
Tak ingin menunda lebih lama lagi,Yordan pun langsung memberikan pemanasan terlebih dulu pada tubuh Ica. Tanpa Ica sadari,tangan terampil Yordan sudah berhasil membuka semua kain penutup yang menempel di tubuh Ica dan tubuh Yordan sendiri. Dengan tidak sabarannya Yordan langsung meraup susu dari pabriknya.
"Akh..segernya Ca. Ternyata begini rasanya minum susu murni. Beda banget rasanya sama susu basi.!"
"Iikh kakak!!! Udah cepeten dong,aku udah gak tahan nih!!"
Melihat Ica yang sudah tidak bisa menahan hasratnya,Yordan pun membuka kedua kaki Ica untuk mempersilahkan sang sahabat bertamu. Yordan pun menuntun sahabatnya itu untuk masuk secara perlahan. Dan...
BYUUUUUR.. Ica menyiramkan air yang ada di meja untuk membangunkan Yordan dari alam mimpinya.
Yordan pun langsung terbangun dari mimpinya. Akh...padahal tinggal sedikit lagi Jeki merasakan bagaimana tinggal dirumah baru.
"Ya ampun Ca...kok aku disiram sih?!" Geram Yordan.
"Abisnya kakak di bangunin dari tadi gak bangun-bangun. Bukannya bangun malah ah..ah..ah..!! Aku kirain kakak kemasukan,makanya aku siram pake air yang udah aku baca-bacain.!!"
Rahang Yordan mengeras,tangannya pun sudah terkepal,seandainya yang melakukan itu bukan Ica,sudah Yordan pastikan Yordan akan mengirimnya ke gurun pasir. Yordan pun memejamkan matanya dan menarik nafasnya dalam-dalam kemudian mengeluarkannya perlahan,dengan tujuan untuk meredam emosi yang sudah di ubun-ubun. Setelah dirasa emosinya sudah dalam tahap stabil,Yordan pun berdiri.
"Astaga...kakak ngompol!!" Tunjuk Ica pada celana Yordan yang basah.
Yordan pun melihat celananya.
"Akh...sial!!!" Yordan menutup celananya yang basah. Buru-buru Yordan ke kamar mandi yang ada di dekat dapur.
"Ca...ambilin handuk dong!!" Teriak Yordan setelah sampai di dalam kamar mandi.
"Parah loe Jek!!! Masa baru mimpi aja udah nyembur loe!!! Gimana kalau ini nyata,jangan-jangan Ica baru buka kaki,loe udah pingsan lagi!!!" Kata Yordan sambil menenangkan sang sahabat.
Tok..tok..tok.. Ica mengetuk pintu kamar mandi.
"Ini kak handuknya."
__ADS_1
Yordan membuka sedikit pintu kamar mandi.
"Kamu gak mau mandi bareng Ca?!" Goda Yordan.
"Dasar bule mesum!!" Teriak Ica sambil menyodorkan kasar handuk yang ada di tangannya.
Yordan mengambil handuk itu sambil tertawa.
⭐⭐⭐⭐⭐
Setelah setengah jam,akhirnya Yordan keluar dari dalam kamar mandi. Begitu Yordan keluar dari dalam kamar mandi,Rini terkekeh geli melihat penampilan Yordan. Karena sekarang Yordan sedang memakai handuk berwarna pink yang terlilit di bagian pinggang,dan panjang handuk yang hanya sebatas satu jengkal dari dengkul Yordan. Sisi seksi Yordan tertutupi oleh handuk Ica yang berwarna pink. Ica yang melihat Rini menertawakan Yordan,cepat-cepat mendekati Yordan dan menariknya ke dalam kamarnya.
"Kakak apa-apaan sih!! Kenapa keluar kamar mandi cuma pake handuk doang?? Mau pamer otot-otot kakak sama mbak Rini?!" Tanya Ica kesal.
"Kan gara-gara kamu juga aku gini!! Coba kamu gak siram aku tadi,mana mungkin aku berakhir tragis kayak gini!!" Jawab Yordan tak kalah kesalnya. Karena dalam sehari ini sudah dua kali ia harus menenangkan sahabatnya sendiri.
"Kan aku nyiremnya gak kena baju!! Kan kakak mandi gara-gara kakak ngompol!!" Jawab Ica merasa tidak bersalah.
"Jadi aku pake apa nih?!"
"Bentar,aku cari baju yang cocok untuk kakak." Ica pun mulai berjalan ke arah lemari untuk mencari kaos oblong yang sedikit besar untuk Yordan pakai.
"Percuma kalau ada juga Ca. Emangnya aku gak pake ****** *****?! Bisa masuk angin nanti si Jeki.!"
"Jeki? Siapa dia?"
"Ada deh..Nanti kalau udah saatnya,aku kenalin kamu sama dia.!! Mending kamu ke kamar hotel di depan,bawa koper aku sekalian kesini."
"Kakak mau tinggal disini?!" Tanya Ica kaget.
"Cuma beberapa hari. Gila aja aku mau tinggal disini selamanya!!! Bisa di gantung aku sama si bule bar-bar nanti."
__ADS_1
"Emang kakak berapa hari disini?!"
"Kalau gak sabtu,minggu aku pulang. Tujuan aku kesini sebenarnya mau ajak kamu pulang ke negara kita,terus halalin kamu. Tapi kamunya gak mau di halalin dulu,jadi mau gak mau aku pulang sendiri nanti."
Mendengar kata-kata Yordan ada rasa sesal sekaligus kecewa. Menyesal karena membuat Yordan harus pulang sendiri tanpa dirinya,dan kecewa karena waktu Yordan di negara itu hanya tinggal empat-lima hari lagi.
"Kenapa,kok cemberut?! Gak rela yah aku pulang cepet-cepet?!"
"Perasaan!!" Kilah Ica,padahal yang di katakan Yordan benar adanya.
"Tenang aja,aku usahain dua bulan atau tiga bulan sekali,aku dateng kesini. Sebenarnya,aku maunya sih sebulan sekali,tapi semakin aku sering kunjungin kamu,nanti kamunya jadi gak serius kuliahnya,terus gak selesai-selesai. Aku juga yang susah,karena lama nungguin kamu."
Ica mengerucutkan bibirnya.
"Itu bibir jangan di manyun-manyunin Ca,nanti si Jeki liat habis kamu Ca!!"
"Apaan sih akh gak ngerti!!! Ya udah,nomor berapa kamarnya,biar aku ambil kopernya."
Yordan pun memberitahukan pada Ica nomor kamar Yordan. Ica pun keluar dari dalam kamar,dan tak lupa mengunci pintu kamarnya dari luar. Bukan tanpa sebab Ica melakukan itu,mengingat sepak terjang Yordan yang suka colok sana colok sini,Ica takut kalau nanti Yordan khilaf jika ditinggalkan berdua saja dengan Rini.
Tidak sampai setengah jam, Ica pun datang dengan membawa koper milik Yordan. Kini Yordan sudah memakai kembali pakaiannya. Setelah itu,mereka berkumpul di meja makan,bukan hanya berdua namun bertiga dengan Rini. Karena Ica melarang Rini untuk makan menyendiri di dapur.
Setelah makan malam,Yordan pamit sebentar untuk check out dari hotel. Sedangkan Ica menunggu Yordan di ruang televisi sambil menonton drama korea yang ada disalah satu aplikasi yang sengaja ia sambungkan ke televisi.
⭐⭐⭐⭐⭐
Keesokan paginya,Yordan mengantar Ica ke kampusnya dan menunggui sang kekasih hingga pulang kuliah. Begitu mata kuliah Ica telah selesai,Yordan pun mengajak Ica untuk makan siang di salah satu kafe yang sangat terkenal di daerah itu. Kini Yordan dan Ica sudah berada di dalam kafe dan duduk di sudut kafe. Pelayan pun datang membawakan buku menu ke meja mereka,setelah memesan,si pelayan pun pergi meninggalkan mereka. Sambil menunggu pesanan mereka datang,Yordan dan Ica pun berbincang-bincang ringan.
Tak lama,pelayan pun datang membawa pesanan makanan mereka. Mereka pun mulai mengisi perut sebelum Yordan mengajak Ica jalan-jalan mengelilingi kota New York.
Makanan yang ada di piring mereka pun telah habis tak bersisa. Setelah membayar bill yang di bawa pelayan,Yordan dan Ica pun beranjak dari tempat duduk mereka. Namun baru saja Yordan melangkah,tiba-tiba saja ada seorang wanita yang memanggil namanya.
__ADS_1