Penantian Sang Casanova

Penantian Sang Casanova
eps. 135


__ADS_3

"Heleh..kamu kan istri aku,ngapain juga harus basa-basi. Udah sini,sekarang kamu spa si Jeki biar tidur nyenyak lagi." Kata Yordan lagi sambil menarik tangan Ica.


"Hah..spa? Maksudnya?!" Tanya Ica yang tak mengerti,kini ia sudah membuka matanya menatap wajah sang suami.


"Gini.." Yordan pun mengambil tangan Ica dan mengajari Ica cara men spa sang sahabat.


"Kak...iiikkkh..." Ica meronta saat Yordan mengajari tangannya men spa. Ia berusaha sekuat tenaga melepaskan tangan Yordan yang ikut mencengkram di atas punggung tangannya.


"Sebelum kamu belajar nidurin anak kita,kamu juga harus belajar nidurin dia kalau kamu lagi kedatangan si bulan." Kata Yordan sambil terus tangannya mengajari tangan Ica yang masih kaku men spa sang sahabat.


"Tapi aku malu kak,aku belum biasa."


"Harus biasa Ca. Gak usah malu,kita kan udah suami istri sekarang. Yang nempel di tubuh kamu udah jadi hak kewenangan aku,begitu juga dengan yang nempel ditubuh aku udah jadi hak milik kamu. Atau kamu mau,si Jeki di spa sama perempuan lain?!" Goda Yordan.


"Ya enggak lah!!" Jawab Ica ngegas.


"Makanya jangan bilang malu lah,belum biasalah. Mulai sekarang kamu harus belajar hal-hal kecil kayak gini."


Ica sejenak terdiam,kemudian ia menganggukkan kepalanya menyetujui apa mau suaminya.


Yordan pun tersenyum puas karena berhasil mencuci otak istrinya.


Tak menunggu lama setelah Yordan mengajari cara men spa sang sahabat,tangan Ica yang tadinya kaku kini sudah mulai lemas dan lincah. Yordan langsung melepaskan cengkraman tangannya dari tangan Ica dan membiarkan tangan Ica melakukan tugasnya.


Yordan mendorong tubuh Ica ke dinding dan menghimpit tubuh istrinya,Yordan pun memberikan serangan dibibir Ica agar tangan Ica bisa memberikan ritme sesuai dengan badai gairah yang menerpa.


"Aaakkkh Ca,cepetin sayang." Desah Yordan saat ia sudah hampir di pusat gelombang.


Sesuai keinginan Yordan,Ica makin mempercepat laju tangannya bergerak. Sedangkan Yordan kembali melahap bibir Ica dan tangannya bermain dengan si kembar,untuk membantu kerja keras Ica yang sedang membawanya masuk kepusat gelombang.


"Aaarrrgghh.." Yordan mengerang hebat saat pasukan si Jeki tersembur ke lantai.


"Jangan di lepas dulu Ca." Yordan menahan tangan Ica saat Ica ingin melepaskan tangannya begitu sang sahabat menyemburkan pasukannya.


Mau tidak mau Ica tetap menggenggam sahabat kecil suaminya itu,sampai sahabat kecil suaminya itu berubah wujud kembali seperti hidung squidward.

__ADS_1


Cup cup cup. Yordan mengecup bibir Ica bertubi-tubi saat merasakan sang sahabat sudah kembali tidur nyenyak.


"Makasih yah sayang." Kata Yordan dengan nafas yang terengah-engah.


Bukannya membalas ungkapan terimakasih suaminya,Ica malah mendorong tubuh Yordan sambil memanyunkan bibirnya.


"Kenapa tuh bibir di monyong-monyongin? Masih mau main spa-spa an sama si Jeki?!" Goda Yordan.


"Enak aja!!! Ini tangan aku pegel tau gak,lama banget sih nyemburin gitu doang." Gerutu Ica,karena hampir setengah jam Ica men spa sahabat suaminya itu.


"Ya mana aku tau,tanya aja sama dia." Tunjuk Yordan pada sang sahabat.


"Au ah..udah sana mandi.!" Ica pun mencuci tangannya sebelum keluar dari dalam kamar mandi. Membiarkan Yordan membersihkan tubuhnya sendiri.


Setelah setengah jam di dalam kamar mandi,Yordan pun keluar dengan handuk yang melilit di tubuhnya. Ia berjalan menuju ruang ganti,tapi saat langkah kakinya terhenti saat melihat Ica yang berbaring di atas tempat tidur sambil menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.


"Kamu kenapa Ca?" Tanya Yordan penasaran.


"Gak pa-pa. Udah sana pake baju,bajunya udah aku siapin di ruang ganti." Jawab Ica dari balik selimut.


Makin penasaran saja Yordan melihat tingkah istrinya. Ia langsung menarik selimut yang dipakai Ica menutupi tubuhnya. Hanya dengan sekali tarikan selimut itu pun terbuka,dan terpampang jelas lah tubuh Ica yang hanya di lapisi baju haram alias lingeri.


"Cobaan apa lagi ini...!!" Gerutu Yordan dalam hati saat melihat tubuh Ica yang begitu menggoda dan menantang jiwa kelaki-lakiannya.


Melihat mata Yordan yang seperti ingin menerkamnya,Ica langsung menarik selimut itu lagi sampai menutupi dada nya.


"Kamu sengaja menggoyahkan iman aku yang lagi puasa satu minggu?!"


"Enggak."


"Lah terus ngapain pake baju begituan? Mau main spa-spa an lagi sama si Jeki?!"


"Sembarangan!!" Kata Ica sambil melempar bantal ke arah Yordan.


"Koper aku gak ada. Terus pas aku buka lemari cuma ada baju beginian. Ya mau gak mau aku pake. Masa iya aku tidur pake bathrobe."

__ADS_1


"Koper gak ada? Baju haram dalam lemari?! Perasaan gue gak pernah masukin baju begituan di dalam lemari." Gumam Yordan dalam hati.


"Harusnya aku yang nanya sama kakak. Kok bisa ada baju beginian di lemari? Kakak pernah bawa perempuan lain kesini?" Tanya Ica menyelidik.


Untungnya selain mempunyai tingkat kemesuman yang tinggi,si otak juga memiliki tingkat kecerdasan yang tinggi. Mendapat kecurigaan dari Ica,si otak langsung mentransfer jawaban ke mulut Yordan yang di yakini akan di percayai oleh Ica.


"Enak aja.!! Itu baju emang aku siapin buat kamu. Kan aku pikir kamu lagi gak kedatangan si bulan,jadi aku bikin stok baju begituan,biar kita bisa bolak-balik balapan."


Ica memutar bola matanya malas saat mendengar jawaban Yordan.


"Terus koper aku mana?!"


"Kalau itu aku gak tau. Kan si Nita yang bawa-bawa koper kamu."


"Iya juga yah.." lirih Ica pelan,namun masih bisa di dengar oleh Yordan.


"Udah gak usah di pikirin,nanti aku tanya Nita dimana dia taro koper kamu. Mending kamu tidur aja sekarang,pasti kamu capek banget seharian ini."


"Kakak gak tidur?!"


"Tidur,tapi selesai aku cek kerjaan dulu yah sebentar."


Ica pun menganggukkan kepalanya,ia pun membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur. Sedangkan Yordan ia melanjutkan langkah kakinya masuk ke dalam ruang ganti.


Ia membuka lemari untuk memastikan berapa banyak baju haram yang tersedia di dalam lemarinya.


Mata Yordan membelalak,karena lemari di bagian kiri penuh dengan baju haram.


"Kalau bukan kerjaan si mommy pasti kerjaan si Igo sama si Irlan ini.!" Gerutu Yordan.


Padahal sebenarnya yang menyiapkan baju haram dari berbagai motif dan warna itu adalah kerjaan Tia dan Nia. Saat melihat Nita yang datang untuk menaruh koper milik Ica fi kamar pengantin mereka,Tia dan Nia langsung mencegat Nita dan meminta Nita untuk memberikan koper Ica pada mereka,alasannya agar mereka saja yang menyimpan koper Ica. Nita pun percaya,ia menyerahkan koper itu pada dua sahabat kakaknya sekaligus memberikan kartu untuk membuka pintu kamar pengantin Ica dan Yordan.


Setelah koper dan kartu ditangan,Nia malah menaruh koper Ica di dalam kamarnya,kemudian mereka masuk ke dalam kamar pengantin sahabatnya itu untuk menaruh sepuluh baju haram kedalam lemari. Setelah misi selesai,mereka pun keluar dari dalam kamar pengantin dan kembali ke ruang tata rias,karena saat mereka melakukan misi,Ica sedang dirias.


Tak mau ambil pusing dengan baju haram yang bergelantungan di dalam lemari,Yordan pun keluar dari dalam ruang ganti menuju ruang tidur. Niat hati ingin mengambil ipad dan memeriksa email masuk sebelum dirinya ikut membaringkan tubuh di samping Ica. Namun niatnya itu ia urungkan karena melihat penampakan Ica yang begitu seksi dan menggoda iman si Jeki.

__ADS_1


"Huuuh...bahaya nih kalau gue masih disini." Gerutu Yordan.


Tak ingin membahayakan dirinya,Yordan pun mengambil ipadnya dan keluar dari dalam kamar pengantin mereka. Tujuannya sekarang adalah kemana lagi kalau bukan ke kamar sahabat laknat nya.


__ADS_2