
Melihat baby Millie yang kembali tertidur pulas,mommy Sarah akhirnya bisa bernafas lega. Karena dengan begitu,berakhirlah masa pengasingannya.
Dengan perlahan Ica berjalan keluar dari dalam markas satu dan di susul Yordan dari belakang.
"Yordan,daddy mau bicara." Kata daddy Edwin saat Yordan hendak ikut keluar bersama anak dan istrinya.
"Mampus gue!!! Bakal kena hukuman nih gue dari Sun Goku." Gerutu Yordan dalam hati.
Yordan pun menghentikan langkahnya,sedangkan Ica berjalan terus keluar dari markas.
"Ada apa dad?" Tanya Yordan.
Daddy Edwin bangkit dari atas ranjang dan berjalan menghampiri Yordan.
"Kamu sama Ica darimana?" Tanya daddy Edwin dengan memberi tatapan tajam.
"Apa kamu gak mikirin anak kamu dirumah?" Kata daddy Edwin lagi.
"Maaf dad."
"Maaf..maaf. Kamu belum jawab pertanyaan daddy,kamu sama Ica darimana?" Tanya daddy Edwin sekali lagi. Daddy Edwin memang benar-benar tidak tau kemana anak dan menantunya itu pergi dan apa tujuannya. Karena mommy Sarah hanya mengatakan kalau Ica pamit mengantar makan siang ke kantor Yordan.
Yordan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Kok diem? Jawab?!" Tanya daddy Edwin dengan nada yang meninggi karena mulai emosi.
"Ke hotel dad." Jawab Yordan pelan namun masih bisa di dengar daddy Edwin.
"Ngapain kamu ke hotel?"
"Ngecek hotel dad."
"Cih.." mommy Sarah berdecih tidak suka dengan jawaban Yordan.
"Ngecek hotel apa ngecek kamar mu yang ada di hotel?" Timpal mommy Sarah.
__ADS_1
"Ya kan sekalian mom. Kan mubazir,mumpung ke hotel bareng Ica,jadi Yordan sama Ica yah sekalian ngecek kamar Yordan yang ada di hotel,sekalian tes kelenturan per di ranjang juga,kan udah lama juga ranjangnya gak di pake,takutnya nanti karatan per-per nya. Sama sekalian ngusir hantu penunggu kamar itu."
Daddy Edwin menggelengkan kepalanya mendengar jawaban bapak beranak satu itu.
"Lain kali kalau mau quality time sama Ica,tanya daddy dulu. Biar daddy cocokin sama jadwal daddy di kantor. Kamu kan tau kalau Millie gak cocok sama grandma nya,jadi lain kali kalau mau berduaan sama Ica,Millie di titipin ke daddy aja jangan ke mommy."
Yordan menganga mendengar perkataan daddy Edwin,otak nya masih mencerna setiap kata yang daddy Edwin lontarkan. Yordan pikir daddy Edwin akan memarahinya habis-habisan karena meninggalkan baby Millie sampai malam hanya untuk membuka kembali arena balap sang sahabat. Namun ternyata,daddy Edwin malah mendukung Yordan dan Ica untuk membuka arena balap asal baby Millie di titipkan pada daddy Edwin.
"I...iya dad." Jawab Yordan terbata-bata,ia masih tidak menyangka apa dengan apa yang daddy nya katakan.
Sengaja daddy Edwin mengatakan itu selain karena daddy Edwin pernah merasakan apa yang Yordan rasakan,daddy Edwin mengatakan itu juga sebagai kata pembuka untuk memberi hukuman pada Yordan.
"Ya udah,karena hari ini jadwal daddy amburadul karena ulah kamu dan Ica,jadi selama sebulan kamu juga bantu daddy di kantor." Kata daddy Edwin selanjutnya.
Yordan membelalakkan matanya kaget mendengar kata-kata daddy Edwin.
"Tuh kan,apa gue bilang. Pantesan perasaan gue gak enak waktu si Sun Goku ngedukung gue." Gerutu Yordan dalam hati.
"Gimana,kamu bersedia gak?" Tanya daddy Edwin.
"Iya dad,Yordan bersedia." Jawab Yordan pasrah.
"Sial.!!! Gara-gara ulah si Jeki dan Juliet,gue yang kena hukuman." Umpat Yordan dalam hati.
Setelah serah terima hukuman,Yordan pun keluar dari dalam markas satu. Dengan langkah gontai Yordan menaikki anak tangga menuju kamarnya.
⭐⭐⭐⭐⭐
Kini baby Millie sudah berumur satu setengah tahun.
Bayi perempuan itu pun sudah tumbuh menjadi anak yang cantik,wajah bule nya pun sudah kelihatan. Walau wajah Asia baby Millie memudar,tapi perhatian dan kasih sayang daddy Edwin tak memudar sama sekali. Begitupun dengan baby Millie,kemanjaannya dengan grandpa Edwin pun juga tidak pernah hilang.
Igo dan Tia pun juga sudah mengadakan resepsi pernikahan mereka setelah setahun lebih mereka menyembunyikan pernikahan mereka,karena Igo dan Tia menikah hanya sekedar mengucapkan janji suci dan tanda tangan surat nikah di catatan sipil,tidak ada resepsi,karena Tia tidak mau ada yang tau kalau dirinya sudah menikah dengan Igo. Walaupun begitu Yordan dan Irlan tau perihal pernikahan Igo dan Tia dari awal mereka menikah tepatnya enam bulan setelah Ica dan Yordan menikah,hanya saja karena Tia meminta agar Igo merahasiakan pernikahan mereka dari siapa pun termasuk sahabat-sahabat mereka,jadi Igo meminta Yordan dan Irlan merahasiakan pernikahan Tia dan Igo dari Ica dan Nia.
Namun ibarat peribahasa sepintar-pintarnya bangkai di tutupi,baunya tetap tercium juga. Begitu juga dengan rahasia pernikahan Igo dan Tia,yang akhirnya terendus oleh Ica dan Nia.
__ADS_1
Ica dan Nia pun memaksa Tia untuk mengadakan resepsi pernikahan besar-besaran dengan tujuan agar tidak menimbulkan fitnah,apalagi Igo adalah anak dari salah satu orang terpandang di negara itu. Selain itu juga untuk menangkal serangan wanita-wanita dajjal yang ingin merusak rumah tangga Tia dan Igo.
Kembali ke pasangan berakhlak minimalis,sudah dua bulan Yordan berada di Jerman untuk mengganti daddy Edwin memantau perusahaan yang bergerak di bidang pengadaan barang dan jasa,desain interior dan arsitektural gedung bangunan. Dan selama dua bulan itu juga,Yordan dan Ica hanya bisa melepas kangen dan hasrat hanya melalui virtual.
Sebenarnya Yordan tidak ingin pergi ke Jerman selama itu,tapi karena baby Millie yang tiba-tiba panas tinggi dua hari sebelum daddy Edwin pergi dan baby Millie hanya mau di gendong oleh grandpa nya,mau tidak mau Yordan yang harus berangkat menggantikan sang daddy. Yordan juga meminta Ica dan baby Millie untuk menyusul Yordan ke Jerman,tapi Ica tidak mau karena Ica juga sudah aktif lagi mengurus butiknya setelah satu tahun vakum.
Setelah dua bulan berlalu,akhirnya hari ini Yordan pulang ke negaranya. Tapi kepulangan Yordan tidak ia beritahu pada Ica maupun daddy Edwin dan mommy Sarah,karena kepulangan Yordan seharusnya masih dua minggu lagi. Tapi karena Yordan sudah sangat merindukan istri dan anaknya,Yordan sampai rela bekerja lembur untuk mengurus perusahaan sang daddy.
Hari ini adalah weekend, jadi daddy Edwin dan mommy Sarah tidak pergi ke kantor,begitupun dengan Ica,ia juga tidak ke butik. Karena sudah perjanjian kalau weekend adalah hari untuk keluarga.
Kini Yordan sudah sampai di rumah utama. Ia melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah.
"Pagi mom...pagi dad." Sapa Yordan pada kedua orangtuanya yang sedang berada di halaman belakang.
Sontak daddy Edwin dan mommy Sarah menengok ke arah sumber suara.
"Loh kok kamu udah pulang?" Tanya mommy Sarah.
"Bukannya masih dua minggu lagi kamu baru pulang?" Timpal daddy Edwin.
"Kangen Millie dad."
"Kangen sama Millie apa sama mama nya Millie?" Tanya mommy Sarah sinis mendengar perkataan anaknya.
"Kerjaan kamu beres gak disana?" Tanya daddy Edwin yang malah mengkhawatirkan perusahaan yang baru ia buka disana.
"Beres dong dad. Oh iya,Millie sama Ica mana dad?" Tanya Yordan yang tidak melihat anak dan istrinya.
"Ada di atas,Millie tadi poop." Jawab mommy Sarah.
"Oh. Ya udah Yordan ke atas dulu yah mom,dad."
"Millie nya jangan di bikin nangis yah Dan,awas kamu!!" Ancam mommy Sarah yang tau benar kelakuan Yordan yang akan membuat baby Millie menangis disaat mommy Sarah dan daddy Edwin sedang menikmati waktu berduaan.
Yordan memutar bola matanya malas mendengar ancaman dari sang mommy,karena ia tau apa maksud dari kata-kata sang mommy.
__ADS_1
Yordan pun memutar langkahnya menuju tangga untuk naik ke markas dua.