Penantian Sang Casanova

Penantian Sang Casanova
eps. 75


__ADS_3

Ia mulai membuka satu persatu pakaian yang menempel pada tubuhnya. Sedangkan Yordan duduk di sofa sambil memperhatikan gerak-gerik Serly. Namun sayangnya sang sahabat belum juga menunjukkan tanda-tanda ke aktifannya. Bahkan sampai Serly sudah tak berpenghalang,Jeki juga belum menunjukkan insting memburunya.


Yordan menutup matanya frustasi.


"Body nya selera loe banget loh Jek,loe gak mau icip?" Kata Yordan sambil menundukkan kepalanya ke bawah.


Namun sang sahabat tak mau merespon juga.


Melihat Yordan yang malah terdiam di sofa,membuat Serly berinisiatif untuk lebih agresif terlebih dulu. Ia mendekati Yordan dan langsung duduk di sebelah Yordan. Tangan dan bibir Serly mulai menjalar kemana-mana. Yordan menutup mata,mencoba menikmati stimulasi yang Serly berikan untuk merangsang pergerakan otot-otot Jeki agar bisa bertempur kembali. Namun hasilnya nihil,sang sahabat benar-benar tak merespon.


Yordan langsung mendorong tubuh Serly dan bangkit dari sofa.


"Loe balik aja deh,gue lagi gak mood."


Mata Serly membelalak mendengar kata-kata Yordan. Belum dirinya mendapat sentuhan dari Yordan kenapa Yordan sudah menyuruh dirinya untuk pulang.


Serly menggeleng. Ia pun ikut bangkit dari duduknya.


"Ya gak bisa gitu dong,masa iya loe udah bawa gue jauh-jauh kesini terus loe nyuruh gue balik disaat belum ngapa-ngapain.!!" Protes Serly tak terima.


"Emang harapan loe kita mau ngapain?!" Tanya Yordan sinis.


"Udah deh Dan,turunin tuh gengsi loe. Gue tau loe juga pengen kan ngelakuin itu. Dari pada kita lama di adu mulut,mending kita adu bibir." Serly mendekati Yordan dan mencium rakus bibir Yordan,Serly mengalungkan tangannya di leher Yordan.


Namun baru sesaat,Yordan langsung mendorong tubuh Serly hingga terduduk di sofa.


"Yordan.!!!! Loe apa-apaan sih.!!! Kalau loe gak mau ngelakuin itu,kenapa loe nyuruh gue polos??!!" Teriak Serly tak terima dengan perlakuan Yordan.


Yordan memungut pakaian Serly dan melemparkannya ke wajah Serly.


"Sekarang loe pake baju loe lagi.!!! Gue kirain setelah ngeliat tubuh polos loe,gue bakalan nafsu,eh..gak taunya tubuh gue juga gak selera sama loe sekalipun loe dalam keadaan polos." Kata Yordan sambil mengangkat sudut bibirnya.


"Brengsek loe.!!! Emangnya apa bedanya tubuh gue sama tubuh jalang-jalang loe yang lainnya.?? Gue rasa tubuh gue lebih bagus dari mereka semua.!! Bentak Serly tak terima dengan perkataan Yordan yang sudah sangat menjatuhkan harga dirinya.


Yordan menggedikkan bahunya.


"Mana gue tau.!!!! Loe pikir tubuh gue ini gak punya standart apa!!! Kalau tubuh gue gak ngerespon saat ngeliat tubuh loe yang polos itu tandanya tubuh loe di bawah standart dan gak pantes buat gue ajak keliling syuurga dunia.!!" Kilah Yordan,padahal kenyataannya pedangnya sedang tak bisa digunakan untuk berperang.


Mendapat penghinaan yang begitu melukai harga dirinya sebagai jalang,Serly berdiri dan mendekati Yordan,bukan untuk kembali merangsang Yordan namun Serly ingin menampar Yordan karena perkataannya itu.


"Bener-bener loe yah..!!!" Tangan Serly sudah mengudara.

__ADS_1


Namun dengan cepat Yordan menangkap tangan Serly.


"Gak usah banyak tingkah loe!!! Loe udah denger kan kabar model yang udah berani macem-macem sama gue,apa loe juga mau karier loe bernasib sama kayak tuh model??? Kalau loe mau bilang,gue tinggal bilang aja kok sama nyokap gue. Dan gue pastiin karier loe langsung tamat.!!" Ancam Yordan kemudian ia menghentakkan tangan Serly yang tadi ia tangkap.


Sejenak Serly memikirkan kata-kata Yordan,ia pun mengalah dan memilih untuk tak lagi mengganggu Yordan. Ia mengambil pakaian yang ada di atas sofa dan memakainya satu persatu.


Melihat Serly yang sudah selesai memakai pakaiannya,Yordan mengeluarkan dompet dari kantong celanya dan mengeluarkan uang sebesar dua juta untuk Serly.


"Berhubung gue orang baik,sekalipun tubuh gue nolak untuk bawa loe naik roller coaster,tapi gue akan tetap ngasih kompensasi buat loe. Nih uang buat bayar taksi loe.!! Yordan memberikan uang itu pada Serly.


Serly pun mengambil uang itu dari tangan Yordan dan tanpa ba bi bu be bo,Serly langsung keluar dari unit apartemen Yordan.


Mendengar Serly sudah menutup kembali pintu unit apartemennya,Yordan langsung menghempaskan tubuhnya di atas ranjang.


Ternyata usahanya untuk menyadarkan si Jeki sia-sia. Yordan benar-benar frustasi,padahal ia memanfaatkan Serly hanya untuk membangunkan sahabatnya,dan jika sahabatnya itu sadar,Yordan akan langsung mengusir Serly dan turun ke kamar Ica dan bertekad akan mendapatkan Ica. Namun karena usahanya sia-sia,ketidakpercayaan dalam dirinya muncul lagi.


"Gimana gue mau dapetin Ica kalau loe masih mati suri Jek. Mana mau dia sama laki-laki impoten kayak gue.!!!!" Kata Yordan frustasi.


"Njiiir..!!!! Sekarang gue impoten,brengsek lah!!!!" Kata Yordan lagi sambil meninju udara.


Dia bangkit dari atas ranjang dan melangkahkan kakinya untuk berendam di dalam bath up sambil mendinginkan otaknya yang hampir meledak karena frustasi.


Yordan keluar dari dalam kamar mandi hanya menggunakan handuk yang ia lilitkan di pinggangnya. Kemudian ia mengeringkan rambutnya dengan pengering rambut. Setelah rambutnya kering,tanpa memakai pakaian dan melepas handuk yang melingkar,Yordan langsung membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur,ia menarik selimut untuk menutupi tubuh polosnya.


⭐⭐⭐⭐⭐


Pagi harinya Yordan terbangun karena kehadiran Irlan sang sahabat.


Irlan yang memang tau kode pass pintu unit apartemen Yordan,langsung membuka pintu unit apartemen Yordan.


Irlan langsung masuk ke dalam kamar Yordan yang memang tidak di kunci.


Dilihatnya Yordan masih tertidur,Irlan pun me narik selimut Yordan dan...


"Shiit!!!" Irlan kaget karena mendapati Yordan tanpa busana.


Ia pun kembali melempar selimut ke tubuh Yordan.


"Dan...wooiii bangun!!!" Irlan menggoyang-goyang kan tubuh Yordan.


Yordan menggeliat. Dalam tidurnya,Yordan bermimpi sedang tidur seranjang dengan Serly karena habis melakukan pertempuran semalaman.

__ADS_1


"Apaan sih Ser,kalau mau balik balik aja sana!!!" Dipikir Yordan yang menggoyang-goyangkan tubuhnya adalah Serly.


"Njiir lah..!!" Umpat Irlan.


Irlan tersenyum licik,ide jahil langsung muncul seketika di kepalanya.


Dia meraba-raba dada bidang Yordan yang ditumbuhi bulu-bulu halus.


Mulai dari dada turun ke perut dan kini paha Yordan yang menjadi sasaran rabaan Irlan.


"Aaakkhh...Ser...Loe minta lagi??" Yordan menangkap tangan Irlan yang hampir mengenai senjatanya.


Irlan sebenarnya sudah sangat geli dan jijik dengan aksinya sendiri.


Dibawah alam sadarnya Yordan merasa aneh dengan tangan yang sedang ia genggam.


Yordan pun membuka matanya.


"Bangsaaaat loe!!!" Yordan menghempaskan tangan Irlan ketika melihat bukan Serly yang meraba-rabanya.


Irlan pun tertawa penuh kemenangan.


Tak memperdulikan Irlan yang sedang tertawa,Yordan turun dari ranjangnya dalam keadaan tanpa busana ke arah kamar mandi.


"Mau kemana loe?" Tanya Irlan melihat Yordan beranjak dari ranjangnya.


"Mau ngo*cok mau ikut loe..?!" Yordan menjawab malas pertanyaan Irlan.


"Njiiir loe!! Cepetan ada yang mau gue omongin.."


Yordan tak menghiraukan kata-kata Irlan,dia tetap melangkahkan kakinya ke kamar mandi di dalam kamarnya.


Di dalam kamar mandi,Yordan yang masih setengah sadar ia mencoba mengingat kembali rentetan kejadian malam tadi dan ia mencoba mengingat apa yang telah terjadi dalam mimpinya. Dia merasa heran pada mimpinya,kenapa di dalam mimpi ia bisa sampai berolahraga dengan Serly padahal kenyataannya sang sahabat tidak merespon sama sekali dengan sentuhan Serly.


"Tunggu,kayaknya ada yang aneh. Kenapa waktu gue mimpi lagi gelud sama Ica si Jeki sampe muntah,tapi pas gue mimpi gelud sama Serly kok gue gak ngerasa ada yang basah di tempat tidur??!" Yordan bertanya-tanya heran.


Ia makin tak mengerti dengan kondisi tubuhnya.


"Loe bener-bener harus di bawa ke ahlinya Jek." Kata Yordan pada sang sahabat.


Setengah jam Irlan menunggu akhirnya Yordan keluar juga dari dalam kamar mandi.

__ADS_1


__ADS_2