Penantian Sang Casanova

Penantian Sang Casanova
eps. 181


__ADS_3

"Millie udah tidur dad?" Tanya Yordan saat melihat daddy Edwin berada di anak tangga terakhir.


"Ssstt. Pelanin suara kamu itu." Daddy Edwin memberi peringatan pada Yordan.


Ceklek. Mommy Sarah membuka pintu markas dua dan diikuti Ica di belakang mommy Sarah.


"Millie udah tidur dad?" Tanya mommy Sarah.


Daddy Edwin hanya menjawab dengan anggukan sambil berjalan menuju kamar baby Millie.


Setelah meletakkan baby Millie di box bayi,daddy Edwin pun keluar dari kamar baby Millie.


"Kalian bertiga ini gimana sih,masa gak ada diantara kalian yang bisa diemin Millie. Dan kamu Yordan,kalau anak lagi tidur jangan di ganggu-ganggu kalau gak bisa ditidurin lagi." Kata daddy Edwin.


"Bukannya gak bisa diemin Millie dad,tapi memang Millie nya cuma mau sama kamu kalau dia lagi bete." Jawab mommy Sarah membela diri.


Daddy Edwin menghela nafasnya,ia tak bisa membantah perkataan istrinya,karena semenjak baby Millie di lahirkan ke dunia,hanya daddy Edwin lah satu-satunya orang di rumah itu yang bisa menenangkan baby Millie disaat mood baby Millie sedang tidak baik. Daddy Edwin pun langsung turun ke bawah dan diikuti mommy Sarah dari belakang. Sepertinya mommy Sarah juga ingin bermanja-manja dengan daddy Edwin.


Setelah daddy Edwin dan mommy Sarah turun,Ica pun berjalan menuju kamar baby Millie.


"Eits...mau kemana kamu?" Yordan langsung menarik tangan Ica yang hendak ke kamar baby Millie.


"Mau ke kamar Millie kak."


"Kamu gak denger kata daddy,Millie nya jangan di gangguin lagi."


"Siapa juga yang mau gangguin,orang aku mau pompa ASI dulu kok."


"Bukannya kamu baru pompa,masa di pompa lagi."


"Udah banjir kak,nih lihat." Ica membuka jubah mandi yang ia kenakan,dan memperlihatkan sleepwearnya sudah basah akibat air susu yang meluber.


Yordan menghela nafasnya. Sepertinya Jeki harus menambah stok kesabarannya sampai Ica selesai memompa ASI.


"Biar aku aja yang ngambil,kamu tunggu aja di kamar."


"Gak usah,aku aja yang ngambil. Nanti kakak gangguin Millie lagi."


"Ya gak mungkin lah Ca,bisa kena amuk deking nya Millie aku. Udah sana masuk kamar,nanti aku ambil alat pompa ASI nya." Yordan mendorong pelan tubuh Ica ke arah pintu markas dua.


Mau tak mau Ica pun masuk ke dalam markas dua. Yang ada di pikiran Ica,Yordan melarang Ica ke kamar baby Millie,karena Yordan tidak mau baby Millie terbangun karena kehadiran Ica. Padahal kenyataannya,Yordan melarang Ica masuk ke kamar baby Millie,agar Yordan bisa melancarkan aksi modusnya. Akh..jangan salahkan Yordan yang kembali modus,salahkan saja Jeki yang terus merengek minta di belai oleh Ica,dan salahkan juga Ica yang membangunkan binatang buas yang kelaparan sekelas Jeki yang tadi baru tertidur.


Setelah Ica masuk ke dalam markas dua,Yordan pun berjalan menuju kamar baby Millie.


Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu,Yordan langsung membuka pintu dan masuk ke dalam kamar baby Millie.


"Sus,tolong ambilin alat pompa ASI mama nya Millie dong." Kata Yordan pada sus Meri dengan suara yang teramat pelan di depan pintu kamar baby Millie.


"Baik pak." Jawab sus Meri. Sus Meri pun berjalan menuju meja tempat Ica meletakkan alat pompa ASI dan kantong ASI nya.


Di kamar baby Millie ada juga kulkas khusus untuk menyimpan ASI yang sudah Ica pompa beserta alat pemanas ASI. Jadi sus Vina dan sus Meri tidak perlu keluar dari kamar baby Millie kalau ingin menyiapkan ASI untuk baby Millie.

__ADS_1


"Kok pak Yordan gak masuk,gak mau nengok si cantik dulu den." Tanya sus Vina yang heran melihat majikannya itu hanya berdiri di depan pintu kamar baby Millie.


"Gak usah sus,nanti aroma tubuh saya terendus sama Millie,bisa bangun lagi nanti dia. Bisa ngamuk grandpa nya kalau tau cucu kesayangannya bangun." Jawab Yordan.


Sus Vina hanya tersenyum mendengar jawaban majikannya itu.


"Ini pak,alat tempurnya bu Ica. Semuanya udah lengkap." Sus Meri memberikan tas yang berisi alat tempur untuk memompa ASI.


"Makasih." Yordan mengambil tas yang di berikan sus Meri.


"Selamat tidur Millie cantik. Muah...muah...muah.." Kata Yordan dari jauh sambil memberikan ciuman jarak jauh untuk putrinya.


Setelah itu,Yordan pun langsung keluar dari dalam kamar baby Millie dan berjalan menuju markas dua.


"Aneh yah Mer,biasanya anak perempuan lengket banget sama bapaknya,lah ini..malah sama kakeknya. Sama bapaknya malah kayak Tom and Jeri." Kata sus Vina pada sus Meri.


"Si cantik lagi modus kali ngambil hati grandpa nya,biar kerajaan bisnis grandpa nya di wariskan atas nama si cantik. Jadi pak Yordan cuma dapet warisan dari madam aja." Jawab sus Meri.


"Dasar Millie,masih bayi udah tau aja mana yang lebih tajir."


Sus Vina dan sus Meri pun tertawa pelan membayangkan saat Millie besar nanti,status sosial Millie lebih dari papa nya karena tahta kerajaan bisnis daddy Edwin jatuh ke tangan baby Millie.


⭐⭐⭐⭐⭐


Setelah selesai memompa ASI dan menaruh ASI ke dalam kulkas yang ada di kamar baby Millie,sekarang Ica sedang berdiri di depan cermin sambil meneliti bentuk tubuhnya yang semakin berisi.


Sedangkan Yordan sedang sibuk mengecek email yang masuk satu hari ini sambil menunggu Ica selesai memompa ASI nya. Maklum,akibat acara syukuran kelahiran baby Millie,Yordan tidak sempat mengecek email yang masuk.


Yordan yang sedang serius membaca laporan yang masuk dari email,tidak begitu mendengar pertanyaan Ica. Jadi ia pun asal menjawab,pikir Yordan yang penting menjawab.


"Hemh..." jawab Yordan sekenanya.


Mata Ica membulat mendengar jawaban Yordan,tanduk devil pun keluar dari kepala Ica.


"Jadi aku gendutan gitu?!" Tanya Ica dengan nada yang meninggi dan dada yang kembang kempis karena emosi.


Mendengar Ica mengeluarkan suara sopran,sontak Yordan mengalihkan pandangannya dari layar ipad ke arah Ica.


"Siapa yang bilang kamu gendut?" Tanya Yordan.


"Kakak. Barusan kakak bilang aku gendut!!" Jawab Ica dengan mata melotot.


Yordan mengernyitkan keningnya heran.


"Perasaan gue gak ada bilang dia gendut deh." Gumam Yordan dalam hati.


"Aku gak gak ada bilang gitu kok."


"Terus maksud kakak jawab 'hemh' itu apa?" Mata Ica semakin melotot,sambil bertolak pinggang.


Yordan kembali mengernyitkan keningnya mencoba mengingat-ingat pertanyaan Ica yang ia jawab sekenanya tadi.

__ADS_1


"Astaga,pantesan singa betina ngamuk." Gumam Yordan dalam hatinya lagi setelah ingat dengan pertanyaan Ica.


Yordan meletakkan ipadnya di atas nakas samping sofa tempat ia duduk,lalu berjalan mendekati Ica yang masih berdiri di depan cermin.


"Sori sayang,tadi tuh aku gak fokus sama pertanyaan kamu." Kata Yordan sambil merangkum wajah Ica dengan kedua tangannya.


"Bohong." Kata Ica sambil menepis tangan Yordan dari wajahnya.


"Beneran sayang. Lagian,badan kamu gak gendut kok. Cuma lebih tebal aja. Dan menurut aku tambah sexy,kayak body nya Kylie Jenner. Montok depan belakang. Bikin aku badan aku meriang sama kepala atas dan bawah cenat-cenut kalau liat kamu lagi kasih enen Millie." Goda Yordan.


"Masa sih,body aku kayak Kylie Jenner?"


"Iya sayang." Jawab Yordan sambil menghadapkan tubuh Ica ke arah cermin dan Yordan berdiri di belakang Ica.


Modus On.


"Lihat deh,yang ini makin mancung." Kata Yordan sambil mengelus buah siicakama.


"Terus yang ini makin tembem." Tangan Yordan pun turun ke halaman terowongan Icablanca.


"Terus yang ini juga makin membal." Sekarang tangan Yordan menekan-nekan bokong Ica.


"Semuanya yang ada di tubuh kamu,makin buat aku hilang kendali." Bisik Yordan di telinga Ica.


"Masa sih?" Tanya Ica yang masih tidak percaya dengan kata-kata Yordan.


"Iya beneran sayang. Emangnya kamu gak ngerasain ini?" Yordan mendempetkan sang sahabat yang sudah berdiri tegak dari balik jeruji kain.


"Aaaa..." teriak Ica saat merasakan sundulan kepala Jeki di roti burgernya.


"Percaya kan,kalau aku makin tergila-gila dengan bentuk tubuh mu yang sekarang?" Bisik Yordan dengan suara yang di buat erotis di telinga Ica.


Ica menggigit bibir bawahnya sambil menganggukkan kepalanya.


"Ca..."


"Hemh.."


"Lanjutin yang tadi yuk."


"Belum bisa kak,kan belum empat puluh hari." Tolak Ica.


"Tadi kamu bilang mau nyervis Jeki."


"Itu kan tadi,sekarang aku udah males."


"Ayolah Ca,jangan males."


"Gak akh kak,nanti kakak minta lebih lagi."


"Gak bakalan Ca,aku juga masih waras kali Ca. Ayo lah Ca,Jeki cuma minta di belai kamu aja kok,gak minta ketemuan sama soulmatenya." Rengek Yordan sambil kedua tangannya mengelus buah siicakama.

__ADS_1


__ADS_2