Penantian Sang Casanova

Penantian Sang Casanova
eps. 145


__ADS_3

Sedangkan di kamar lainnya,mommy Sarah yang baru saja selesai memakai cream malamnya,langsung menyusul sang suami yang sudah menunggunya di atas ranjang.


"Sar.."


"Iya Ed."


"Kamu belum jelasin sama aku soal yang tadi di ruang keluarga."


"Oh.." mommy Sarah malah ber O ria.


"Ica lagi hamil?"


Mommy Sarah menggeleng.


"Belum Ed,tapi aku berharap secepatnya Ica hamil."


"Terus kenapa kamu tadi bilang gak sabar pengen gendong cucu?!"


"Ed,kamu tau gak kalau Ica itu minum pil kb. Dia mau menunda kehamilannya setahun. Itu berarti kita juga masih lama gendong cucu."


"Setahun gak lama kok Sar. Biarin aja kalau memang mereka sepakat begitu,kita gak usah campurin urusan mereka."


"Mommy gak campurin urusan mereka. Mommy hanya kasih masukan aja buat Yordan,karena sebenarnya Yordan pengen banget cepet-cepet punya anak."


"Kamu kasih masukan apa?" Tanya daddy Edwin curiga dengan akal bulus yang di miliki istrinya.


"Mommy suruh Yordan tukar pil kb yang Ica minum dengan vitamin penyubur kandungan." Jawab mommy Sarah dengan bangganya.


Mendengar jawaban sang istri,daddy Edwin hanya bisa menghela nafasnya. Kalau soal kadal mengadali,istrinya memang ahlinya.


"Jadi itu yang bikin kamu sama Yordan sekarang kayak Dora dan Boots?"


"Ish kamu!! Memangnya selama ini aku sama Yordan gimana?"

__ADS_1


"Biasanya kamu sama Yordan kan kayak Marsha dan Bear." Ejek daddy Edwin.


Mommy Sarah memutar bola matanya malas mendengar ejekan sang suami. Ia tak membalas ejekan daddy Edwin,ia memilih untuk membaringkan tubuhnya. Begitu pun daddy Edwin yang menyusul sang istri membaringkan tubuh. Pasangan tak sadar usia itu pun berpelukan dan mulai memejamkan matanya.


Namun,baru saja mereka ingin membeli tiket ke pulau mimpi,samar-samar mereka mendengar suara jeritan dari lantai atas. Mommy Sarah dan daddy Edwin pun sampai menahan nafas mereka untuk menajamkan pendengaran mereka.


"Astaga Yordan!!" Kata mommy Sarah. Ia tau suara jeritan apa itu. Suara jeritan yang keluar dari mulut Ica karena ulah Yordan.


Daddy Edwin senyum-senyum sendiri. Ia jadi teringat akan malam pertamanya dengan mommy Sarah saat mereka sudah resmi menikah. Dimana ia harus tinggal sementara dengan mertuanya,dan semua kamar di rumah mertuanya itu tak memiliki kedap suara. Hal yang Yordan lakukan sekarang,juga pernah daddy Edwin lakukan,membuat mommy Sarah menjerit dengan suara yang menggelegar sampai terdengar di kamar mertua.


"Kok kamu senyum-senyum sendiri Ed?!" Tanya mommy Sarah saat melihat daddy Edwin senyum-senyum tak jelas.


"Kamu inget gak kalau kita juga pernah kayak mereka waktu di rumah orangtua kamu?"


Mommy Sarah pun mencoba mengingat momen itu,ia pun menganggukkan kepalanya saat telah mengingat momen memalukan itu.


"Sekarang kita tau apa yang ada di pikiran orangtua kamu waktu mereka dengar suara jeritan kamu malam itu."


"Iya juga yah Ed."


"Iya Ed,mommy juga gak mungkin lah mempermalukan Ica. Ica begitu kan juga gara-gara anak kamu. Kalau bukan pedangnya yang kebesaran,paling juga permainan Yordan yang kasar karena kelamaan make jalang,jadi dia gak tau cara memperlakukan istrinya dengan lembut."


"Udah kita gak usah bahas mereka. Mending kita ikut paduan suara bareng mereka." Goda daddy Edwin sambil mengerlingkan sebelah matanya.


Mommy Sarah yang tak bisa menolak dan tak akan pernah menolak suaminya untuk urusan yang satu itu pun menganggukkan kepalanya malu-malu seperti anak perawan yang akan di eksekusi di malam pengantin.


Dan paduan suara dari lantai atas dan lantai bawah pun di mulai.


⭐⭐⭐⭐⭐


Waktu sudah menunjukkan pukul empat subuh.


Yordan sengaja lebih dulu bangun untuk berolahraga sebentar di lantai tiga rumah orangtuanya. Sejak menikah dengan Ica,Yordan benar-benar mencanangkan gaya hidup sehat. Tidak minum alkohol,tidak merokok dan rajin berolah raga agar bisa tetap fit mensejahterakan sang sahabat.

__ADS_1


Setelah satu jam berolahraga,Yordan turun ke lantai satu untuk menemui mommy Sarah. Yordan langsung berjalan ke arah kamar sang mommy.


Tok tok tok tok. Yordan mengetuk pintu markas orangtuanya.


Cukup lama Yordan berdiri di depan markas sambil terus mengetuk pintu markas dengan berbagai nada. Akhirnya pintu markas pun terbuka.


Ceklek. Mommy Sarah membuka pintu markas.


"Apa sih kamu tuh,ganggu orang tidur aja!!!" Geram mommy Sarah.


Tak ingin mengulur waktu lebih lama untuk berdebat dengan sang mommy,Yordan pun langsung menarik tangan sang mommy menuju ruang keluarga.


"Yordan minta tolong sama mommy,tolong nanti mommy kasih ini ke Ica,bilang aja ini vitamin untuk menambah stamina." Yordan memberikan satu botol kecil vitamin penyubur kandungan yang sudah Yordan bagi dua dari botol aslinya sebelum ia memberikan ke Ica tadi malam.


"Emangnya ini obat apa sampai-sampai kamu nyuruh mommy ngasih ke Ica?"


"Ini tuh vitamin penyubur kandungan yang di kasih kak Irna mom,kak Irna bilang Ica harus minum vitamin ini dua kali sehari,pagi dan malam. Sedangkan Ica kan minum pil kb nya cuma malam doang mom. Nanti Ica curiga lagi kalau Yordan nyuruh dia minum dua kali sehari."


"Oh..ya udah nanti mommy suruh dia minum ini. Mommy kirain ada apa,gak taunya cuma masalah sepele gini doang.!!" Kesal mommy Sarah sambil berjalan kembali menuju kamarnya.


Sedangkan Yordan kembali naik ke lantai atas menuju kamarnya.


Sesampainya di dalam kamar,Yordan langsung naik ke atas ranjang dan membuka selimut yang menutupi dada polos Ica. Dan langsung menyedot sari-sari buah siicakama.


"Eugh..." Ica melenguh saat merasakan ada yang menyedot sari buahnya.


"Kak..masih ngantuk." Racau Ica saat melihat Yordan yang sedang asik dengan buah siicakama.


Yordan pun menjauhkan wajahnya sejenak dari depan buah siicakama.


"Bangun Ca,udah jam nya Jeki ngapel ini." Yordan mengingatkan Ica waktu wajib Jeki ngapel.


Pasrah. Hanya itu yang bisa Ica lakukan kalau Yordan sudah mengingatkan tentang waktu wajib untuk Jeki.

__ADS_1


Dengan nyawa yang belum terkumpul semua,Ica pun mengimbangi sengatan-sengatan yang Yordan berikan. Dan pagi itu,Jeki kembali ugal-ugalan di dalam terowongan Icablanca.


__ADS_2