Penantian Sang Casanova

Penantian Sang Casanova
eps. 156


__ADS_3

"Ca...bikinin teh hangat yah." Pinta Yordan dengan suara lemas. Karena kembali memuntahkan cairan bening dari mulutnya. Sepertinya Yordan dan Jeki bukan hanya sekedar sahabat,melainkan kembar identik. Buktinya,baru saja sang sahabat muntah-muntah,tak lama Yordan yang ikut-ikutan muntah menyusul sang sahabat.


Ica pun mengangguk.


Dengan menggunakan bathrobe,Ica keluar dari dalam kamar menuju lantai bawah.


"Kamu mau ngapain Ca?" Tanya mommy Sarah saat melihat menantu kesayangannya sedang berada di dapur.


"Mau bikinin teh madu buat kak Yordan mom."


"Yordan muntah-muntah lagi?" Mommy Sarah tau,karena semenjak Yordan dan Ica seminggu tinggal dirumahnya,mbak Dini dan mbak Yani melapor pada mommy Sarah kalau tiap pagi Ica pasti membuat teh madu untuk Yordan yang sedang muntah-muntah.


Ica mengangguk.


"Kamu udah bawa Yordan ke dokter?" Tanya mommy Sarah. Meski dirinya dan Yordan bagai Tom and Jery,tapi tetap saja dirinya merasa khawatir kalau sang anak jatuh sakit.


"Kak Yordan gak mau mom. Aku sampe capek bujuk kak Yordan."


"Hemh..Apa sih maunya tuh anak. Mau nunggu sakitnya makin parah apa!!" Kesal mommy Sarah.


"Mungkin kak Yordan cuma masuk angin sama kecapean aja mom. Habis minum teh madu juga kak Yordan baik-baik aja kok." Kata Ica mencoba menenangkan mommy Sarah yang terlihat sangat khawatir.


"Ya mudah-mudahan cuma masuk angin aja. Tapi kalau dua atau tiga hari lagi masih kayak gitu dan dia tetap gak mau ke dokter,biar mommy yang seret dia ke dokter." Ancam mommy Sarah.

__ADS_1


Semenjak Yordan menikah,mommy Sarah tak lagi mencampuri urusan Yordan. Karena mommy Sarah sadar setelah Yordan menikah,Ica lah yang berhak atas diri putra semata wayangnya itu. Tapi kalau untuk kesehatan,rasanya mommy Sarah tidak tahan untuk tidak ikut campur.


"Iya mom,nanti Ica bujuk kak Yordan lagi supaya mau ke dokter. Ica naik ke atas dulu yah mom." Pamit Ica pada mama mertuanya.


Mommy Sarah mengangguk.


Ica pun berlalu dari hadapan mommy Sarah dan naik ke atas menuju kamarnya dengan Yordan sambil membawa nampan berisi teh madu.


Ceklek. Ica membuka pintu kamar.


"Kak.." panggi Ica karena tak melihat Yordan di sofa maupun di tempat tidur.


Takut-takut,Yordan kembali muntah di kamar mandi. Cepat-cepat Ica menaruh nampan yang berisi teh madu itu di atas meja dan berjalan menuju kamar mandi.


"Astaga....kak Yordan!!!" Teriak Ica saat melihat sang suami tergeletak di lantai diruang ganti.


"Kak..bangun kak!! Kak Yordan bangun!!" Teriak Ica sambil menampar-nampar pipi suaminya. Mulai dari tamparan pelan sampai tamparan keras Ica daratkan di pipi Yordan agar suaminya itu tersadar. Sayangnya,sang suami tak kunjung sadar.


"Mommy...mommy..daddy..daddy.." teriak Ica panik sambil berlari keluar dari kamar.


"Mommy...daddy..tolong kak Yordan pingsan mom..dad..!!" Teriakan Ica menggelegar dari lantai atas.


Mendengar teriakan Ica yang mengatakan anaknya pingsan,dengan setengah berlari mommy Sarah menapaki anak tangga menuju kamar anaknya. Sedangkan daddy Edwin yang masih di dalam kamar dan sedang mandi,jelas ia tak mendengar teriakan minta tolong menantunya itu.

__ADS_1


"Astaga Yordan!!" Teriak mommy Sarah tak kalah panik dengan Ica saat melihat anak semata wayangnya tergelatak di lantai.


"Kok bisa gini Ca?"


"Gak tau mom,waktu Ica sampe di kamar,kak Yordan udah pingsan." Jawab Ica sambil terisak.


"Ica takut kak Yordan kenapa-kenapa mom." Kata Ica lagi,bibirnya sampai bergetar sangking takutnya sang suami kenapa-kenapa.


"Berdoa aja semoga Yordan gak kenapa-kenapa." Kata mommy Sarah mencoba menenangkan menantunya.


"Mending sekarang kamu pakein Yordan celana dulu,mommy mau panggil daddy dulu untuk gotong Yordan. Kita langsung bawa aja Yordan ke rumah sakit,biar sekalian kita tau apa penyakitnya Yordan." Kata mommy Sarah lagi saat melihat Yordan hanya menggunakan handuk yang masih melilit di pinggangnya.


Setelah memberi titah pada menantunya,cepat-cepat mommy Sarah keluar dari dalam kamar Ica dan Yordan. Sedangkan Ica langsung mengerjakan apa yang di titahkan mommy Sarah. Memasukkan Jeki yang sedang bobok ganteng ke dalam jeruji kain dan kembali melapisinya dengan celana boxer yang asal ia sambar dari dalam lemari.


Kini mobil yang di kendarai daddy Edwin telah sampai di rumah sakit. Yordan langsung di baringkan di atas brankar karena masih dalam keadaan pingsan. Padahal sepanjang perjalanan menuju rumah sakit,Ica sudah berusaha merangsang kesadaran Yordan dengan menaruh minyak kayu putih di hidung,kening dan tengkuk Yordan,tapi Yordan tak kunjung sadar juga. Dan itu membuat Ica semakin panik sepanjang perjalanan Ica terus menangis sambil memohon agar sang suami cepat sadar.


Dari kejauhan,Irna yang baru melakukan visite di kamar pasien ikut berlari ke arah Ica,mommy Sarah dan daddy Edwin saat melihat mereka berlarian mengikuti tim medis membawa brankar yang Yordan tiduri.


"Yordan kenapa mom?" Tanya Irna dengan nafas yang terengah-engah. Kini mereka sudah berada tepat di depan ruangan tempat Yordan di periksa. Berhubung tidak boleh banyak orang masuk,jadi hanya Ica yang masuk ke dalam,sedangkan mommy dan daddy menunggu di luar.


"Mommy juga gak tau. Ica nemuin Yordan udah dalam keadaan pingsan."


"Memangnya Yordan sakit apa?" Nampaknya Irna juga mengkhawatirkan keadaan Yordan.

__ADS_1


"Gak tau Na. Tiap pagi Yordan muntah-muntah terus. Mommy pikir baru seminggu ini Yordan begitu,tapi tadi waktu kesini Ica baru bilang kalau sebenarnya Yordan begitu udah sebulan lebih." Jawab mommy Sarah dengan raut wajah panik bercampur kesal kala mengingat Ica yang tak jujur dengan kondisi Yordan padanya. Seandainya Ica bilang,sudah pasti mommy Sarah akan langsung menyeret Yordan ke rumah sakit untuk di periksa.


__ADS_2