
Ica pun menghela nafasnya. Ia merasa kasihan pada sang waiters jika minuman yang ia bawakan untuk Tia harus dibawa pulang kembali.
"Sini buat aku aja." Kata Ica. Ia pun mengambil gelas itu dan menenggak sampai habis minuman yang ada di dalamnya.
Mata Igo,Tia dan waiters itu membelalak saat melihat Ica meneggak minuman itu dalam satu tenggakan.
"Loe jago amat minum begituan?" Tanya Tia heran. Pasalnya koktail itu mengandung campuran minuman beralkohol,yah walaupun kadarnya rendah,tapi tetap saja ada minuman beralkohol di dalamnya. Dan setau Tia,Ica tidak pernah suka minuman beralkohol.
"Alkoholnya rendah kok,bau alkoholnya juga gak kelihatan,kan ada aroma buahnya. Gak bakalan bikin mabuk juga,apalagi minumnya cuma segelas kecil gitu doang. Makanya gue berani minum." Jawab Ica enteng,padahal ini pertama kali untuknya minum minuman seperti itu.
Ica pun menaruh kembali gelas ke dalam nampan,waiters itu pun pergi dari meja Ica. Untuk urusan salah sasaran,sang waiters lepas tangan,yang penting uang tips sudah di tangan.
Sedangkan di mejanya Igo terus memperhatikan Ica sambil menghitung angka satu sampai sepuluh. Dan baru saja di hitungan ke delapan,ia melihat Ica bereaksi tidak wajar.
"Gue ke toilet dulu yah." Pamit Ica pada Tia. Ia mulai merasakan tubuhnya yang tidak enak.
Melihat Ica berdiri dari tempat duduknya,Igo mengusap wajahnya kasar.
"Loe kenapa?" Tanya Yordan yang melihat gelagat aneh Igo.
Bukannya menjawab,Igo malah berdiri dari tempat duduknya dan menyusul Ica ke toilet. Biar bagaimanapun Igo harus bertanggung jawab atas insiden salah sasaran ini. Ia harus memastikan Ica tidak kenapa di dalam toilet. Igo menunggui Ica di depan toilet wanita. Tiba-tiba saja otak gesreknya memberikan saran,kalau dirinya harus memberitahu masalah ini pada Yordan. Yah hitung-hitung membantu Yordan untuk mendapatkan Ica.
Igo pun mengeluarkan hp nya dan melakukan panggilan ke nomor Yordan. Namun karena Yordan tidak kunjung menerima panggilannya,Igo pun kembali ke tempat acara dan menghampiri Yordan.
PLETAK...Igo menempeleng kepala Yordan dari belakang.
"Njriit loe!!! kaget gue kupret!!" Bentak Yordan.
"Abis loe gue telponin gak di angkat-angkat!!" Jawab Igo tak kalah nyolot.
Yordan pun mengeluarkan hp nya dari dalam saku jasnya. Dan benar saja ada lima panggilan tak terjawab dari Igo.
__ADS_1
"Mau ngapain loe nelponin gue?! Mau nyuruh gue bantuin loe ng*c*k gitu?!" Tanya Yordan sambil memasukkan kembali hp nya ke dalam saku jas.
"Najis!!!" Cebik Igo.
"Ini soal bini loe!!" Kata Igo lagi.
"Ica?! Kenapa dia? Dia di gangguin orang di toilet?!" Tanya Yordan khawatir.
Igo menggeleng. Ia agak takut memberitahukan tentang keadaan Ica pada Yordan,tapi ia harus memberitahu Yordan karena hanya Yordan yang dapat membantu menyelamatkan Ica. Karena tidak mungkin Igo yang membantu menyelamatkan Ica,bisa-bisa dragon dibikin jadi perkedel sama Yordan dan madam mommy.
"Terus Ica kenapa kunyuk!!!" Geram Yordan karena Igo tak kunjung memberitahu apa yang sebenarnya terjadi.
Igo menelan slivanya kasar sebelum ia memberitahukan kejadian salah sasaran pada Yordan.
"Tapi loe jangan marah yah Dan. Itu...anu...itu.."
"Itu anu itu anu!! Ica kenapa setan,cepetan bilang!!" Makin emosi saja Yordan melihat Igo.
"Ica minum minuman yang udah gue campur obat perangsang Dan. Gue yakin sekarang..."
Tanpa mendengar Igo menyelesaikan kata-katanya,Yordan sudah memberikan bogem mentah ke wajah Igo.
"Brengsek loe!!! Cewek gue juga mau loe embat!!" Geram Yordan,kini Yordan sudah berdiri dari tempat duduknya. Kalau saja saat ini mereka tidak sedang di pesta Irlan,pasti sudah habis Igo di tangan Yordan.
Yordan pun meninggalkan Igo di meja itu,namun Igo menyusul Yordan untuk memberikan penjelasan.
"Dan...tunggu Dan. Gue gak maksud jebak Ica Dan,gue salah sasaran!! Sebenarnya gue mau jebak Tia,ekh malah Ica yang minum minuman yang udah gue campur perangsang."
Yordan menghentikan langkahnya sejenak dan memutar tubuhnya menghadap Igo.
"Apapun alasan loe,perbuatan loe gak bisa di benarkan!! Kalau loe mau dapetin Tia,yah usaha dong yang sportif,bukan malah loe jebak!! Awas loe yah kalau Ica sampe kenapa-kenapa!!" Yordan pun membalikkan tubuhnya dan kembali berjalan menuju toilet tempat Ica berada. Igo pun kembali mengekori Yordan.
__ADS_1
"Kalau Ica kenapa-kenapa juga karena ulah loe Dan,anggap aja ini bentuk solidaritas gue ke loe untuk milikin Ica secepatnya.!!" Kata Igo dengan rasa tidak bersalah nya. Dan langsung mendapat tatapan tajam dari Yordan.
Bukannya takut,Igo malah terus memprovokasi Yordan.
"Loe gak usah terimakasih sama gue,cukup loe bantu Ica nurunin hasratnya,itu udah buat gue bahagia kok. Selamat berjuang yah Dan.!!" Setelah memberikan kata-kata penyemangatan untuk Yordan,cepat-cepat Igo kabur dari hadapan Yordan,takut-takut si bule kampret mendaratkan bogeman mentahnya pada Igo.
Tak mau terprovokasi dengan kata-kata Igo,Yordan tetap melanjutkan langkahnya ke arah toilet.
"Ca..." panggil Yordan saat melihat Ica yang sedang jongkok sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya di depan pintu toilet wanita.
Ica pun mendongakkan wajahnya menatap Yordan.
"Kak.." lirih Ica.
Yordan pun mendekati Ica dan membantu Ica berdiri.
"Kamu gak pa-pa Ca?!" Tanya Yordan basa-basi. Padahal ia sangat tahu kalau sekarang Ica dalam keadaan tidak baik-baik saja. Apalagi melihat wajah Ica yang sudah sangat merah dan mengeluarkan keringat dingin.
"Badan aku rasanya gak enak banget kak,aku juga gak ngerti kenapa badan aku kayak gini." Keluh Ica.
"Ya udah,kamu ikut aku yah." Yordan pun membopong Ica ke lantai paling atas hotel itu.
Bip. Dengan menggunakan kunci khusus,Yordan membuka pintu kamar dengan tipe suite room yang di khususkan untuk pemilik hotel itu.
Setelah pintu terbuka,Yordan menggendong Ica ala bridal style masuk ke dalam ruang tidur,karena saat berada di dalam lift,kesadaran Ica semakin menurun,ia terus meracau tidak jelas.
"Kak..panas kak. Tolong. Rasanya gak enak banget kak." Racau Ica lagi saat berada dalam gendongan Yordan.
"Iya Ca,sabar yah."
Yordan membaringkan Ica di atas ranjang.
__ADS_1
"Kamu tunggu disini dulu yah. Biar aku isi air di bath up dulu." Yordan pun meninggalkan Ica dan berjalan ke arah kamar mandi.
Ica yang sudah tidak sadar akibat di kuasai obat perangsang dosis tinggi itu,tanpa sadar melepas gaun yang ia pakai dan hanya menyisakan pakaian dalamnya saja. Kemudian ia kembali naik ke atas ranjang dan menggeliat-geliatkan tubuhnya.