
Ceklek. Tiba-tiba saja pintu kamar rawat Ica terbuka.
Semua mata pun menoleh ke arah pintu,dan ternyata yang datang adalah...
"Akiii..." teriak Millie sambil berlari kepelukan sang aki.
"Loh..kok Millie disini?" Tanya daddy Edwin.
"Maaf tuan,terpaksa saya bawa nona Millie kesini,habisnya daritadi nona Millie nangis terus nyari aki nya. Saya udah berkali-kali nelpon tuan sama madam,tapi gak di angkat-angkat." Jawab sus Meri.
"Masa sih ada telpon,perasaan dari tadi gak ada telpon masuk." Kata daddy Edwin lagi.
Daddy Edwin merogoh saku celananya untuk mengambil hp nya. Ternyata hp nya sudah tidak ada di saku celananya.
"Loh...hp daddy mana mom?"
Mommy Sarah gugup saat daddy Edwin menanyakan hp nya,pasalnya sewaktu menunggu Ica di depan ruang bersalin,daddy Edwin sempat tertidur dan saat itu sus Meri menelpon daddy Edwin. Mommy Sarah yang yakin kalau tujuan sus Meri menghubungi suaminya pasti karena Millie sudah bangun dan menangis mencari daddy Edwin. Jadi,dengan mengeluarkan jurus Copet Sakti,dalam sekejap hp daddy Edwin berpindah tangan ke tangan mommy Sarah. Cepat-cepat mommy Sarah mensilentkan hp sang suami agar daddy Edwin tidak terbangun mendengar nada dering hp nya.
"Mana mommy tau dad. Ketinggalan kali di rumah atau di mobil."
"Bisa jadi." Kata daddy Edwin yang sama sekali tidak mencurigai sang istri.
"Aki..Miyi mau iyat ndek."
"Millie mau lihat adek?" Tanya daddy Edwin untuk memastikan apa yang Millie katakan.
Millie pun mengangguk.
Daddy Edwin pun berdiri dari tempat duduknya dan berjalan mendekati baby Shine yang masih dalam gendongan mama Nivi.
"Itu adeknya Millie,cantik kan?"
Millie menggeleng.
"Cantik Miyi.!!"
"Iya Millie lebih cantik." Kata daddy Edwin yang tau kalau Millie cemburu pada baby Shine karena di bilang cantik.
"Tapi Millie sayang kan sama adek?"
Millie mengangguk.
"Api aki ndak oyeh sayang ndek!!! Aki tayang Miyi adah!!"
"Iya,aki sayang Millie aja."
"Sekarang Millie cium adek,habis itu kita pulang. Pasti Millie belum mandi kan?"
__ADS_1
Millie mengangguk. Kemudian ia mendekatkan wajahnya pada baby Shine untuk mencium baby Shine.
"Ndek,Miyi uyang yah. Ndek anang detet-detet aki,aki unya Miyi. Ndek detet papa Ndan adah." Kata Millie sebelum mencium baby Shine.
Setelah Millie mencium sang adik,Millie pun berpamitan pada mama Ica,papa Yordan,oma Nivi dan opa Fano dengan sangat manis,namun ketika dengan mommy Sarah,Millie pamit dengan songong.
"Nini,Miyi uyang sama aki yah. Nini cini aja ama ndek,ndak usah itut-itut Miyi sama aki.!!" Begitu lah gaya Millie pamit dengan nini Sarah.
Daddy Edwin dan Millie pun pulang terlebih dahulu.
Waktu sudah menunjukkan pukul sebelas malam. Para sahabat Ica dan Yordan pun sudah pulang dari dua jam yang lalu,sedangkan mommy Sarah,mama Nivi dan papa Fano sudah pulang dari jam tujuh malam. Sedangkan daddy Edwin tidak kembali lagi ke rumah sakit setelah pulang bersama Millie,karena Millie tak mengizinkan sang aki kembali ke rumah sakit karena Millie takut kasih sayang sang aki berpindah pada baby Shine.
Ica pun juga sudah tertidur pulas,dengan posisi sedang menyusui baby Shine. Tapi sayangnya si bayi gembil yang baru lahir beberapa jam itu tidak mau ikut tidur dengan sang mama.
Yordan pun menggendong baby Shine dan menutup buah siicakama yang untuk sementara waktu harus ia relakan untuk baby Shine.
"Kok belum tidur Shine? Masih bingung yah,Shine ada dimana? Shine sekarang ada di planet bumi,Shine udah gak di dalam perut mama Ica lagi. Nah,yang gendong Shine sekarang papanya Shine,papa Yordan." Begitulah cara Yordan bercengkrama dengan anak ke duanya.
"Sekarang Shine bobok yah,soalnya papa Yordan udah ngantuk. Lihat nih bekas cakaran mama Ica untuk ngeluarin Shine dari dalam perut. Shine gak kasihan lihat papa?" Curhat Yordan seolah dirinya lah yang paling terdzolimi pada baby Shine yang sudah dipastikan tidak mengerti apa yang sedang dibicarakan Yordan.
Perlahan Yordan meletakkan baby Shine di ranjang yang sama dengan Ica,karena ranjang yang berukuran king size,jadi sangat cukup untuk mereka tidur bertiga.
Setelah Yordan berhasil meletakkan baby Shine di ranjang tanpa membuatnya menangis,Yordan pun ikut membaringkan tubuhnya di tengah-tengah Ica dan baby Shine. Yordan pun memutar tubuhnya untuk menghadap Ica,tapi sayangnya baru saja Yordan ingin memeluk tubuh sang istri,tiba-tiba saja baby Shine merengek. Terpaksa Yordan memutar kembali tubuhnya untuk menghadap baby Shine.
Yordan mengelus-elus kening baby Shine agar tertidur kembali,tapi sepertinya cara itu tidak ampuh untuk baby Shine. Yordan pun mencoba cara lain yang lebih ekstrim untuk menidurkan baby Shine,yaitu dengan cara mengangkat lengan kirinya dan menaruh baby Shine di bawah ketiaknya. Siapa sangka ternyata cara itu ampuh,buktinya tak sampai lima menit baby Shine kembali tertidur pulas di bawah ketiak Yordan. Sepertinya,baby Shine sangat menuruti sang kakak yang meminta baby Shine untuk tidak menempeli sang aki dan menempeli papa Yordan saja.
Enam bulan kemudian.
Mommy Sarah menghela nafasnya saat melihat Millie yang masih sangat manja dengan sang aki padahal sudah menjadi seorang kakak. Begitu pun baby Shine yang selalu menempel pada sang papa.
Sekarang semua personil keluarga Adiguna sedang berkumpul di kolam renang.
"Lihat deh Ca kelakuan dua pelakor itu. Gara-gara mereka berdua,kita jadi di anggurin gini." Kata mommy Sarah sambil melirik ke arah daddy Edwin dan Millie yang sedang bermesraan di kolam renang,sedangkan baby Shine bersama papa Yordan.
"Gak pa-pa lah mom kalau pelakornya anak dan cucu sendiri,dari pada anak tetangga yang jadi pelakor,kan berabe."
"Iya sih,tapi tetap saja ini kan weekend harusnya kita juga di ajak berenang dong,ini malah kita di suruh diem disini,bikin sakit mata aja." Gerutu mommy Sarah.
Ica tersenyum tipis mendengar gerutuan sang mommy mertua.
"Mom.." nampaknya Ica punya ide luar biasa agar mommy Sarah tidak mengomel terus.
"Hemh.."
"Bukannya malah bagus kalau Millie sama Shine nempel sama aki dan papa nya?"
"Bagus apanya!!!" Protes mommy Sarah.
__ADS_1
"Bagus lah mom,dengan begitu waktu untuk kita memanjakan diri lebih banyak. Disaat ibu-ibu di luar sana harus curi-curi waktu untuk 'me time',sedangkan kita malah di bukakan jalan untuk 'me time' oleh Millie dan Shine."
Mommy Sarah nampak memikirkan perkataan Ica.
"Bener juga yah kamu." Kata mommy Sarah menyetujui kata-kata Ica.
"Mom..gimana kalau kita ngemall?"
"Berdua doang?"
Ica mengangguk.
"Terus Shine gimana?"
"Kan ada papa nya. Lagian stok ASI juga banyak kok."
"Kalau pabrik susu penuh gimana?"
"Tenang aja,nanti Ica bawa alat tempur. Gimana,mau gak mom? Dari pada disini kita jadi kambing congek,mending kita cuci mata."
"Boleh deh. Ayo lah kalau gitu." Jawab mommy Sarah.
Mommy Sarah dan Ica pun berdiri dari tempat duduk mereka.
"Dad..." panggil mommy Sarah.
Daddy Edwin pun menoleh.
"Mommy sama Ica keluar dulu yah,kami mau nyalon."
"Nyalon? Nyalon apa? Nyalon jadi bupati apa gubernur?" Seloroh Yordan.
Mommy Sarah memutar bola matanya malas mendengar selorohan anaknya yang garing.
"Mau ke salon kak." Jawab Ica.
"Berdua doang?" Tanya daddy Edwin.
"Gak!!! Sekampung!!! Yah..berdua doang lah." Jawab mommy Sarah.
"Oh..ya udah. Hati-hati." Jawab daddy Edwin santai.
Mata mommy Sarah membulat karena respon sang suami tak sebucin dulu lagi. Kehadiran Millie benar-benar membuat posisi mommy Sarah tersingkir.
"Ish.." geram mommy Sarah,ia pun memutar tubuhnya dan hendak pergi dari tempat itu.
"Mom.." panggil daddy Edwin.
__ADS_1
Mommy Sarah langsung menghentikan langkahnya. Senyum tipis pun terbit dari pipi nya,mommy Sarah pikir daddy Edwin akan meninggalkan si pelakor dan ikut dengannya.