kok daddy bangun?" Tanya mommy Sarah saat melihat suaminya berdiri di belakang mereka.
"Habisnya kamu gak balik-balik ke kamar,katanya cuma mau ngambil air hangat di dapur,tapi gak balik-balik. Aku pikir kamu kenapa-kenapa." Jawab daddy Edwin sambil mendekati istrinya dan memeluknya dari belakang.
"Dad,ada Yordan disini dad. Kalau mau mesra-mesraan jangan disini lah,bikin sakit mata aja!" Kata Yordan sinis.
"Tengah malam gini kamu mau bereksperimen apa sih mom?" Tanya daddy Edwin melihat sang istri sedang membuat adonan bakso.
"Mau bikinin bakso untuk Ica dad. Apa yang di makan Ica kan,di makan juga sama cucu kita. Jadi mommy mau apa yang Ica makan harus benar-benar higienis dan tanpa bahan pengawet atau mengandung zat-zat kimia lainnya." Setelah mengatakan kalimat panjang lebar,tiba-tiba saja otak bisnis mommy Sarah memberi sinyal.
"Dad..."
"Hemh.."
"Kayaknya mommy punya ide nih."
Mendengar kata 'ide' keluar dari mulut istrinya,daddy Edwin langsung melepaskan pelukannya dari sang istri. Perasaannya mulai tak enak. Bukan hanya daddy Edwin,perasaan Yordan pun sama tak enaknya dengan sang daddy.
__ADS_1
"Gue nyium hal-hal yang menguntungkan buat si bule bar-bar dan merugikan diri gue nih!!" kata Yordan dalam hati.
"Ide apa? Jangan yang aneh-aneh kamu!!" Tanya daddy Edwin. Wajar saja kalau daddy Edwin punya pemikiran seperti itu pada sang istri,karena selama ini kata 'ide' yang keluar dari mulut istrinya selalu hal-hal yang mencengangkan.
"Hish kamu nih!! Gak anak,gak bapak,sama aja!! Suka mikir yang gak-gak duluan tentang mommy!!" Ketus mommy Sarah.
"Ya terus apa ide nya?"
"Mommy pengen buat produk-produk frozen food yang berkualitas tinggi khusus untuk ibu hamil. Menurut daddy gimana?"
Daddy Edwin bernafas lega mendengar ide yang di maksud sang istri.
"Bagus mom,daddy setuju. Karena memang ibu hamil perlu makan-makanan yang berkualitas,mengingat perkembangan otak anak di mulai saat mereka dalam kandungan ibunya sampai seribu hari kehidupan. Biar generasi bangsa selanjutnya tidak ada yang stunting."
"Iya bener dad. Kalau gitu,besok mommy akan diskusikan dengan ahli gizi perusahaan."
Berbeda dengan daddy Edwin yang nampak lega dengan ide mommy Sarah,lubang hidung Yordan malah terlihat kembang kempis seperti orang yang sedang menahan tangis.
"Habis lah gue!!! Alamat lembur ini mah!!!" Gerutu Yordan dalam hati.
Karena kalau bukan Yordan yang harus turun meninjau hasil produksi baru,siapa lagi?! Tidak mungkin si bule bar-bar,sebagai pemimpin tertinggi perusahaan dan pemegang keputusan terbesar di rumah utama,si bule bar-bar hanya tau memberi perintah pada Yordan yang statusnya masih menjadi bawahan di perusahaan.
⭐⭐⭐⭐⭐
Tujuh bulan sudah usia kandungan Ica. Yordan dan Ica juga sudah mengetahui jenis kelamin anak pertama mereka. Acara syukuran tujuh bulanan pun sudah diadakan seminggu yang lalu. Perlengkapan bayi pun sudah mulai Ica beli. Namun sayangnya,saat Ica mulai mempersiapkan perlengkapan bayi untuk anak pertamanya,mommy Sarah dan daddy Edwin harus mendadak pergi ke New York karena uncle nya mommy Sarah meninggal dunia. Sedangkan mama Nivi dan papa Fano di minta ikut oleh daddy Edwin ke New York,menggantikan Yordan dan Ica yang tidak bisa ikut karena kondisi Ica yang hamil,dan Irna selaku dokter kandungan yang menangani Ica melarang Ica untuk melakukan perjalanan jauh. Sebenarnya Irna bisa saja memberi izin,tapi karena mengingat anak yang ada di kandungan Ica seharga dua M,dan cucu pertama dari dua pihak keluarga,jadi Irna berkewajiban turut membantu menjaga keselamatan bayi yang ada di kandungan Ica.
Dua minggu sudah mommy Sarah dan daddy Edwin pergi,dan selama dua minggu itu juga jadwal Yordan benar-benar padat. Apalagi SFF Group baru mengeluarkan produk-produk frozen food khusus untuk ibu hamil yang semua bahannya dari bahan premium. Dan itu membuat jadwal apel Jeki berantakan tak karuan. Jika sebelumnya jadwal apel Jeki seperti jam minum obat,tiga kali sehari,tapi sekarang hanya dua hari sekali. Sebenarnya Ica ingin protes dengan jadwal apel Jeki yang amburadul,tapi tak mau memaksakan,karena ia mengerti kalau pekerjaan suaminya sangat lah banyak,apalagi harus menangani dua perusahaan sekaligus.
__ADS_1
Dan akibat sang suami yang sudah kelelahan dengan urusan kantor,Ica terpaksa memenuhi kebutuhan ngidamnya sendiri. Walaupun tidak benar-benar sendiri,karena Ica selalu memesan lewat aplikasi.