
Melihat anggukan kepala dari sang bidan,otak Yordan jadi traveling kemana-mana. Yang ada di pikirannya sekarang,dokter itu akan bernafsu saat melihat terowongan Icablanca yang semakin tembem.
"Gak boleh!!! Saya gak mau istri saya di tangani dokter laki-laki.!!" Bentak Yordan saat.
"Tapi pak..."
"Saya bilang gak yah gak!!! Gak ada tapi-tapian!!!" Bentak Yordan lagi.
Mommy Sarah yang tiba-tiba masuk kedalam ruang bersalin heran melihat anak nya memarahi bidan.
"Kamu kenapa Dan,kok marah-marah?!"
"Gimana gak marah mom,masa yang nanganin Ica lahiran dokter laki-laki!!! Yah gak boleh gitu dong!! Perempuan yah harus sama perempuan!!" Jawab Yordan dengan nafas yang memburu.
Mommy Sarah menghela nafasnya sambil menggelengkan kepalanya.
"Kalau gitu apa gunanya dokter kandungan laki-laki Dan? Kan gak ada laki-laki yang melahirkan!" Jawab mommy Sarah geram menahan kekesalannya.
"Iya juga yah!!" Gumam Yordan dalam hati. Tapi tetap saja ia tak mengizinkan Ica di tangani oleh dokter laki-laki.
"Bodo amat!!! Pokoknya Yordan gak mau Ica di tangani sama dokter laki-laki.!"
"Ya udah kamu telpon Irna sekarang. Ica kan udah pembukaan tujuh,paling sejam lagi pembukaannya lengkap." Kata mommy Sarah yang tak mau melanjutkan perdebatannya dengan si bule kampret.
"Yordan gak bawa hp mom. Pake hp mommy aja."
"Mommy juga gak bawa hp." Baru saja mommy Sarah menjawab,tiba-tiba ia teringat kalau dirinya sekarang hanya memakai baju haram.
"Oh damn!!" Umpat mommy Sarah dalam hati saat melihat penampakan tubuhnya.
"Bisa ngamuk si Ed kalau tau aku kayak gini di depan umum!!" Katanya lagi dalam hati.
"Yordan,cepat lepas kaos mu itu!!" Perintah mommy Sarah.
"Untuk?"
__ADS_1
"Kamu gak lihat mommy kayak gini. Cepetan buka!!"
Yordan pun baru sadar dengan penampakan mommy nya. Mau tak mau,Yordan melepas kaos yang menempel di tubuhnya.
"Nih. Lagian kenapa gak ganti baju dulu sih!! Itu bakpao juga gak di bungkus dulu,gondal-gandul kan jadinya.!" Omel Yordan sambil memberikan kaos miliknya.
"Ini semua gara-gara kamu bikin mommy panik tau gak!!" Jawab mommy Sarah tak mau kalah.
Kini Yordan sudah bertelanjang dada. Semua mata perawat dan bidan yang ada di dalam ruangan itu tak henti-hentinya menatap otot lengan dan perut yang Yordan miliki.
"Kerja...kerja...kerja...kerja!!!" Teriak mommy Sarah saat menyadari kalau kini tubuh anak semata wayangnya menjadi tontonan.
Sontak para perawat dan bidan itu pun tersadar dari lamunan mereka yang sudah kemana-mana.
"Sus,tolong hubungi dokter Irna sekarang. Bilang sama dokter Irna kalau menantu tuan Edwin Adiguna mau melahirkan." Kata mommy Sarah pada salah satu bidan dengan nada mengintimidasi.
"Ba..baik nyonya." Jawab bidan itu gugup.
Sudah lima kali bidan itu menghubungi Irna,namun sayangnya Irna tak kunjung menjawab panggilannya.
"Maaf nyonya,dokter Irna gak menjawab-menjawab panggilan saya."
"Dan,mending kamu jemput Irna sekarang." Perintah mommy Sarah pada Yordan yang sejak tadi menenangkan Ica yang sedang kesakitan.
"Kok Yordan sih? Terus Ica gimana?"
"Ica biar sama mommy. Kamu gak pa-pa kan kalau Yordan jemput Irna sebentar?" Tanya mommy Sarah pada Ica.
Ica yang sedang menahan sakit hanya sanggup menjawab dengan anggukan kepala.
"Tuh Ica nya aja gak pa-pa. Udah buruan pergi,kalau kamu gak mau dokter laki-laki tadi yang nanganin Ica.!"
"Aku pergi dulu yah sayang." Pamit Yordan sambil mengecup singkat kening Ica. Kemudian ia beralih ke perut Ica untuk berpamitan pada dedek Jeju.
"Jeju,papa jemput tante Irna dulu yah!! Jangan keluar sebelum papa datang bawa tante Irna. Kalau Jeju keluar sebelum papa dateng bawa tante Irna,papa gak akan kasih saham SFF Group buat Jeju.!!" Setelah berpamitan sekaligus mengancam dedek Jeju yang masih di dalam perut,Yordan pun mengecup singkat perut Ica sebelum melangkahkan kakinya keluar dari ruang bersalin.
__ADS_1
Kini Yordan sudah sampai di lobi dari rumah sakit,dari kejauhan ia memicingkan matanya melihat mobil yang masih terparkir di depan lobi rumah sakit.
"Kayak kenal tuh mobil." Gumam Yordan dalam hati.
Tak lama ia ingat kalau mobil itu lah mobil yang mommy Sarah kendarai. Ia mempercepat langkah kakinya untuk menghampiri mobil,karena mobil yang mommy Sarah pakai ternyata adalah mobilnya yang baru dua bulan ia beli dengan harga hampir dua miliar.
"Tuh kan bener mobil gue!!" Kata Yordan saat melihat plat mobil yang memiliki inisial YKA. Namun tiba-tiba matanya membelalak saat melihat bamper depan mobilnya yang sudah penyok-penyok.
"Astaga mommy!!!!" Teriak Yordan menggelegar.
Tak terima mobil barunya lecet,dengan nafas memburu ia masuk kembali ke dalam dengan tujuan untuk meminta ganti rugi karena sudah membuat salah satu koleksinya lecet.
Namun baru saja di pertengahan jalan menuju pintu lift,ia kembali teringat kalau Ica mau melahirkan dan harus segera memanggil Irna sebelum dokter laki-laki yang menangani Ica. Ia pun berjalan kembali keluar menuju mobilnya.
"Yordan!!!" Panggil daddy Edwin yang melihat Yordan akan masuk kedalam mobilnya.
Sontak Yordan pun menengok.
"Daddy."
Tak lama matanya membulat saat melihat sosok yang harusnya ia jemput.
"Kak Irna."
"Ngapain kamu masih disitu? Orang Ica udah mau melahirkan malah bengong disitu!" Kata kak Irna sambil setengah berlari.
Kak Irna pun berlari lebih dulu menuju ruang bersalin.
"Kok daddy bisa sama kak Irna?" Tanya Yordan heran.
"Harusnya daddy yang tanya sama kalian. Tujuan kalian ke rumah sakit itu mau ngapain? Barang keperluan si baby dan Ica gak di bawa. Pakaian kalian juga gak layak dipakai ke rumah sakit,bahkan Irna pun lupa kalian hubungi.!"
Untung saja sebelum pergi ke rumah sakit daddy Edwin menghubungi Irna terlebih dulu untuk memastikan apa Yordan atau mommy Sarah ingat untuk menghubungi Irna. Dan sayangnya tak ada satu pun dari mereka yang ingat. Saat mengetahui Irna yang masih di rumah,daddy Edwin pun memilih untuk menjemput Irna sebelum ke rumah sakit.
"Astaga!!! Iya daddy bener,barang keperluannya Ica gak Yordan bawa.!!!"
__ADS_1
"Gak usah drama!!! Daddy udah bawain semua barangnya. Ambil di bagasi!!! Kamu angkut semua barang itu sendiri!!!" Daddy Edwin melempar kunci mobilnya ke arah Yordan,kemudian ia berjalan meninggalkan Yordan yang hendak mengambil barang keperluan istrinya sendiri. Karena daddy Edwin harus menyelamatkan satu manusia lagi dari mata dokter-dokter muda.
Setelah Yordan mengambil barang-barang keperluan Ica dan dedek Jeju,cepat-cepat Yordan kembali ke ruang bersalin untuk menemani Ica yang sebentar lagi akan melahirkan.