
Ting tong ting tong. Yordan memencet bel pintu kamar Igo.
Di dalam kamarnya,Igo berjalan mendekati pintu.
"Lan..Yordan,Lan." Kata Igo saat melihat layar monitor.
"Udah buka." Jawab Irlan.
"Cih..lama juga dia baru balik lagi kesini." Gerutu Irlan dalam hati.
Igo pun membuka pintu.
"Lama banget sih.!" Kesal Yordan.
"Ngapain loe balik lagi?!" Tanya Igo. Ia belum di beritahu Irlan apa alasan Yordan akan kembali pada mereka.
"Gue kan orangnya sangat menjunjung tinggi persahabatan Go,makanya gue balik lagi kesini." Jawab Yordan berbohong.
"Cih.." cebik Igo.
Kini Yordan,Irlan dan Igo sudah duduk di ruang televisi.
"Loe ngapain bawa-bawa ipad?" Tanya Irlan.
"Mau cek kerjaan lah." Jawab Yordan sinis.
"Cih..gaya loe cek kerjaan!! Belum sah jadi presdir aja udah sok sibuk loe.!" Kini Igo yang buka suara.
"Loe berdua kan tau kelakuan si madam sama si babe gimana. Gue juga curiga,jangan-jangan mereka lagi ritual kuda lumping di kamar mereka. Gue yang nikah,mereka yang ritual." Gerutu Yordan,tapi secara tidak langsung juga gerutuannya itu membuka rahasia bahwa ia gagal ritual kuda lumping.
"Bukannya loe abis ritual juga?! Kenapa loe sirik sama si madam dan babe." Tanya Igo menyelidik.
"Yah ritual lah..." jawab Yordan agak gelagapan.
Mendengar jawaban Yordan,sontak Irlan langsung tertawa terbahak-bahak.
"Loe gak usah boong nyet!! Loe kira gue gak tau,kalo bini loe lagi kedatangan si bulan!" Kata Irlan sambil melempar bantal sofa ke wajah Yordan.
"Loe tau darimana kalau bini nya si bule peak ini lagi datang bulan?" Bukan Yordan yang bertanya melainkan Igo.
"Tadi Nia chat gue,minta gue beliin roti tawar gambar bulan katanya roti tawar nya dia di pake sama bininya." Irlan mengarahkan dagunya ke arah Yordan.
"Oh..itu alasan loe ngeluarin si buaya amazone tadi?!" Tanya Igo yang baru menyadari situasi.
Irlan menganggukkan kepalanya.
Sedangkan Yordan dengan wajah yang di pasang biasa-biasa saja,ia berpura-pura menggeser-geser ipadnya. Seolah-olah ia tengah sibuk memeriksa pekerjaan dari ipad nya. Padahal,hatinya sudah panas dingin karena malu.
"Wooi..gak usah sok sibuk loe!!!" Gantian,kini Igo yang melempar bantal ke arah Yordan.
"Apaan si loe Go,orang gue lagi sibuk beneran ini."
"Heeleeh..!! Bilang aja loe malu gara-gara gagal terbang ke langit ke tujuh." Ejek Igo.
__ADS_1
"Cih.." cebik Yordan.
"Asal loe tau yah,walaupun bini gue lagi di jaga sama si Sailor Moon,tapi si Jeki tetap bisa menyemburkan pasukan cebongnya tau gak!!" Jawab Yordan percaya diri.
"Heleh..paling juga nyembur ke dalam closet. Hati-hati angker nanti kamar loe gara-gara banyak tuyul nya. Hahahaha" Ledek Igo sambil terbahak-bahak.
"Sialan loe!!!" Yordan balik melempar bantal ke wajah Igo.
"Bukan masalah nyemburnya sekarang,tapi sensasi nyemburnya."
"Emang sensasinya dimana kalau kita nyemburin sendiri? Perasaan mah lebih enak sensasi nyemburin di lembah lembab."
"Enak aja nyemburin sendiri,gue kan udah punya bini,yah bini gue,gue ajarin main spa-spa an lah sama si Jeki."
"Si Ica mau spa-in si Jeki?!" Kini Irlan yang antusias.
"Awalnya gak mau,tapi karena gue kasih dia pengertian,yah mau juga. Dari pada si Jeki di bawa spa ke tempat lain. Yah mau gak mau,yah dia mau lah jadinya."
Irlan tersenyum sendiri,di otaknya sekarang kata-kata Yordan merupakan sebuah pencerahan dalam hubungannya dengan Nia jika sang istri sedang kedatangan si bulan.
Irlan langsung berdiri dari sofa yang ia duduki.
"Mau kemana loe?!" tanya Yordan dan Igo berbarengan.
"Mau ngajarin Nia main spa-spa an sama anaconda gue." Jawab Irlan sambil melangkahkan kakinya menuju pintu.
"Woooi,gue udah dateng,kok malah loe yang keluar?!" Teriak Yordan.
"Tau,gak adil ini namanya. Loe berdua udah punya terapis pribadi,lah gue masih jomblo ini. Kasihan lah loe sama gue Lan." Kata Igo memohon.
"Nanti gue balik lagi. Suer." Jawab Irlan sambil mengacungkan dua jari ke udara.
Igo menggeleng tanda ia tak mengijinkan Irlan keluar dari kamarnya.
"Nanti aja lah main spa-spa annya kalau gue juga udah punya terapis sendiri. Masa loe gak kasihan sama gue si Lan. Udah si Dragon hampir karatan gara-gara kena sabun mulu,gak pernah kena oli. Masa sekarang loe tega ninggalin gue disaat gue belum punya terapis pribadi." Mohon Igo lagi.
"Akh..bodo amat!! Nungguin loe punya terapis sendiri,anaconda gue keburu ganti kulit. Udah loe sana minggir." Irlan menarik tangan Igo dan menghempaskannya ke atas sofa ruang tamu. Ia pun keluar dari kamar Igo.
Setelah Irlan keluar,Yordan tertawa terbahak-bahak. Rasanya sangat puas melihat Igo menderita sendirian.
"Mampus loe!!! Mamam tuh Dragon!!" Ejek Yordan sambil berjalan menuju pintu.
"Loe mau kemana?!"
"Yah mau balik lah ke kamar gue. Mau main spa-spa an lagi. Bye bye.." ejek Yordan,cepat-cepat ia membuka pintu kamar Igo sebelum Igo menahan dirinya.
"Tega loe semua!!! TEGAAAAAA!!" Teriak Igo frustasi.
⭐⭐⭐⭐⭐
Keesokan paginya,mommy Sarah,daddy Edwin,papa Fano, mama Nivi serta Yordan dan Ica berkumpul di restoran yang ada di hotel itu.
Setelah mereka selesai makan,mommy Sarah memberikan sebuah amplop pada Yordan. Melihat mommy nya menyodorkan amplop pada dirinya,bukannya senang,hatinya malah cemas.
__ADS_1
"Ini apa mom?!" Tanya Yordan.
"Buka aja dulu." Jawab mommy Sarah.
Yordan menarik nafasnya dalam-dalam sebelum membuka amplop itu,feelingnya mengatakan isi di dalam amplop itu adalah hal yang sangat menakutkan.
Mata Yordan membelalak saat melihat tulisan yang ada di amplop itu.
'Yordan anak mommy sama daddy tersayang,mommy sama daddy mau honeymoon keliling dunia selama kurang lebih tiga bulan,jadi kamu gantiin mommy sama daddy di perusahaan yah sampai mommy sama daddy balik. Gak boleh protes!!! Ini hukuman untuk kamu yang belum sempat mommy kasih!! Sekian dan terimakasih.'
Ternyata amplop itu berisi hukuman Yordan yang tertunda.
Selesai membaca tulisan itu,Yordan menatap sang mommy untuk meminta keringanan hukuman,namun dengan tatapan membunuh,mommy Sarah membalas tatapan mata Yordan. Merasa tak berhasil merayu sang mommy,kini bola mata Yordan beralih pada sang daddy,tapi sang daddy malah membuang wajahnya seolah-olah tak melihat Yordan.
Yordan pun pasrah,ia menghela nafasnya. Mau tak mau ia harus menjalankan hukuman dari si bule bar-bar.
"Sial,udah di hukum dengan kekuatan bulan,sekarang malah dapet hukuman lagi dari si bule bar-bar!!! Masa gue yang merit,mereka yang honeymoon,logika macam apa ini!!" Gerutu Yordan dalam hati.
"Kenapa kak?!" Tanya Ica yang penasaran dengan isi amplop yang mama mertuanya sodorkan pada sang suami.
"Nih.." Yordan menunjukkan tulisan yang ada didalam amplop itu.
"Mommy sama daddy mau keliling dunia?!" Tanya Ica dengan wajah yang antusias. Sepertinya Ica tidak membaca kalimat terakhir surat itu.
Dengan senyuman mommy Sarah menganggukkan kepalanya.
"Beneran Sar?" Timpal mama Nivi.
"Iya,kenapa? Kalian mau ikut?" Tanya mommy Sarah ramah.
Tanpa menanyakan persetujuan dari papa Fano,mama Nivi menganggukkan kepalanya.
Melihat anggukan kepala besannya itu,daddy Edwin sampai tersedak slivanya sendiri.
"Kalau kalian ikut,terus Nita nanti gimana?!" Tanya daddy Edwin yang tidak suka ada yang nebeng di acara honeymoon dadakannya dengan sang istri.
"Gak pa-pa kok om,nanti Nita tinggal sama kak Ica aja kalau memang mama sama papa mau ikutan honeymoon." Jawab Nita ramah.
Bukan hanya daddy Edwin yang kaget,bahkan kini Yordan juga ikutan kaget.
"Bencana ini mah namanya kalau Nita sampai tinggal sama gue dan Ica." Gerutu Yordan dalam hati. Yordan pun menendang-nendang kaki sang daddy untuk berusaha menggagalkan acara bulan madu dadakan mereka.
"Saya yakin pak Fano pasti tidak setuju." Kini mata daddy Edwin menatap wajah papa Fano.
"Kalau saya sih ikut saja dengan kemauan istri saya pak Edwin. Yah..itupun kalau kalian tidak keberatan kalau kami ikut dengan kalian." Jawab papa Fano. Sepertinya papa Fano tidak ingin melewatkan kesempatan emas ini,ia ingin sekali mendekatkan dirinya dengan daddy Edwin agar bisa menggali ilmu tentang perbisnisan dengan besannya yang kaya raya itu.
"Yah tentu kita gak keberatan lah Fan. Iya kan dad?!" Tanya mommy Sarah sambil mengintimidasi suaminya dengan sorot matanya.
Pasrah. Hanya itu yang bisa daddy Edwin lakukan.
"Iya pak Fano,saya gak keberatan kok."
Mendengar jawaban daddy nya,tubuh Yordan pun melemas.
__ADS_1