
Bang Satria berdiri dari duduknya dan duduk disamping Ica.
"Cup cup cup..udah udah,laki-laki kayak gitu gak pantes kamu tangisin. Langkah kamu udah betul meninggalkan dia dan membuang jauh rasa cinta kamu untuk dia. Walaupun awalnya sulit tapi lama kelamaan pasti akan terbiasa,apalagi kalau kamu mau membuka hati kamu untuk laki-laki lain. Satu aja pesan abang buat kamu,jangan trauma dengan laki-laki,karena semua laki-laki tidak seperti dia. Tapi jadikanlah kejadian ini sebagai pembelajaran untuk kamu dalam memilih laki-laki. Kadang laki-laki yang menampakkan yang manis-manis di depan adalah laki-laki yang akan membawa kepahitan di belakang. Tapi kadang sebaliknya,jadi pintar-pintar lah memilih pasangan." Kata Bang Satria sambil mengelus-elus punggung Ica.
"Udah dong sedih-sedihnya,ice creamnya jadi melelehkan tuh nungguin kamu selesai nangis.." kata bang Satria lagi.
Ica pun melihat ice creamnya yang sudah hampir mencair.
"Mau dipesenin lagi?" Tanya bang Satria.
Ica menggeleng.
"Gak usah bang,kita pulang aja." Ajak Ica pada bang Satria.
Setelah mengelap air mata dan ingus yang membasahi wajah Ica,mereka pun keluar dari kedai ice cream itu.
Bang Satria mengantar Ica hanya sampai depan gedung apartemen Ica. Sebenarnya bang Satria ingin mampir ke unit apartemen Ica,tapi orangtua bang Satria menelpon agar bang Satria segera pulang kerumah.
⭐⭐⭐⭐⭐
Saat Ica dan bang Satria asik cuci mata,Yordan sudah sampai di parkiran gedung apartemennya.
Sesampainya Yordan di dalam unit apartemennya,ia langsung melangkahkan kakinya menuju kamar dan melepaskan semua pakaiannya secara kasar,lalu masuk ke dalam kamar mandi.
Mengisi air ke dalam bath up dengan air dingin,kemudian ia masuk ke dalam bath up.
Ia menenggelamkan tubuhnya ke dalam bath up ketika air itu sudah memenuhi bath up. Mencoba mendinginkan sekujur tubuhnya dari emosi yang membara. Sepanjang perjalanan pulang dari mall menuju apartemen,Yordan selalu mengingat interaksi mesra Ica dan bang Satria. Sekuat tenaga Yordan menghilangkan Ica dari otaknya,tapi tetap tak bisa. Mungkin saja dengan menenggelamkan tubuhnya di dalam bath up panas di dalam tubuhnya bisa mereda.
"Aaarrrgh.." teriak Yordan saat dia kembali mengangkat kepalanya dari dalam air.
"Kenapa gue cemburu ngeliat loe sama cowok lain?? ada apa dengan hati gue yang begitu sakit saat ngeliat loe bermesraan dengan cowok lain?? Apa gue udah jatuh cinta sama loe?? Atau ini cuma obsesi gue doang??" Tanya Yordan pada dirinya sendiri.
Lama ia memikirkan jawaban atas pertanyaannya itu,tapi tak kunjung ia dapatkan jawabannya cinta atau obsesi dia belum bisa memastikannya.
Ia memilih untuk mengakhiri aksi berendamnya dan segera membilas tubuhnya. Ia keluar dari dalam kamar mandi dengan menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya.
__ADS_1
Baru saja kakinya ingin melangkah menuju ruang ganti,hp nya berdering. Ia memutar langkahnya menuju nakas untuk mengambil hp nya. Terlihat nama daddy Edwin yang melajukan panggilan padanya.
"Tumben daddy nelpon??" Lirih Yordan.
Yordan belum sadar akan kesalahannya yang meninggalkan kantor saat jam makan siang,bahkan sampai jam pulang kantor pun Yordan tak menampakkan batang hidungnya. Memberi kabar pada sang daddy atau sekretarisnya pun tidak.
Yordan menggeser tombol hijau.
"Halo dad.." jawab Yordan.
"Kamu dimana?" Tanya daddy dengan suara berat seperti sedang menahan emosi.
Daddy Edwin tidak seperti mommy Sarah,yang kalau sedang kesal atau marah akan berteriak-teriak atau memukul Yordan. Tapi daddy Edwin lebih ke arah tegas dalam berkata-kata.
Dan Yordan pun paham dengan sifat daddy nya ini.
"Di apartemen dad." Jawab Yordan gugup,ia tau daddy nya sedang marah padanya. Tapi ia belum tau apa penyebab daddy nya marah.
"Pulang sekarang!!" Perintah daddy nya dengan nada tegasnya.
"I...iiya dad." Jawab Yordan terbata-bata.
Daddy Edwin mengakhiri panggilannya.
Yordan pun cepat-cepat masuk kedalam ruang ganti,dan memakai pakaiannya lalu cepat-cepat keluar dari unit apartemennya menuju parkiran. Ia masuk ke dalam mobilnya,dan mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang.
Daddy Edwin menyuruh Yordan pulang setelah mendengar cerita dari sang istri mengenai tantangan Yordan pada Ica. Sebagai seorang ayah dan juga sebagai seorang laki-laki yang sangat memuliakan harkat dan martabat wanita,jelas daddy Edwin dibuat murka oleh anaknya. Ditambah lagi Yordan menghilang setelah jam makan siang. Daddy Edwin sengaja membawa berkas-berkas yang harus Yordan periksa ke rumah,agar Yordan bisa menyelesaikan pekerjaannya di rumah.
Jalanan yang cukup padat membuat Yordan membutuhkan waktu satu jam untuk sampai di rumah utama.
Yordan memarkirkan mobilnya sembarang di halaman rumah utama. Buru-buru ia masuk ke dalam rumah. Melangkahkan kakinya menuju ruang keluarga.
"Dad.." panggil Yordan saat melihat daddy dan mommy nya sedang duduk di sofa.
Daddy Edwin menoleh ke arah Yordan.
__ADS_1
"Duduk." Perintah daddy Edwin.
Yordan memperhatikan wajah daddy nya,terlihat jelas kemarahan dari raut wajah daddy nya. Kemudian dia melihat mommy nya,sang mommy pun sama masih marah padanya.
Sadar anaknya sedang memperhatikannya,mommy Sarah membuang wajahnya,ia bangkit dari duduknya dan melangkahkan kakinya keluar dari ruang keluarga. Sekarang hanya ada daddy Edwin dan Yordan disana.
"Kamu tau kenapa daddy memanggil mu kesini?"
Yordan nampak berpikir,tapi ia tak mendapat jawaban atas pertanyaan daddy nya. Gara-gara frustasi memikirkan perasaanya pada Ica membuat otak Yordan ngeblank.
Yordan pun menyerah memikirkan jawaban dari pertanyaan daddy nya.
Yordan menggeleng lemah.
Daddy Edwin menghela nafasnya,mencoba untuk tidak meledak-ledak menumpahkan emosinya.
"Mau sampai kapan kamu jadi laki-laki yang tidak menghargai perempuan? Apa pernah kamu melihat daddy menyakiti mommy mu?"
Yordan kembali menggeleng. Kini ia tahu kemana arah pembicaraan daddy nya.
"Jadi kenapa dengan sadarnya kamu menyakiti hati Ica,wanita yang sudah tulus mencintai kamu,menerima kamu apa adanya tapi malah kamu injak-injak harga dirinya dengan melakukan hal hina di hadapannya langsung!!" Tanya daddy Edwin dengan tatapan tajam pada anaknya.
"Yordan hanya gak pantes buat Ica dad,makanya Yordan melakukan hal itu. Agar Ica bisa melupakan perasaannya untuk Yordan. Yordan hanya ingin Ica mendapatkan laki-laki yang lebih baik dari Yordan." Jawab Yordan tertunduk tak berani melihat wajah sang daddy.
"Dengan melakukan hal hina itu?" Tanya daddy Edwin lagi dengan nada tegasnya.
"Yordan udah berusaha ngomong baik-baik sama Ica dad tentang kebiasaan Yordan,tapi Ica gak percaya dan tetap kekeh mau jadi pacar Yordan. Makanya dengan terpaksa Yordan melakukan hal itu." Yordan memberi alasan.
Daddy Edwin menghela nafasnya lagi. Ingin sekali ia meninju kepala anaknya ini agar otak si anak bisa berfungsi dengan baik.
"Kalau memang kamu merasa tidak pantas untuk Ica,seharusnya kamu pantaskan dirimu,berubah menjadi yang lebih baik. Bukan malah mengetes Ica dengan cara seperti itu,bersyukur kamu ada wanita baik-baik yang tulus mencintai kamu,bahkan kekeh nerima kamu apa adanya setelah tau siapa kamu. Bukan malah mematah-matahkan hatinya dengan cara seperti itu. Kamu akan menyesal Yordan kalau sampai Ica benar-benar membuang kamu dari dalam hatinya dan mengganti dengan orang lain."
Deg..
¤¤¤ readers PSC masih banyak CIDAHA nih,ayo tinggalin jejak buat Ica dan Yordan dengan cara kasih LIKE,KOMEN,VOTE sama BUNGA SEKEBON. Jangan mau kalah sama NIJUPITA alias Nitijen Julid Tapi Cinta,yang rajin kasih komen-komen julid dan nungguin othor up setiap hari. Malahan sampe dua novel othor, di pantengin terus sama si NIJUPITA.😂😂😂😂😂🙏🙏🙏🙏🙏🙏 ¤¤¤
__ADS_1