
"Kalian udah gak sayang sama keluarga kalian di kampung?" Tanya mommy Sarah sinis.
"Sayang madam." Jawab Sam dan Ray kompak.
"Terus kalau sayang kenapa kalian gak becus kerja? Saya cuma suruh kalian jaga anak saya,jangan sampai datang ke apartemen ini,jangan sampai ketemu Ica. Terus kenapa kalian malah bawa anak saya kesini hah?"
"Maaf madam,den Yordan bilang ada berkas yang diminta tuan Edwin yang tertinggal di apartemennya,makanya kami mengizinkan den Yordan untuk singgah sebentar kesini." Jawab Sam merasa bersalah.
"Emangnya kalian gak bisa konfirmasi dulu sama suami saya? Kalian kan punya nomor suami saya.!!"
Sam dan Ray tidak menjawab. Karena perkataan mommy Sarah benar,seharusnya mereka menanyakan kebenarannya dulu ke tuan Edwin.
"Untuk kesalahan kali ini saya maafkan,karena Yordan tidak sampai bertemu sama Ica di dalam! Tapi sebagai gantinya gaji bulan ini saya potong dua puluh persen.!! Sekarang bawa pulang mobil Yordan ke rumah utama.!!" Kemudian mommy Sarah berjalan kembali menuju mobilnya.
Sam dan Ray pun masuk kembali ke dalam mobil Yordan. Sam dan Ray bernafas lega karena di potong gaji dua puluh persen lebih baik dari pada harus menerima hukuman mencuci semua mobil yang ada di garasi rumah utama dengan waktu yang ditentukan mommy Sarah,karena biasanya mommy Sarah hanya memberikan waktu tiga jam untuk mencuci mobil yang ada di garasi,padahal mobil di garasi lebih sepuluh mobil. Karena mobil yang terparkir di rumah utama lebih dari sepuluh. Sedangkan kalau hanya potong gaji dua puluh persen,berarti hanya terpotong enam juta dari gaji mereka tiga puluh juta. Dengan uang segitu,pastinya masih sangat cukup untuk mengirim uang ke kampung untuk keluarga mereka.
⭐⭐⭐⭐⭐
Kini Yordan dan mommy Sarah sudah sampai di rumah utama.
"Kamu mandi sana. Habis itu turun,dan kita makan malam bersama." Perintah mommy Sarah pada anaknya.
Dengan langkah gontai seperti robot yang sudah habis batre,Yordan melangkahkan kakinya menaikki tangga menuju kamarnya.
"Mommy tunggu lima belas menit..!!' Teriak mommy Sarah lagi sambil berjalan menuju kamarnya.
Mendengar teriakan sang mommy,membuat Yordan tersadar dan langsung berlari menaikki anak tangga. Ia tidak mau hanya karena telat ke ruang makan,dirinya harus kena hukuman dari mommy bar-bar nya.
__ADS_1
Ceklek. Yordan membuka pintu kamarnya.
Dia langsung membuka semua pakaian yang menempel di tubuhnya dan langsung masuk ke dalam kamar mandi. Ia menyalakan shower dan mengguyur tubuhnya dengan air hangat yang mengalir dari shower.
Ia memejamkan matanya,menikmati air yang membasahi tubuhnya. Tiba-tiba pikirannya kembali teringat akan adegan yang ia lihat di depan pintu apartemen Ica.
"Kenapa jadi gini sih?! Bukan ini yang gue mau.!! Harusnya gue seneng,gadis baik-baik kayak loe dapet laki-laki yang baik-baik juga. Tapi kenapa gue gak ikhlas sih Ca.!! Andai gue bisa ulang waktu,gue gak akan ngasih tantangan itu ke loe Ca.!! Gue nyesel banget Ca..!! Pliis Ca,pungut lagi nama gue dan masukin lagi ke dalam hati loe.!!" Dibawah guyuran air shower Yordan terus menyesali kebodohannya yang sudah memberikan tantangan pada Ica.
Lagi asyik-asyik menyesali perbuatannya pada Ica,tiba-tiba Yordan teringat akan titah madam mommy bar-bar yang hanya memberi waktu lima belas menit untuk tuba di ruang makan. Cepat-cepat Yordan menyabuni tubuhnya,lalu membilasnya. Setelah semua bersih,Yordan pun keluar dari dalam kamar mandi dan berjalan menuju ruang ganti. Dengan memakai kaos dan celana pendek rumahan,Yordan keluar dari kamarnya dan melangkah menuruni anak tangga menuju ruang makan.
Setibanya ia di ruang makan,ia belum melihat mommy dan daddy nya.
"Mommy sama daddy mana Din?" Tanya Yordan pada Dini,salah satu art di rumah utama.
"Belum keluar markas den." Jawab Dini sambil meletakkan menu makan malam mereka.
Hampir setengah jam Yordan menunggu,akhirnya yang pasangan tak sadar usia itu keluar juga dari dalam markas mereka.
"Udah lama nunggu nya son?!" Tanya mommy Sarah pura-pura tidak tahu.
Yordan mencebik kesal dengan pertanyaan mommy nya.
"Menurut mommy?!" Jawab Yordan sinis.
"Oops sory son,mommy tadi siapin barang yang harus di bawa besok." Jawab mommy Sarah dengan entengnya. Padahal mommy Sarah sengaja mengerjai anaknya itu.
Mendengar kata-kata maaf dari mommy nya,Yordan malah semakin yakin kalau mommy nya memang sengaja membuatnya menunggu.
__ADS_1
Seperti biasa,daddy Edwin lah yang menaruh lauk pauk di piring istrinya. Yordan yang selalu melihat itu hanya geleng-geleng kepala melihat kebucinan daddy nya.
"Kamu kenapa geleng-geleng gitu?!" Tanya daddy Edwin yang melihat Yordan geleng-geleng kepala.
"Yordan heran sama daddy,kenapa selalu daddy yang ngelayanin mommy,sedangkan Yordan gak pernah liat mommy ngelayanin daddy." Akhirnya pertanyaan itu lolos juga dari mulut Yordan.
"Hanya karena kamu melihat daddy yang mengambilkan lauk untuk mommy mu,terus kamu bilang kamu gak pernah melihat mommy melayani daddy?? Terus kalau mommy gak pernah melayani daddy,kamu itu berasal dari mana?!! Kalau mommy gak mau melayani daddy,berarti kamu juga gak bakalan ada!! Mommy mu ngelayanin daddy di atas ranjang,menyiapkan baju yang akan daddy pakai ke kantor dan menyiapkan semua kebutuhan daddy mulai dari a-z kalau daddy mau ke luar kota atau luar negri. Bahkan semua menu yang tersaji di meja makan ini,mommy mu sudah menyiapkannya. Walaupun bukan mommy mu yang memasak. Tapi dia selalu memperhatikan menu yang akan kita makan setiap harinya. Kalau daddy sakit,mommy mu dengan setia merawat daddy,saat daddy banyak pikiran dengan pekerjaan,mommy mu selalu mensupport daddy,apa semua itu bukan bentuk pelayanan istri kepada suaminya?" Kata daddy Edwin panjang lebar.
Mendengar itu,pikiran Yordan jadi sedikit terbuka. Benar apa yang di katakan daddy nya,mommy nya memang sangat berperan besar dalam mengurus semua kebutuhan daddy Edwin,bahkan bukan hanya daddy Edwin,tapi kebutuhan Yordan dan seisi rumah.
Yordan pun mengangguk paham.
"Daddy menikahi mommy mu bukan untuk daddy jadikan pembantu,melainkan untuk daddy jadikan ratu. Makanya daddy bekerja keras agar mommy mu bisa menjadi ratu,tidak perlu memasak jika memang tidak bisa memasak atau malas masak. Tidak perlu mencuci atau melakukan pekerjaan rumah tangga lainnya karena uang daddy cukup untuk mempekerjakan asisten rumah tangga." Lanjut daddy Edwin lagi.
Mendengar sang suami memberikan ceramah panjang lebar pada anak mereka,apalagi kuliah singkat yang daddy Edwin berikan pada Yordan adalah untuk membela dirinya,membuat mommy Sarah makin terkagum-kagum dengan sosok suaminya.
"Dad.." mommy Sarah menggenggam tangan suaminya.
Daddy Edwin membalas genggaman tangan mommy Sarah.
"Makasih atas cinta yang begitu luar biasa yang selalu daddy berikan untuk mommy." Kata mommy Sarah sambil mencium punggung tangan suaminya.
Yordan yang melihat kemesraan orangtuanya,mencebik kesal.
"Benar-benar gak tau tempat.!" Cibir Yordan dalam hati.
Tak ingin berlama-lama menonton siaran langsung kemesraan daddy dan mommy nya,Yordan memilih cepat-cepat menghabiskan makanan yang ada di piringnya. Sedangkan pasangan tak sadar usia yang ada di hadapannya itu,malah semakin menjadi-jadi.
__ADS_1
"Gak punya perasaan banget sih nih Chi chi sama si Go ku,udah tau anaknya lagi patah hati,mereka malah mesra-mesraan di depan gue.!!!!" Hati Yordan menjerit kesal melihat kelakuan orangtuanya.