
Pagi ini daddy Edwin dan Yordan sudah berada di meja makan.
Yordan mengernyitkan keningnya karena mommy nya tidak ikut sarapan dengan mereka.
"Mommy mana dad?"
"Dikamar."
"Mommy sakit? Kok gak ikut sarapan bareng kita?"
Daddy Edwin mengangguk.
Melihat anggukan dari daddy nya,mata Yordan membulat tidak percaya.
"Bisa juga ternyata si bule bar-bar sakit." Kata Yordan dalam hati
"Hatinya sakit katanya. Jadi mommy gak selera makan." Kata daddy Edwin lagi.
Yordan menunduk,ia tahu penyebab mommy nya sakit hati dan tidak berselera makan.
"Mau kemana Din?" Tanya Yordan saat melihat mbak Dini membawa nampan berisi makanan.
"Mau nganter makanan pesanan buat madam den.." jawab Dini.
Yordan melirik isi nampan yang mbak Dini bawa.
"Cih..katanya gak selera makan,tapi mesen makannya banyak" Yordan berdecih saat melihat beberapa makanan pesanan sang mommy yang ada di nampan.
"Cepet kamu antar makanan itu buat istri saya Din." Kata daddy Edwin menyela percakapan mbak Dini dan Yordan.
Mbak Dini pun berlalu dari hadapan Yordan dan daddy Edwin.
Tiba-tiba saja Yordan berdiri,padahal makanan dipiringnya belum habis.
"Mau kemana kamu?" Tanya daddy Edwin.
"Mau lihat keadaan mommy."
Daddy Edwin menahan tangan Yordan.
"Duduk. Jangan tunjukkan wajah mu dulu sama mommy mu,kalau kamu gak mau kena amukan mommy mu lagi."
"Tapi dad..."
"Habis kan makanan mu,biar cepat ke kantor. Udah banyak berkas yang harus kamu periksa." Sela daddy Edwin memotong kata-kata Yordan.
Yordan pun menurut pada kata-kata daddy nya.
Setelah menyelesaikan sarapannya,Yordan pamit kepada sang daddy untuk berangkat ke kantor. Dan minggu ini jadwal Yordan bekerja di perusahaan daddy nya.
Sedangkan mommy Sarah didalam kamarnya,mengintip kepergian Yordan dari balik jendela.
"Lihat aja kamu bule kampret,mommy akan bantu Ica buat kamu nangis darah karena udah menyakiti Ica.!!"
Lalu mommy Sarah mengambil hp dari atas nakas dan melakukan panggilan ke nomor Ica.
"Halo sayang." Kata mommy Sarah setelah Ica menerima panggilan darinya.
"Iya mom."
__ADS_1
Dari suara Ica yang serak dan lemah,bisa dipastikan Ica menangis semalaman.
"Hari ini kamu dateng ke kantor mommy yah,ada yang mommy bicarain sama kamu."
"Iya mom,kebetulan ada juga yang mau Ica omongin sama mommy."
"Ya udah mommy tunggu."
Kemudian panggilan itu berakhir.
⭐⭐⭐⭐⭐
Yordan mengemudikan mobilnya langsung menuju kantor daddy Edwin. Ia tidak menjemput Ica di apartemennya,karena Yordan tau sekarang Ica pasti masih sangat marah padanya.
Kini mobil Yordan sudah sampai di gedung Adiguna Asia Jaya milik daddy Edwin Adiguna. Yordan melangkahkan kakinya memasuki gedung.
Ia masuk ke dalam lift yang akan membawanya menuju ruangannya.
Ting. Pintu lift terbuka. Yordan melangkahkan kakinya menuju ruangannya.
Ceklek. Yordan membuka pintu ruangannya.
Ia langsung duduk di kursi kebesarannya. Ia mengetuk-ngetukkan jarinya di atas meja. Bolak-balik ia melihat jam yang ada dipergelangan tangannya. Yordan gelisah menunggu kedatangan Ica.
"Dia dateng gak yah hari ini?" Yordan bertanya-tanya dalam hati.
"Apa dia gak tau alamat kantor ini?" Tanyanya lagi pada diri sendiri.
Kemudian Yordan mengeluarkan hp dari dalam sakunya.
Ia mencari kontak Ica. Ingin melakukan panggilan tapi dia ragu,jadi Yordan hanya mengirim pesan untuk Ica.
Yordan : Dimana? Kenapa belum dateng ke kantor daddy? Ini alamatnya,di jln xyxyxy.
Mata Yordan tak berhenti memandang layar hp nya,berharap Ica membaca pesan yang ia kirim dan membalasnya.
Setengah jam Yordan menunggu tapi tak juga dibaca Ica.
"Huuuft.." gelisah Yordan.
Yordan pun memilih untuk memeriksa berkas-berkas yang menanti untuk diperiksa. Tapi tetap saja pikirannya tidak bisa fokus pada berkas yang ada dihadapannya. Hatinya pun semakin gelisah,ia merasa sangat sepi sendiri di ruangan itu.
⭐⭐⭐⭐⭐
Mommy Sarah menunggu Ica di ruangannya di SFF Group. Tak kalah galau dengan sang anak yang sedang bertugas di perusahaan suaminya,mommy Sarah bolak-balik melihat jam yang ada di pergelangan tangannya.
Tok tok tok. Suara ketukan pintu ruangan mommy Sarah dari luar.
"Masuk" mommy Sarah menjawab dengan semangat karena berpikir itu Ica.
Ceklek. Pintu pun terbuka.
Senyum mommy Sarah pun terbit setelah melihat siapa yang membuka pintu.
"Halo sayangnya mommy..." sapa mommy Sarah.
"Hai mom,sori Ica telat mom.."
Ya,yang datang adalah Ica.
__ADS_1
Mommy Sarah menggeleng.
"Gak kok sayang,ayo duduk." Mommy Sarah berdiri dari kursi kebesarannya kemudian melangkahkan kakinya mendekati Ica yang masih berdiri di dekat pintu,lalu menggiring Ica untuk duduk di sofa.
"Kamu udah makan?" Tanya mommy Sarah basa-basi.
"Udah mom.."
"Mau minum apa? Biar mommy pesenin."
"Es jeruk aja deh mom."
"Itu aja?? Gak mau sekalian sama cemilan?"
Ica sejenak berpikir.
"Boleh deh mom."
"Mau cemilan apa?"
"Kalau ada kentang goreng,chicken popcorn sama telur gulung." Kata Ica dengan mata berbinar.
Mommy Sarah membulatkan matanya.
"Ini anak lagi patah hati nafsu makannya besar juga.." kata mommy Sarah dalam hati.
Mommy Sarah pun berdiri dari duduknya,ia membuka pintu ruangannya dan menyuruh sekretarisnya menyiapkan minuman dan cemilan yang Ica inginkan.
Mommy Sarah kembali duduk bersebelahan dengan Ica di sofa.
"Mata kamu kok bengkak?" Tanya mommy Sarah pura-pura tidak tahu.
"Akh ini...semalem Ica nonton drakor,dan ceritanya itu sedih banget jadi Ica nangis deh.." jawab Ica berbohong.
Mommy Sarah memicingkan matanya mengintimidasi Ica.
Melihat tatapan mommy Sarah, Ica sadar kalau mommy Sarah tidak mempercayai alasannya.
"Huuuft...Ica patah hati mom.." akhirnya Ica pun memilih jujur karena tatapan mata mommy Sarah.
"Sama Yordan?"
Ica mengangguk.
"Masih mau nangis? Kalau masih mau nangis,sini nangis di pelukan mommy." Mommy Sarah membuka lebar kedua tangannya agar Ica bisa masuk kedalam pelukannya.
Ica pun tak dapat menahan perasaannya. Antara perasaan haru melihat sikap mommy Sarah yang begitu perhatian dan perasaan sakit hati karena perlakuan Yordan padanya tadi malam. Ica pun langsung menghamburkan dirinya kedalam pelukan mommy Sarah.
Mommy Sarah tak memgeluarkan kata-kata,dia membiarkan Ica menumpahkan airmata dan ingusnya di dalam pelukannya sambil tangannya mengelus-elus punggung Ica.
Setelah puas menangis dipelukan mommy Sarah,Ica menjauhkan dirinya dari pelukan mommy Sarah. Mommy Sarah mengambil tissue lalu menyeka airmata dan ingus di wajah cantik Ica.
"Udah nangisnya?" Tanya mommy Sarah setelah menyeka airmata dan ingus di wajah Ica.
Ica pun mengangguk.
"Bener yah,kalau belum puas,nangis aja lagi di pelukan mommy."
"Beneran mom."
__ADS_1
"Oke. Kalau gitu mommy udah bisa lepas blazer mommy soalnya blazer mommy udah basah gara-gara air mata,ingus sama air liur kamu. Kalau mommy lepas blazer,kamu gak boleh nangis lagi,soalnya mommy gak bawa kemeja ganti." Seloro mommy Sarah.
"Iiikkh mommy..." kata Ica dengan nada manja.