Penantian Sang Casanova

Penantian Sang Casanova
eps. 175


__ADS_3

Setelah di bersihkan,bidan pun membawa dedek Jeju ke hadapan ke dua orangtuanya.


"Selamat yah pak,buk,bayinya cantik banget mirip ibunya." Kata bidan itu sambil menempelkan dedek Jeju di atas dada Ica untuk IMD.


"Kok mirip istri saya sus? Harusnya mirip saya dong,kan saya yang capek ngengkol. Saya juga yang kena kehamilan simpatik." Protes Yordan tak terima karena bu bidan mengatakan dedek Jeju mirip Ica.


"Tapi sayangnya anak bapak gak ada bule-bule nya pak,anak bapak mukanya Asia banget." Jawab bidan itu jujur.


Yordan langsung memperhatikan wajah putrinya yang baru lahir dengan sangat teliti.


"Kok bisa?!" Kata Yordan setelah memperhatikan wajah putrinya dari dekat.


Tak lama Yordan mengernyitkan keningnya,sepertinya ia sangat familiar dengan wajah dedek Jeju. Susah payah Yordan mengingat-ingat tapi si otak tak kunjung mengingat dengan siapa wajah putrinya mirip.


Saat sedang serius mengingat,tiba-tiba fokus Yordan terpecah saat melihat kak Irna seperti sedang menjahit di area terowongan Icablanca.


"Kak Irna mau ngapain itu?" Tanya Yordan dengan raut wajah panik.


"Mau jahit bekas keluarnya anak kamu." Jawab Irna sabar.


Mata Yordan langsung membelalak. Otaknya langsung traveling lagi kemana-mana.


"Jahit? Bekas keluarnya dedek Jeju? Berarti terowongan tempat si Jeki balapan mau di tutup dong?" Gumam Yordan dalam hati.

__ADS_1


Yordan menggelengkan kepalanya membayangkan kalau terowongan Icablanca di tutup. Terus dimana si Jeki harus balapan.


"Akh...gak boleh!!!" Teriak Yordan kencang.


Dan teriakan Yordan telah membuat dedek Jeju yang sedang asyik menyedot buah siicakama yang masih sedikit mengeluarkan sari-sarinya menangis.


"Pelan-pelan kak suaranya!!!" Omel Ica.


"Tau kamu tuh!!! Ini tuh ruang bersalin,bukan hutan!!! Kalau kamu mau teriak-teriak,sana ke hutan,lomba teriak deh kamu sama tarzan!!" Timpal Irna. Gara-gara teriakan Yordan yang mengangetkan Irna,hampir saja Irna salah jahit.


Yordan tak menghiraukan omelan Ica maupun Irna. Ia tetap melanjutkan aksi protesnya pada Irna.


"Gak usah di jahit!!! Kalau itu nya Ica di jahit,terus ini Jeki mau masuk dimana?!" Protes Yordan.


Mendengar perkataan Yordan,Ica langsung menjambak rambut suaminya,agar suaminya berhenti bicara macam-macam. Namun sayang,sepertinya kulit kepala Yordan yang di tumbuhi rambut itu sedang mengalami mati rasa akibat jambakan Ica selama proses melahirkan. Membuat Yordan tak menghiraukan peringatan Ica.


Sedangkan para bidan dan suster yang ada di ruangan itu hanya geleng-geleng kepala sambil menggelembungkan pipi mereka menahan tawa karena mendengar ucapan Yordan.


"Kamu tenang aja,kakak gak akan jahit semuanya kok. Kakak akan sisain sedikit buat jalan masuknya Jeki." Jawab Irna nyeleneh untuk mengimbangi perkataan absurd Yordan.


"Bener yah. Awas aja kalau nanti si Jeki gak bisa masuk,aku laporin kakak atas kasus malpraktek." Ancam Yordan.


"Iya. Tapi kamu juga harus inget sebelum empat puluh hari jalan masuknya si Jeki belum bisa di pake. Awas aja kamu berani-berani masuk,kakak laporin kamu atas kasus penindasan pada kaum wanita di masa nifas." Irna balik mengancam Yordan.

__ADS_1


Yordan memutar bola matanya malas mendengar serangan balik kak Irna.


⭐⭐⭐⭐⭐


Setelah dedek Jeju di bersihkan dan di berikan imunisasi baru lahir dan Ica pun juga selesai di observasi serta di bersihkan,mereka pun langsung di pindahkan ke kamar rawat Ica. Mommy Sarah,daddy Edwin,papa Fano dan mama Nivi juga sudah ada di dalam kamar rawat Ica.


Mommy Sarah langsung menggendong dedek Jeju begitu dedek Jeju masuk ke dalam kamar rawat Ica.


"Uluh...uluh cantiknya cucu grandma." Kata mommy Sarah gemas saat memandang wajah gemas wajah cucu pertamanya.


"Tapi kok mukanya gak ada bule-bule nya Dan?" Tanya mommy Sarah pada Yordan yang sedang duduk tepat di depan mommy Sarah.


"Itu dia Yordan juga bingung. Jangan-jangan..." Yordan menatap Ica yang berbaring di tempat tidur.


"Hush!!! Jangan mikir yang macem kamu!" Mommy Sarah langsung memangkas kecurigaan Yordan terhadap Ica. Untung saja Ica yang sedang berbaring di tempat tidur dengan ditemani mama Nivi tidak mendengar kalimat kecurigaan Yordan. Kalau sampai mereka mendengar,alamat dapat surat cerai si Yordan.


Mommy Sarah kembali memandang cucu pertamanya.


"Kayaknya wajahnya familiar banget deh.." lirih mommy Sarah.


"Matanya,hidungnya,dagunya." Kata mommy Sarah lagi.


"Sama mom,Yordan juga kayaknya familiar banget sama wajah itu,tapi siapa yah?" Timpal Yordan.

__ADS_1


Mata mommy Sarah langsung membelalak saat berhasil mengingat dengan siapa wajah dedek Jeju mirip.


"Mommy tau!!!"


__ADS_2